CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
malarindu



ini hari ketiga abizar berada diBelanda. Sang CEO sangat begitu sibuk untuk memantau perusahaan milik papanya dan beberapa cabang dibeberapa kota yang ada dibelanda. ia hanya sempat memberi kabar dengan mel melalui chat.


mel yang biasanya bukanlah tipe wanita bikin alias budak cinta selama abizar dibelanda merasakan begitu rindu kepada calon suaminya tersebut. ia ingin selalu mengirim foto dan pesan suara yang ia kirimkan melalui chat kepada abizar.


"benar-benar seperti ada yang hilang, aku merindukanmu pentol pedas" batin mel


abizar biasanya selalu datang kerumah mel dengan menenteng pentol pedas yang ia borong saat lampu merah, bahkan Dua bocah menjual pentol itu sampai hafal dengan warna dan flat nomor mobil abizar. mel tersenyum mengingat tingkah abizar saat jadi bucin. pria yang sukunya membencinya dan menjadi musuhnya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya beberapa bulan lagi. mel melanjutkan pekerjaannya merekap penjualan dia sedikit tidak bisa berkonsentrasi. matanya selalu mengarah pada benda pipih itu. tapi hari ini abizar belum membalas chat darinya.


mel sedang menunggu pesanan makanan untuk makan siangnya bersama karyawannya hari ini ia memesan makanan dengan aplikasi Online. kini jam menunjukkan jam 13:30 WIB. sebuah panggilan video masuk diponselnya dan itu dari pria yang ia rindukan. mel langsung senyum sumringah mengetahui siapa yang menghubunginya. ia cepat-cpeat mengangkat panggilan video dari abizar. tampak abizar baru sedang di fitness center.



"good morning ladies" ucap abizar


"udah siang mas" ucap mel


"disini masih jam tujuh pagi sayang" ucap abizar


"oya, aku sedang menunggu makan siangku" ucap mel


"kau membeli makanan" ucap abizar


"ia tapi ojeknya belum datang" ucap mel


"kau ini suka sekali dengan tukang ojek" ucap abizar


"aku menyukai mereka karena membawaku dengan cepat Ketempat tujuan dan mengantar makananku" ucap mel


"ya kau selalu benar" ucap abizar


"kapan pulang aku sudah rindu" ucap mel


"ini baru tiga hari sayang, apakah kau begitu merindukanku" ucap abizar


"sangat, sepertinya aku juga terkena virus mas dan sulit disembuhkan" ucap mel


"sudah kedokter" ucap abizar


"dokter tidak bisa mengobatinya sayang" ucap mel


"apa? tadi kau memanggilku apa" ucap abizar


"apa? " ucap mel


"ucapan yang tadi kau katakan" ucap abizar


"sayang" ucap mel


"tetap begitu jangan diganti lagi" ucap abizar


"baiklah sayang" ucap mel


"nah, begitu kan enak didengar dan buat aku semakin rindu" ucap abizar


"aku sangat rindu" ucap mel


"oya, kau sakit apa sayang kenapa dokter tidak bisa menyembuhkanmu" ucap abizar


"karena mas yang harus menyembuhkannya" ucap mel


"aku? " ucap abizar heran


"ia sayang" ucap mel


"penyakit apa itu" ucap abizar


"malarindu" ucap mel sambil tertawa


"hahahaha sekarang kau sudah jadi ratu gombal ya sayang, kau banyak kemajuan saat aku tinggal" ucap abizar


"aku kan memang merindukan sayang" ucap mel dengan manja


"sabar ya hanya dua minggu setelah itu rinduku akan aku obat dengan caraku" ucap abizar


"apa itu mas" ucap mel


"rahasia" ucap abizar.


abizar sungguh lucu dengan calon istrinya. mel sangat tidak pernah dan jarang mengungkapkan isi hatinya pada abizar. bahkan abizar harus mencari akal untuk mendapatkan menc•um dari gadis yang sangat ia cintai itu. ia juga begitu sangat merindukan mel. sampai pagi ini ia menyempatkan melakukan panggilan video setelah ia berolahraga. mel pun mengirim abizar sebuah foto dirinya siang ini setelah selesai mereka video call.



✉ jangan centil suami lagi kerja


tulis abizar


✉ tergantung


tulis mel


✉ ???


tulis abizar


✉ Becanda sayang, have a nice work ya beb


tulis mel


✉thank you dear


tulis abizar


mel pun menyantap makanan yang sudah datang sambil menyelesaikan rekapan penjualan melalui laptopnya.


"kenapa sekarang gantian aku yang bucin" batin mel sambil menepuk jidatnya.


lalu kembali fokus menyelesaikan pekerjaanya sambil menikmati makanannya.


begitu juga dengan abizar setelah selesai berolahraga ia langsung bersiap untuk kembali keperusahaan dan sarapan dicafe didekati kantornya.


"aku ingin makan masakan mel, sepertinya aku memang sangat merindukan gadisku" batin abizar sambil senyum sendiri. saat arnold datang dan melihat ekspresi abizar. ia sudah memberi ucapan selamat pag kepada sang CEO tetapi tidak dijawab dan juga melambaikan tangan sisipan wajah abizar. hingga akhirnya ia memilih mengejutkan abizar dengan mengetuk menyentuh lengan abizar.


"selamat pagi tuan" ucap arnold


"hah? kau sejak kapan kau disini" ucap abizar


"sejak anda senyum-senyum sendiri tuan" ucap arnold


"kau ini, aku merindukan mel jadi aku membayangkan dia" ucap abizar


"ya tuan tetapi kita harus melanjutkan pekerjaan kita" ucap arnold


"kau tidak merindukan keluargamu" ucap abizar


"sangat tuan" ucap arnold


"sudah menghubungi mereka" ucap abizar


"selalu karena mereka energi untuk saya tuan" ucap arnold


"apakah kita bisa kembali ke Indonesia lebih cepat arnold" ucap abizar


"mungkin bisa tuan" ucap arnold


"ok mari kita selesaikan pekerjaan kita dihuni karena para wanita sudah merindukan dan menunggu kepulangan kita" ucap abizar


"baik tuan" ucap arnold


abizar beranjak dari duduknya dan menuju kantor. dan tidak lupa membeli makanan dicafe dekat dengan kantornya untuk dirinya dan arnold. mereka terus berkutat dengan pekerjaan mereka.abizar dan arnold mempercepat penyelesaian pekerjaan mereka bukan hanya sebagai seorang CEO dan asistennya tetapi bagai tim yang solid saat bekerja. abizar yang tidak perhitungan dengan rewardnya dan arnold yang tidak perhitungan dengan tenaga dan pikirannya. sungguh mereka pasangan bos dan karyawan yang luar biasa dan jarang ditemui.


malam pun tiba mel menutup semua pintu dan merapikan seluruh ruangan yang dia gunakan sebagai ruang kerja. hari ini ia merekap sendiri semua hasil penjualan dan juga barang yang akan ia pesan keprodusen sebagai restock. setelah itu ia makan ala kadarnya dengan telur dadar dan kecap karena hari ini ia dilanda malarindu. virus yang menyebabkan ia malas memasak.


"aku rindu sekali dengan mas abi, mas abi lagi apa ya" batin mel


ia lalu menghitung selisih jam antara Indonesia dan Belanda. ia tidak mau mengganggu calon suaminya itu bekerja. ia hanya mengirim emotion bentuk hati kepada abizar. setelah selesai makan mel bergegas kekamar mandi untuk bersihkan diri lalu masuk kekamar untuk tidur.


mel kembali mengirim pesan pada abizar


i miss you mas abi


semangat kerjanya


jangan lupa makan ya sayang


i Love you


(tulis mel dalam chatnya"


abizar cukup lama membuka ponselnya karena sedang meeting dengan para investor asing yang ada dibelanda dan ini pertama kalinya ia mewakili tuan mandala. ponsel sengaja ia silent agar tidak terganggu. setelah jam delapan malam waktu belanda abizar baru membuka ponsel dan melihat pesan dari gadia yanh sedang terjangkit virus malarindu pada dirinya. ia melirik ke jam tangannya. ia yakin mel sudah tidur karena waktu indonesia pasti sudah tengah malam. ia berniat menghubungi mel besok pagi.


"kasian gadis malarinduku" batin abizar