CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
tetangga lama



keadaan mel berangsur Pulih sudah hampir sebulan ia melakulan terapy ditemani oleh abizar atau pun tari. ini adalah hari terakhir ia melakukan terapi. hari ini ia hanya diantar sopir karena abizar ada pertemuan dengan kliennnya. sekarang mel berjalan dengan menggunakan kruk siku. tiba-tiba seorang pria tidak sengaja menyenggolnya.


"awww"keluh mel


"maaf... maaf mbak... sungguh saya tidak sengaja" ucap pria berkaca mata itu.


"Kak riko" ucap mel kepada pria itu


"hei kau melati kan yang tinggal di jalan pandawa" ucap pria tersebut yang tidak menyangka bertemu mel.


"ia kak tapi sekarang aku sudah pindah"ucap mel


"apa yang kau lakukan disini"ucap pria itu.


"aku terapi dirumah sakit ini dan hari adalah hari terakhir terapiku" ucap mel


"apa yang terjadi padamu mel"ucap pria itu


"kemarin aku kecelakaan kak, Klo kakak sedang apa disini" ucap mel.


"aku Praktek disini mel" ucap pria itu


"kakak dokter ya, spesialis apa kak" ucap mel


"spesialis hatiku untukmu mel" ucap pria itu menggoda mel


"hahahaha kakak ini ada-ada aja mana ada dokter seperti itu" ucap mel


"ayo aku antar keempat kau terapi"ucap pria itu


"terima kasih kakak dokter yang ganteng"ucap mel


dan mereka tertawa sepanjang lorong rumah sakit dan sempat saling bertukar nomor ponsel.


sedangkan abizar sedang berada diperusahaannya yang mulai membaik dan ia baru menyelesaikan pertemuannya. abizar juga sekarang menjadi sosok yang lebih baik dan tidak suka marah-marah seperti sebelumnya. setelah pertemuan abizar menghubungi. adiknya katrine untuk bertanya tentang mel.


"halo kak" ucap katrine


"dimana mel" ucap abizar


" sapa dulu kali kak, mel sedang pergi terapi dirumah sakit kak" ucap katrine


"kenapa kau tidak menemaninya" ucap abizar


"aku kuliah pagi kak, mel pergi diantar supir tadi pagi" ucap katrine.


"supir?.supir kita saja sekarang sedang dikantorku. ucap abizar


"ya sudah Kak, hubungi saja ponselnya"ucap katrine


"aku takut terjadi sesuatu padanya"ucap abizar


"mel itu ke rumah sakit untuk terapi bukan kabur ,ya sudah Kak aku mau kuliah dulu" ucap katrine


"pasti kak abi itu mulai suka sama mel posetif sekali sekarang" batin katrine.


setelah menyelesaikan terapinya mel diantar pulang oleh riko. lelaki itu terlihat begitu baik dan perhatian padanya. mereka berjalan beriringan menuju mobil. riko membuka pintu mobilnya untuk mel


"silakan masuk tuan putri" ucap riko tersenyum sambil membungkukkan tubuhnya.


"terima kasih kakak dokter yang baik dan ganteng" ucap mel menimpali.


ditengah jalan riko menawarkan mel untuk makan siang


"mel, kita makan dulu ya didekat sini restoran enak"ucap riko


"mmm tapi kak orang dirumahku pasti menungguku"ucap mel


"hubungi saja mereka mel, kita kan sudah lama tidak jumpa"ucap riko


"baiklah Kak, sebentar aku telepon mama dulu" ucap mel


sambil merogo ponselnya yang ada ditas. tapi naas ponselnya mati.


"yah, ponselku mati kak,mereka pasti mencariku" ucap mel risau


"cash saja ponselmu dimobil nanti setelah makan pasti ponselmu menyala kembali"ucap riko. mel hanya menjawab dengan anggukan. riko melajukan mobilnya ke restoran yang dituju. mereka memesan makanan sambil bertukar cerita sambil riko terus memperhatikan wajah gadis yang selalu dihiasi senyum itu.


"kau tambah cantik mel"batin riko sambil berbincang dengan mel. setelah selesai makan rikopun melajukan mobilnya kearah alamat yang mel beritahukan. dan setelah sampai riko heran sejak kapan mel pindah.


"mel ini rumahmu"ucap riko


"bukan kak ini rumah sahabat ayahku, ayo mampir dulu"ucap mel ramah


"kalo tuan putri memaksa, aku tidak bisa menolak" ucap riko


abizar yang sedang berada dibalkon kamarnya dilantai dua melihat mobil yang asing memasuki pekarangan rumahnya. dan melihat seorang pria turun dari mobil tersebut dan melihat mel turun setelah lelaki itu membukakan pintu mobil untuknya dan mereka menuju kearah dalam rumah disaat nyonya rossa dan kartun keluar rumah.


"mel kau dari mana saja kami mengkhawatirkan mu sayang, abi tadi berusaha menghubungimu tapi ponselmu tidak aktif" ucap nyonya rossa.


"maaf Ma tadi ponsel mel mati" ucap mel


"ia Ma mel baik-baik saja, Ma kenalkan ini dokter riko"ucap mel


"riko tante, saya tetangga lama mel"ucap riko


"saya rossa dan ini anak saya katrine" ucap rossa.


"maaf ya Ma, membuat mama khawatir" ucap mel.


"ya sudah sayang ajak temanmu masuk ayo nak, riko silahkan masuk" ucap nyonya rossa mempersilahkan.


riko terlihat begitu perhatian dengan mel pria itu menuntun mel berjalan memasuki rumah dan semua itu tidak luput dari perhatian abizar.


"jadi nak riko bekerja di rumah sakit mana " ucap nyonya rossa.


"saya bekerja di rumah sakit embun pagi nyonya "ucap riko sambil menyunggingkan senyumnya terus kearah mel.


"tadi mel ketemu Kak riko saat dirumah sakit ma" ucap mel.


katrine hanya diam ditampung mamanya, ia hanya sibuk memandang paras tampan dokter riko.


"ganteng banget sih nih dokter, tapi kelihatannya dia naksir sama mel" batin katrine


dering ponsel riko menghentikan perbincangan mereka.


"baiklah saya segera kesana" ucap riko pada lawan biaranya diponsel.


"ada apa kak"ucap mel


"aku harus pergi mel, dokter yang harusnya Praktek sore tidak masuk, jadi aku yang menggantikan sekarang" ucap riko


"Kak riko maaf ya sudah merepotkanmu hari ini" ucap mel


" tidak ada yang dijepitkan tuan putri" ucap riko sambil mencubit hidung mel.


nyonya rossa dan kartun saling tatap satu sama lain melihat apa yang dilakukan oleh riko.


"abi sainganmu berat nak" batin mama


"dokter riko usah ganteng, perhatian, senyumnya itu.. mmmm aduh aku mau tampilan dokter riko so perfect" batin katrine



abizar yang sengaja turun dan berhenti ditengah tangga hanya bisa mengepal tangannya melihat adegan kedekatan antara riko dan mel.


"berani sekali buat semua orang khawatir dasar sok cantik.malah asik pergi dengan pria modelan begitu ganteng juga ga" batin abizar.


mobil riko berlalu dari kediaman mandala


"kau sedekat apa mel dengan dokter riko"tanya katrine.


"ya seperti saudara dulu ia tetangga lama kami kat"ucap mel


"seperti dia sangat baik dan ramah" ucap katrine


"Kak riko memang baik dan ramah kat, bahkan banyak yang mengidolakannya" ucap mel


"termasuk kau mel" ucap katrine


"mungkin bisa dibilang begitu" ucap mel berlalu


saat mel akan kekamar ia berselisih dengan abizar.


"Kak abi"ucap mel


tetapi abizar tidak menanggapi sapaannya lelaki itu menuju dapur mengambil air untuk minum kemudian melewati mel lagi dan masuk kekamarnya.


"Kak abi kenapa ya hari ini, apa aku melakukan kesalahan" batin mel


mel akhirnya masuk kekamarnya dan kartrine lalu meletakkan tasnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri ia mencoba berjalan tanpa kruk nya dengan bantuan memegang dinding dan mel berhasil melakukannya. setelah selesai dan masih menggunakan handuk ia kemudian ingin mengambil Ponselnya untuk dihidupkan karena sejak tadi mati. saar pendeknya menyala ia melihat begitu banyak pesan, chat dan telepon dari abizar.


"apa kak abi marah karena aku tidak menjawab ponselku, baiklah setelah ini aku akan minta maaf"batin mel.


mel berencana memberikan kejutan kepada abizar bahwa ia tidak memakai kruk lagi. mel menuju kamar abizar. mel mengetuk pintu kamar abizar dan memanggilnya tapi abizar tidak menyahut panggilan. saat mel memegang gagang pintu kamar abizar berniat masuk kekamar itu.


"apa kau tidak punya sopan santun, masuk kekamar orang tanpa permisi" ucap abizar dengan nada marah.


"bukan seperti itu kak tapi aku.. " ucap mel


"tidak usah tapi-tapian pergi dari hadapanku" ucap abizar.


"maaf kak" ucap mel


"aku bilang pergi sekarang juga dan jangan kembali lagi, kau sudah seperti dirimu yang dulu lagi"ucap abizar sambil mendorong mel yang menghalangi jalannya.


"maksud kak abi apa, aku yang dulu apa" ucap mel


"kau pikir saja sendiri atau kau tanyakan kepada tetangga lamamu itu" ucap abizar lalu masuk kekamar dengan membanting pintu kamarnya.