CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
peluang



sudah seminggu abizar tidak diijinkan keluar rumah dan tidak tau keadaan mel.tuan mandala mengerahkan banyak bodyguard untuk mengawasi bergerakan abizar agar anak lelakinya itu tidak bisa kabur atau pun mencoba mencari keberadaan mel. setiap sudut kediaman mereka ada body guard.


"papa terlalu berlebihan melakukan ini padaku,bagaimana aku bisa menebus kesalahanku pada mel kalau seperti ini" batin abizar. ia terus berpikir bagaimana cara agar ia bisa keluar dari rumah.


" ya, aku harus minta bantuan katrine" batin abizar.


ia kemudian melangkah menuju kamar adik perempuannya. mengetuk pintu terlebih dahulu.


"katrine, kk ingin bicara" ucap abizar


"sebentar" ucap katrine sambil membuka pintu kamarnya


" apa kau mau membantuku" ucap abizar


"kalau kau ingin keluar dari sini aku tidak bisa membantu kak" ucap katrine


"aku mohon aku sangat khawatir terhadap mel" ucap abizar memohon


"apa? khawatir? apa aku tidak salah dengar kau khawatir padanya" ucap katrine


"aku mohon tolong aku kali ini saja" ucap abizar


"maaf kak, aku terlanjur kecewa padamu lagi pula dirumah sakit banyak bodyguard papa" ucap katrine


"kat, please kali ini saja tolonglah kakakmu ini" ucap abizar


"dulu aku memang mendukungmu dengan mel tapi sekarang tidak lagi" ucap katrine


"apa kau begitu membenci kakakmu itu" ucap abizar.


"aku sangat membencimu kak, lagi pula mel juga akan dibawa papa keluar negeri jadi percuma" ucap katrine.


"apa? keluar negeri? " ucap abizar mulai gusar


"ya dia akan menjalani pengobatan disana, hidup disapa dan semoga dapat jodoh yang lebih baik disana" ucap katrine


"tidak, itu tidak boleh terjadi dia tidak boleh pergi meninggalkanku" ucap abizar berlalu.


ia kemudian menyusun rencana keluar dari rumah ini, ia keluar dari dapur yang tadinya sepi. dan keluar dari pintu belakang yang sering dilewati para asisten rumah tangga dirumahnya. abizar berhasil keluar karena kebetulan pintu tersebut belum dikunci. ia keluar tanpa menggunakan mobil ia terpaksa menggunakan angkutan umum, karena ponselnya tertinggal dikamar tidak mungkin ia kembali lagi kelakar tapi untung saja dompetnya sudah ia bawa. ia tidak tau harus kerumah sakit mana mencari mel, ia berkeliling dari satu rumah sakit kerumah sakit lainnya tapi belum menemukan dimana keberadaan mel, hingga secara tidak sengaja ia melihat tari yang sedang praktek dirumah sakit yang tadi ia datangi. ia kemudian mengikuti kemana arah tari.istri asistennya itu menuju parkiran dan masuk kemobilnya. abizar mengikuti tari menggunakan ojek hingga ia tiba disebuah rumah sakit edelwais. ia terus mengikuti tari hingga ia melihat tari naik lift ke lantai 10.ia mengikuti tari terus menggunakan masker dan topi bahkan tari tidak menyadari bahwa itu dirinya. ia terus mengikuti hingga ia melihat arnold dan juga kedua orang tuanya didepan ruang ICU dengan penjagaan ketat. ia melihat mamanya menangis begitu juga dengan tari yang baru saja sampai juga ikut menangis.


abizar melihat papanya berbicara dengan arnold tapi ia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. ia berjalan lebih dekat kepada mereka karena tidak ada yang curiga bahwa itu abizar.


"arnold apa lebih baik kita bawa mel keluar negeri" ucap tuan mandala


"saya pikir lebih baik tuan berkonsultasi dulu kepada dokter yang menangani mel " ucap arnold


"aku juga berpikir yang sama, aku tidak sanggup terlalu lama melihat putriku seperti itu" ucap tuan mandala yang bangkit sambil menghela nafas panjang ia mulai putus asa


"apa perlu saya menemani anda tuan" ucap arnold


"tidak, kau disini saja temani istriku dan juga tari" ucap tuan mandala beranjak menuju ruangan dokter.


abizar berhasil melewati penjaga dan juga arnold dan hampir sampai diruang yang dibatasi kaca tersebut. ia melihat mel disapa dengan berbagai alat medis yang melekat ditubuhnya. hatinya begitu sakit mengetahui kenyataan ini.


"Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan padanya" batin abizar


nyonya rossa curiga melihat seorang pria dengan topi dan masker menatap ke arah mel yang tak lain adalah abizar.


"siapa kau" ucap nyonya rossa curiga


"saya mengunjungi kerabat saja nyonya" ucap abizar menutupi dirinya


"tetapi kau memandang ke arah putriku, siapa kau sebenarnya" ucap nyonya rossa.


arnold yang melihat gelagat mencurigakan dari pria tersebut mendekat diri kearab pria yang dia curigai.


"siapa kau dan untuk apa kau memandang ke arah adikku" ucap arnold


abizar hanya diam sepertinya penyamarannya akan terbongkar. ia membuka topi dan maskernya.semua orang terkejut abizar ada disini.


"kau" ucap arnold


"pergi dari sini atau aku akan memb•nuhmu sekarang juga, mel begini Karena kau" ucap arnold.


"maafkan aku, aku mengaku aku bersalah kepadanya" ucap abizar sambil berlutut


tari bangkit air matanya sudah mengalir begitu deras ia menampar abizar.


plakkkk!!


"kau jahat abizar, kau keji terhadap sahabatku, mana cinta yang selalu kau banggakan itu" ucap tari sambil terus menangis


"tamp•r aku sepuasmu jika itu bisa membuatmu memaafkanku dan mengizinkan aku disini" ucap abizar


"tadinya aku mendukungmu menjadi kekasih mel bahkan aku menasehati mel, tapi apa yang kau lakukan kau memberikan dia kepada baj•ngan itu kekasih macam apa kau ini" ucap tari.


"tari aku mohon maafkan aku" ucap abizar


"kau tau abizar harapan hidup mel hanya 20% semua itu karenamu" ucap tari.


abizar mendekati mamanya dan berlutut didepannya memohon maaf pada wanita paruh baya yang sedari tadi air matanya mengalir terus.


"ma" ucap abizar


"pulanglah bi, biar kami yang mengurus mel" ucap nyonya rossa.


"Ma abi mohon" ucap abizar


"kau tidak diperlukan disini" ucap nyonya rossa tanpa menatap anak lelakinya itu.


"Ma, abi menyesal lebih mementingkan ego dari pada kata hatiku sendiri hingga abi menyakiti mel, tapi sungguh abi sangat mencintai mel" ucap abizar yang juga ikut menangis.


"simpan kata-katamu itu mama sudah tidak bisa percaya lagi kepada anak mama sendiri" ucap nyonya rossa.


sesaat itu tuan mandala muncul dan melihat abizar sudah berada bersama istrinya didepan ruangan ICU dimana mel berada.


"Arnold siapkan penerbangan kita, malam ini kita akan membawa mel" ucap tuan abizar mengejutkan semua orang.


"dan kau segeralah pergi dari sini, atau aku akan menyuruh orang-orangku menyeretnya keluar dari rumah sakit ini" ucap tuan mandala.


"Pa, ijinkan abi ikut bersama kalian" ucap abizar


"kau tidak diperlukan disini ataupun disana" ucap tuan mandala


tuan mandala tidak perduli walaupun sekarang anaknya abizar bersujud didepannya memohon dengan air matanya yang mengalir. ia terlanjur kecewa terhadap abizar.


tiba-tiba suster keluar dari ruangan ICU


"keluarga pasien melati, pasien melati memanggil nama seseorang" ucap suster


"kami keluarganya suster, siapa yang dia cari sus" ucap tuan mandala


"dia menyebut bi" ucap suster


"abi" ucap nyonya rossa


"tidak mungkin dia mencari anakmu ini" ucap tuan mandala


"tapi siapa lagi pa" ucap nyonya rossa


"ya tuan, mel mencari tuan abizar biarkan mel bertemu dengannya" ucap arnold


"tidak" ucap tuan mandala


"pa, abi mohon" ucap abizar


"biarkan abi masuk pa, ini demi mel"ucap nyonya rossa


"baik, kali ini saja" ucap tuan mandala akhirnya mengalah


abizar masuk keruang ICU dimana mel berada mengikuti suster.