CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
7 bulanan



hari ini akan digelar acara tujuh bulanan tari. segala persiapan dan dekorasi sudah terpasang. semua sesuai dengan pesanan tari. menurut feeling dan hasil USG dari dokter tari akan melahirkan anak perempuan. jadi tari mengusung tema serba pink. mereka mengundang saudara, teman dekat dan colega keluarga tari karena acara 7 bulan akan dilakukan dirumah orang tuanya. tari yang merupakan seorang wanita keturunan jawa akan melewati serangkaian acara mitoni yang artinya prosesi adat jawa yang ditujukan pada seorang wanita hamil yang memasuki kehamilan tujuh bulan. bertujuan memohon doa akan kelancaran saat melahirkan pada sang ibu dan doa agar anak kelak menjadi pribadi yang baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.


diawali dengan prosesi siraman, berganti baju sampai tujuh kali ,ada juga belah kelapa yang dimana simbol untuk jenis kelamin sang bayi ,lalu tari dan arnold seperti berjualan rujak dan cendol. sahabatnya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. mel dapat melihat raut bahagia yang terlihat diwajah cantik tari saat menjalani rangkaian prosesi adat mitoni bersama arnold sang suami.



mel memperhatikan betul setiap rangkaian adat yang dijalani sahabatnya itu.


"kau ingin seperti itu" ucap rendy dari belakang mel


"kak Rendy ada-ada saja aku kan belum menikah masa mau hamil" ucap mel


"makanya menikahlah denganku" ucap rendy


"kak" ucap mel


"kenapa begitu susah untuk masuk kehatimu mel" ucap rendy.


"aku belum memikirkan itu kak" ucap mel


"tidak cemburu melihat tari dan arnold, aku saja kakaknya cemburu" ucap rendy


"buat apa cemburu aku malah bahagia melihat mereka" ucap rendy


"apa kau masih memikirkan si abizar itu, kau mencintainya mel" ucap rendy


deg... jantung mel berdetak saat nama itu disebut. raut wajahnya berubah dan ia tidak mengerti apa yang ia rasakan dihatinya.


"kenapa bawa-bawa dia kak" ucap mel


"baru disebut orangnya langsung muncul panjang umur sekali dia" ucap rendy


abizar ada disini bersama kedua orang tuanya. tidak tau siapa yang mengundang mereka. seingat mel ia yang menulis daftar nama undangan untuk acara tujuh bulanan tari dan.. tidak ada nama keluarga mandala disana. mel mundur dan ingin menghindari mereka. tetapi seseorang mengejutkannya dari belakang. dia adalah nyonya Retno wanita yang baik dan selalu bertutur kata lembut itu.


"ibu" ucap mel


"hai nak" ucap nyonya Retno


"ibu disini juga" ucap mel sambil bersalaman dan mencium punggung tangan nyonya retno


"ia mamanya tari adalah teman sosialitaku" ucap nyonya Retno.


"ibu sendiri" ucap mel


"tidak aku bersama dengan suamiku" ucap nyonya retno


"kalian" menunjuk kearah Rendy dan mel


"doakan ya tante" ucap rendy sambil merangkul mel


"ya sudah tante bertemu mamamu dulu ya ren" ucap nyonya retno


"silahkan tante" ucap rendy


"kak rendy apa-apaan nanti kalau ibu retno salah paham bagaimana" ucap mel


" no problem, amin gitu mel" ucap rendy


"amin kak Rendy yang ganteng" ucap mel dengan wajah cemberut.


Rendy mencubit kedua pipi mel karena begitu menggemaskan. mel mengeluh minta pipinya dilepaskan oleh Rendy. semua itu tidak lepas dari perhatian abizar.


"kenapa tiba-tiba udara disini jadi panas" batin abizar.


mel dan Rendy berpapasan dengan tuan mandala dan keluarga saat mengambil makanan. dan Rendy mengajak mereka untuk makan satu meja bersama. tuan mandala menerima tawaran Rendy. lain dengan mel yang terlihat begitu tidak nyaman.


"kak Rendy, apa-apaan sih" batin mel


mereka menikmati hidangan dalam satu meja


"bagaimana kabar kalian berdua" ucap tuan mandala membuka percakapan


"kami baik tuan" ucap mel


"maaf tuan, saya harus bekerja dan semua itu menyita waktu saya" ucap mel


"kenapa panggilanmu padaku juga berubah"ucap tuan mandala


"maaf tuan, memang seharusnya saya melakukannya sedari awal saya tidak mau jadi lupa siapa diri saya tuan" ucap mel


"maaf tuan, mel itu memang seperti itu suka tidak enak hati dengan orang lain" ucap Rendy menimpali.


abizar hanya diam menatap kearah mel begitu juga dengan nyonya rossa. abizar juga merasa mel menganggap mereka seperti orang asing. abizar dapat merasakan kecanggungan yang mel perlihatkan.


"jadi kalian" ucap tuan mandala kepada mel dan rendy


"doakan saja tuan" ucap Rendy kemudian menggenggam tangan mel


tiba-tiba abizar melemparkan sendok makan dengan sangat kuat kearah piringnya orang tuanya dan mel begitu terkejut. ia jengah dengan obrolan membosankan ini, wajah mel yang tak lagi ramah dan sekarang rendy mengaku-ngaku seperti menjelaskan hubungan antara dirinya dan mel.


"kenapa tuan abizar apakah hidangan disini tidak sesuai dengan seleramu" ucap Rendy.


seorang menghampiri meja dimana Rendy berada dan membisikkan sesuatu pada telinganya.


"mel kau disini dulu ok, tari memanggilku" ucap rendy


"baiklah kak" ucap mel walau ia merasa semakin tidak nyaman berada diantara keluarga mandala.


"mel, bagaimana pekerjaanmu" ucap tuan mandala


"masih sama tuan, saya masih menjadi seorang reseller" ucap mel


"mel, bisakah kau merubah panggilanmu terhadap papamu ini seperti dulu nak" ucap tuan mandala.


"maaf tuan, saya tidak bisa maafkan saya" ucap mel


"apa maumu sebenarnya" sambung abizar


"aku" ucap mel sambil menunjuk dirinya sendiri


"ya apa maumu" ucap abizar


"tidak ada" ucap mel


"kenapa kau memperlakukan orang tuaku seperti orang asing" ucap abizar sambil berdiri


"abi, jaga sikapmu kita sedang diacara orang cepat duduk " ucap tuan mandala.


"pa, gadis ini tidak sopan dengan mama dan papa" ucap abizar


"aku tidak merasa begitu" ucap tuan mandala


"maaf tuan saya mohon izin pergi, selamat menikmati hidangannya" ucap mel dan pergi berlalu.


"aku tidak boleh menangis di acara bahagia sahabatku" batin mel sambil mengusap air matanya.


ia memilih bergabung dengan Rendy. ia sangat tidak nyaman harus berlama-lama duduk bersama dengan keluarga mandala.


"kau disini" ucap rendy


"ya kak" ucap mel


"kenapa meninggalkan mereka" ucap rendy


"kau sudah tau jawabannya" ucap mel


"ya sudah temani aku saja disini, oya aku dengar kau pintar menyanyi" ucap rendy


"aku sedang tidak mood kak" ucap mel


"ya sudah kalau begitu" ucap rendy


mata abizar terus mengikuti kearah mana mel berada, walau didalam hatinya tidak terima dengan sikap gadis itu saat bersama orang tuanya. abizar mengenal mel dia bukanlah gadis yang tidak sopan apalagi dengan kedua orang tuanya. ia masih curiga terhadap perubahan sikap mel. tetapi abizar bingung mau meminta bantuan kepada saja. sepulang dari sini ia akan membicarakan masalah ini dengan papanya. lelaki paruh baya itu pasti punya jalan keluar.