CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
berbahagialah



rendy telah tiba dirumah kembali selepas mengantar sherly. ia bergegas masuk kekamar untuk membersihkan dirinya. setelah selesai mandi dan merasa segar. rendy meraih ponselnya yang ia letakkan diatas nakas. ia mencoba menghubungi mel.


πŸ“žHallo kak


πŸ“žmel, Bisakah besok kita bertemu


πŸ“žapakah ada yang penting kak


πŸ“ž ada yang ingin aku bicarakan padamu


πŸ“žbaiklah kak, tapi setelah aku pulang Kerja ya kak


πŸ“ž jam berapa kau pulang kerja mel


πŸ“ž sekitar jam 4 sore kak


πŸ“ž Ok tidak masalah jangan lupa katakan pada abizar kau bertemu denganku


πŸ“ž baik kak.


πŸ“ž besok di sunshine coffee


πŸ“žOk kak


πŸ“ž bye mel


rendy mengakhiri panggilannya, tadinya ia ingin abizar juga ikut serta tapi ia batalkan.


"aku akan melepasmu mel" batin rendy


sedangkan mel yang sedang bersama abizar tanpa disadari oleh rendy, ia mengaktifkan pengeras suara diponselnya sehingga abizar juga bisa mendengar percakapan antara dirinya dan rendy.


"aku boleh pergi menemui kak rendy kan mas" ucap mel


"pergilah, aku percaya padamu" ucap abizar


"terima kasih mas" ucap mel


"ya sudah kau istirahat ya, aku pulang dulu" ucap abizar


"hati-hati mas" ucap mel


"ia sayang" ucap abizar


mel menutup pagar depan dan pintu rumahnya setelah kepergian abizar. ia ingin tidur karena ia sangat mengantuk.


"kak rendy mau bicara apa ya, apa ada hubungannya dengan stephani" batin mel.


keesokan harinya mel telah siap dengan serangamnya dan ia tidak lupa membawa bekal makan siang untuk dirinya dan abizar. dan hari ini mel naik ojek menuju kantor karena abizar tidak bisa menjemputnya.


waktu terus berputar dan waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 wib tepat. rendy berbagi lokasi dimana tempat mereka bertemu. melpun bergegas menyempatkan diri berganti pakaian lalu menuju tempat yang rendy janjikan untuk bertemu. jalanan begitu ramai saat mel memilih naik taksi menuju tempat yang dijanjikan agar lebih cepat sampai.


taksi yang ia tumpangi berhenti tepat didepan cafe tersebut setelah melakukan pembayaran mel turun dan masuk kedalam cafe. dan ia melihat rendy duduk diujung. mel berjalan kearah rendy duduk.


"maaf kak aku telat" ucap mel


"santai saja, kau mau pesan apa" ucap rendy


" orange jus saja kak" ucap mel


"kau harus makan juga" ucap rendy


"mmm... samakan saja denganmu kak" ucap mel


"oklah kalau begitu" ucap rendy


mereka makan sambil sesekali rendy melempar candaan pada mel seperti dulu.


"mel"ucap rendy


"ya kak" ucap mel


"apa kau membencimu mel" ucap rendy


"kak rendy bicara apa, aku menyayangimu seperti kakakku sendiri" ucap mel


"maaf ya mel selama ini aku memaksamu" ucap rendy


"tidak kak, kak rendy itu orang baik dan aku tau itu" ucap mel


"mel berbahagialah" ucap rendy


"maksudnya kak" ucap mel tidak mengerti ucapan rendy


"berbahagialah bersama abizar, jika kau bahagia aku juga bahagia mel" ucap rendy


"kak rendy" ucap mel


"mel kau harus bahagia, aku akan ikut bahagia jika adikku bahagia" ucap rendy


mel menangis mendengar kata-kata rendy ia tidak menyangka akhirnya rendy ikhlas ia bersama abizar. berbeda dengan hari kemarin seolah pantang mundur menginginkan dirinya.


"bagaimana dengan stephani kak" ucap mel terisak


"perlahan dia akan mengerti mel, nanti aku akan menjelaskan kepadanya" ucap rendy


"sepertinya begitu, mama juga sudah jauh lebih baik kesehatannya lagipula karirku disana mel" ucap rendy


"apakah stephani akan ikut" ucap mel


"tentu saja mel, aku tidak membebani mama untuk mengurus stephani" ucap rendy


"maaf kak" ucap mel sambil menangis


"Hei, kenapa kau menangis begini, kau harusnya bahagia jangan sedih seperti ini" ucap rendy


"tapi aku menyakiti kak rendy dan stephani" ucap mel


"tidak mel, kau pantas bahagia aku seharusnya berterima kasih karena kau sudah dengan tulus merawat putriku" ucap rendy


"aku menyayangi stephani dengan segenap jiwa Ragaku kak ntah bagaimana jika berpisah dengannya" ucap mel masih terisak


"kau akan mengundang kami kan saat kau menikah nanti" ucap rendy bergetar


"tentu saja kak dan kalian wajib datang kau, stephani dan mungkin mama baru stephani" ucap mel


"Hahaha kau ini, aku seperti Pria yang malang saja kau tidak sadar ya aku ini tampan" ucap rendy.


mel pun akhirnya berhenti menangis mendengar ucapan rendy yang sangat lucu itu. mel akhirnya diantar oleh rendy. sesampai dirumah mel rendy ikut turun.


"mel" ucap rendy


"ya kak" ucap mel sambil mencari kunci pagar rumahnya didalam tas kecilnya.


"boleh aku memelukmu, aku tidak bermaksud apa-apa hanya pelukan perpisahan" ucap rendy


"tentu kak" ucap mel


mereka saling berpelukan mel menangis lagi dan kini rendy pun ikut menangis. pria itu benar-benar merasakan sakit dirasanya harus melepas mel yang sudah lama ia cintai. dan kebersamaan mereka selama ini tidak mungkin ia lupakan begitu saja. mel bisa merasakan itu tubuh rendy bergetar dan nafasnya ikut terisak.


"kau akan bahagia kak" ucap mel masih memeluk rendy


"terima kasih mel" ucap rendy lalu melepaskan pelukan mereka


rendy akhirnya meninggalkan rumah mel. tanpa rendy dan mel sadari abizar memantau mereka.


"kenapa ada adegan peluk*n, si dokter itu menangis aku penasaran apa yang mereka bicarakan sebenarnya" batin abizar


tin..


tin.....


tin....


suara klakson mobil abizar mengagetkan mel yang akan menutup pintu pagarnya.


"mas abi" ucap mel


"sayang, apa terjadi sesuatu" ucap abizar


"tidak ada mas" ucap mel


"lalu kenapa kau menangis" ucap abizar


"tidak apa-apa mas" ucap mel


"mau apalagi dokter itu pakai peluk*n segala lagi modus" ucap abizar


"kak rendy tidak seperti itu kak dia pria baik-baik" ucap mel


"sayang kenapa kau membelanya, apa yang ia katakan sore tadi padamu" ucap abizar


"kak rendy mundur mas, dia ingin aku bahagia dengan pilihanku" ucap mel


"kau serius sayang" ucap abizar


" ya mas, aku kasian padanya" ucap mel


"sayang, kau harusnya bahagia tidak ada lagi penghalang" ucap abizar


"ia mas, tapinaku banyak berutang jasa padanya dan aku begitu menyayangi stephani" ucap mel


"lain kali kita akan mengunjungi mereka, kita sudah banyak melewati cobaan dalam hubungan kita mel" ucap abizar


"besok aku mau mas temui sherly dan ajak dia bicara" ucap mel


"untuk apa bertemu dia mel" ucap abizar


"semua orang tau kau tunangannya, kalian harus mengakhiri semuanya dengan baik seperti aku dan kak rendy" ucap mel


"baiklah sayang jika itu yang terbaik menurutmu" ucap abizar


"nah gitu dong" ucap mel


"aku tidak sabar menikahimu" ucap abizar


mel tersenyum mendengar ucapan abizar. ia tidak percaya bisa melewati semuanya.