CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
pernikahan sherly dan rendy



waktu yang dinanti telah tiba sang pengantin wanita sudah memakai kebaya putih dan dirias dengan sangat cantik. ia gugup menanti untuk diminta turun untuk duduk berdampingan dengan sang calon suami didepan penghulu.


mel sedang menemani sherly terlihat raut gugup diwajah sang calon pengantin wanita


"tenanglah sher...kau sangat cantik tidak mungkin kak rendy kabur seperti cerita dinovel yang pernah kau baca" ucap mel


"tapi aku benar-benar gugup mel" ucap sherly


"tenanglah semua aan berjalan lancar sesuai yg kau dan kak rendy inginkan" ucap mel


ketukan pintu menghentikan pembicaraan antara mel dan sherly. mama sherly masuk


"sayang sudah saatnya kau untuk keluar" ucap mama sherly


"baik ma" ucap sherly


"kau sangat cantik sayang rendy pasti akan sangat terpukau dan merasa jadi pria yang paling beruntung bisa menikahi putri mama yang paling cantik ini" ucap mama sherly


"terima kasih ma, terima kasih untuk segalanya" ucap sherly


"sudah jangan seperti itu, jangan buat mama terharu karena ini belum saatnya dan make up mama akan luntur" ucap mama sherly sambil sedikit menyeka ujung matanya


sherly keluar kamar didampingi mel dan mamanya. benar adanya mereka terpesona oleh sang pengantin wanita yang begitu cantik dan anggun. begitu juga rendy ia menatap dan tersenyum melihat wanita yang akan menjadi istrinya tersebut. sherly duduk disamping rendy


dan ijab kabulpun dimulai.


hingga kata "Sah" menggema dirumah besar bak istana milik keluarga sherly.


kini sherly dan rendy telah sah menjadi sepasang suami istri.


mel terlihat mencari keberadaan seseorang, yang sedari tadi tidak ia lihat.


"hei, kau akan mencari siapa? dari tadi aku perhatikan kau seperti mencari seseorang" ucap tari


"tidak, aku hanya mencari.." ucap mel


"abimu itu, mel sampai kapan kalian begini" ucap tari


"perjelas saja arah pembicaraanmu itu" ucap mel


"tentu saja menikah, apa kau mau sampai alu punya anak lima " ucap tari


"enak saja, aku pasti menikah ri" ucap mel


"lihatlah kak rendy dan stephani sudah menemukan kebahagiannya , sekarang giliranmu jika abizar pilihanmu segerakanlah mel" ucap tari


"ia sabar ri, kau pasti jadi orang pertama yang tau kabar bahagia dariku" ucap mel.


tari berlalu ketika anaknya menangis mencarinya.


"mas abi kemana ya, kenapa dia tidak datang dan dia juga tidak mengabariku apapun sedari pagi apa dia marah padaku" batin mel.


sedangkan yang dicari sedang berada dy kantor menyelesaikan rapat mendadak yang harus ia pimpin pagi ini tanpa bisa diwakilkan oleh siapapun.


"dia pasti menungguku dan pasti sedih karena aku tidak datang untuk menemaninya, sabar sayang aku pasti datang" batin abizar sambil terus menyelesaikan tugasnya.


waktu menunjukkan pukul 14:00 wib abizar baru saja menyelesaikan pekerjaanya. ia langsung melajukan mobilnya menuju rumah sherly.


mel masih berada disana bersama keluarga rendy ketika abizar baru saja tiba dipernikahan rendy yang sudah sepi hanya keluarga inti.


" nah itu orangnya yang di tunggu - tunggu" ucap sherly


"maaf semuanya saya terlambat karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan" ucap abizar memohon maaf


"kau pasti sedih dan tidak bisa melihat aku menikahkan " ucap sherly


"percaya dirimu terlalu tinggi nona, ingat dulu kau yang mengejar-ngejarku" ucap abizar


"sayang lihatlah si abi itu, jangan pernah percaya dengan ucapannya" ucap sherly


"aku percaya sayang" ucap rendy


abizar menghampiri mel dan duduk disebelah gadis pujaannya.


"maaf, apa kau marah padaku sayang" ucap abizar


"tidak mas, apa mas ingin aku ambilkan makanan" ucap mel


"kebetulan aku belum makan setelah rapat" ucap abizar


"baiklah aku akan ambilkan makanan untuk mas abi" ucap mel sambil tersenyum


mel bangkit dan mengambil makanan untuk abizar.


"kau tidak ikut makan sayang" ucap abizar


"aku sudah makan bersama dengan keluarga kak rendy" ucap mel


"mas aku malu jika disuapin" ucap mel


"aku tidak akan makan kalau kau tidak makan" ucap abizar


"baiklah tetapi hanya satu suap saja, aku akan gend*t kalau terlalu banyak makan" ucap mel


" aku akan tetap cinta kok mel" ucap abizar


adegan suap-suapan pun tersaji diantara mep dan abizar. dan mereka jadi pusat perhatian tanpa mereka sadari.


"dua milik berdua yang lain ngontrak" ucap sherly


"ia kak bener pasangan bucin tapi sayang pacaran terus" ucap tari


"aku sih siap tolong bujuk wanita disebelahku ini untuk segeraku nikahi" ucap abizar


"mas abi" ucap mel merona malu


"ayolah sayang, kita kapan lagi seperti mereka" ucap abizar


"ayolah mel, aku mulai kasian dengan abimu itu" ucap tari


"aku juga berpikir seperti itu" ucap sherly


" sayang, cepat jawab " ucap abizar


"ia mas abi nanti aku akan jawab" ucap mel


"ia nanti mas tetapi bukan disini" ucap mel


"ayolah mel jawab sekarang kami kan juga mau tau" ucap sherly semangat


"aku memang tidak menyukai abimu itu tetapi sepertinya kau harus memikirkan tentang pernikahan mel jika kau sungguh mencintai mantan CEOmu itu" ucap tari


mel terdiam ketika ketiga pasang mata menatap intens menunggu jawabannya


"ya Allah semoga keputusanku ini benar" batin mel


"ya aku mau" ucap mel


"mau apa nie" ucap tari


"mau jadi istri mas abi lah siapa lagi" ucap mel


"kau serius sayang, kau serius ingin menjadi istriku" ucap abizar memastikan


"ia mas" ucap mel


"terima kasih sayang, i love you" ucap abizar langsung memeluk mel yang duduk disebelahnya


" untuk urusan kapan, akan jadi kejutan dan hanya aku dan mas abi yang tau" ucap mel


" please mel jangan buat aku penasaran, ayolah mel sebelum aku berangkat kejerman" ucap sherly


"pokoknya rahasia" ucap mel


"hei kau tuan CEO kami sudah membantumu jadi jangan rahasiakan apapun dari kami" ucap tari


"itu tergantung calon nyonya" ucap abizar


"baiklah kami akan bersabar menanti kabar bahagia dari kalian" ucap sherly


mel dan abizar akhirnya pulang didalam mobil mel hanya diam membuat pertanyaan dalam diri abizar.


"sayang kau kenapa, apa aku terlaly memaksamu menurutiku" ucap abizar


"tidak mas, tidak seperti itu" ucap mel


"jadi kenapa kau hanya diam saja" ucap abizar


"aku sedikit mengantuk mas karena pagi-pagi sekali sudah dirumah sherly untuk membantunya" ucap mel


"benar bukan karena aku kau diam saja"ucap abizar


" tidak mas" ucap mel


" ucapanmu tadi apakah serius sayang" ucap abizar


"tentu saja mas, aku sangat serius" ucap mel


"kau sudah bisa percaya dan yakin padaku" ucap abizar


"tentu saja, kita pasti akan menikah seperti yang kita inginkan secepatnya tapi kita rahasiakan saja dulu dari mereka ya mas" ucap mel


"apapun demimu sayang" ucap abizar sambil mencium sebelah tangan mel yang bisa ia gapai sambil menyetir.