CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
kesayangan



mel dan abizar tiba dikediaman abizar dan belum ada keluarga yang datang, mel melihat katrine dan meminta bantuannya untuk bersiap. katrine dengan senang hati membantu calon kakak iparnya tersebut.mereka menuju kamar katrine. mel mengganti bajunya dengan gaun yang tadi dibeli abizar untuknya dibutik.


"gaunmu bagus sekali kakak ipar, ini gaunnya yang bagus apa yang memakai yang dasarnya cantik" ucap katrine


"kat, jangan memanggilnya seperti itu, aku jadi tidak enak" ucap mel


"sudah seharusnya aku memanggilmu seperti itu kak" ucap katrine


"kau akan jadi istri Kak abi dan akan jadi bagian keluarga ini" ucap katrine


"terima kasih kat, kau mau menerimaku" ucap mel


"aku yang harusnya berterima kasih kau mau menerima kakakku yang galak itu" ucap katrine


"hahaha kau ini" ucap mel


"kau sudah cantik Kak, sepertinya aku tidak perlu mendadanimu lagi hanya perlu lipstik saja, aku hanya akan membantu merapikan rambutmu saja" ucap katrine


"bagaimana kuliahmu kat" ucap mel


"sebentar lagi selesai" ucap katrine


"siapa saja yang datang untuk makan malam kat" ucap mel


"yang kemarin hadir diacara pertunangan kalian hanya hari ini ditambah nenekku" ucap katrine


"nenek? " ucap mel


"ia nenekku, ibu dari papa, kakak tidak perlu takut nenek kami sangat baik hati " ucap katrine


pembicaraan mereka terhenti saat pintu kamar katrine diketuk. kartun langsung membuka pintu kamarnya, seorang art mengatakan agar katrine dan mel turun karena tamu sudah datang.


"ayo kak mereka sudah datang dan tenang saja jangan gugup" ucap katrine.


mel dan katrine keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan perlahan. seluruh pandangan mengarah pada kedua gadis muda yang sedang menuruni anak tangga. terutama mel, seluruh keluarga ingin mengenal gadis itu lebih dekat.


"nenek" ucap katrine


"kenapa lama sekali berdandan apa kau mau menikah juga" ucap nenek


"tidak nek, calon pengantin wanitanya itu" ucap katrine menunjuk ke arah mel


pandangan nenek kini kearah mel.gadis cantik yang mencuri perhatian semua orang disini termasuk dirinya.


"kemarilah nak, duduklah dekat nenek" ucap nenek


mel mendekat dan duduk didekat nenek abizar tersebut. ia merasa sangat gugup. ini pertama kalinya ia bertemu dengan nenek abizar.


"kenapa kau gugup nak, kami disini. menyayangimu" ucap nenek


"tidak nek, terima kasih" ucap mel


"siapa namamu" ucap nenek


"melati nek" ucap mel


"nama yang cantik seperti orangnya" ucap nenek


"apa kat dan abi bercerita aneh tentang nenekmu ini" ucap nenek


"tidak nek" ucap mel


"abi bagaimana kau bisa mendapatkan gadis secantik ini" ucap nenek


"rahasia" ucap abizar


"dasar anak nakal" ucap nenek


"nak, jika anak nakal ini membuat menangis katakan padaku" ucap nenek


" nenek sekarang tidak sayang lagi padaku" ucap abizar pura-pura marah


"aku sekarang lebih sayang pada melati calon istrimu yang cantik dan baik ini" ucap nenek sambil memeluk melati


"darimana nenek tau dia baik" ucap abizar


"nenek tau semua bi termasuk kau juga pernah jahat dan menyakitinya" ucap nenek


"nek, sekarang kebalikannya aku sangat mencintainya,akan menjaganya dengan nyawaku dan tidak akan menyakitinya" ucap abizar.


"dirumah ini seperti ada pujangga dadakan" ucap nenek yang membuat semua orang tertawa.


" sudah jangan menggoda mel terus lebih baik kita makan sekarang, dan satu lagi tadi aku dibantu masak oleh calon menantuku" ucap nyonya rossa membanggakan mel.


"wah menantu idaman" ucap tante abizar


"terima kasih tante" ucap mel


"ayo sayang kita makan bersama" ucap nyonya rossa.


"baik ma" ucap mel


semua orang menuju ruang makan.begiru juga dengan abizar yang terus menggandeng mel.


"dulu musuh sekarang bucin setengah mateng" ucap katrine


mereka pun mulai menyantap makanan yang tersedia. semua menyukai makanan masakan Mama abizar tersebut. sedangkan abizar hanya menyantap pasta kesukaannya. ia benar-benar anak kesayangan mamanya. karena mama tau abizar tidak menyukai makanan pedas, mama menyiapkan pasta untuk abizar.


"dasar anak mama" batin mel


"kenapa kau menatapmu begitu sayang" ucap abizar


"tidak mas, aku hanya heran kenapa kau tidak suka pedas beda dengan aku dan yang lain" ucap mel


"dulu suka, tapi karena dulu aku kuliah diluar aku jadi terbiasa dengan makanan seperti ini" ucap abizar


"aku malah tidak selera jika tidak ada sambal yang pedas" ucap mel


"kak abi tidak usah heran kakak ipar, kak abi itu aneh nanti kau juga tau kalau dia aneh setelah menikah jadi jangan menyesal" sambung katrine


"kau sudah merusak citraku saja" ucap abizar


"tanya saja pada yang ada disini Kak abi itu seperti apa, ayo kita mulai" ucap katrine


"galak" ucap tante rita


"pemarah" ucap mama


"pelit" ucap katty


"pencemburu" ucap mama abizar


"kenak-kanakan" ucap papa abizar


"boros" ucap nenek


"bucin" ucap katrine


"wah, kalian semua benar-benar menjatuhkan harga diriku ya didepan calon istriku" ucap abizar tidak habis pikir


"tapi itu kenyataan kak" ucap katrine


"kau yang memulai" ucap abizar


"menurut kakak ipar bagaimana" ucap katrine


"benar semua" ucap mel


"hei nona kau harusnya ada dipihakku, kenapa kau berpaling ke mereka" ucap abizar


"aku hanya berkata sejujurnya" ucap mel


"sayang, please kau tidak boleh ikut ajaran sesat dari katrine dia hanya iri dengan kita" ucap abizar


" enak saja, kakak ipar sepertinya kau sekarang jadi kesayangan disini" ucap katrine menyambung


semua anggota keluarga tertawa melihat pertengkaran dua kakak adik itu. begitu juga dengan mel ia sangat bahagia berada ditengah-tengah keluarga abizar. mereka sangat menerima kehadiran mel.


"sayang kenapa kau makan sedikit sekali" ucap abizar


"tidak mas, aku masih kenyang" ucap mel


"aku ambilkan" ucap abizar


"tidak mas" ucap mel menolak


"aku akan menyuapimu" ucap abizar memaksa


"dasar pemaksa, aku akan makan jika Mas ikut makan yang pedas denganku" ucap mel


"ok, siapa takut" ucap abizar menantang


abizar mengambil porsi yang sangat banyak mereka yang berada disana terkejut. dan kemudian menyantap makanan dipiring itu bersama. abizar sudah berkeringat dan bibirnya sudah memerah. ia berkali-kali mengipas mulutnya dan sudah 8 gelas air digelar sudah tandas dibuatnya.


"sudah mas, nanti kau sakit perut" ucap mel


"kau tadi kan menantangku" ucap abizar menahan rasa pedas dimulut dan perutnya


"tidak lagi, maaf ya sayang" ucap mel


"kau harus bertanggung jawab karena aku kepedasan sayang" ucap abizar


"awas saja permintaan mas aneh-aneh, aku akan adukan pada papa" ucap mel


"ahh kau tidak adil sayang, dasar tukang ngadu" ucap abizar


melpun mengambil tisu dan air di gelas untuk abizar. ia menyeka keringat yang membasahi seluruh wajahnya dengan perlahan.


"jangan menatapmu terus nanti kau jatuh cinta" ucap abizar


"aku memang sudah jatuh cinta padamu mas" ucap mel


" mana buktinya" ucap abizar


kemudian dengan refleksi mel menc•um pipi kanan dan kiri abizar.


"sudah aku buktikan aku mencintaimu mas sangat mencintaimu abizar mandala krisna" ucap mel ditelinga abizar.