CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
keadaaan membaik



Sudah lima Hari tuan mandala dirawat dirumah sakit Dan keadaannya semakin membaik.dan hari ini Sudah diperbolehkan pulang. mel juga Sudah memaafkan nyonya rossa.


" Nak, Kau Akan tinggal bersama Kami lagikan" ucap tuan mandala


"maafkan aku pa, aku tidak bisa aku ingin hidup mandiri dan juga usahaku tidal bisa ditinggalkan terlalu lama" ucap mel


"baiklah jika itu keputusanmu, papa mengerti" ucap tuan mandala denga raut wajah cemas


"tapi papa tenang Saja aku Akan sering mengunjungi papa" ucap mel tersenyum.


"Kau berjanji" ucap tuan mandala mengangkat Jari kelingkingnya Ke Arah mel.


"tentu pa, Saat aku libur atau papa juga Boleh datang kerumahku" ucap mel menyatukan Hari kelingking tuan mandala dengan Jari kelingkingnya.


pendeknya berbunyi disapa tertulis nama Rendy. mel sudah menceritakan kepada Rendy tentang tuan mandala yang dirawat dirumah sakit dan juga ia mengatakan ia ikut menjaga tuan mandala dirumah sakit. Rendy menghubunginya untuk menanyakan kapan ia pulang. dan Rendy berencana menjemput mel dirumah sakit. tapi ia menolak karena tidak enak hati dengan keluarga mandala terutama abizar. lelaki itu seperti tidak menyukai Rendy. bahkan abizar terus menatap tajam saat mel menerima telpon


abizar membantu mamanya merapikan barang bawaan dan pakaian mereka selama dirumah sakit yang akan dibawa pulang


"mel" ucap tuan mandala


"ya pa" ucap mel


"apa dia kekasihmu" ucap tuan mandala


"siapa pa" ucap mel


"tentu saja dokter itu, aku melihat kalian sangat serasi" ucap tuan mandala sambil melirik ke anak lelakinya untuk melihat reaksi abizar


"tidak pa, dia hanya temanku" ucap mel


"tapi papa melihat dia menyukaimu dan perhatian padamu nak" ucap tuan mandala


"dia baik pada semua orang pa bukan hanya denganku lagi pula aku kan sahabat adiknya" ucap mel


"dia lelaki yang baik, dewasa, tidak pemarah, tidak emosian, tidak egois dan perhatian padamu papa setuju jika dia menjadi kekasihmu" ucap tuan mandala kembali melirik abizar lagi


"sudah papa jangan mikir yang aneh"ucap mel mencoba mengalihkan pembicaraan tuan mandala.


"ajak dia kerumah bertemu denganku, aku ingin kenal pria yang mendekati putriku" ucap tuan mandala


"please pa, ini tidak seperti yang papa pikirkan" ucap mel


"apakah kau dan abizar benar-benar sudah berbaikan" ucap tuan mandala


"semua sudah membaik pa antara aku dan abi ataupun antara aku dan mama, jadi papa tidak perlu khawatir" ucap mel


"papa ingin lihat siapa diantara kalian yang lebih dulu menikah" ucap tuan mandala


"menikah itu bukan perlombaan pa" ucap mel


"papa tau tapi papa melihat abizar tidak ada kemajuan, sedangkan kau dan dokter itu papa melihat kalian sangat cocok" ucap tuan mandala sengaja mengatakan itu.


abizar terus mendengar percakapan menyebalkan antara papanya dan mel.


"papa bukannya mendukung anaknya, malah mendukung dokter itu sungguh menyebalkan " batin abizar.


setelah selesai berkemas dan mengurus administrasi rumah sakit mereka bergegas pulang. mel ikut mengantar tuan mandala kerumahnya dan akan dijemput Rendy nanti sore.


sedangkan katrine sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada papanya. saat ini ia sedang menjalani KKN diluar kota dari kampusnya dia sengaja tidak diberitahukan agar tidak cemas dan bisa fokus pada KKNnya.


sesampai dirumah tuan mandala abizar membantu papanya turun.tuan mandala menolak menggunakan kursi roda ia merasa masih sanggup berjalan. tuan mandala duduk diruang keluarga.


"papa tidak istirahat" ucap abizar


"tidak bi, papa capek istirahat terus" ucap tuan mandala


"apa papa ingin sesuatu biar abi ambilkan" ucap abizar


"tidak perlu, duduklah kau juga pasti lelah harus bolak balik kantor dan rumah sakit" ucap tuan mandala


"tidak sama sekali pa" ucap abizar


"makanya segeralah mencari calon istri" ucap tuan mandala.


"kenapa bahas itu lagi sih pa" ucap abizar


"pa, sudah jangan bahas itu lagi" ucap abizar.


"kau masih suka wanita kan bi" ucap tuan mandala


"astaga pa" ucap abizar terkejut


"kau harus waspada bi, dokter itu sepertinya bergerak cepat mendapatkan hati mel" ucap tuan mandala


"mereka kan hanya berteman kata mel"ucap abizar


"itu kan katanya kita tidak tau hati dan rencana mereka" ucap tuan mandala menakuti


"papa sebenarnya mendukung aku atau si dokter itu" ucap abizar


"kalau kau tidak gerak cepat tentu aku berpihak padanya jangan sampai kau patah hati lagi tuan abizar" ucap tuan mandala


"papa mengejekku" ucap abizar


"tidak, hanya memberitahu agar kau siap sedia" ucap tuan abizar


mel dan nyonya rossa datang dari arah dapur membawa minuman dan buah-buahan segar.


"kalian berdua kenapa, bertengkar lagi" ucap nyonya rossa pada anak dan suaminya


"tidak" jawab tuan mandala dan abizar bersamaan


"kompak sekali papa dan anak ini sungguh menggemaskan" ucap nyonya rossa


"mel sayang, kau istirahatlah dulu dilamar katrine pasti kau lelah" ucap nyonya rossa


"tidak Ma, aku disini saja sambil menunggu Kak rendy datang" ucap mel


"oh, pacarmu mau datang kesini" ucap nyonya rossa sambil melirik abizar


"bukan pacar Ma, hanya teman" ucap mel


"dokter Rendy itu ganteng ya mel baik lagi" ucap nyonya rossa


"biasa aja kok ma" ucap mel


"nanti kalau dia punya teman kenalan juga ya pada katrine, mama juga mau punya mantu tampan seperti rendy" ucap nyonya rossa


"mama kumat lagi" ucap papa


dan mereka pun tertawa. dan berpincang panjang lebar layaknya keluarga hingga sore menjelang mel terus menunggu rendy datang diruang keluarga sembari menonton TV sedangkan tuan mandala dan istrinya ke kamar untuk beristirahat begitu juga dengan abizar.ia memilih kekamarnya karena ia juga lelah.


jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, abizar turun dari kamarnya menuju ke arah ruang makan tetapi ia melihat TV yang menyala.


"apa mel belum dijemput" batinnya


ia mendekat kearah ruang keluarga melihat gadis itu sudah tertidur dalam posisi duduk bersandar sambil memegang ponselnya. abizar duduk disebelah mel dan memandangi wajah gadis itu. saat kepala mel hampir merosot. abizar meletakkan kepala mel dibahunya sebagai sandaran. mel malah memeluk lengan abizar seperti guling. ia tidak sadar bahwa itu abizar bukannya sebuah guling. cukup lama posisi ini bertahan hingga abizar tidak tahan ingin menc•um b•bir mel yang menggoda imannya. saat bibir itu siap menempel suara berdeham seseorang yang sangat keras mengejutkan abizar. tidak dengan mel gadis itu masih nyenyak dengan tidurnya.


ehemmm!!


"apa yang kalian lakukan" ucap tuan mandala


"tidak ada pa" ucap abizar sambil memindahkan kepala mel kebantal kursi dan mendekat kearah papanya


"kau ini seperti maling ya" ucap tuan mandala sambil menjewer telinga anaknya


"aww sakit pa, apa maksud papa mengatakan seperti itu" ucap abizar mencoba mengelak dan mengeluh sakit pada telinganya.


"kau mau menc•um orang yang sedang tidur itu namanya kau mencuri ci•man darinya kau kira aku tidak melihatnya" ucap tuan mandala


"aku sungguh mencintainya pa"ucap abizar


"itu tidak alasan kalau aku beritahu pada mel, ia akan menendangmu" ucap tuan mandala


"please pa, jangan katakan abi bisa malu" ucap abizar.


"makanya dapatkan dulu hatinya baru ci•maunya dasar anak nakal" ucap tuan mandala