CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
semakin cinta kamu



mel dan abizar tiba dirumah mel, seperti kesepakatan mereka bersama arnold dan tari abizar juga ikut menginap dirumah mel, abizar mengetuk pintu kamar mel agar arnold keluar agar mel bisa beristirahat. arnold keluar dan pindah kamar bersama abizar. arnold kembali tidur setelah pindah kamar tidak seperti abizar yang tidak bisa tidur terbanyang kejadian di mobil saat mereka dipantai ia dan mel.


"bodoh sekali aku ini tidak bisa menahan diriku" batin abizar


begitu juga mel gadis itu membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya. tadinya ia berniat memakai tanktop tetapi melihat bekas k•ssm•rk abizar yang begitu jelas akhirnya ia memakai pakaian yang bisa menutupi dua buah tanda yang dilakukan abizar dileher putih.


"matilah aku jika tari sempat tau, pikiran ibu satu anak itu pasti langsung traveling dan menduga jauh" batin mel.


setelah selesai dari kamar mandi ia kemudian tidur didampingi audrey yang tidur diantara dirinya dan tari. mel mencoba memejamkan matanya walau sangat sulit ia sungguh terbayang kejadian ia dan abizar dimobil saat dipantai.


"hussss pergi jauh kau pikiran kotor aku mau tidur" ucap dinda pelan agar tidak membangunkan ibu dan anak yang tidur bersamanya.


hingga pagi menjelang mel sudah berada didapur menyiapkan sarapan untuk mereka yang menginap dirumahnya.


"kau sudah bangun sayang" ucap abizar sambil memeluk mel dari belakang dan ia heran dengan shell dileher mel


"kenapa kau memakai shal sayang, buka cepat jelek sekali" ucap abizar


"tidak ini karena perbuatan mas tadi malam, aku tidak mau tari dan Kak ar tau, aku bisa malu" ucap mel


"kita sudah dewasa sayang dan itu sudah biasa" ucap abizar


"oh, jadi apa sudah biasa melakukannya dengan wanita lain begitu" ucap mel


"hei, bukan begitu maksudku" ucap abizar memeluk mel lagi dari belakang


"hei, kalian ini belum muhrim, kenapa mesranya mengalahkan kami yang sudah menikah" ucap tari dan dianggukkan arnold


"ini latihan " ucap abizar


" enak sekali kau bicara, jangan percaya ucapan lelaki mel, dan kau kenapa pakai shal" ucap tari


"tidak aku sedang ingin saja" ucap mel panik


" kau pasti menutupi sesuatu pada aku mel" ucap tari


"tidak, ayo sarapan makanan sudah selesai" ucap mel


"mel, kau menutupi sesuatu padaku" ucap tari


"tidak ada, lebih baik kalian sarapan duluan aku mau mandi habis masak lengket" ucap mel


mel berlari kekamarnya dan langsung mandi lalu mencari pakaian yang aman untuk menutupi lehernya dari serbuan pertanyaan tari. mel keluar dengan menggunakan mini dress turtleneck. tari terheran dengan penampilan mel tersebut.


"kau sakit" ucap tari


"tidak" ucap mel


"mengapa memakai pakaian seperti itu" ucap tari


"ingin saja" ucap mel


"aneh" ucap tari


mel dan abizar hanya saling menatap, mel amat takut tari mengetahui perbuatan abizar pasti dia akan ditertawakan oleh tari dengan tanda itu. setelah selesai sarapan arnold dan tari permisi pulang. sedangkan abizar masih menemani mel.


"maaf ya sayang karena perbuatanku kau harus melakukan ini" ucap abizar


"tidak apa mas, aku takut tari akan banyak komentar karena mulutnya itu lebih pedas dari komentar netijen" ucap mel


"tapi sayang kau cantik dan seksi dengan pakaian ini" ucap abizar.


"dasar" ucap mel


"benar sayang kau sangat seksi dengan baju ini, kau hanya boleh mengenakannya didepanku jadi sekarang ganti sebelum kurir dan tukang ojek melihatmu" ucap abizar


"baiklah sayang aku akan ganti baju" ucap mel


"semakin menggoda dan semakin membuat aku tidak bisa menahan diri" batin abizar


mel keluar dengan dress santainya. setelah itu abizar berpamitan untuk pulang dan nanti malam ia akan kembali lagi untuk kencan mereka. mel kembali menyelesaikan pekerjaannya menghitung stock barang dan menyusun beberapa barang di dalam rak bersusun. sambil menunggu karyawannya datang.


sementara abizar hari ini ia tidak terlalu sibuk setelah sampai dikantor dan berganti pakaian diruang kamar pribadinya yang ada diruangannya. ia hanya meeting jam 10 pagi dan sisanya hanya menandatangani dokument.


ia terus berbalas chat dengan mel. mengatakan rindu walau mereka baru saja bertemu.


"aku sudah tidak sabar untuk menikah" batin abizar.


abizar terus mengirim chat dengan mel walau mel terkadang sedikit lama membalas pesan darinya.


✉ sayang, boleh aku menc•ummu lagi nanti malam


✉ no


✉ sedikit saja, aku janji tidak akan seperti kemarin


✉ no mas


✉ sayang apa kau merindukanku


✉ tidak


✉ kita baru bertemu mas


✉ aku saja sudah rindu padamu mel


✉ mas itu rindu ada tapinya


✉ aku merindukanmu aku berani sumpah


✉ sumpahmu diterima, tetapi aku mau kembali bekerja dulu ya mas


✉ tidak boleh kau harus menemaniku


✉ aku bisa bangkrut kalau tidak bekerja pak CEO


✉ kau kan calon istri CEO jadi tidak perlu khawatir bangkrut sayang


✉ aku ingin bekerja dan dapat mempunyai penghasilan sendiri


✉ baiklah aku kalah lagi jika berdebat denganmu.


mel hanya tersenyum dengan balasan chat dari abizar ia merasa puas bisa menang saat berdebat dengan abizar. mel pun melanjutkan kembali pekerjaannya.


malam pun tiba abizar sudah tiba dirumah mel dengan pakaian santainya. ia masuk kerumah mel yang masih terbuka karena dina belum pulang


"hai din, dina mel" sepertinya kak mel sedang mandi tuan


"kenapa belum pulang lembur ya" ucap abizar


"tidak tuan, tadi Kak mel yang memintaku menunggu ia mandi" ucap dina


abizar pergi kedapur mel untuk menyedu kopi sambil menunggu gadisnya. mel keluar dengan bathrobe mininya berwarna putih dan gadis itu tidak menyadari abizar yang sudah ada dirumahnya.


abizar yang yang telah selesai menyeduh kopi. melihat mel yang begitu seksi dengan bathrobe dan rambut basahnya yang terurai.


"so hot, kalau dina tidak ada aku akan benar-benar m•nerkammu sayang" batin abizar


"din.... din... dina.. " ucap mel berjalan menuju kearah dina


"ia Kak mel" ucap dina


"ini yang harus kau beli untuk besok ya" ucap mel menyerahkan secarik kertas pesanannya


"kak.... itu kak....." ucap dina


"apa?" ucap mel


"tuan abi kak" ucap dina


"dimana?" ucap mel


"dibelakang kakak" ucap dina


mel membalikkan badannya dan malu kepada abizar melihatnya seperti itu. ia langsung berlari kekamarnya dan menguncinya.


"astaga bodohnya aku, pasti dia menduga aku menggodanya" batin mel


mel pun memakai mini dress sabrina simple bermotif bunga untuk pergi kencan bersama abizar.


"mas ayo kita pergi" ucap mel


"kenapa tidak pakai bathrobemu itu lagi" ucap abizar


"mana mungkin aku memakainya" ucap mel


"kau ini, bagaimana kalau kurir atau ojek melihatnya seperti tadi" ucap abizar sedikit kesal


"aku tidak pernah begitu" ucap mel


"buktinya tadi kau keluar kamar seperti itu" ucap abizar


"tadi kan ada dina dan dia wanita" ucap mel


"tadi pintu juga terbuka" ucap abizar


"ya karena ada dina makanya pintunya terbuka mas" ucap mel


"kau banyak alasan" ucap abizar


"dimana dina" ucap mel


"sudah pulang" ucap abizar


"maaf" ucap mel sambil menc•um pipi abizar


"kurang" ucap abizar


"dasar maunya" ucap mel tersenyum


abizar yang tadinya berwajah kesal kini mulai tersenyum, mel selalu punya cara agar ia tidak marah. itu membuatnya semakin cinta dengan gadisnya itu.