CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
berjuang



hari ini hari terakhir kesepakatan abizar dan tuan mandala tapi abizar belum mendapatkan maaf dari mel. pagi-pagi sekali ia sudah menuju rumah mel. dari pagar ia melihat rumah mel tampak sepi. kemudian abizar berjalan menuju pos satpam yang berada dekat dengan rumah mel


"permisi pak, mengapa rumah mel sepi ya" ucap abizar.


"tuan yang setiap hari berdiri didepan pagar rumah Mbak mel kan" ucap satpam


"ia pak" ucap abizar sedikit malu


"emang tuan siapa Mbak mel" ucap satpam


"saya kekasihnya, saya berdiri sisipan pagar karena dia sedang marah kepada saya" ucap abizar asal.


"ooo lagi bertengkar toh, Mbak mel sedang pergi ke mall bersama karyawannya" ucap satpam tersebut.


"oh begitu, terima kasih pak, saya permisi dulu" ucap abizar


"tuan jangan bertengkar lagi Mbak mel banyak yang naksir nanti dia diambil orang" ucap satpam sambil berteriak ke arah abizar yang sudah menuju mobilnya.


mobil melaju ke arah mall yang disebut. sempat kena macet yang cukup panjang tidak membuat abizar putus asa. Hingga akhirnya ia sampai di mall tersebut tepat di jam makan siang


ia mencari mel kesana kemari dari lantai bawah ke lantai bawah. terlihat mel dengan karyawannya sedang menuju Cafe. abizar mengikuti kemana mel dan karyawannya melangkah. setelah mendapatkan tempat mel untuk makan dia dan karyawannya.


"aku ketoilet dulu ya, kalian silakan pesan duluan, aku yang traktir" ucap mel


"terima kasih Mbak mel" ucap salah satu karyawannya.


abizar memperhatikan mel gadis itu sempat berdiri didepan toko boneka. ia memandang boneka yang lebih tinggi dari dirinya dan melihat harganya.


"wah mahal sekali, seharga cicilan motor "ucap mel dengan wajah kecewa.


lalu ia kembali menuju toilet, abizar mendekati toko tersebut dan membeli boneka besar itu untuk mel. kemudian meminta karyawan toko untuk mengantar kealamat yang ia berikan.


setelah itu abizar ke arah karyawan mel, memperkenalkan diri sebagai kekasih mel, dan meminta bantuan mereka. abizar mengatakan mereka sedang bertengkar.


"Mbak mel ulang tahun hari ini tuan masa tidak tau" ucap salah satu karyawan mel


"oya dia ulang tahun hari ini" ucap abizar


"gimana sih tuan, masa ga tau pacarnya hari ini ulang tahun" ucap salah satu karyawan.


"aku lupa, kalian mau kan membantuku agar mel memaafkanku" ucap abizar


"baiklah kami akan membantu anda tuan" ucap mereka serentak.


abizar dan karyawan mel sepakat membuat pesta kejutan untuk mel nanti malam. setelah sebelumnya abizar meminta no ponsel salah satu dari mereka.


"baik tuan, demi membuat Mbak mel senang kami akan membantu tuan" ucap salah satu karyawan mel.


abizar kemudian duduk jauh dari tempat duduk mel saat melihat mel berjalan menuju Cafe.


"maaf ya lama, rame soalnya" ucap mel


"tidak masalah kok mbak" ucap salah satu karyawan mel


"kalian sudah pesan makanan" ucap mel


"sudah Mbak, tinggal Mbak aja yang belum" ucap salah satu karyawan mel


mel pun memanggil pelayan untuk memesan makanan setelah makanan datang, mereka makan diiringi canda satu sama lain, abizar dapat melihat tawa lepas dari seorang mel


"kau begitu bahagia hari ini, aku akan memberikan kejutan ternama untukmu nanti malam" batin abizar


setelah selesai makan dan akan membayar bill


"mbak" ucap mel memanggil pelayan cafe


"ya Mbak ada tambahan" ucap pelayan cafe


"tidak saya mau bayar billnya" ucap mel


"sebentar ya mbak saya panggil manajer saya dulu"ucap pelayan tersebut


mel heran kenapa harus memanggil manajer dia mau membayar makanan bukan mau complain.


"selamat siang mbak" ucap manager tersebut


"siang pak" ucap mel


"untuk makanannya free Mbak karena hari ini Mbak ulang tahun" ucap manager


"hah??? gratis serius pak, tapi dari mana bapak tau saya ulang tahun" ucap mel.


"tadi ada seseorang yang mengatakan kepada saya. dia membayar makanan anda dan semua pengunjung cafe ini juga" ucap manager tersebut.


"siapa dia pak?? " ucap mel


"maaf saya tidak tau" ucap manajer tersebut


mel tergerak mendengar hal tersebut, ia terus berpikir siapa yang melakukannya. dan mel memutuskan untuk pulang. dan ia juga melihat para karyawannya membawa paket bag yang sama.


"kalian belanja"ucap mel


"tidak Mbak ini dari seseorang katanya hadiah karena Mbak ulang tahun"ucap salah satu karyawan mel


"hah???terus kenapa aku yang ulang tahun tidak dapat" ucap mel


tiba-tiba datang seorang pelayan pria memberikan buket bunga mawar yang sangat besar pada mel.


"selamat ulang tahun Mbak mel" ucap karyawan itu memberi bucket kepada mel dan langsung pergi.



mel bahkan belum sempat berterima kasih kepada pelayan tersebut.kemudian mereka berjalan kembali mencari arah pintu keluar mall. saat melihat kearah toko boneka yang tadi mel berdiri. ia sedih karena bonekanya sudah laku terjual. tapi kemudian mel dikejutkan kembali oleh seorang wanita yang memberinya bucket uang sama seperti pelayan tadi.


"selamat ulang tahun Mbak mel" ucap wanita yang membawa bucket uang tersebut dan langsung pergi.



mel sangat bingung dari mana mereka tau ulang tahunnya. restoran gratis, bucket bunga, bucket uang.siapa yang melakukannya


"apa abizar yang melakukannya, tapi diakan tidak tau ulang tahunku" batin mel sambil ia melihat kekanan dan kiri mencari keberadaan seseorang. mel pun menjadi kesusahan membawa dua buket bunga tersebut. dan mereka akhirnya mereka sampai di lobby mall dan naik taksi Online yang sudah mereka pesan.


Disain sisi abizar menghubungi arnold untuk meminta bantuan padanya untuk mencegah mel pulang keruma. abizar ingin membuat pesta kejutan untuk mel nanti malam.


mel yang sedang berada ditaksir Online mendengar pendeknya berbunyi kemudian menjawabnya.


"halo ri ada apa" ucap mel


"selamat ulang tahun mel, aku ingin bertemu denganmu sekarang aku tunggu dirumah" ucap tari


"tapi ri... "ucap mel


"tidak ada tapi sekarang aku menunggumu" ucap tari.


akhirnya mel turun dari taksi dan mencari taksi lain agar karyawannya bisa diantar dengan taksi sebelumnya dan mel menitipkan kedua bucket kepada karyawannya.


mel sampai dirumah tari. tari yang sudah diberitahukan arnold pun berusaha menahan mel lebih lama dirumahnya sampai waktu yang sudah diatur oleh arnold. sebenarnya tari tidak setuju jika harus membantu abizar tapi ia ingin melihat perjuangan dan keseriusan abizar kepada mel.tapi ada rasa takut dihatinya jika sahabatnya itu akan marah padanya karena ikut membantu abizar. mel menceritakan keanehan hari ini yang dia alami. mel sempat mengatakan pada tari ia curiga abizar yang melakukannya tetapi ia tidak yakin karena abizar mengetahui kapan ia berulang tahun.


sore menjelang mel ingin pulang tapi tari mencegah beralasan masih rindu dan menunggu arnold untuk mengantar mel. hingga waktu malam menyapa sesuai kesepakatan tari dan arnold.


"kenapa begitu"ucap mel


"ikut sajalah" ucap tari


"awas ya kalau kalian berdua melakukan aneh-aneh" ucap mel.


"tidak akan, ini surprise untukmu"ucap tari


mel pasrah ditutup matanya oleh tari, mel dibawa kedalaman mobil oleh tari dan arnold


"kalian mau bawa aku kemana"ucap mel


"kejutan" ucap tari


"please ri, aku mau pulang" ucap mel


"kau duduk tenang saja" ucap tari


"Kak arnold please jangan mau ikut kegilaan tunangannya ini" ucap mel


"tenanglah mel" ucap arnold


akhirnya mobil mereka sampai dirumah mel. tari melihat mel tidur sudah tertidur.


"astaga anak ini mau dikasihani kejutan malah tidur, mel bangun" ucap tari


"emmm sudah sampai dimana ini, apa aku sudah boleh membuka menutup mataku"ucap mel.


"ini sudah ditepi jurang, kami tinggal mendorongmu saja"ucap tari


"ri jangan begitu"ucap tari


"ayo turun" ucap tari sambil membantu mel turun dan menuntunnya masuk kerumah. setelah sampai didalam rumah. penutup mata mel dibuka ia melihat kejutan yang diberikan padanya.



mel begitu terharu melihat kejutan yang diberikan padanya dan ia juga melihat boneka yang ia inginkan saat dimall juga ada disana.



"ayo kita tiup lilin dulu Mbak mel"ucap karyawannya.


mel pun mendekat sebelumnya ia berdoa lalu meniup lilin ulang tahunnya.



"terima kasih ya kalian sudah memberikan aku kejutan, aku sangat bahagia sekali" ucap mel.


"bukan kami Mbak tapi pacar Mbak yang melakukannya" ucap karyawan mel serentak


"pacar?? siapa?? " ucap mel'


"orangnya ada didepan" ucap kata salah satu karyawannya


mel berjalan keluar rumah ingin mengetahui siapa orang tersebut, sedangkan tari sangat takut mel akan marah jika tau itu adalah abizar.


"maaf anda siapa ya" ucap mel yang penasaran melihat seorang pria yang sedang membelakangi dirinya.


ketika abizar membalikkan posisi tubuhnya yang membelakangi mel begitu terkejut.


"kau" ucap mel senyum bahagianya berubah menjadi wajah marah.


"selamat ulang tahun mel" abizar mencoba melangkah lebih dekat dengan mel.


"berhenti disitu, jadi semua ini kau yang melakukan, apa yang sedang kau rencanakan sebenarnya "ucap mel marah


" aku hanya berjuang mendapatkan maaf dari mu, itu saja" ucap abizar berusaha meyakinkan mel.


"maaf katamu, maaf yang mana maksudmu, apa aku harus menghitung setiap kesalahanmu sedari awal tuan abizar mandala krisna, " ucap mel.


"kau sudah mengingatku" ucap abizar seakan tidak percaya begitu juga dengan arnold dan tari


"ia aku mengingat semua perlakuan dan perkataanmu yang kau tujukan padaku dari sejak awal kau tetap orang sama buruknya menilai orang lain bahkan kau juga mempengaruhi teman-temanku dengan uangmu"ucap mel


"aku tidak bermaksud seperti itu aku mohon maafkan aku, aku sangat merasa menyesal melakukan semua itu kepadamu mel" ucap abizar.


"pergi dari sini, aku mohon padamu jangan ganggu hidupku lagi" ucap mel memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


"aku tidak akan pergi dari sini sebelum kau memaafkanku"ucap abizar.


mel menutup pintu rumahnya dengan keras dan menguncinya. kemudian ia menatap ke arah tari dan arnold


"kalian membantunya" ucap mel


"mel kam... "ucap tari terpotong


"lebih baik kalian pulang aku ingin sendiri, dan bawa semua pemberian lelaki itu" ucap mel


"mel aku dan ar tidak bermaksud menyakitinya mel, aku minta maaf jika membuat kau jadi sedih" ucap tari mulai menangis.


"aku mohon pulanglah"ucap mel kecewa dan mulai terisak dan langsung masuk kekamarnya. dan semua orangpun meninggalkan rumah mel.


tengah malam mel terbangun, ia melihat hiasan dan segala pemberian abizar masih didalam rumahnya.ketika mel mau membuang ketempat samping rumahnya. ia melihat abizar masih menunggu maaf darinya di luar rumah



"kau kira aku akan luluh dengan kau menungguku, mau sampai besok kau disana aku tidak akan memaafkanmu" batin mel


hingga hujan deras datang abizar tidak juga beranjak dari tempatnya sampai pagi.mel membiarkan abizar diluar. salah satu karyawan mel yang baru datang mendekati abizar yang terlihat tidak baik-baik saja.


"tuan sebaiknya pulang Mbak mel sepertinya marah besar kepada anda, lagi pula tuan bisa sakit jika terus begini" ucap salah satu karyawan mel khawatir melihat abizar yang hanya diam memeluk tubuhnya sendiri dengan pakaiannya yang basah.


karyawan tersebut kemudian dengan terburu-buru memasuki rumah mel. dan mengatakan bahwa abizar masih disana dengan pakaian yang basah.


"Mbak mel sebaiknya keluar, kasian sekali dua mbak nanti sakit" ucap salah satu karyawan mel


akhirnya mel beranjak dari duduknya yang sejak tadi melihat tekap penjualan. menuju pintu keluar dan mendatangi abizar disana dan melihat keadaan abizar dengan pakaian yang sudah basah.


"mengenaskan sekali pria jahat ini, apa aku maafkan saja kalian juga sih, dia sudah semalaman disini" batin mel


mel mendekati abizar tepat dihadapannya sambil menghembuskan nafas beratnya.


"pergilah aku....sudah memaafkanmu" ucap mel


seketika abizar yang menindik menegakkan kepalanya mendengar mel memaafkan dirinya.


"kau benar-benar memaafkanku mel" ucap abizar senang.


"ia, sebaiknya kau pulang, nanti kau sakit dengan baju basah seperti itu" jawab mel malas


abizar meraih tangan mel dan memeluk gadis itu.


"hei apa yang kau lakukan, kau benar-benar tidak bisa dikasih hati, malah cari kesempatan "ucap mel mencoba melepas pelukan abizar. tapi abizar hanya diam tak merespon ucapannya.


"Mbak mel tuan abizar pingsan" ucap salah karyawan yang baru datang. kemudian ia membantu mel membawa abizar masuk kedalam rumah mel.