CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
rasa apa ini



sudah hampir 2 bulan Abizar tidak bertemu mel sejak saat itu. mel juga tidak menyanyi lagi untuk Cafe Ricky. dan nomor ponselnya diblokir oleh mel. gadis itu benar-benar menghindari dirinya.


Arnold hari ini menemani Abizar rapat diluar kantor mereka akan rapat disebuah restoran sesuai dengan permintaan klien. dimobil abizar tiba-tiba saja bertanya pada arnold


"Arnold kapan kau akan menikah" ucap Abizar


"Bulan desember tuan" ucap Arnold


"artinya 2 Bulan lagi " ucap abizar


"ya tuan" ucap Arnold


"kenapa kau menikah arnold" ucap Abizar


"maksudnya tuan apa " ucap arnold yang merasa pertanyaan Abizar yang aneh.


"Alasan kau menikah" ucap Abizar


"karena ada getaran dan debaran dihati saya saat bersama tari tuan" ucap Arnold.


Deg..deg..


tiba-tiba jantung abizar berdetak lebih cepat dan saat itu kepingan kenangan mel n dirinya bersama saat dirumahnya bermunculan, ia juga tidak suka melihat mel dekat dengan pria lain, hatinya juga panas saat melihat para pria ikut berkomentar di akun sosial media milik gadis itu.


"hanya karena alasan itu??" ucap Abizar lagi


"sebenarnya mencintai seseorang itu tidak perlu alasan tuan" ucap arnold


"kenapa kau jadi puitis begini" ucap abizar


"tari merubah saya menjadi diri saya yang lebih baik, nanti juga tuan akan merasakannya jika sudah bertemu orang yang tepat" ucap Arnold


"sepertinya kau bucin akut sekarang" ucap Abizar tidak menduga setiap perkataan Arnold.


"seperti dia tidak seperti itu saja saat ingin mendekati nona tasya dulu" batin Arnold.


"jangan coba memakiku dalam hatimu arnold" ucap Abizar yang melihat arnold seperti berpikir.


"mana saya berani melakukan itu tuan" ucap Arnold.


sedangkan mel sedang bergelut dengan usahanya. karena usahanya sudah mulai banyak pelanggan dan makin maju mel memutuskan untuk memiliki beberapa karyawan. sekarang ia sudah memiliki 6 karyawan. 2 sebagai Admin Online membalas pesanan dan respon costumer, 2 untuk packing barang, 2 sebagai kurir.


"Alhamdulillah usahaku lancar" batin mel


ponsel mel berbunyi menandakan ada pesan chat masuk diponselnya


✉bu bos aku ingin bertemu di restoran Teduh sekarang , aku mau kau membantuku memilih undangan.


itulah isi chat yang dikirim oleh sahabatnya tari


mel memanggil salah satu karyawannnya


"dina aku akan keluar sebentar kau handel disini dulu ya selama aku pergi" ucap mel pada salah satu karyawannya


"baik Mbak mel"ucap dina salah satu karyawan mel.


mel mengambil waistbagnya dan melaju dengan sepeda motornya yang ia beli dari hasil menjadi reseller pakaian. mel sampai setelah 25 menit berkendara.


Mel!!!! panggil tari memberitahukan keberadaannya.


mel berjalan kearah tempat tari duduk melewati sebuah ruangan kaca dimana abizar dan Arnold sedang rapat dengan klien.


Deg...Deg.... detakan itu muncul dijantung abizar saat melihat mel. abizar jadi tidak terlalu pokus dan ingin menyelesaikan rapatnya.


"kau ini suka sekali bertemu mendadak" ucap mel


"kau kan sekarang bu bos jadi aku bisa bertemu sesuka hati" ucap tari


"dasar kau ini sudah mau menikah masih suka seenaknya" ucap mel.


"nah ini undangannya sekarang tolong bantu aku memilihya" ucap tari


"nona bisa pesankan saya minum dulu sebelum saya memilih undangan untuk tuan putri" ucap mel menyindir


"sorry...sorry aku lupa" ucap tari


"ia aku tau yang kau ingat hanya Kak Ar saja"ucap mel



"ia mel undangannya cantik sekali sesuai dengan calon pengantin yang cantik" ucap tari


"ia.. ia kau paling cantik dimata kak ar, makanya dia pasrah menikahimu" ucap mel


"kau ini, kau kan bakal jadi bridesmadeku, aku akan memilihkan gaun yang indah untukmu" ucap tari.


"please jangan pilih gaun yang ribet" ucap mel


"OK bu bos" ucap tari


karena asiknya berbincang mel dan tari tidak menyadari arnold dan abizar keluar dari ruangan VIP restoran tersebut.


"mentari" panggil Arnold


"sayang kau sedang apa disini" ucap tari


"aku baru selesai rapat dengan tuan Abizar dan kalian sedang apa" ucap Arnold


"aku meminta bantuan mel memilihkan undangan pernikahan kita sayang" ucap tari


mendengar nama Abizar mel terdiam dan wajahnya berubah. mel tidak ingin bertemu pria itu.pria yang selalu ia hindari.


"mel apakah tari menculikmu lagi" ucap Arnold


"ya seperti biasa" ucap mel


"oya karena kemarin kau pernah memberikanku bekal makan siang, aku akan mentraktir tari dan kau mel" ucap arnold


"tidak usah kak lain kali saja, aku mau balik banyak pesanan yang harus aku selesaikan lebih baik kalian saja yang makan" ucap mel yang ingin berlalu


"mel jangan pulang dulu kan aku mau membelikanmu gaun" ucap tari kecewa


"Lain kali saja ok" ucap mel dan berlalu melewati abizar sambil memalingkan wajahnya kearah lain. ada perasaan aneh hadir direlung hatinya seperti kecewa mel menghindari dirinya.


"kalau mel pulang aku pulang juga" ucap tari berlalu.


" tuan apakah kita makan siang dulu disini atau langsung kembali ke kantor" ucap arnold.


"kita balik saja" ucap abizar dan melangkah menuju pintu keluar dengan perasaan kecewa karena mel terus menghindarinya.


didalam mobil arnold dan abizar sibuk dengan pikiran mereka masing-masing hingga abizar bertanya kepada arnold.


"kapan mel mengantarmu bekal makan siang"ucap abizar


" mel datang kekantor mengantar bekal makan siang untuk saya dan anda juga tuan kira-kira tiga bulan yang lalu" ucap arnold


"berarti itu waktu yang sama sewaktu aku membuang bekal makanan darinya" batin abizar menyesal


"dia dengan pacarnya itu saat mengantar bekal" ucap abizar.


"pacar?? maksud tuan dokter riko"ucap arnold


" namanya tidak penting bagiku" ucap abizar


"dokter riko bukan pacar mel tuan, dia hanya tetangga lama mel.mereka bertemu di rumah sakit embun dihari terakhir mel terapi " ucap arnold.


"itu pasti alasan saja" ucap abizar


"itu yang sebenarnya tuan, tapi saya melihat sepertinya dokter riko memiliki perasaan lain lebih dari teman kepada mel, tari saja yang menjodoh-jodohkan mereka" ucap arnold kelepasan memberitahukan rencana tunangannya.


"astaga apa yang aku lakukan" batin arnold sambil menutup mulutnya.


"dia tidak bersalah, aku yang selalu salah paham kepadanya dan menuduhnya yang tidak-tidak hingga ia keluar dari rumah bahkan ia takut berada didekatku dan selalu menghindar" batin abizar dan merasakan sakit pada relung hatinya mengingat perkataan kejamnya pada mel.


"Arnold apakah kau bisa membantuku" ucap Abizar.


"apa yang bisa saya lakukan tuan" ucap arnold


abizar ragu ingin mengucapkan ini kepada arnold.ia menarik nafas dengan dalam lalu menghembuskannnya.


"aku ingin minta maaf kepada mel, atas kesalahanku padanya" ucap abizar pelan


arnold terkejut dengan perkataan abizar. apa lagi yang terjadi antara mel dan bosnya itu. mel juga tidak pernah bercerita kepadanya ataupun tari dan hari ini bisanya menyebut nama mel biasanya hanya gadis itu.