CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
abizar dapat dukungan



mel terbangun saat merasa sakit dikepalanya, gadis itu bangkit dari kasurnya ia heran kenapa ia ada dikamarnya. ia mencoba mengingat bahwa tadi malam ia menonton pertunjukan teater. karena tidak bisa mengingat apa yang terjadi setelah berdebat dengan abizar mel lebih memilih langsung mandi dan bersiap. siang ini mereka akan bersandar di Thailand.ini pertama kali ia mendatangi negara gajah putih tersebut . ia memilih pakaian santai untuk menikmati negara itu walau hanya sekedar berjalan-jalan.


kini kapal pesiar yang membawa mel dan kurang lebih 3000 penumpang bersandar dipelabuhan laem chabang Thailand. mereka akan dithailand selama 1 hari.


mel kini telah siap ia bergabung bersama arnold dan tari yang keluar dari kamar bersamaan dengannya.


"hai mel" ucap tari


"hai pengantin baru" ucap mel kemudian melihat ekspresi wajah tari n arnold yang tersenyum aneh.


"kalian kenapa" ucap mel


"kau yang kenapa" ucap tari


"Aku" ucap mel sambil menunjuk kedirinya


"kau ada hubungan apa dengan abizar" ucap tari


"tidak ada" ucap mel menutupi


"tadi malam itu kau seperti pengantin baru" ucap tari


"kau sedang mengarang cerita apa" ucap mel


" apa kau tidak sadar, abizar menggendongmu seperti putri tidur dalam pelukannya saat pertunjukan teater usai" ucap tari


"jadi dia yang membawaku kekamar" batin mel


"ia mel apa hubungan kalian sebenarnya" ucap arnold yang juga penasaran.


"tidak ada" ucap mel


"aku saja belum pernah digendong seperti itu


oleh suamiku, ya kan sayang" ucap tari


"aku tidak sadar" ucap mel


"aku sempat merekam saat abizar menggendongmu ala bridal style" ucap tari lalu menunjukkan hasil rekaman yang ada diponselnya.


"astaga malunya aku semua orang pasti melihatku digendong olehnya tadi malam" batin mel.


"sayang ayo kita sarapan, siang ini kita akan bersandar di thailand" ucap arnold kemudian merangkul tari


" kau hutang penjelasan padaku mel" ucap tari


mel mengikuti pasangan pengantin baru itu yang tak lain arnold dan tari menuju restoran mereka mengambil makanan masing-masing dan duduk dikursi didekati jendela kapal yang bisa langsung melihat pemandangan lautan secara langsung. tak lama mereka makan abizar datang mengambil makanan dan bergabung dengan mereka.


"pagi baby" ucap abizar yang mengejutkan tari dan arnold


baby!!!!! ucap arnold dan tari


"kenapa kalian terkejut aku memanggil kekasihku baby" ucap abizar santai


"kekasih" ucap tari


" ya sahabatmu ini sudah menjadi kekasihku 2 hari yang lalu" ucap abizar.


"mel!! " ucap tari sambil menatap sahabatnya itu dengan tajam


"apa? kau percaya dengannya" ucap mel menunjuk abizar dengan pandangannya


"kalo dia tidak kekasihmu tidak mungkin dia mau menggendongmu sampai kekamar" ucap tari


"kau tau berapa lantai yang aku lewati sambil menggendongmu, tanganku sangat sakit" ucap abizar


"aku tidak menyuruhmu menggendongku" ucap mel


"nyonya arnold tolong bantu temanmu ini untuk menjadi kekasih yang baik dan tidak selingkuh" ucap abizar.


"kau selingkuh mel" ucap tari


"enak saja kalau bicara" ucap mel


" kau banyak kemajuan mel selama berlayar, kali ini aku mendukung abizar" ucap tari.


"aku tidak seperti itu" ucap mel kesal


"kemarin apa namanya" ucap abizar


"dia teman baruku" ucap mel


"jangan diulangi lagi ya baby" ucap abizar


mereka pun makan sambil terus menggoda mel. hingga terdengar pemberitahuan bahwa mereka sebentar lagi akan bersandar.


"nanti kau dengan abizar sedangkan aku dengan suamiku" ucap tari


"aku tidak mau" ucap mel


"jangan macam-macam mel nanti kau nyasar dan tidak bisa kembali kekapal nikmati saja kencan kalian berdua" ucap tari


"tenang Baby aku akan mengajakmu ketempat yang kau inginkan, tinggal katakan saja" ucap abizar


"kau hebat dan beruntung mel kekasihmu itu sultan" ucap tari sambil mengedipkan matanya


mel tidak merespon ucapan tari ia hanya mendengus kesal, tari dan arnold tidak membelanya malah terlihat berpihak ke sisi abizar.


kapal telah bersandar, para penumpang menuruni tangga. abizar menawarkan tangannya kepada mel.


"pegang tanganku agar kau tidak jatuh" ucap abizar


"tidak perlu" ucap mel


"kalau kau jatuh aku tidak akan menolongmu" ucap abizar mengancam sambil menatap mel


" ia akan aku lakukan" ucap mel


"nah, kalau kau penurut begitu kau jadi tambah manis" ucap abizar.


setelah turun dari kapal abizar masih tetap menggenggam tangan mel.


"aku akan mengajakmu jalan-jalan" ucap abizar


"kemana" ucap mel


"kau mau kemana" ucap abizar


"mana aku tau" ucap mel


"bagaimana kalau kita ke central marina" ucap abizar


"terserahmu saja" jawab mel pasrah ia tidak ingin berdebat dengan abizar yang selalu ingin menang sendiri


"sebelum kesan lebih baik naik sepeda keliling sepanjang pantai, bukankah kau senang naik sepeda" ucap abizar


" ok aku setuju, sudah lama aku tidak naik sepeda" ucap mel


mereka pergi ketempat penyewaan sepeda. dengan bantuan pemandu kapal.


"kenapa kau hanya menyewa satu sepeda" ucap mel


"aku tidak bisa naik sepeda" ucap abizar


"apa??? kau bisa naik mobil tidak bisa naik sepeda, aneh sekali" ucap mel


"cepat bonceng aku anggap saja balas budi karena aku menggendongmu kemarin" ucap abizar


" dasar pamrih, seharusnya kau yang memboncengku, lagi pula aku tidak tau jalan" ucap mel kesal.


"nanti aku jd GPS bagimu baby" ucap abizar


"jangan panggil aku baby aku tidak suka" ucap mel.


"tapi aku suka, ayo Baby jalan" ucap abizar sambil menepuk pundak mel


"kau kira aku objek sepeda caramu itu bukan seperti kekasih" ucap mel


mel pun naik sepeda dan abizar duduk manis dibelakanh boncengan. lelaki itu tampak senang seperti anak kecil yang baru pertama kali naik sepeda. ia mengalungkan pelukan ke pinggang mel. gadis itu begitu kesal denga tingkah abizar.


"kondisikan tanganmu" ucap mel


"aku berpegangan padamu agar aku tidak jatuh" ucap abizar


"kau bukan berpegangan tapi kau memelukku" ucap mel


"sudah jangan bicara cepat jalan" ucap abizar


mel melaju kan sepeda dengan membonceng abizar dibelakang. abizar dari belakang mengarahkan jalan kemana arah yang mereka. akan tuju.abizar sengaja membuat jalan lebih panjang dan lebih jauh ia ingin seperti ini lebih lama. hingga mereka sampai di central marina saat hari hampir gelap. suasana malam yang indah itu yang abizar inginkan.


mereka menakutkan sepeda ditempat parkir sepeda kemudian sedikit berjalan ke central marina.


"kau pasti sudah lapar, ayo kita makan baby" ucap abizar sambil meraih tangan mel


mel hanya mengangguk tanpa perlawanan ia menurut saja apa yang dikatakan abizar.


abizar dan mel makan di halaman depan central marina yang begitu ramai pengunjung. abizar banyak memesan makanan yang sebelumnya belum pernah mel makan. kali ini tanpa perdebatan tetapi ditemani pemandangan malam hari yang indah di central marina.


"terima kasih atas segala yang kau lakukan padaku" ucap mel sambil makan


"kau kekasihku wajar saja apa yang aku lakukan" ucap abizar


"tapi kita kan sudah putus " ucap mel


"kau tetap masih kekasihku, soal dibutik aku minta maaf" ucap abizar


"aku sudah memaafkanmu" ucap mel


dan mereka melanjutkan makan mereka sambil beberapa candaan. malam ini mereka benar-benar terlihat seperti kekasih yang duduk berdampingan tanpa perdebatan.