
setelah mendapat ancaman keras dari mel. abizar pun teringat pada perkataan arnold yang mengatakan tari dan mel adalah 11:12. dan arnold mengatakan bahwa abizar akan sama seperti dirinya.
untuk mengalihkan pikirannya dan mengalihkan ancaman mel. abizar mengatakan rencananya dan arnold untuk double date besok.
"sayang, kita besok double date ya" ucap abizar
"dengan siapa mas" ucap mel
"arnold dan tari" ucap abizar
"wah aku mau mas sudah lama kan kita tidak jalan bersama mereka" ucap mel
"oya, sayang menurutmu tari dan arnold pasangan seperti apa sih" ucap abizar
"tari manja cocok dengan kak ar yang sabar dan penurut" ucap mel
"dia itu bukan penurut sayang tapi dia takut dengan istrinya yang bawel itu" batin abizar
mel melihat Abizar melamun seperti memikirkan sesuatu.
"mas kenapa" ucap mel
"tidak ada sayang, oya tadi aku bertemu arnold dan meminta agar ia kembali bekerja denganku" ucap abizar
"iya mas, terus kak ar jawab apa" ucap mel
"dia bilang ia akan bicara dulu dengan istrinya lucu sekali kan" ucap abizar sambil tertawa
"tidak lucu mas, malah itu bagus itu artinya Kak ar menghargai pendapat tari" ucap mel
"dia itu suami takut istri sayang" ucap abizar
"ia dia takut istrinya tidak setuju" ucap mel
"itu sama saja takut" ucap abizar
"jadi mas tidak takut sama istri nanti" ucap mel
"tidak sayang, aku kan pemimpin keluarga nantinya" ucap abizar
"ok, kita buktikan nanti" ucap mel kesal
karena melihat mel kesal dan mendukung arnold yang takut istri akhirnya abizar memilih pulang. karena merasa terancam dan akan menciptakan huru hara antara dirinya dan mel. ia berpamitan dengan mel. dan memilih langsung pulang kerumahnya.
Kesesokan hari mel setelah menyelesaikan rekapan dan mengecek ketersediaan stock barang usahanya. gadis itu pun menyerahkan tugas dilanjutkan pada dina karyawan kepercayaannya.
"din, handel dulu ya aku mau keluar sebentar" ucap mel
"siap Mbak bos" ucap dina dengan tangan seperti menghormat.
mel kini bersiap ia memilih pakaian senyaman mungkin dan merias tipis wajahnya. ia mengirim chat kepada tari agar memakai pakaian dengan warna yang sama dengan dirinya dan dibalas setuju oleh tari dan tidak lupa ia membuat rencana dengan tari.
terdengar deru suara mobil memasuki pekarangan rumah mel, ia mengintip dari jendela kamarnya dan melihat bahwa itu benar adalah mobil abizar yang akan menjemputnya. setelah bercermin dan merasa sudah rapi mel keluar dari kamar dan menemui abizar yang masih ada diluar.
"hai mas" ucap mel
"kau sudah siap sayang" ucap abizar
"sudah" ucap mel
"ayo kita berangkat" ucap abizar
"tunggu sebentar mas" ucap mel
"ada apa" ucap abizar
"aku mau ambil bekal untuk kita tadi aku membuatnya" ucap mel
"ok" ucap abizar singkat
mel masuk kembali kerumahnya, dan mengambil bekal yang sudah ia masukkan kedalam tas bekal yang dulu sering ia gunakan untuk piknik bersama ayah dan ibunya. dan kemudian masuk mobil menuju rumah tari.
selama perjalanan menuju rumah tari mel dan abizar hanya diam. abizar fokus menyetir sedangkan mel memainkan pendeknya. abizar tidak suka dengan keadaan ini. ia menghentikan mobilnya tiba-tiba.
"sayang, kau kenapa" ucap abizar
"aku, ada apa denganku" ucap mel
"kenapa kau mengacuhkanku dan adik dengan ponselmu" ucap abizar
"tidak ada, aku hanya mengecek penjualan dan membalas chat grup reuni SMA" ucap mel
"kau tetap akan pergi?" ucap abizar
"aku akan membicarakannya dengan tari mas, jika tari pergi aku akan ikut" ucap mel
"kau tidak akan selingkuh disana kan" ucap abizar
"aku pergi dengan tari mas dan itu hanya reuni" ucap mel
"ya.. ya... aku paham" ucap abizar.
"dasar calon istri durhaka, sudah dilarang tetap mau pergi juga" batin abizar.
abizar kembali menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan cepat ketempat yang mereka tuju. hampir 30 menit mereka sampai dikediaman tari. mel dan abizar turun dari mobil dan dipersalahkan masuk oleh art dirumah tari yang sudah mengenal mel.
"dimana tari bik" ucap mel
"non tari sedang siap-siap nona" ucap art tersebut
"dimana audrey kenapa sepi sekali" ucap mel
"tuan arnold sedang memandikannya" ucap art tersebut
"kan sudah aku bilang arnold takut dengan istrinya, dia itu suami atau baby sister" batin abizar.
"hai mel" ucap tari
"hai mama muda, diraba anakku" ucap mel
"dia anakku jika kau mau minta buatkan pada abizar" ucap tari asal bicara
"kau ini" ucap mel.
tari meneriaki arnold dari bawah
"pi!!, ayo mel dan abizar sudah datang bawa audrey turun" teriak tari
"ia mi" ucap arnold
"kak ar sedang apa ri" ucap mel
"memandikan dan menyiapkan audrey" ucap tari
"kenapa tidak kau yang melakukan" ucap mel
"papinya lebih ahli dari pada aku dan audrey tidak rewel jika bersama papinya" ucap tari
"karena ibunya bawel" sambung abizar.
"enak saja, aku ini baik hati" ucap tari
arnold turun dengan audrey dan menyandang segala tas perlengkapan bayi.
"arnold kau itu mantan asisten pribadiku bukan baby sister" batin abizar
"tidak ada yang ketinggalan kan pi" ucap tari
"tidak mi" ucap arnold
"mel, kita antar audrey kerumah ruangnya dulu ya" ucap tari
"kenapa tidak ikut" ucap mel
"repot biar dia dengan mama saja biar papi dan maminya bisa kencang.
"okelah" ucap mel.
"kita satu mobil saja ya biar seru" ucap tari
"itu lebih baik" ucap mel
mereka pun menuju mobil, tari kini menggendong audrey karena arnold menawarkan diri menyetir mobil. sedangkan abizar dan mel duduk di bangku belakang. jarak rumah orang tua tari tidak terlalu jauh dari rumah tari. setelah sampai dirumah orangtuanya tari turun dan membawa masuk audrey dan perlengkapannya. dan keluar setelah tidak beberapa lama. dan kembali masuk kedalam mobil.
"ayo kita mau kemana" ucap tari
"kami ikut saja ri" ucap mel
"kita kebukit bunga saja ya" ucap tari
"boleh juga" ucap mel
"bagaimana jika kita main kejujuran daripada bosen dimobil" ucap tari
"boleh" ucap arnold
"boleh" ucap abizar
"boleh" ucap mel
"pertanyaan pertama, siapa cinta pertama kalian" ucap tari
"tentu saja mami audrey" ucap arnold
"kau abi" ucap tari
"tentu saja mel" ucap abizar
"tidak tuan, cinta pertama anda nona tasya anda tidak boleh bohong" sambung arnold
"kau ini sok tau" ucap abizar
"saya masih ingat anda begitu bucinnya anda" ucap arnold
"selamat mas" sambung mel
"giliranmu mel" ucap arnold
"aku tidak ada" ucap mel
"kalian kompak berbohong" ucap!
"cinta pertamamu itu radit mel dan dia akan datang saat reuni nanti" ucap tari
"iya benarkah" ucap tari
"dia masih Single mel, kemarin dia juga minta no ponselmu padaku dan aku berikan" ucap tari
"kenapa kau sembarangan memberi nomor ponsel orang" ucap abizar kesal
"dia teman kami" ucap tari
"giliranmu siapa cinta pertamamu" ucap mel
"Albert, guru privatku semasa sekolah dan kami juga sempat jadian cukup lama" ucap tari
"dua wanita berbahaya, mereka blak-blakkan menceritakan pria lain didepan para suami tanpa rasa bersalah" batin abizar