CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
persiapan



mel Masih kesal dengan tari dan abizar. mereka seakan kompak menjahili mel Hari ini. mel memilih diam Dan menghabiskan makanannya. sedangkan abizar sedang dollar menghubungi Team WO.


"hei, jangan cemberut terus, OK fine, aku Minta maaf mel" ucap tari


"awas Saja jika Kau masih membahas benda itu lagi" ucap mel


"tapi, mau serius tidak ingin memakainya" ucap tari


"tariiiiiii" ucap mel


"aku Beritahukan padamu plakor lebih kejam, jadi Kau harus pintar membuat Hati suami senang" ucap tari


"maksudnya" ucap mel


"Kau harus memakai itu Saat dikamar berdua dengan abi, Jika mau Suamimu tidak berpaling" ucap tari


"ajaran sesat apalagi yang kau ajarkan padaku" ucap mel


"Kau ini dikasih tau tidak terima" ucap mel


"Bagaimana mau Terima bahasanmu m•sum terus" ucap mel


"dengar ya mel abizar itu CEO, ganteng, Kaya raya perempuan mana coba yang menolaknya Bahkan mereka Akan mencoba mendekati Dan menggoda dia" ucap mel


"awas Saja jika Mas abi Berani selingkuh Dariku" ucap mel


"makanya Kau harus memberi service terbaik Kepada suami termasuk memakai l•ngeri" ucap tari.


mel multi terprovokasi omongan tari, is berpikir perkataan Ibu muda ini Ada benarnya Dan tidak ada salahnya mencoba mengikuti omongan tari tersebut.


"baiklah aku mau, tapi jangan beri tau mas abi aku membelinya aku malu" ucap mel


"buat apa malu kan nanti kau memakainya saat kalian sudah menjadi suami istri" ucap tari


"pokoknya kau harus merahasiakan ini darinya" ucap mel


"siap bos" ucap tari


setelah selesai makan dan membereskan piring kotor. mel dan tari menyusul abizar teras depan rumah mel.


"apa, ada masalah mas" ucap mel pada abizar


"tidak sayang, mereka hanya mengatakan apa yang dikatakan mama" ucap abizar


"oh, mas sudah makan belum" ucap mel


"belum" ucap abizar


"kenapa belum, nanti mas sakit" ucap mel


"aku tidak akan sakit, malah semakin sehat jika kau jadi membeli benda tadi" ucap abizar menggoda mel


"mas, jangan bahas itu lagi" ucap mel


"tetapi sayang, aku ingin kau memakainya dim•lam p•rtama kita" ucap abizar


"ayo mas makan dulu sebelum berbicara aneh" ucap mel mengandung abizar masuk kedalam rumah.


mel menyiapkan makanan untuk abizar. gadis itu mengambil piring untuk ia isi nasi dan menuangkan air kedalam gelas untuk minum abizar. lalu duduk samping abizar.


"kau sudah seperti istri sesungguhnya sayang, aku sudah tidak sabar dilayani olehmu" ucap mel


"sudah makan jangan sambil berbicara" ucap mel


"tapi serius kau tidak ingin membelinya sayang, aku akan memesannya untukmu jika kau malu" ucap abizar


"mas aku marah lho nanti" ucap mel berkilah


"kau pasti seksi sekali pemakainya, buat aku ingin saja" ucap abizar


"dasar m•sum kau sama saja seperti tari mas" ucap mel kesal


"ok, kita bahas yang lain, bagaimana dengan honeymoon" ucap abizar


"kenapa dengan honeymoon" ucap mel


"kau ingin kita honeymoon kemana" ucap abizar


"mas, kita tunangan dulu nanti baru membahas yang lain" ucap mel


"kita harus merencanakannya dari sekarang sayang, apalagi perjalanan luar negeri" ucap abizar


"ia terserah mas saja, aku ikut saja" ucap mel


"termasuk saat aku menyuruhmu memakai l•ngeri" ucap abizar menahan tawa


abizar tertawa melihat ekspresi mel saat dia menggoda tentang l•ngeri. setelah selesai makan abizar mengajak mel menunggu team wo didepan teras rumah mel.


"sayang kau jangan terlalu lelah" ucap abizar


"aku tidak lelah mas" ucap mel


"kau mengerjakan semua pekerjaan" ucap abizar


"setelah menikah aku tidak akan membiarkan kelelahan" ucap abizar


"aku sudah terbiasa mas" ucap mel


"kau hanya boleh fokus padaku saja" ucap abizar


" ia mas" ucap mel


sebuah mobil membunyikan klakson mobil didepan pagar rumah mel, seorang karyawan mel mengatakan mereka dari team WO. seseorang turun dari mobil dan dia adalah pemilik wo tersebut.


"selamat sore Mbak mel dan tuan abizar" sapa pemilik wo dan bersalaman dengan mereka berdua


"sore mas" ucap mel


"bisa kita kerjakan sekarang mbak" ucap pemilik wo tersebut


"silakan mas" ucap mel


pemilik wo tersebut pun memberi kode agar mobil pickup dibelakang mobilnya untuk masuk kepekarangan mel dan menurunkan segala perlengkapan yang akan dipasang rumah mel. pemilik wo tersebut memberi komando dan mengarahkan konsep yang akan dibuat oleh teamnya. mereka memasang satu persatu kain untuk membalut dinding dalam rumah mel.


"Mbak apa figura ini bisa diturunkan" ucap pemilik wo


"jangan biarkan saja, itu foto kedua orang tuaku" ucap mel dengan raut wajah terlihat sedih


"biarkan seperti itu, biarkan foto itu tetap disini" ucap abizar sambil menatap mel yang ekspresinya berubah


"baik tuan" ucap pemilik wo


"kau sedih" ucap abizar sambil merangkul mel


"tidak mas" ucap mel


"tenanglah aku akan mewujudkan keinginanmu, foto itu akan tetap disana, mereka juga ingin menyaksikan kebahagiaan putri mereka kan" ucap abizar


mel langsung memeluk abizar ia menangis. abizar dapat mengerti apa yang mel rasakan. ia tau kekasihnya pasti sangat sedih karena ia hanya sendiri tanpa didampingi kedua orang tuanya dihari bahagianya.


"mel, kenapa kau menangis lagi" ucap tari


"besok kau akan bertunangan, kau mau orang melihat mata bengkakmu" ucap tari


"maaf" ucap mel


"lebih baik kau cuci mukamu sekarang, kau seperti orang yang kawin paksa" ucap tari


"sembarangan saja kau bicara" ucap mel lalu berlalu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya


"mel sekarang sedang rapuh dan merasa sendiri, aku harap kau bisa selalu membuat ia merasa tidak kesepian" ucap tari


"aku pasti akan melakukan yang terbaik untuknya" ucap abizar


"aku tidak pernah melihat dia sedih karena kehilangan karena ia selalu menutupinya, aku mohon jaga dia" ucap tari


"aku pasti menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku" ucap abizar


"aku percaya padamu karena mel telah memilihmu sebagai pasangannya" ucap tari


"aku akan menjaga kepercayaanmu dan terima kasih selama ini kau begitu menyayanginya" ucap abizar


"mel bukan hanya sahabat bagiku tetapi seperti saudaraku jadi jangan sakiti dia adapun alasannya" ucap tari


"kau tenang saja aku begitu mencintainya dengan setulus hatikku" ucap abizar


"terima kasih kau mencintai mel dan mewujudkan segala yang ia impikan" ucap tari


"aku melakukan semua ini karena mel juga begitu mencintaimu dengan tulus" ucap abizar


"aku berdoa semoga kalian berbahagia dan langgeng sampai mau memisahkan" ucap tari


"amin, terima kasih atas doamu maaf aku dulu sering menyakiti sahabatmu itu" ucap abizar


"aku memaafkanmu karena aku melihat usaha dan ketulusanmu pada mel" ucap tari


mel datang menghampiri tari dan abizar yang terlihat berbicara serius.


"apa yang sedang mereka berbicara ya" batin mel