CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
balada bandara



mel dan abizar sudah berada dibandara pagi ini bersama arnold, tari dan juga anak mereka. wanita-wanita ini mengantar para pria mereka yang akan bertolak Ke Belanda. mel dan abizar memilih kecafe yang ada dibandara begitu juga dengan arnold dan keluarga kecilnya. mel dan abizar duduk berpisah dari keluarga arnold.


sang CEO terus menggengam tangan mel gadis yang sangat ia cintai. rasanya ia tak rela berpisah dengan mel walau hanya sesaat.


"sayang setelah aku kembali dari Belanda, bagaimana kalau kita menikah saja" ucap abizar


"mas bersabarlah, tinggal beberapa bulan lagi, tidak baik keputusan keluarga diganggu gugat" ucap mel


"tapi kan kita tidak menunda sayang tetapi mempercepat" ucap abizar


"ia mas kita ikuti saja sesuai keputusan keluarga dan tenang saja aku akan selalu setia menanti tuan abizar disini" ucap mel sambil tersenyum


"please jangan memberi aku imbalan ditambah senyumanmu itu" ucap abizar


"kenapa tidak boleh?" ucap mel heran


"karena, aku bisa tidak tahan menc•ummu sekarang juga" ucap abizar


"dasar modus" ucap mel mencibir


"ini bukan modus sayang, ingat jangan pernah memberi gombalan kepada pria lain selain diriku" ucap abizar


"siap pak bos" ucap mel


mereka menoleh kearah arnold dan keluarganya. begitu bahagia dengan kehadiran baby audrey walaupun terlihat begitu kerepotan memiliki Baby.


"kenapa sayang, kau ingin punya bayi sekarang" ucap abizar


"kita belum menikah mana mungkin punya bayi" ucap mel


"bisa kok, mau aku ajarkan sayang" ucap abizar


"tidak" ucap mel cepat


"kenapa tidak harusnya mau" ucap abizar


"tidak" ucap mel lagi


"ya sudah kalau tidak mau" ucap abizar


mereka masih menatap kearah arnold yang menggendong putrinya yang tertidur. hingga suara pemberitahuan kepada para penumpang penerbangan untuk boarding termasuk abizar dan arnold. mereka segera keluar dari cafe. abizar memeluk mel dengan sangat erat dan menc•um kening mel sekilas.


"ingat jangan nakal dan jangan naik ojek" ucap abizar


"siap pak CEO" ucap mel


lalu abizar melambaikan tangannya kepada mel.


"CEO cemburu dengan tukang ojek sungguh sangat aneh dan tidak masuk akal" batin mel


begitu juga dengan arnold ia menyerahkan audrey yang masih tertidur kepada tari dan memeluk istrinya tersebut dan menc•um b•bir tari dan juga mencium kedua pipi gembul baby audrey. lalu melambaikan tangan. dan terlihat tari menangis melepas kepergian arnold.


"wah mereka ini, apa lupa ini bandara, bukan kamar mereka" batin mel


"hei nyonya kau kenapa menangis" ucap mel


" aku menangis karena sedih ditinggal suamiku" ucap tari menghapus air matanya


"mas abi dengan kak ar itu kebelanda bukan kemedan perang, kau ini" ucap mel sedikit kesal


"tetap saja" ucap tari


"tetap saja apa" ucap mel


"Belanda kan penjajah" ucap tari


"kau tidak nyambung, sudah jangan menangis malu dilihat anakmu" ucap mel


"kau ini temanku atau tidak sih" ucap tari


"tentu kau temanmu apa aku perlu membelikanmu icecream agar kau berhenti menangisi suamimu yang akan berperang melawan penjajah" ucap mel


"boleh juga tawarannya itu" ucap tari


"ok, aku belikan" ucap mel berlalu membelikan tari icecream.


"ya Allah kenapa aku punya teman aneh seperti dia" batin mel


sebuah chat masuk ke ponsel mel yang merupakan pesan dari abizar. tunangannya itu mengatakan bahwa ia sudah didalam pesawat dan beberapa menit lagi akan take off dan ia akan mematikan ponselnya. mel memberikan emotion hati dan cium kepada abizar. lalu ia pergi kesebuah cafe yang ada dibandara yang juga menjual icecream. mel membeli icecream untuk dirinya dan juga tari.


mel kembali menghampiri tari dan memberikan iceream corn kepadanya.


"aku suka strawberry" ucap mel


"isa dasar kenapa kau membeliku vanilla" ucap tari


"sudah makan saja sebelum meleleh setelah habis kau bisa beli lagi dicafe yang ada diujung sana" ucap mel sambil menunjuk Cafe dana ia membeli icecream.


dua wanita itu menikmati icecream sambil memandang gate penumpang menuju pesawat. mel melihat tari sedih lagi.


"kenapa lagi wanita ini, banyak sekali dramanya" batin mel


"kau kenapa lagi" ucap mel


"aku sedih karena suamiku" ucap tari


"hei buk dokter, hanya dua minggu" ucap mel


"aku pasti kerepotan saat pagi audrey pergi" ucap tari


"oo kau takut tidak ada yang membantumu mengurus audrey dan memasak" ucap mel


"hehehe" tari tertawa


"dasar istri l•knat kak ar itu suamimu bukan pembantumu, pantas saja kau sedih dan galau ditinggal olehnya" ucap mel


"arnold memang tidak mau memakai jasa pengasuh mel, jadi aku yang capek dan repot" ucap tari


" itu kan memang tuhanmu ri sebagai ibu rumah tangga" ucap mel


"tapi kan mel aku harus kuliah" ucap tari membela diri


"siapa suruh kau cepat menikah jika tidak ingin melakukan tugas yang biasa dilakukan ibu rumah tangga ri" ucap mel


"pertanyaan itu lagi, kau sudah tau jawabannya" ucap tari


"dan kau juga sudah tau setelah menikah akan seperti apa kuliah sambil mengurus keluarga" ucap mel


"ok kau menang kali ini berdebat denganku mel" ucap tari


"ok kita pulang yuk" ucap mel


"tunggu pesawatnya sebentar lagi terbang" ucap tari


"kau mau apa, mau melambaikan tangan kepesawat" ucap mel


"pokoknya sebentar lagi" ucap tari


"astaga kenapa aku bisa punya teman sepertimu, dokter pula" ucap mel


tari tidak memperdulikan ucapan mel, mel yang ada disediakan tari hanya menggeleng kepalanya dan memilih mengobrol orderannya melalui ponselnya. tidak lupa ia mengatakan kepada mama abizar melalui chat abizar sudah lepas landas dan sebentar lagi ia akan pulang.


setelah melihat pesawat telah lepas landas tari mengajak mel pulang. mel mengambil audrey dari gendongan tari karena wanita itu akan ketoilet sebelum pulang.bayi gembul ini masih nyenyak tertidur. mel akan menggendong audrey karena ia akan mengemudikan mobil. tadi pagi arnold menjemput abizar dan mel kekediaman abraham dan pergi bersama kebandara.


"mel, kau tidak rindu dengan abi" ucap tari sambil memasang sabuk pengamannya diparkiran bandara


"belum tiga puluh menit mereka terbang ri dan kita masih dibandara, sepertinya kau yang rindu kak ar bukan aku" ucap mel


"hehehe kau tau saja" ucap tari


"jadi jangan katakan aku yang rindu padahal sebenarnya itu kau" ucap mel


"mel, kau tidur dirumahku ya malam ini" ucap


tari


"aku mau pulang, tadi malam aku sudah tidur dirumah mas abi dan hari ini kau mengajak menginap dirumahmu" ucap mel


"ayolah nanti kita bisa mengobrol" ucap tari


"sekarang juga kita ngobrol" ucap mel


"selagi abi dan papi audrey pergi kita bisa bahas l•ngerie untuk m•alam pertamamu nanti" ucap tari


"tidak mau, sekarang jalan aku mau pulang dan cepat sampai dirumahku" ucap mel


"dasar tidak setia kawan" ucap tari


"aku tidak mau mau jadi baby sister part time menggantikan Kak ar" ucap mel