
setelah tari melahirkan.rendy tetap memutuskan akan tetap berangkat kejerman malam ini, ia juga sudah lega melihat abizar dan mel sudah berbaikan. rendy diantar kebandara oleh abizar dan mel sedangkan arnold menunggu tari dirumah sakit. tari menangis saat kakaknya berpamitan untuk berangkat malam ini, wanita yang saja menjadi ibu itu tau bahwa kakaknya sedang patah. tapi tari tidak bisa juga memaksakan hati mel jika ia memang tidak cinta dengan rendy kakaknya.
kini mereka sudah sampai dibandara abizar membantu menuruni koper milik rendy dan menantu membawanya. sedangkan mel ia memeluk sebelah lengan Rendy karena sedih atas kepergian Rendy. abizar tidak cemburu lagi karena ia sudah mengerti hubungan mel dan Rendy
"kak, kenapa harus pergi" ucap mel sedih
"karirku disana mel, kau jangan sedih kita kan nanti bisa bertemu lagi saat aku pulang" ucap rendy
"apa kau pergi karena ku" ucap mel
"tentu tidak mel. ucap rendy
setelah melakukan check in sblm boarding pass rendy memeluk mel. gadis itu menangis senggugukan melepas kepergian rendy. ada rasa bersalah pada hatinya.ia merasa Rendy pergi karena dirinya. karena ia tak bisa membalas cinta rendy padanya.
"aku tutup mel padamu, sayangi dan cintai dia dengan segenap jiwa ragamu" ucap Rendy pada abizar
"aku berjanji aku akan menyayangi dan berjanji tidak akan menyakitinya lagi" ucap abizar.
"aku pegang janjimu, dan aku tunggu undangan dari kalian" ucap Rendy berusaha tersenyum dan mengiklaskan bahwa mel bukanlah jodohnya.
Rendy melepas pelukan mel saat mendengar panggilan boarding. ia melambaikan tangannya kepada mel dan abizar. untuk boarding dan menuju gate keberangkatan untuk masuk ke pesawat.
setelah Rendy sudah masuk.mel dan abizar memilih untuk pulang hari ini begitu melelahkan bagi mereka. selama menuju rumah mel hanya diam didalam mobil. hingga abizar menyentuh dan menggenggam tangannya.
"mel"ucap abizar
"mmm"ucap mel
"apa yang kau khawatirkan sayang" ucap abizar
"tidak ada mas" ucap mel
"please, mel mulailah belajar jujur padaku sayang" ucap abizar
"benar mas, aku tidak memikirkan apapun aku hanya lelah" ucap mel
"mel kau masih percaya akukan dan kau masih mencintaiku kan" ucap abizar
"ya mas aku percaya" ucap mel
abizar sebenarnya belum puas dengan jawaban mel, gadis itu seperti menutupi sesuatu. ia merasakan ada keraguan dalam hati kekasihnya itu. dan abizar merasa wajar dengan yang mel khawatirkan tentang dirinya . dengan sikap egoisnya dan mudah sekali marah. tapi kali ini ia akan membuktikan pada mel ia akan lebih dewasa dalam menyikapi hubungannya dengan mel. abizar merasakan makin cinta pada mel. karena abizar berpikir hanya mel yang sanggup menghadapinya.
"aku tau mel kau perlu bukti bukan kakiku, aku akan buktikan bahwa aku sangat cinta dan makin cinta padamu" batin abizar.
abizar mengajak mel makan sebelum pulang tapi mel menolak dan gadis itu beralasan sangat lelah dan ingin pulang dan istirahat. abizar kali ini sabar dan belajar mengerti mel. Setelah sampai dirumah mel turun dari mobil begitu juga dengan abizar.
"mel besok aku akan mengajakmu kencan, mau ya sayang" ucap abizar
"kita mau kemana mas" ucap mel
"rahasia donk"ucap abizar
"baiklah mas" ucap mel
"terima kasih sayang" ucap abizar sambil mengec•p b•bir mel sekilas
"mas, malu kalau dilihat orang" protes mel
"tidak ada yang melihat sayang, ya sudah sana masuk besok siang mas akan menjemputmu" ucap abizar
"ok mas" ucap mel
abizar menunggu mel masuk kedalam rumah hingga bayangan gadis itu menghilang saat pintu rumah ditutup olehnya.
"semoga ini awak yang baik untuk hubungan kami amin " batin abizar.
kemudian abizar menuju arah pulang kerumahnya.saat sampai dirumah abizar melihat mamanya belum tertidur terlihat sedang menunggunya.
"darimana bi" ucap nyonya rossa
"abi habis mengantar mel ma" ucap abizar
"bagaimana hubungan kalian bi" ucap nyonya rossa
"baik Ma, walaubm kemarin aku sempat salah paham padanya dan sekarang semua sudah jelas dan dia maafkanku" ucap abizar
"kapan dia mau menikah" ucap nyonya rosaa
"ini sudah pernah kita bahas Ma, jangan paksa mel biar kami menjalaninya dengan tenang" ucap abizar.
"tapi bi kamu harus memikirkan umurmu" ucap nyonya rossa
"abi tidak apa menunggunya siap, jadi mama jangan memaksa mel" ucap abizar lalu. meninggalkan mamanya diruang keluarga menuju kamarnya.
keesokan paginya abizar bangun lebih awal ia ingin mengajak mel sarapan bersama. ia melajukan mobilnya menuju rumah mel.ia sempat singgah membeli makanan untuk sarapan bersama mel.ia memilih membeli dua ricebowl untuk sarapan mereka berdua.
"selamat pagi sayang" ucap abizar
"mas abi, sedang apa pagi-pagi sudah disini" ucap mel
"aku ingin sarapan denganmu sayang" ucap abizar sambil menunjukkan sarapan yang ia bawa kepada mel.
mel dan abizar sarapan berdua dan sesekali keluar candaan diantara mereka.
"setelah ini kita kencan ya sayang" ucap abizar
"ini masih pagi mas"ucap mel
"biar puas kencannya sayang" ucap abizar
"baiklah aku siap-siap dulu dan meminta karyawan melanjutkan pekerjaanku" ucap mel
abizar membawa mel ke sebuah taman dengan view danau. ia hanya ingin mengajak mel kencan sederhana karena mel adalah gadis yang simple. setelah sampai dan sama-sama menikmati es boba sambil duduk dibangku menghadap taman.
"mel, aku mencintaimu bagaimana denganmu" ucap abizar
"mas kan sudah tau jawabannya" ucap mel
"tapi mas ingin dengar langsung dari dirimu sayang" ucap abizar.
"mmm mau dengar jawaban yang jujur" ucap mel sambil berusaha dekat dengan abizar ia ingin membisikkan sesuatu pada abizar.
"tentu sayang, coba mas ingin dengar" ucap abizar
" i Love you" ucap mel
"apa mas ga dengar" ucap abizar.
" i Love you" ucap mel lagi
"apa sayang mas belum bisa dengar" ucap abizar pura-pura
"tidak jadi" ucap mel kesal sambil memajukan bibirnya karena merajuk pada abizar
"kenapa kau sekarang yang jadi pemarah sayang, itu bagianku kau tidak boleh meniru sisi burukku ya" ucap abizar mencubit pipi mel
"awww sakit" ucap mel mengeluh sakit pada pipinya.
abizar kemudian mencium pipi gadis itu sebagai tanda minta maaf.
"mas, ambil kesempatan" ucap mel
"tidak sayang, itu tanda cintaku agar kau semakin cinta padaku"ucap abizar
"mmm benar mas sangat mencintaiku" ucap mel
"tentu saja sayang semakin cinta malah" ucap abizar
"aku butuh bukti" ucap mel.
"kau ingin bukti apa, ayo kita menikah lalu punya anak yang banyak" ucap abizar
"aku tidak mau itu" ucap mel
"terus" ucap abizar
"gendong aku dibelakang" ucap mel
"apa, kau tidak salah sayang" ucap abizar
"kuat tidak" ucap mel menantang
"kau meragukan kekuatanku sayang, jika kau ingin anak sekarang akan aku lakukan apalagi cuma menggendongmu" ucap abizar
"ya sudah buktikan, kau kan selalu mengatakan aku g•ndut" ucap mel
"ayo cepat naik kepunggungku aku akan membawamu kepenghulu" ucap abizar
mel pun naik kepunggung abizar. mel merasa puas bisa mengerjai kekasihnya yang kali ini menjadi penurut dan tidak marah-marah.
gadis itu mengucapkan suatu kata yang membuat abizar begitu semangat
"i love you" ucap mel.
kemudian abizar sengaja menggendong gadis itu sambil berlari. membuat mel ketakutan dan tertawa. dan kencan kali ini berakhir dengan penuh kebahagiaan diantara mereka