CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
cintai aku



abizar masih didepan pintu kamar mel menunggu gadis itu bersiap.


"gadis ini menguji kesabaranku, untung saja aku cinta" batin abizar



akhirnya gadis yang sedari tadi yang ditunggu seorang abizar akhirnya keluar dari kamarnya. ia sudah tampak lebih segar dari sebelumnya.


"cantik" batin abizar sambil menatap mel dari atas kebawah.



"kenapa kau menatapku seperti itu" ucap mel


"kau lama sekali ini sudah lebih dari 10 menit"ucap abizar


"aku tadi mandi dulu" ucap mel


"kau suka sekali tidak sopan padaku" ucap abizar


"tidak sopan bagaimana" ucap mel heran


"kau menyebut kau padaku" ucap abizar


"begitu saja marah" ucap mel


"aku ini lebih tua darimu"ucap abizar


"ya sudah maaf kak abi" ucap mel


"kau kenapa memakai warna pakaian yang sama denganku, sengaja ya" ucap abizar


" enak saja" ucap mel tidak terima dan melihat ke abizar ternyata benar mereka memakai kemeja yang sama warnanya.


" mengaku saja kau sengaja kan" ucap abizar sambil menyenggolkan lengannya ke lengan mel


"ya sudah aku ganti saja"ucap mel


"tidak usah, kita sudah terlambat"ucap abizar sambil menarik mel mengikuti langkahnya


abizar menarik mel menuju restoran


"kita mau apalagi kesini" ucap mel


"tentu saja makan malam" ucap abizar


"aku masih sangat kenyang" ucap mel


"lucu sekali jika mendengar kau mengatakan menolak makan" ucap mel


abizar pun makan ditemani mel, lelaki itu begitu senang gadis itu menemaninya makan. abizar memperlama makannya. tidak jadi menonton pertunjukan dikapal pesiar tersebut abizar sangat rela. abizar menatap mel terus sambil senyum-senyum.


"kau kenapa senyum-senyum" ucap mel melihat ekspresi abizar yang senyum-senyum


"kenapa? apa aku tidak boleh senyum" ucap abizar


"aku curiga saja" ucap mel


"dasar" ucap abizar


"cepatlah makan kau lama sekali makan seperti perempuan" ucap mel


"kau ini suka sekali marah-marah" ucap abizar


"tadi kau bilang kita mau menonton pertunjukan jam sembilan malam, ini sudah lewat 20 menit" ucap mel


"aku berubah pikiran, kita tidak jadi menonton pertunjukan" ucap abizar.


"terus kita akan melakukan apa jika tidak jadi menonton pertunjukan" ucap mel


"kau harus menemaniku termasuk menemaniku makan malam ini" ucap abizar


"kau menyebalkan sekali, aku lebih baik kembali kekamar" ucap mel sambil berdiri mau beranjak pergi meninggalkan abizar


"kau harus membayar segala biaya yang aku keluarkan untukmu selama perjalanan ini" ucap mel


"akukan tidak minta, enak saja"ucap mel


"duduk kembali, atau aku akan mendorongmu ke lautan biar saja kau berenang sampai kerumah" ucap abizar asal


"kau jahat sekali. hua...hua.... hua... " ucap mel sambil menangis


"hei, kenapa kau menangis" ucap abizar sambil mendekat mencoba menenangkan mel.


"kau suka sekali mengerjaiku" ucap mel sambil mengusap air mata dipipinya


"ayo ikut aku ke sesuatu tempat" ucap abizar.


"kemana"ucap mel


"sudah ikut saja nanti akan aku beritahukan padamu sesampai disana" ucap abizar


"baiklah" ucap mel sambil menyunggingkan senyumnya.


"aku sudah tidak bisa menahan perasaanku lagi padamu mel, aku akan mengungkapkannya semua yang ada dihatiku padamu malam ini juga mel. batin abizar.


" Kak kita mau ngapain disini, kau mau mengajakku berenang malam-malam begini" ucap mel sambil memeluk tubuhnya sendiri karena dinginnya angin laut dimalam hari yang ia rasa menusuk tubuhnya.


"aku ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap abizar mencoba menenangkan dirinya yang sedari tadi gugup.


" apa? cepatlah Kak aku sudah kedinginan disini lebih kita cari lain" ucap mel.


"tidak bisa aku maunya disini" ucap abizar


"aku akan mendengarkan semua curhatanmu tapi tidak disini" ucap mel


"aku tidak mau" ucap abizar


"cepatlah Kak" ucap mel memeluk tubuhnya dan berjongkok dihadapan abizar.


"mel aku ingin mengatakan jika aku.... " ucap abizar berkata dan berhenti diujung kalimatnya


"ia, kakak ingin bilang apa kak" ucap mel


" aku...." ucap abizar


"aku-aku terus cepatlah atau aku akan meninggalkanku disini dan kembali kekamarku" ucap mel mulai kesal.


abizar menarik dalam nafasnya, entah kenapa mengungkapkan isi hatinya kepada mel begitu susah bagi abizar. abizar menyakinkan dirinya bisa melakukannya. ia ikut berjongkok seperti yang mel lakukan kemudian mendekatkan posisi dirinya lebih dekat dengan mel.


"mel aku ingin kau menjadi kekasihku" ucap abizar lancar


"apa?kau jangan mengerjaiku lagi ya, aku sangat mengantuk" ucap mel


"aku serius mel aku ingin kau menjadi kekasihku, aku mencintaimu mel" ucap abizar lagi


"cara kau bercanda jelek kak" ucap mel sambil bangkit dari posisi jongkoknya.


abizar menggenggam tangan mel, mencoba meyakinkan hati mel tentang perkataannya.


" aku serius mel" ucap abizar


"kenapa kau ingin jadi kekasihku setelah apa yang terjadi diantara kita selama ini lagi pula orang tua kita sama" ucap mel.


"kita bukan saudara kandung jadi ini tidak aneh" ucap abizar


"aku tidak tau apa yang harus aku yakini dari kata-katamu kak" ucap mel


"kalau kau tidak yakin mari kita menikah agar kau yakin aku tidak berdusta" ucap abizar.


"tidak, aku belum berpikir mau menikah" ucap mel terkejut mendengar ucapan abizar


"aku akan menunggu sampai kau siap"ucap abizar.


"tapi kak" ucap mel


" ya sudah kalau begitu aku akan loncat dari kapal ini, agar kau yakin dengan perkataanku" ucap abizar.


abizar melangkah menuju pembatas kapal. ia menaikkan satu kakinya.


"Kak jangan gila" ucap mel


"kau yang membuatku gila karena cinta ini lebih baik aku mati" ucap abizar sambil menaikkan satu kakinya lagi.


"jangan kak ku mohon, baik aku akan memberi kau kesempatan membuktikan ucapanmu kali ini, aku mohon turunlah jangan bunuh diri begitu" ucap mel


abizar turun dari pembatas kapal dan kembali kehadapan Mel


"cintai aku"ucap abizar


"apa" ucap mel


"cintai aku, aku akan membuktikan cintaku" ucap abizar


"baiklah kak" ucap mel


"kau menerimaku, terima kasih sayang" ucap abizar sambil memeluk erat mel.


"Kak aku mohon jangan seperti ini" ucap mel berusaha menolak pelukan abizar.


"aku terlalu bahagia karena kau mau jadi kekasihku sayang" ucap abizar


"ayolah kak antar aku kekamarku aku sudah sangat kedinginan dari tadi" ucap mel


abizar kembali memeluk mel, ia ingin mel mengetahui debaran jantungnya. kemudian abizar merangkul mel membawa gadis itu kekamarnya. saat sampai didepan kamar abizar melepas rangkulannya dan mengambil upah dengan mencium kening mel kemudian berucap.


"terima kasih kau mau mencintaiku sayang" ucap abizar


"ia kak, dan lebih baik kau kembali kekamarmu Kak, aku udah mengantuk" ucap mel


"mimpi indah sayang" ucap abizar


"ya kak bye" ucap mel melambaikan tangannya dan abizar masuk ke kamarnya.


"akhirnya aku bisa mengungkapkan isi hatiku" batin abizar


"apa benar abizar mencintaiku, bagaimana bisa?? dia malah meminta dicintai" batin mel.