
"hai mel" ucap tari menyapa mel dan menghampirinya didapur.
"hai, ri ada apa pagi- pagi kesini" ucap mel
"tidak boleh ya, ada yang mau aku bicarakan sekalian numpang sarapan" ucap tari
"boleh-boleh aku buat sarapan banyak nie" ucap mel
"mel jangan dibiasain kalau ada yang mau numpang sarapan sayang nanti ngelunjak" ucap abizar dengan suara keras dan duduk dimeja makan menunggu sarapan.
"maaf ya ri, mas abi memang begitu kau taulah" ucap mel takut tari tersinggung dengan ucapan suaminya
"sini aku bantuin angkat sarapan kemeja makan" ucap tari
"sudah kau duduk saja biar aku yang melakukannya" ucap mel
"biarkan saja mel, tari lagi ngidam ingin sarapan dirumah orang" ucap arnold suami tari
"apa?? kau hamil lagi" ucap mel menatap sahabatnya itu" ucap mel
"hehehe ia nie, kebobolan" ucap tari nyengir kuda
"kau mau punya anak selusin" ucap mel
"salahkan saja kak ar mu itu dia selalu minta jatah tiap malam" ucap tari tanpa sensor
"hei kecil kan suaramu kau tidak lihat banyak anakmu disini" ucap abizar
"upss lupa" ucap tari menutup mulut
akhirnya pasangan pengantin baru itu sarapan bersama tari, arnold besertanya keempat anak mereka.
tiba-tiba mulut tari mempertanyakan hal yang membuat abizar tersedak
"kalian bagaimana malam pertama tadi malam" ucap tari sambil menatap ke mel dan abizar secara bergantian
"sayang itu tidak sopan, ada anak-anak" ucap arnold
"tapi aku penasaran sayang, jiwa kepoku sedang kumat" ucap tari
"ri, kau kan sudaj taukan bagaimananya jadi please jangan bahas hal seperti itu" ucap mel
"ayo kita kekamarmu dan ceritakan padaku" ucap tari dengan semangat
"kenapa kau penasaran sekali tentang kami" ucap abizar
"mel kan sahabatku jadi wajarkan aku bertanya" ucap tari
"jadi datang pagi-pagi hanya untuk numpang sarapan dan bertanya tentang itu" ucap arnold
"tentu" ucap tari santai
"kak ar, istrimu aneh kali ini ngidamnya malu-maluin" ucap mel
"seminggu ini dia memang aneh, kau tau tadi malam dia memintaku mencari suami istri yang sedang bertengkar dan ia ingin melihat" ucap arnold prustasi
"astaga dokter tari, jangan aneh- aneh ngidamnya" ucap mel
" tapi bukan mauku tapi bayi ini" ucap tari menunjuk perutnya
"aku yakin anakmu nanti akan lahir persis barbar sepertimu" ucap mel
"aku doakan kalau kau hamil bakal ngidam aneh seperti diriku" ucap tari
"hei,doa apa itu" ucap mel
" sudah-sudah, ok sarapan sudah selesai terus kepo-keponya udah jadi kalian udah bosa pulang dong please pengantin baru mau lanjut level" ucap abizar
"mas abi tidak boleh begitu" ucap mel
"sayang sebaiknya memang kita harus pulang anak-anak juga harus mandikan" ucap arnold
"baiklah karena aku sudah diusir aku akan pulang" ucap tari pasrah
akhirnya tari dan rombongannya pulang dan meninggalkan abizar dan mel.
"akhirnya pulang juga" ucap abizar sambil merangkul bahu mel untuk masuk kerumah
"jangan begitu mas, tari begitu karena hormon kehamilannya" ucap mel
"sayang jangan begitu ya nanti kalau hamil" ucap abizar
"aku tidak tau mas" ucap mel malu-malu
"aku ingin punya banyak anak sayang" ucap abizar
"berapa?" ucap mel penasaran
"lima" ucap abizar
"mas sama saja seperti kak ar" ucap mel
" beda dong sayang" ucap abizar
"mau cobain" ucap abizar menggoda mel mendekatkan wajahnya kewajah istrinya
"tidak" ucap mel
"ayolah bilang mau" ucap abizar
" tidak" ucap mel
" ya tuhan kuatkan aku untuk menunggu tujuh hari kedepan" ucap abizar
seketika mel tertawa mendengar doa abizar yang lucu ditelinganya itu.
akhirnya hari ini mereka habiskan hanya dirumah merapikan rumah bersama, memasak bersama dan cuci piring bersama yang sebelumnya belum pernah dilakukan abizar sang CEO sebelumnya yang membuat abizar merasa melakukan hal unik. mereka membuat rencana mereka kedepan seperti apa nantinya.
sorepun menjelang dan semua pekerjaan rumah sudah beres.
"kita kerumah papa dan mama yuk mas" ucap mel
" boleh, sebentar aku hubungi dulu dirumah atau tidak" ucap abizar
"tidak usah mas kasih kejutan saja" ucap mel
"baiklah" ucap abizar
mel lebih dulu mandi karena ia akan paling lama bersiap dan harus menyiapkan pakaian abizar juga. setelah itu bergantian dengan abizar.
setelah mereka berdua telah siap mereka pun langsung berangkat. mereka mengobrol sepanjang perjalanan menuju kediaman mandala
" mas kita lupa, belum membuka kado" ucap mel
"nanti-nanti saja sayang" ucap abizar
"selepas kita pulang dari rumah papa dan mama ya, aku ingin membuka kado lalu mengucapkan terima kasih" ucap mel
"baiklah, apa kau siap kita pergi bulan madu" ucap abizar
"bulan madu" ucap mel
"ia, istriku mau bulan madu kemana?" ucap abizar
" terserah mas saja" ucap mel
"kau takut?" ucap abizar
"takut apa mas?" ucap mel
" takut padaku, tadi malam kau pucat saat kita satu kamar" ucap abizar
"maaf" ucap mel
"aku mengerti mel, tetapi kita sudah menikah dan untuk malam pertama semua orang yang menikah melakukannya" ucap abizar
"ia mas aku tau, tapu kan aku sedang...." ucap mel
"aku tau kecuali saat kau sedang datang bulan" ucap abizar
"terima kasih mas" ucap mel menunjukan senyumnya
"tapi jika sudah selesai tidak akan aku lepaskan sayang, kau tau kata pak ustad melawan suami itu dosa" ucap abizar
"ia......ia aku tau" ucap mel
"ingat ya sayang dosa, kau tidak mau jadi istri yang durhakakan" ucap abizar menakuti
"tentu tidak" ucap abizar menahan tawanya
"polos sekali istriku ini ditakuti begitu dia langsung tunduk" batin abizar
"selalu dalil pak ustad itu saja yang mas abi ulang kupingku jadi sakit" batin mel
"sebelum kerumah kita makan icecream dulu ya di mall" ucap abizar
"baiklah mas" ucap mel
" kau tambah cantik sayang jika penurut begini, sekalian beli kebutuhan rumah dan dapur untuk kita" ucap abizar
"kalau itu aku suka, belanja kebutuhan dapur" ucap mel
"jika kau ingin beli pakaian, tas dan sepatu juga boleh kok sayang" ucap abizar
" tidak mas, aku ingin belanja kebutuhan dapur saja dulu kan nantinya aku harus membuat sarapan dan bekal mas abi kekantor" ucap mel
" aku jadi makin cinta dengam istriku yang cantik dan penurut ini" ucap abizar lalu mencubit gemas pipi mel
" awww, sakit mas" ucap mel manja
"biarin habisnya kamu gemesin banget sayang" ucap abizar
mereka terus ngobrol apapun hingga tiba dimall yang dimaksud. mel meminta kepada abizar agar belanja kebutuhan rumah mereka terlebih dahulu lalu mereka akan makan icecream dan disetujui oleh abizar.