
mel kembali bertemu dengan ricky saat sedang makan malam bersama rendy dan stephani.
"kenapa" ucap rendy
"ada Kak Ricky disini bersama istrinya"ucap mel
"mari berdusta katakan kita keluarga yang bahagia" ucap rendy
"tapi kak bagaimana kalau ketauan" ucap mel
"kita nikah beneran" ucap rendy
Ricky bisa melihat kemesraan mel dan pasangannya itu, dan ia mengambil gambar mereka lagi. lalu mengirim ke abizar melalui email dengan judul mama muda.
abizar tidak bisa menahan dirinya lagi ia harus pergi ke jerman saat mendapat foto mel tersebut.
"kau tidak bisa menghianatiku dengan cara seperti ini" batin abizar.
saat ia akan keluar rumah sherly datang.
"kau mau kemana honey" ucap sherly
"cari angin" ucap abizar
"aku mau ikut" ucap sherly
"tidak perlu" ucap abizar
"aku akan bilang mama kalau kau tidak mengajakku" ucap sherly
"ya sudah aku mau tidur saja" ucap abizar
"kenapa kau selalu menolakku, aku ini calon tunanganmu" ucap sherly
" hanya calon dan aku juga sudah punya calon istri kau saja yang tidak mau mundur" ucap abizar
"wanita difoto itu?? aku yakin dia sudah menikah dengan pria lain, karena kau pasangan yang buruk" ucap sherly
" ya sudah kau jangan mengejarku lagi" ucap abizar
" aku mencintaimu bi" ucap sherly
" tapi aku tidak" ucap abizar lalu berlalu
" lihat saja jangan panggil namaku sherry jika tidak bisa membuatmu bertekuk lutut dihadapanku"batin sherly
sedangkan direstoran dimana Ricky dan mel berada mereka makan di meja dan terpisah hingga ricky mendatangi meja mel. l
"hai mel kita ketemu lagi" ucap ricky
"hai kak" ucap mel
"boleh aku meminta alamatmu mel" ucap ricky
"untuk apa kak" ucap mel
"aku akan mengadakan Baby shower dan ingin mengirim undangan untuk kalian" ucap ricky
"kami tinggal didaerah frankfurt" ucap mel
"beri aku nomor ponselmu" ucap ricky
"baiklah Kak, dengan satu syarat jangan beri nomor ponsel pada orang asing karena suamiku akan marah" ucap mel
"tentu saja tidak" ucap ricky
"mommy, ice cream" ucap stephani
"no i cream sayang, papi akan marah karena kau bisa sakit perut" ucap mel
"papi ice cream" ucap gadis itu merengek
" no.. no... " ucap rendy
"ok mel aku kembali kemejaku dulu ya, aku akan menelponmu nanti" ucap ricky
"sepertinya stephani juga pintar beracting" ucap Rendy berbisik ketelinga mel
"hahahaha" mel tertawa.
mel kembali menyuapi gadis kecil itu, dan membersihkan wajahnya dari sisa makanan. sambil ia makan juga dan ricky terus mengamati keluarga bahagia itu dari jarak yang tidak terlalu jauh dari meja mereka.
sandiwara mel dan rendy sepertinya sukses menyakinkan ricky. mereka keluar dari restoran menuju rumah. stephani sudah tidur sedangkan mel.
"kau masih mencintainya" ucap rendy
"maksud kakak apa" ucap mel
"kau pasti tau maksudku mel" ucap rendy
"aku membencinya" ucap mel
"ingat mel jarak benci dan cinta hanya setipis kertas" ucap rendy
"aku tidak mau menyiksa diriku kak, mencintai orang yang telah membuangku" ucap mel
"jika suatu saat kau bertemu dengannya, apa yang akan kau lakukan" ucap Rendy
"dia hanya orang asing kak" ucap mel
"orang asing yang masih menempati hatimu" ucap rendy
"nama itu sudah lama kuhapus" ucap mel
"lihat saja nanti" ucap Rendy
"akan aku buktikan" ucap mel
"akhir tahun aku mau pulang ke Indonesia, apakah kau mau ikut" ucap rendy
"akan aku pikirkan" ucap mel
"ricky pasti memberitahukan keberadaanmu dirimu pada sahabatnya itu" ucap rendy
"aku tidak peduli" ucap mel acuh
"bagaimana jika kalian dipertemukan diacara itu" ucap rendy
"aku tidak peduli kak" ucap mel
"aku tidak yakin, kau pasti memaafkan abizar" ucap Rendy
"please jangan sebut nama itu lagi kak" ucap mel
"baiklah, jadi sekarang kita jadi pemain sandiwara pernikahan" ucap rendy
"aku yakin akan actingmu kak" ucap mel
"kau tenang saja, sebentar lagi kita berdua akan mendapatkan piala oscar" ucap Rendy
hingga mobil tiba dirumah milik Rendy. mel dan Rendy memang tinggal bersama, itu dikarenakan tari yang sempat menetap di negara ini karena melanjutkan studinya dan memboyong keluarganya dan kini tari telah kembali ke Indonesia dan berkarir disana. mel sempat berniat pindah tetapi stephani tidak mengijinkan ia pergi dari rumah itu. gadis kecil itu selalu mengikuti kemana pun mel pergi. mereka terlihat seperti ibu dan anak sungguhan. stephani berparas indonesia karena almarhum ibunya adalah orang indonesia yang dulunya berkarir dijerman.
mel tidur bersama stephani menemani gadis kecil itu, hingga gadis kecil itu selalu berpikir mel adalah mommy kandungnya. mel juga tidak keberatan dipanggil seperti itu karena pada dasarnya dia juga menyukai anak kecil. dan stephani begitu lengket dengan mel.
pagi ini mel membuat sarapan untuk Rendy dan stephani. Rendy sudah rapi dan akan berangkat kerumah sakit. setelah rendy pergi bekerja sedangkan gadis kecil itu masih tertidur dikamarnya. hingga suara rengekan ia dengar dari kamar menandakan stephani sudah bangun.
"mommy.....mommy" ucap stephani
"ya sayang mommy disini, kau sudah bangun" ucap mel menghampiri gadis kecil itu dikamar lalu memeluknya
"milk... mommy" ucap stephani
"Ok, ayo kita minum susu diluar sayang"ucap mel
"papi"ucap stephani
"papi sudah berangkat, jadi stephani sama mami ok"
gadis kecil itu mengangguk, gadis itu meminum susu yang dibuat oleh mel menggunakan gelas. setelah itu ia mandi ditemani mel setelah itu ia bermain sambil menemani mel memasak untuk makan siang. stephani memiliki seorang nanny tetapi dia lebih lengket dengan sosok mel menganggap mel adalah ibu sebenarnya bagi stephani.
abizar sudah berada didalam pesawat tujuan jerman, ia berniat bertemu mel, tanpa ia sadari sherly mengikutinya dan satu pesawat dengannya. wanita itu benar-benar mekar mengikuti abizar. kemarin saat abizar lengah dengan ponselnya sherly membuka ponsel abizar dan menemukan abizar baru memesan tiket pesawat tujuan jerman dan membaca beberapa email yang dikirimkan oleh ricky.
sherly tidak akan membiarkan abizar membuangnya dengan mengejar wanita masa lalu abizar. sherly kembali memakai kacamata hitamnya.
"tidak akan aku biarkan kau dimiliki wanita lain selain aku tuan abizar" batin sherly
sedangkan saat malam tiba, Ricky menghubungi mel mengatakan bahwa ia akan mendatangi rumah mel untuk mengantar undangan. mel berkilah ia mengatakan pada Ricky untuk mengirimkan saja alamat rumah Ricky dan beralasan sedang ada acara menemani suaminya. Ricky pun memaklumi walau ia tau mel menghindarinya untuk tau rumahnya dan kehidupannya dengan sang dokter. Ricky pun mengirimkan alamat rumahnya melalui pesan dan sangat berharap mel hadir bersama keluarganya.
"mel, kau menghindariku kini kau berubah karena abizar" batin ricky