CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
memberi alasan



dikediaman mandala seluruh keluarga sedang menikmati makan malam dalam diam. hanya ada suara sendok dan piring yang terdengar diruangan tersebut. tuan mandala menghentikan makannya pria paruh baya itu tidak berselera masih banyak sisa makanan dipiringnya. ia bangkit dari duduknya.


"abi, papa tunggu kau diruang kerja, selesai kau makan" ucap tuan mandala dan


"baik pa" ucap abizar


"kau bertengkar lagi dengan papamu nak" ucap nyonya rossa.


"tidak ma" ucap abizar


"sepertinya kau akan disidang papa kak" ucap katrine.


abizar bangkit dari duduknya dan melangkah menuju ruang kerja diikuti mama.


"Ma, biarkan abi sendiri yang bicara dengan papa" ucap abizar


"bi, Mama takut papa dan kamu bertengkar nak" ucap mama khawatir.


"tenanglah Ma abi bisa menghadapi papa, Mama kali ini harus percaya dengan abi" ucap abizar berusaha menenangkan mamanya


"baiklah, Mama akan tunggu diluar saja"ucap nyonya rossa.


abi mengetuk pintu ruang kerja dan memasuki ruangan tersebut.


"apa yang ingin papa bicarakan dengan abi" ucap abizar


"baca ini" ucap tuan mandala sambil melempar buku laporan kepada abizar


"maksudnya apa pa" ucap abizar


"apa matamu sudah rabun hah, masalah sebesar ini kau tidak tau" ucap tuan mandala


abizar membuka laporan yang sudah lebih dulu sampai ditangani padanya daripada dirinya. isi laporan menjelaskan bahwa indeks saham perusahaannya sangat menurun.


"pa, abi sedang berusaha memperbaiki perusahaan, abi kini sedang berusaha menarik investor untuk bergabung diperusahaan pa" ucap abizar.


"besok pagi kau berangkat ke Belanda. aku akan disini dan kau yang mengurus perusahaan milik kita yang disana " ucap tuan mandala.


"Papa tidak bisa begitu kepada abi" ucap abizar


"jadi aku harus bagaimana, menunggu perusahaanmu bangkrut dan kau jadi gembel, apa kau tidak berpikir tentang ratusan pekerjamu" ucap tuan mandala


"pa beri abi kesempatan 1 kali ini saja" ucap abizar.


"1 bulan aku memberimu waktu 1 bulan" ucap tuan mandala.


"mana mungkin satu bulan pa" ucap abizar


"satu bulan atau tidak sama sekali" ucap tuan mandala.


"baiklah pa aku akan melakukannya" ucap abizar


"jangan lupa minta maaf pada mel itu adalah salah satu jalanmu" ucap tuan mandala kemudian berlalu


"kenapa bawa-bawa mel, dia saja selalu menghindar dariku bagaimana aku meminta maaf padanya" batin abizar


abizar keluar dari ruang kerja menuju kamarnya ia berpikir tentang bagaimana cara minta maaf kepada mel. ia mondar-mandir dikamarnya memikirkan cara yang tepat sambil sesekali memijit kepalanya. kemudian ia teringat kepada arnold


"Ya Arnold pasti bisa membantuku" batin abizar


abizarpun meraih kunci mobilnya diatas nakas dan meraih jaketnya.ia pun keluar kamar menuju mobilnya.


"bi, kau mau kemana sayang" ucap mama yang melihat putranya mau pergi


"abi ada urusan sebentar bersama arnold ma" ucap abizar


"setelah selesai cepat pulang, Mama akan menunggumu" ucap nyonya rossa


"abi tidak lama Ma, Mama jangan khawatir" ucap abizar sambil mencium punggung tangan mamanya dan berlalu.


abizar melakukan mobilnya menuju rumah arnold. 20 menit kemudian abizar sampai dirumah Arnold. abizar mengambil ponsel dosaku celananya kemudian menghubungi arnold.


📞kau dimana arnold


📞saya sedang diluar tuan


📞dimana


📞dirumah tari tuan


📞aku sekarang ada didepan rumahmu


📞ada yang harus saya lakukan untuk anda tuan


📞aku tunggu 10menit kau harus sudah sampai.


📞tap...


tuttttttttttt


"bos yang menyebalkan, apa dia tidak tau sekarang itu malam minggu, dasar jomblo ngenes" batin arnold


arnold pun berpamitan kepada tari dan mengatakan bahwa abizar sudah menunggu didepan rumahnya.


"bos mu itu tidak punya perasaan atau apa sih" ucap tari kesal


"jangan marah sayang, aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku, aku pergi dulu ya tuan putri" ucap arnold lalu mencium kening tari yang sedari tadi cemberut.


"abizar menyebalkan kau merusak malam mingguku dan tunanganku" batin tari


arnold melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai dirumah menemui abizar bosnya. arnold keluar mobil dan menghampiri mobil abizar. abizar pun keluar dari mobilnya.


"ada yang bisa saya lakukan untuk anda tuan" ucap abizar


"bantu aku minta maaf kepada melati" ucap abizar


"maksud tuan mel" ucap arnold


"jadi siapa lagi kalau bukan dia, emang ada berapa melati yang kau kenal" ucap abizar kesal


" bagaimana caranya tuan" ucap arnold


"kalau aku tau aku tidak akan mendatangimu malam-malam begini" ucap abizar


"apa tuan mau saya pertemuan dengan mel" ucap arnold


"melihatku saja dia langsung menghindar mana mau dia bertemu denganku" ucap abizar


"saya punya ide tuan" ucap arnold


"jangan beri ide yang aneh-aneh" ucap abizar


"tuan harus perlahan mendekati mel, buat dia nyaman dengan tuan beri ia perhatian" ucap arnold


"aku ini mau minta maaf bukan mau menyatakan cinta padanya" ucap abizar makin kesal


"arnold berpikirlah dengan baik " ucap abizar


"menurut saya itu cara yang paling baik tuan"ucap arnold


"sepertinya kau benar-benar sudah jadi bucin tunanganmu itu ya sehingga isi kepalamu isinya kebucinan" ucap abizar


"maksud saya wanita senangnya dibujuk dan dirayu apalagi kita selalu mengalah dan berani mengakui kesalahan, mereka sangat senang tuan" ucap arnold


"bukan begitu tuan, coba anda ingat bagaimana setelah mel sadar tuan sempat bisa dekat dengannya" ucap arnold


"itukan karena dia tidak ingat siapa aku" ucap abizar


"bukan tuan tapi karena mel nyaman dengan anda dan percaya pada anda, dan saya tidak tau apa yang menyebabkan mel menghindari tuan lagi karena ia tidak cerita apa-apa" ucap arnold


abizar sejenak berpikir dengan perkataan arnold yang ada benarnya. besok ia berniat mendatangi mel kerumahnya dan meminta maaf pada gadis itu.


"besok apakah ada jadwal penting" ucap abizar


"tidak tuan" ucap arnold


"baiklah aku pulang, besok kau handel pekerjaanku dikantor" ucap abizar


"baik tuan, hati-hati" ucap arnold


mobil abizar berlalu dari rumah arnold. abizar memutuskan pulang ia tidak akan memberitahukan rencananya kepada keluarganya. sesampai dirumah keadaan sudah sepi tetapi suara mama mengejutkannya


"bi, kamu sudah pulang nak" ucap nyonya rosa


"kenapa mama belum tidur" ucap abizar


"mama kan sudah bilang akan menunggumu pulang" ucap nyonya rossa


"abi kan sudah pulang, Mama tidur ya abi juga mau kekamar"ucap abizar


"baiklah sayang, Mama kekamar dulu ya" ucap nyonya rossa


"ya ma" ucap abizar sambil menuju kamarnya.


sesampai dikamar abizar berpikir kembali dengan perkataan arnold.


"apa dia mau memaafkanmu semudah itu setelah apa yang aku ucapkan kepadanya" batin abizar.


pagi menjemput abizar untuk bangun dengan sinar.abizar bersiap untuk kerumah mel. kedua orang tuanya dan adiknya sedang sarapan pagi


"pagi pa" ucap abizar


"pagi, kau masih ingat kata-kata papakan 1 bulan" ucap tuan mandala


"ia pa abi masih ingat" ucap abizar


"papa sama kak abi kenapa sih" ucap katrine penasaran.


"ini urusan laki-laki" ucap tuan mandala


setelah menyelesaikan sarapan dan berpamitan dengan kedua orang tuanya. abizar bergegas melajukan mobilnya ke rumah mel pagi ini.


mel masih di alam tidurnya saat mobil abizar tiba dirumah. hari ini ia bangun kesiangan karena tadi malam lembur menyelesaikan rekap orderan dan memutuskan untuk meliburkan diri dan karyawannya. ketukan pintu berkali-kali mengusik tidurnya.


"siapa sih pagi-pagi datang mengganggu tidurku" batinnnya


mel berjalan dengan masih menutup matanya. dan ketukan pintu belum berhenti juga. ia membuka pintu rumahnya dengan matanya tertutup karena tidak dapat menahan rasa kantuknya.


"siapa" ucap mel menguap sambil mengucek matanya


sepi tidak ada orang didepan pintu. mel berpikir apa dia salah dengar. dia melihat melangkah kertas luar dan melihat kekanan dan kiri tapi tidak menemukan siapapun.


"apa tadi hantu, tapi mana ada hantu pagi-pagi" ucap mel berbicara sendiri.


ia memutuskan untuk tidur kembali. saat ia memutar tubuhnya menuju pintu kembali ia dikejutkan oleh Sosok abizar dihadapkannya.



mel terdiam dan rasa kantuknya hilang entah kemana dan wajah mel berubah pucat pasih. ia berusaha masuk kedalaman rumahnya kembali.


"aku ingin berbicara padamu" ucap abizar sambil menangkap tangan mel


"lebih baik anda pulang, kita tidak saling kenal tuan" ucap mel. melepaskan tangannya


sambil mel berusaha menutup pintu rumahnya namun terhalang oleh sebelah kaki abizar yang masuk.


"mel aku mohon, aku ingin meminta maaf padamu" ucap abizar


"pergi dari rumahku, aku tidak ingin bicara apapun pada orang asing.


akhirnya mel mendorong pintu dengan sangat kuat dan menjepit kaki abizar.


akhhhh kakiku sakit sekali !!! teriak abizar pria itu akhirnya mengeluarkan kakinya yang menghalangi pintu rumah mel.


"kau lebih mengerikan dari pada hantu, minta maaf apa aku tidak salah dengar" batin mel kesal.


dan mel akhirnya berhasil menutup dan mengunci pintunya. mel memutuskan kekamar untuk melanjutkan tidurnya.dikamar ia tidak bisa tidur kembali. kemudian ia memutuskan untuk mandi setelah itu ia akan sarapan.


1 jam


2 jam


3 jam


waktu berlalu mel jalan berjinjit menuju pintu dan melihat abizar masih didepan rumahnya. mel memutuskan keluar rumah dan akan mengusir abizar.


"lebih baik anda pergi tuan" ucap mel


"mel aku Kesini mau minta maaf kepadamu" ucap abizar


"pergi atau aku akan panggil satpam komplek, jangan sebut namaku, kita tidak seakrab itu" ucap mel dan berlalu.


abizar tidak gentar ia menunggu maaf dari mel seharian tapi gadis itu tak kunjung keluar dari rumahnya. akhirnya abizar pulang dengan kakinya yang sedikit pincang. itulah yang dilakukan abizar hampir 3 minggu lebih. abizar berusaha minta maaf kepada gadis itu. bahkan kini mel mengunci pintu pagarnya depan rumahnya agar abizar tidak bisa masuk ke lingkungan rumahnya.


"begitu susahnya kau memaafkanku, aku sadar jika aku terlalu jahat padamu selama ini" batin abizar sambil memandang ke arah rumah mel.


abizar pulang setiap malam dengan kecewa karena belum berhasil mendapatkan maaf dari mel. diruang depan tuan mandala sudah menunggunya. saat abizar memasuki rumah.ia melihat orangtuanya disana.


"waktumu hampir habis, sebaiknya kau mulai berkemas" ucap tuan mandala


"aku sedang berusaha mendapatkan maaf dari mel pa" Ucap abizar.


"kau terlalu percaya diri untuk dimaafkan begitu saja, kau sangat melukainya aku rasa kau tidak akan dapat maaf darinya" ucap tuan mandala.


"sabar pa, biar abi berusaha lebih keras lagi" ucap nyonya rossa memohon kepada suaminya.


"beri aku kesempatan sekali lagi pa aku mohon" ucap abizar sambil berlutut


"beri aku alasan agar aku memberikanmu kesempatan" ucap tuan mandala


"aku mencintai mel pa, beri aku kesempatan untuk mendapatkan maafnya dan juga hatinya" ucap abizar yang mengangetkan kedua orang tuanya.


"benar sayang, Mama sangat senang jika nanti mel menjadi menantu mama" ucap nyonya rossa semangat dan mendukung anaknya mendekati mel.


"alasan apa itu" ucap tuan mandala


"pa, ini suatu kebenaran, aku baru menyadarinya sekarang" ucap abizar


"kau sudah terlambat gadis itu sudah sangat benci bahkan takut berada didekatmu" ucap tuan mandala.


"pa, beri abi kesempatan" ucap mama abizar


"besok hari terakhir jika gagal kau langsung berangkat ke Belanda dan aku tidak setuju kau mendekati mel lebih cocok dengan dokter itu daripada kau" ucap tuan mandala sambil berlalu.


"dasar anak muda, memberi alasan karena cinta" batin tuan mandala.