
mel terbangun dari tidurnya saat merasakan ada yang m•••luknya. perlahan matanya terbuka dan betapa terkejutnya ia melihat wajah tidur abizar yang begitu dengan dengannya sambil bertel••jang dada memeluk dirinya.
ahhhhhhh!!!!! teriak mel. saat ia sadar sepenuh melihat ia sepanjang dengan abizar dalam satu selimut.
"sayang, ada apa?" ucap abizar mengucak matanya sambil menguap.
"kau, kenapa disini? dikamarku, ditempat tidurku dan dimana bajumu" ucap mel panik
"aku hanya menurutimu karena kau yang meminta" ucap abizar sambil bangkit dari tempat tidur.
"apa? aku?? apa aku tidak salah dengar?" ucap mel tidak menyangka jawaban abizar.
abizar mengambil ponselnya diatas nakas dan membuka sebuah rekaman dan memberikanmya pada mel.
"apa ini?" ucap mel
"lihat saja, agar kau tau kebenarannya agar kau tidak asal menuduhku" ucap abizar.
mel melihat rekaman itu dari awal ia menutup mulutnya, tidak menyangka dalam video itu seperti terlihat ia yang bersalah.
"aku kemarin mab•k dan kau mengambil kesempatan mas" ucap mel kesal
"aku ini lelaki normal mel, aku tidak tahan jika kau terus menggodaku" ucap abizar
"apa?aku menggodamu? tidak.. tidak.. aku mab•k karena kau" ucap mel
"tapi aku senang kau mab•k" ucap abizar sambil mengeringkan matanya
"apa maksudmu?" ucap mel
"kau mengatakan semua isi hatimu padaku tadi malam, seperti ungkapan cinta dihari valentine kemarin" ucap abizar tersenyum
"kau memanfaatkan kesempatan saat aku mab•k" ucap mel
"tapi aku tidak menyentuhmu sayang, aku hanya bermain dengan b•b•r dan....." ucap abizar.
"dan apa? " ucap mel
"itu" ucap abizar sambil menunjukkan arah matanya pada dada mel
"dasar m•sum" ucap mel sambil melempar bantal kearah abizar.
pria itu mengelak dan langsung masuk kekamar mandi, lalu ia memutuskan untuk mandi saja. untuk meredam kekesalan mel padanya. setelah sekitar 30 menit abizar keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dipinggangnya.
mel masih dikamarnya menunggunya didepan pintu kamar mandi, mel berniat menghajar abizar kali ini. pria yang selalu ambil kesempatan atas dirinya. saat abizar keluar dengan handuknya mel begitu terpesona dengan bentuk tubuh pria dihadapannya. abizar tersenyum melihat ekspresi wajah mel dan berniat menggoda wanita yang ia cintai ini.
"kenapa?, apa kau terpesona dengan tubuhku" ucap abizar
"siapa juga yang terpesona" ucap mel mengalihkan pembicaraan
"kau bisa menyentuh bagian tubuhku yang kau inginkan" ucap abizar
"aku menunggumu ingin buat perhitungan padamu masalah tadi malam" ucap mel
"ayolah sayang, apa kau ingin melanjutkan ad•g•n pan•s kita tadi malam" ucap abizar
"dasar m•sum" ucap mel kesal.
abizar mendekat ketubuh mel, ia ingin menggoda mel. wanita itu mundur.
"kau pasti ingin lihatkan sayang, sampai menungguku didepan pintu" ucap abizar
"apa? lihat apa?" ucap mel
"dibalik handukku, aku akan membukanya untukmu" ucap abizar menggoda mel akan membuka handuknya
" akhhhh..... dasar lelaki tua g•la" teriak mel lalu berlari keluar kamar menghindari abizar.
abizar Tertawa melihat wajah mel yang menahan rasa malu memerah bagai buah tomat. abizar sudah menggunakan boxer dibalik handuk. ia tau apa yang ada dalam pikiran mel. setelah puas mengerjai mel abizar mengenakan pakaiannya. dan keluar untuk sarapan.
"wah, kau membuat makanan kesukaanku sayang" ucap abizar
"sudah selayaknya kan aku menjamu tamu dengan baik" ucap mel
"bukan tamu, tetapi latihan melayani suami sayang" ucap abizar
"mas!! aku.. " ucap mel
"aku tidak mau alasan apapun darimu sayang, semua sudah kau katakan saat kau mab•k" ucap abizar.
"masa dia percaya ucapan orang yang sedang mab•k, dia selalu ambil kesempatan dari diriku" batin mel.
setelah sarapan mel masuk kekamarnya membersihkan tempat tidurnya dan lalu mandi tidak lupa mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu. setelah merasa segar dan bersiap ia keluar kamar. ia melihat abizar masih di meja makan sambil sibuk dengan ponselnya.
"serius sekali, apa ada masalah" batin mel
"kau sudah siap" ucap abizar
"ya" ucap mel singkat
"aku harus kembali ke Indonesia malam ini" ucap abizar
deg..
deg..
jantung mel berdetak saat mendengar ucapan abizar. ada rasa tidak rela jika abizar pergi meninggalkannya.
"apa ada masalah" ucap mel
"tidak, pekerjaanku sudah selesai disini dan aku harus kembali" ucap abizar
"O" ucap mel
"kenapa mau pulang tiba-tiba dan meninggalkanku lagi" batin mel
abizar bisa melihat raut wajah mel yang berubah seketika. dan abizar memang harus kembali.
"wajahmu begitu sedih mendengar aku akan kembali, mel aku mohon jangan tutup hatimu lagi" batin abizar sambil menatap mel
"kenapa mas menatapmu seperti itu" ucap mel
"tidak aku hanya mau memastikan kau ikut aku atau tetap disini" ucap abizar
"aku..... " ucap mel
"jika kau belum yakin padaku itu terserahmu, aku akan kembali kehotel untuk packing" ucap abizar
"mas... " ucap mel
"aku tidak akan memaksamu lagi mel" ucap abizar
"aku tidak mengatakan seperti itu" ucap mel
"setiap kata dari ucapanmu, aku sudah tau jawabannya" ucap abizar
bukankah kemarin mas bilang akan menunggu Kak Rendy kembali kesini" ucap mel
"jika Rendy disini kau akan semakin merasa bersalah mel, ini antara kita berdua dan keputusan ada ditanganmu" ucap abizar berlalu dari rumah mel.
"maaf mel, aku membohongimu aku benar-benar ingin kau kembali padaku" batin abizar sambil naik ketaksi.
tiba-tiba entah mengapa ada rasa sesak dirasa mel didadanya mendengar bahwa abizar akan kembali dan mendengar apa yang abizar baru saja ia katakan.
"kenapa begitu saja menyerah, dasar cemen" batin mel sambil menghapus air matanya yang mulai mengalir tanpa persetujuannya.
mel mondar mandir diruang tamu ia mencoba berpikir. ia bingung harus berbicara dengan siapa. meminta saran tari itu sangat tidak mungkin, meminta saran kak rendy juga tidak mungkin ia lakukan. hampir satu jam ia terus mondar mandir memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang. ia tidak mungkin mencengah abizar untuk pulang karena pekerjaannya telah selesai disini.
ia pun mencoba menghubungi ponsel abizar kembali. dan ponsel abizar tidak aktif. mel semakin kalut. ia bingung lalu ia berpikir untuk mrnghubungi ricky. ia pun menceritakan semua pada ricky dan ricky membenarkan abizar akan kembali ke Indonesia nanti malam. mel pun meminta alamat hotel abizar pada ricky. pria itu pun memberikannya pada mel. tanpa mel ketahui abizar sedang bersama Ricky.
"bi, apalagi ini? " ucap ricky
"aku ingin mel, mengikuti kata hatinya" ucap abizar
"kau kan tau mel masih mencintaimu" ucap ricky
"ia aku tau akupun begitu, tetapi Dia merasa berhutang budi pada Rendy" ucap abizar
"jadi apa rencanamu selanjutnya" ucap ricky
"teruslah berpura-pura" ucap abizar
"kasian mel bi" ucap ricky
"daripada ia hidup dalam balas budi, aku akan ambil kesempatan saat ini agar ia benar-benar kembali kepadaku" ucap abizar