CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
hadiah honeymoon



abizar dan mel melangkah menuju pelaminan dimana tari dan arnold berada mereka ingin mengucapkan selamat kepada keduanya. abizar kembali membantu mel untuk menaiki tangga pelaminan. gaun yang mel kenakan sungguh menyusahkan mel berjalan hari ini. mel menggenggam sangat erat tangan abizar sebagai pegangan agar ia tidak jatuh.


"ini gaun penyiksaan namanya"bathin mel


mel akhirnya berhadapan dengan sang pengantin setelah antrian cukup panjang untuk bersalaman.


" tari dan kak ar sudah seperti artis papan atas. yang mau bersalaman dengan mereka antriannya panjang sekali seperti mau bagi sembako" batin mel


mel memeluk tari mengucapkan selamat kepada sahabatnya itu.


"selamat ya ri, kau cantik sekali sangat serasi dengan kak ar" ucap mel


"terima kasih mel sayang, semoga kau segera menyusul dengan abizar" ucap tari


"kalo kau bukan pengantinnya aku akan menjamb•kmu sekarang juga"ucap mel kesal


"hahaha kau ini sudah didandani cantik pakai gaun, tapi kata-katamu masih seperti preman" ucap tari.


"kau ini buat kesal saja" ucap mel


"hei bagaimana aku tidak berkata seperti itu dari tadi aku memperhatikan kalian bergandengan, berpelukan dan apa tadi makan disusun satu piring berdua" ucap tari


"sudah-sudah pokoknya selamat untukmu dan Kak ar" ucap mel memeluk tari kembali.


"selamat arnold ini hadiah dariku tiket honeymoon" ucap abizar sambil mengeluarkan sebuah amplop dari dalam saku jasnya.


"terima kasih banyak tuan" ucap arnold senang lalu menerima amplop tersebut.


"selamat kak ar" ucap mel


"terima kasih mel"ucap arnold


"mel tunggulah sebentar lagi acara lempar bunga, aku akan melempar bunga, siapa tau kau mendapatkannya lalu langsung menikah" ucap tari menggoda mel lagi.


"rasanya aku ingin melemp•rmu tari" ucap mel


tari dan arnold hanya menjawab kata-kata mel dengan tertawa puas. abizar dan mel pun turun dari pelaminan setelah menyapa dan mengucapkan selamat kepada arnold dan tari. mereka memutuskan langsung pulang.


abizar dan mel kini telah didalam mobil.mel membuka heelsnya. kakinya begitu pegal dan lecet dimana-mana.


"aduh sakit sekali" ucap mel


"kenapa kau" ucap abizar


"kakiku lecet karena pakai heels"ucap mel


"kalau tidak nyaman kenapa dipakai" ucap abizar.


"tari menyuruhku" ucap mel


"jadi kalau tari menyuruhmu melompat kejurang kau mau juga" ucap abizar


" tentu tidak" ucap mel.


"dasar aneh" ucap abizar sambil melajukan mobilnya keluar hotel.


"mel kau tidak.. " ucap abizar terhenti saat melihat gadis disamping kemudinya sudah tertidur.


"kau sudah kerja keras membantu sahabatmu hari ini" batin abizar.


abizar memberhentikan mobilnya. kemudian menci•m kening gadis cantik yang tertidur sangat pulas itu.


"itu hadiah untukmu" batin abizar sambil tersenyum kearah mel tertidur.


abizar kembali melakukan mobilnya menuju kediamannya.jalan yang lengah membuat abizar lebih cepat sampai dikediamannya.


sesampai didepan rumah, gadis itu belum juga bangun, ia benar-benar kelelahan bahkan saat abizar mengangkat gadis itu sampai kekamarnya. dan semua tidak luput dari penglihatan kedua orang tua abizar yang ternyata sudah pulang. mereka mengintip apa yang anaknya lakukan dari kamar mereka.


"anak kita ternyata so sweet juga ya pa" ucap nyonya rossa.


"seperti papanya kan"ucap tuan mandala memeluk istrinya


pagi menjemput. mel terbangun oleh alarm pendeknya. gadis itu menguap sambil meregangkan tubuhnya.


"kenapa aku bisa dikamar,seingatku tadi malam Aq dimobil bersama sigalak itu" batin mel


gadis itu pun beranjak dari tempatnya, ia sangat ingin mandi karena sangat gerah dan lengket pada tubuhnya. bahkan ia tidur memakai gaun sewaktu resepsi tari. ia berjalan menuju kamar mandi. mel berniat berendam untuk merelaxkan tubuhnya. hampir satu jam ia berada dikamar mandi.


setelah selesai mandi ia memakai pakaiannya kemudian membersihkan kasur yang ia tiduri.


mel keluar kamar dan turun menuju ruang makan.


"lho mama papa sudah pulang" ucap mel


"ia sayang, bagaimana tidurnya" ucap mama


"nyenyak Ma" ucap mel


"tentu saja nyenyak bahkan kau tidak terbangun saat abi menggendongmu dari mobil ke kamar" ucap mama.


"hah? benarkah kak" ucap mel


"menurutmu sat tidur kau bisa berjalan sendiri" ucap mel.


"kau tidak ambil kesempatankan" ucap mel


"kau ini sudah berat malah menuduhku, lebih baik kau diet daripada menuduhku" ucap abizar


"kalau ia kenapa?, aku hampir mati mengangkatmu" ucap abizar


"sudah-sudah kenapa jadi bertengkar, duduklah sarapan dulu mel sayang" ucap nyonya rossa.


"baik ma" ucap mel


setelah menyelesaikan makannya mel dan ingin beranjak abizar menghentikan mel


"kau bersiaplah, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap abizar.


"kemana" ucap mel.


"sudah jangan banyak tanya bawa juga pakaian gantimu kita akan pergi beberapa hari" ucap abizar


"apa???? "ucap mel


"hilangkan pikiran mes•mmu itu, cepat siap-siap kita akan kepantai"ucap abizar lalu meninggalkan mel dimeja makan.


mel menuju kamar untuk bersiap dan membawa beberapa pakaiannya. setelah selesai bersiap abizar dan mel berpamitan kepada orang tua abizar. mobil melaju menuju pelabuhan. mel sempat heran.mengala abizar membawanya kepelabuhan.


"kita mau kemana sebenarnya" ucap mel


"sudah turun saja" ucap abizar


"baiklah" ucap mel pasrah.


abizar disambut beberapa orang berseragam lengkap.


"selamat siang tuan, semua sudah siap"


"bagus, dimana mereka" ucap abizar menanyakan keberadaan tari dan arnold


"sebenarnya kita mau apa disini" ucap mel


"kita mau naik kapal pesiar" ucap abizar


"apa??? serius, wah seperti difilm-film" ucap mel ucap mel


"kau tidak pernah naik kapal pesiar" ucap abizar


"belum" jawab mel singkat.


kemudian ia melihat ada arnold dan tari.


Kak Ar!!!


ri!!!!


teriak mel sambil menyeret kopernya.


"mel, sedang apa kau disini mel" ucap tari tak menduga sahabatnya ada disini.


"aku diajak kak abi Kesini, dia ingin mengajakku naik kapal pesiar" ucap mel polos.


"hah?? " ucap tari.


"kalian sudah sampai ayo kita naik" ucap abizar


"sebentar-sebentar kalian ikut kami honeymoon" ucap tari.


"hadiah tiket honeymoon kan dariku, jadi terserahku" ucap abizar


"hua...hua... hua sayang bosmu menyebalkan sekali, bisa-bisanya dia ikut kita honeymoon" ucap tari kesal.


"kau seperti tidak tau tuan abizar saja sayang, ya sudah ayo" ucap arnold


"kau juga mel, kenapa kau ikut ide gila kekasihmu itu" ucap


"hei kau boleh kesal, tapi jangan mengada-ngada mengatakan dia kekasihku" ucap mel. meninggalkan tari dan arnold lebih memilih mengikuti abizar dari belakang.


mel menggunakan topi dan kacamata yang bertengger dihidung mancungnya untuk menyempurnakan penampilannya. ia menduga abizar akan mengajaknya kepanta seperti yang dikatakan lelaki itu.



mel berjalan sejajar dengan abizar menanyakan apa maksud abizar membawanya naik kapal pesiar.


"Kak abi kenapa mengajakku naik kapal pesiar"ucap mel


"ingin saja biar kau tidak kamp•ngan" ucap abizar


"aku menyesal bertanya padamu" ucap mel ingin berlalu tetapi ditarik oleh abizar


"kau mau kemana" ucap abizar


"tentu bergabung dengan tari" ucap mel


"mereka itu pengantin baru, kau jangan mengganggu"ucap abizar.


"kau duluan yang berniat mengganggu honeymoon mereka" ucap mel


"ya sudah kita ikut honeymoon juga seperti mereka" ucap abizar


"aku bisa darah tinggi jika berbicara denganmu" ucap mel.