CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
prank



sudah dua minggu berlalu, mel sangat menanti hari ini abizar akan kembali ke tanah air. mel sengaja hari ini mel meliburkan para karyawannya. ia meminta tari kerumahnya untuk masak bersama menyambut abizar dan arnold yang akan pulang. dan pagi-pagi sekali ia keluar rumah untuk pergi kepasar.


"aku lebih kepasar dulu sambil menunggu tari" batin mel


ia memilih naik sepeda lamanya yang dulu biasa ia gunakan berkeliling saat mengantar barang ke konsumennya dan sepeda itu juga yang mempertemukan dirinya dan abizar sang CEO. ia mengayuh sepeda sambil berolahraga dan menikmati udara pagi yang begitu segar. mel berencana masak banyak hari ini. jalan yang begitu sepi membuat mel mengayuh santai sepedanya.


"aku begitu merindukanmu" batin mel


ia terus mengayun sepedanya hingga sampai dipasar yang ia tuju, mel terlebih dulu pergi ke penjual daging sapi, kemudian ia pergi ke penjual sayuran dan membeli aneka bumbu untuk menyempurnakan masakannnya. dan tak lupa ia mampir membeli dua bungkus bubur kacang hijau untuk sarapannya dirumah dan juga beberapa gorengan panas.


"mmmm aku jadi lapar" batin mel saat melihat aneka gorengan yang dijajahkan.


setelah itu mel memutuskan untuk pulang ia tidak mau kesiangan memasak. ia mengayuh sepedanya menuju rumah. tetapi ia kembali menghentikan sepedanya untuk membeli es kelapa muda. setelah mendapatkan pesanannya ia kembali mengayun sepedanya untuk pulang. setelah sampai dirumah tari dan audrey sudah duduk diteras rumah mel.


"ri, sudah sampai, sudah lama" ucap mel


"baru kok, mel banyak sekali yang kau belanjakan" ucap tari


"kan mau masak yang special" ucap mel


"ohhh anak onty yang comel lagi bobo" ucap mel yang melihat audrey tertidur distollernya


"sini biar aku bantu membawa belanjaanmu" ucap tari


"terima kasih, apa kau sudah sarapan ri" ucap mel


"sudah tapi aku lapar lagi, maklumlah ibu menyusui" ucap tari


"ini aku beli bubur kacang hijau, gorengan dan es kelapa" ucap mel


"i Love gorengan " ucap tari


tari mendorong stoller putrinya yang sedang tertidur masuk kerumah mel setelah itu ia membantu mel membawa belanjaannya. mereka kemudian sarapan sambil ngobrol hingga jam menunjukkan jam dua belas siang. setelah itu mel mulai mencuci daging dan sayuran.


"apa yang bisa aku bantu mel" ucap tari


"tidak ada, kau hanya perlu menjaga audrey, biar aku saja yang mengerjakan" ucap mel


"aku jadi tidak enak hati" ucap tari


"biasanya juga begitu, kau hanya tim hore-hore dan tim icip-icip" ucap mel


"hahahahaha kau ingat saja" ucap tari


"kasihan sekali kau mel, tidak tau kekasihku itu sudah sampai dari dua hari yang lalu disini, tapi tidak apalah memgerjaimu sesekali jangan salahkan aku nanti ini ide tunangan g•lamu itu" batin tari


mel terus berkutat didapur memasak aneka makanan dan desert untuk nanti makan malam dengan sangat rapi.


"mel, kau tidak menghubungi abizarmu itu dulu untuk memastikan kepulangan mereka" ucap tari


"mas abi sudah dua hari tidak bisa dihubungi, mungkin dia sibuk" ucap mel


"kau yakin mereka pulang hari ini" ucap tari


"kan kemarin mas abi yang bilang pulangnya hari ini" ucap mel


"papi audrey juga tidak bisa dihubungi dua hari ini, biasanya dia selalu mengabariku" ucap tari


tiba-tiba mel terdiam dan berpikir dengan perkataan tari yang ia rasa ada benarnya.


"tidak, mas abi tidak mungkin membohongi aku" batin mel


"mel kenapa kau diam" ucap tari


"tidak apa ri, oya kau lebih baik makan lebih dulu" ucap tari


"ia mel, nanti jika lapar aku akan ambil sendiri" ucap tari sambil bermain dengan putri kesayangannya.


semua makanan dan desert siap sebelum pukul enam sore, mel menata semua makanan diatas meja lalu ia merapikan dapurnya lalu pergi bersamanya untuk membersihkan dirinya yang sedari pagi belum mandi demi menyiapkan makan malam ini. mel keluar kamar sudah rapi dan cantik.


"emmmm yang menanti calon suami" ucap tari menggoda


"aku tidak boleh kalah saing dengan emak anak satu" ucap mel.


mel dan tari sedang bercanda dengan tari saat ponsel tari berbunyi tanda pesan masuk. tari berakting terkejut dan sedih didepan mel.


"kenapa ri?" ucap mel


"mel.. " ucap tari


"kenapa?" ucap mel penasaran


"mereka menunda kepulangan mereka dua hari kedepan" ucap tari sambil menunjukkan isi pesan dari arnold suaminya


" tapi mas abi tidak mengabariku sebelumnya ri" ucap mel sedih


"coba kau hubungi atau kirim pesan kepada abizar" ucap tari.


mel mencoba menghubungi abizar tetapi tidak bisa dihubungi dan pesan darinya juga tidak mendapat balasan. mel terlihat kecewa dan sedih dan menatap kepada makanan yang sudah ia siapkan yang tertata dimeja makan. gadis itu menitikkan air matanya.


"mel kau menangis" ucap tari


"tidak ri" ucap mel menahan gejolak kesedihannya


"mel, kau harus terbiasa dengan hal seperti ini abizar itu CEO dia pasti sangat sibuk" ucap tari


"tetapi kenapa dia tidak mengabariku, Kak ar saja sempat mengabarimu" ucap mel


"mungkin Pulsa dan kotanya habis mel" ucap tari asal


"hua...hua... hua... dia kan CEO masa tidak bisa beli Pulsa dan kuota" ucap mel sambil menangis


"hei kau jangan menangis anakku jadi takut" ucap tari mengambil audrey dari pangkuan mel bayi itu juga ikut menangis seperti mel


"kau ini sahabatku atau bukan kenapa malah marah padaku" ucap mel


"karena kau membuat putriku takut dan ikut menangis juga" ucap tari


"anakmu saja mengerti perasaanku, masa mau tidak" ucap mel


"sudah jangan menangis lagi lebih baik kita makan karena aku sudah menahan lapar sedari tadi" ucap tari


"kau ini suami tidak jadi pulang kenapa senang sekali dan masih selera makan" ucap mel


"buat apa aku menangis sepertimu, mereka disana itu sedang me time tanpa kita menyegarkan mata mereka dengan gadis-gadis bule" ucap tari


"mas abi tidak seperti itu" ucap mel kesal


"apa kau yakin?, laki-laki mana bisa dipegang omongannya mel" ucap tari memanasi mel


"aku juga akan cari pria yang lebih tampan dari dia, masih banyak yang suka padaku" ucap mel membanggakan dirinya.


abizar dan arnold yang sudah tiba dan bersembunyi dibalik dinding luar rumah mel mendengar percakapan dua wanita tersebut. abizar tidak bisa menahan diri saat mel mengatakan akan mencari pria lain ia ingin. langsung masuk tetapi arnold mencegahnya.


"tenang tuan, kita kan sedang melakukan prank dengan mel jadi sabar" ucap arnold menahan abizar.


sedangkan didalam rumah. mel melihat tari begitu lahap makan.


"dasar istri d•urhaka bin d•rjana, suami tidak jadi pulang masih berselera makan dan lahap" ucap mel kesal


"aku tidak perlu cengeng sepertinya, lihat kau tidak malu dengan audrey" ucap tari


"hua....hua.... hua...mas abi jahat sekali, dia bahkan tidak menelponku dan membalas pesanku kembali" ucap mel menangis didepan makanan dengan melipat kedua tangannya lalu meletakkan kepalanya.


"tidak baik menangis didepan makanan" ucap abizar


mel menghentikan tangisnya, ia mengenal suara itu, suara pria yang membuat ia sibuk memasak hari ini. ia menegakkan kepalanya dan tampak abizar berdiri didampingi arnold


"mas abi, Kak ar" ucap mel tidak menyangka kehadiran mereka


"selamat kau diprank tunanganmu" sambung tari.


mel bangkit dan langsung memeluk abizar dan gadis itu menangis didekapan abizar menyalurkan rasa rindunya.