
abizar menangkap Tangan mel yang tadinya meninggalkannya. mel terkejut abizar Sudah Ada di sampingnya.mel hanya menatap Diam Pria yang Suka sekali Berbuat semaunya.
"ayo Kita kembali kekapal bersama, Kau tadikan pergi denganku jadi Kau tanggung jawabku" ucap abizar Tanpa melihat mel lawan Bicaranya. abizar memberhentikan taksi Lalu naik bersama mel menuju pelabuhan. abizar hanya diam Dan hanya fokus pada ponselnya. hingga merely Tiba dipelabuhan di Saat para penumpang lain Sudah bersiap untuk naik kekapal lagi. abizar tetap Diam tetapi ia tetap membantu dan menuntun Gadis itu untuk naik bersamanya.
sesampai diatas kapal abizar melepas genggamannya pada mel dan berlalu begitu Saja meninggalkan mel. Gadis itu sempat aneh melihat perubahan sikap abizar.
"apa dia marah padaku, Aneh Sekali melihatnya Diam bgitu" batin mel
mel memutuskan untuk kembali dan Langsung memilih membersihkan dirinya Dan kemudian Tidur. dan besok malam mereka akan bersandar kembali Ke malaysia. negara yang juga belum pernah ia datangi sebelumnya.
mel terbangun Saat merasa perutnya Sudan sangat lapar. dan melihat dari luar Kamar langit Sudah gelap.ia mencuci wajahnya dan merapikan rambutnya Dan keluar Dari kamarnya. bersamaan keluarnya tari Dan Arnold.
"hai mel, apakah Kau mau makan malam" ucap arnold
"ia kak" ucap mel
"ayo kita kerestoran" ucap arnold
"Dimana tari kak" ucap mel
"Dia sedang tidur Karena kelelahan "ucap arnold
"baiklah kak" ucap mel
Arnold dan mel pun menuju restoran untuk makan, mel kelihatan mencari keberadaan seseorang melihat Ke Arah kanan dan Kiri.
"Kau mencari siapa mel" ucap arnold
"tidak" ucap mel
"kekasihmu" ucap arnold
"siapa kekasihku" ucap mel
"tentu saja tuan abizar" ucap arnold
"Kau Dan tari Salah paham kak" ucap mel
"Salah paham bagaimana kami melihat semuanya mel" ucap arnold
"sudahlah lebih baik Kita makan aku Sudah lapar" ucap mel sambil menyendokkan salad sayur kemulutnya.
"kau ini" ucap Arnold sambil mengacak rambut mel.
Saat Arnold dan mel sedang menikmati makan malam mereka.abizar muncul dengan seorang Gadis cantik terlihat seperti warga negara asing. berjalan bersama, mengambil Makanan bersama sambil bercanda dan duduk ditempat yang sama. mereka terlihat sangat Akrab dan abizar tidak memperdulikan keberadaan mel dan arnold. abizar melewati mereka begitu saja tanpa menyapa atau apapun.
"siapa gadis itu, mengapa mereka begitu akrab" batin mel
ehemmm!! arnold berdeham keras
"Kau kenapa kak" ucap mel
"Kau yang kenapa??? kau cemburu" ucap arnold
"aku cemburu dengan siapa" ucap mel
"tentu Saja dengan mereka" ucap Arnold menunjuk dengan pandangan matanya.
"ah tidak untuk apa aku cemburu kepada mereka kak" ucap mel mengelak
"apa kalian bertengkar" ucap arnold
"tidak" ucap mel singkat
"setauku tuan abizar bukan tipe orang yang suka berbagi cinta" ucap arnold
"aku tidak peduli" ucap mel
"jika ada masalah selesaikanlah mel jangan sampai kalian berdua menyesalinya" ucap arnold
"aku tidak salah dan tidak perlu mengemis maaf padanya" ucap mel
"baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita lihat pertunjukan musical malam ini" ucap arnold.
"tidak Kak, aku ingin langsung tidur" ucap mel
" ya sudah kalau begitu, jangan lupa besok sore kita akan bersandar ke malaysia selama 2 hari" ucap arnold.
" ia aku ingat kak" ucap mel
mereka melanjutkan makanan mereka kembali. arnold lebih dulu selesai makan karena ia akan menonton pertunjukan musical dikapal pesiar yang mereka naiki sedangkan mel ia memilih kembali kekamar dan bersantai dibalkon kamarnya. ia duduk bersantai disana tetapi bayangan abizar dan gadis itu terlintas dipikirannya.
"buat apa aku memikirkan mereka, aku tidak peduli dia mau ada hubungan apa dengan gadis itu" batin mel
gadis itu tidak tenang dan susah tidur karena terbayang abizar dan gadis itu. ia kemudian memilih untuk berjalan menuju area sport. ia ingin main bowling disana.mel berpikir jika nanti ia sudah lelah mungkin lebih gampang baginya untuk tertidur. sesampai disana ia ia melihat abizar dan gadis itu juga disana. terlihat mesra, abizar mengajari gadis asing itu bermain bowling.
"kenapa mereka ada dimana-mana" batin mel
abizar sempat melihat mel akan masuk area tersebut ia memanggil gadis itu.
mel!!! teriak abizar sambil melambaikan tangannya.
mel pura-pura tidak mendengar dan berniat akan pergi dari tempat itu.
"kau mau kemana? " ucap abizar sambil menangkap sebelah tangan mel
"sepertinya aku salah masuk tempat" ucap mel mengelak.
"bergabunglah bersama kami" ucap abizar
"tidak, aku ingin menyusul Kak ar" ucap mel berbohong.
gadis yang bersama abizar datang menghampiri mel dan abizar. kemudian bergelayut manja memeluk lengan abizar.
"honey" ucap gadis asing itu
"perkenalkan mel dia gabriela dia orang Indonesia seperti kita" ucap abizar
"gabriela ini mel temanku" ucap abizar lagi memperkenalkan mel
"hai aku gabriela panggil saja aku gabby" ucap gadis itu sambil mengulurkan tangan pada mel
"hai aku melati tapi kau cukup memanggilku mel" ucap mel
"dia orang indonesia juga ternyata" batin mel
"ayolah bergabung bersama kami, kami akan ke kas•no" ucap gabriela
"apa? kas•no" ucap abizar terkejut dengan permintaan gabby
"ya aku bosan ditempat ini honey, lebih baik kita kesana, karena disana lebih seru" ucap gabriela
" maaf aku tidak bisa, aku sudah ada janji dengan kak ar" ucap mel menolak
"ini pertemuan pertama kita mel sedikit tidak sopan jika kau menolak benarkan honey" ucap gabriela
"benar, ikutlah bersama kami kau pasti belum pernah tau apa itu kas•no" ucap abizar
mel sempat terkejut dengan perkataan abizar. pria itu seperti berusaha menghinanya lagi. lelaki yang kemarin mengaku kekasihnya dan ingin melamarnya merendahkan dirinya didepan wanita yang baru ia kenal. begitu sakit dihati itu yang sekarang mel rasakan. abizar menggandeng gabriela dan mel mengikuti mereka dari belakang. saat memasuki tempat itu mel sangat terkejut bahwa kas•no yang dimaksud abizar dan gabriela adalah adalah arena berj•di. abizar mengajaknya ke tempat perj•dian.
"aku mau kembali kekamarku" ucap mel
"kau sangat payah" ucap gabriela merendahkan
"ikut sajalah ini akan jadi pengalaman bagimu" ucap abizar
"tidak" ucap mel ingin berlalu
"patuhlah" ucap abizar menghalangi mel pergi
"aku tidak perlu patuh padamu" ucap mel mencoba pergi.
"kau ada disini karena aku, jadi seharusnya kau sadar diri untuk patuh padaku" ucap abizar
"oh, kau menyesal sekarang tuan" ucap mel terbata mencoba menahan air matanya dan sakit dihatinya atas perkataan abizar saat ini.
"tetap disini dan nikmati permainan disini" ucap abizar
mel diam berdiri dibelakang abizar, sedangkan gabriela duduk disebelah abizar. wanita itu cukup lihai dalam permainan kartu disini. banyak para pria yang ada diruangan itu memandang ke arah mel. gadis itu begitu merasa risih dengan pandangan para lelaki itu.
"hai gabby" ucap seorang pria dan ikut bergabung duduk dikursi permainan
"perkenalkan al ini abizar dan temannya mel" ucap gabby
"hai perkenalkan aku aliando dan kau gadis cantik siapa namamu" ucap lelaki tersebut sambil memainkan matanya kepada mel
"namanya mel temannya abizar" ucap gabriela
"aku sepertinya tidak ingin main malam ini" ucap aliando
"jadi mengapa kau kesini" ucap gabriela
"tadinya ya tapi sekarang tidak saat aku melihat ada gadis secantik ini berdiri, kasian sekali" ucap aliando sambil menatap liar kearah mel
mel menatap seperti ingin minta perlindungan kepada abizar tetapi lelaki itu hanya diam dan fokus pada permainan kartunya. mel begitu sedih dengan sikap abizar
"nona apa kau ingin menemaniku malam ini" ucap aliando.
"maaf tuan anda salah sangka" ucap mel mencoba menahan sakit dihatinya.
" aku melihat kau begitu bosan disini" ucap aliando
"aku disini saja" ucap mel takut
"tuan abizar bolehkah aku meminjam temanmu sebentar" ucap aliando
"silahkan" ucap abizar
mel terkejut kembali mendengar abizar menyerahkannya kepada pria yang belum ia kenal. mel berpegangan kuat pada kursi yang diduduki abizar.tetapi tidak ada respon apapun dari abizar. aliando menarik tangan mel dan menarik mel keluar dari area kas•no. mel sempat meminta pertolongan kepada abizar tetapi lelaki itu tak bergeming ditempatnya. sedangkan gabriela tersenyum jahat kearah mel, karena ia tau siapa aliando. pria yang senang mempermainkan wanita dan sangat kejam.
"lepaskan aku" ucap mel mencoba melepaskan tangannya dari aliando
"hei, aku tau kau wanita seperti apa, tuanmu saja tidak memperdulikanmu" ucap aliando merendahkan.
"maaf kau salah menilaiku tuan" ucap mel
"kau jangan terlalu jual mahal, berapa yang kau inginkan untuk menemaniku " ucap aliando merendahkan mel lagi
mel begitu tidak terima direndahkan oleh aliando, mel menamp•r pria itu.
plakkkk!!
"kau berani menamp•rku, dasar wanita murah•n" ucap aliando
aliando membalas tamp•ran mel bahkan pria itu menampar kedua pipi mel hingga pipi mel merah dan kedua sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"aku akan memberi kau pelajaran karena berani menamp•rku" ucap aliando
saat itu diluar area kasino sedang sepi aliando mencek•k leher mel karena lelaki itu tidak terima perlakuan dan penolakan mel padanya. mel hampir kehilangan nafasnya akibat cek•kan aliando tenaganya tidak bisa melawan kekuatan lelaki tinggi tegap itu. kemudian lelaki itu menghemp•skan kepala mel kesudut ruangan dengan pembatas kaca.
sesaat itu juga tari penasaran ingin tau apa itu kas•no dan ingin kesana bersama arnold suaminya saat mereka dilantai atas ruangan kas•no mereka melihat seorang lelaki menghempaskan wanita ke pembatas kaca. tari sempat memalingkan wajahnya karena takut dan tidak tau bahwa gadis itu adalah mel sahabatnya karena ia tidak dapat melihat wajah gadis yang sudah berdar•h dan terluka parah
lepaskan gadis itu !!!! teriak arnold
"kau siapa" ucap aliando
"dia adikku, beraninya kau memperlakukannya seperti itu" ucap arnold maju
"sayang minta pertolongan, gadis itu mel dia terluka parah" ucap arnold pada tari
tari yang tadi memalingkan wajahnya kemudian melihat.ia terkejut bahwa benar bahwa gadis itu adalah temannya, ia ingat pakaian yang dikenakan mel. tari berlari meminta pertolongan medis dan pihak keamanan dikapal tersebut.
arnold maju mendekati aliando dan mereka bertar•ng sedangkan mel sudah tidak sadarkan diri. arnold dapat melumpuhkan aliando dengan cepat tepat disaat tari datang dengan tim kesehatan yang langsung memberi pertolongan pada mel dan tim keamanan yang langsung meringkus aliando.sebelum aliansi dibawa arnold mendekatinya lagi.
"mengapa kau melakukan itu pada adikku" ucap arnold
"tuannya yang menyerahkan gadis itu untuk menemaniku" ucap aliando terbata karena menahan sakit akibat puk•lan arnold tadi
"tuan???" ucap arnold
"ya tuan abizar yang menyerahkannya padaku, tetapi gadis itu terlalu jual mahal dan aku memberinya sedikit pelajaran" ucap aliando merasa tidak bersalah dan kemudian berlalu dibawa pihak keamanan.
arnold mengatakan kepada pihak keamanan agar tidak melepaskan aliando mereka akan menempuh jalur hukum sesampai di Indonesia.
lain halnya diruangan kas•no dimana abizar berada. ia melupakan mel, ia sengaja membiarkan aliando membawa mel, agar gadis itu tau bahwa tidak ada yang lebih baik melindungi dan memperlakukan gadis itu selain dirinya. abizar bahkan tidak menyadari apa yang telah terjadi kepada mel.
abizar yang sudah lelah dan beberapa kali kalah memilih kembali kekamarnya, sesaat itu ia baru teringat kepada mel.
"honey, kau mau kemana" ucap gabriela
"aku mau kembali kekamarku" ucap abizar
"apa aku boleh ikut kekamarmu" ucap gabriela menggoda abizar
"aku rasa tidak, aku sangat lelah gabby" ucap abizar.
"ya sudah, sampai jumpa besok pagi kau akan mengajakku jalan-jalan saat tiba di Malaysiakan" ucap gabriela
abizar hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju dan berlalu dari area kasino, saat keluar dari ruang tersebut ia melihat telah terjadi kekacauan disini.
"paling juga orang yang kalah di kas•no yang mengamuk" batinnya
abizar melanjutkan langkahnya menuju kamar, ia sempat menghentikan langkahnya saat melihat kamar mel yang ada disebelah kamarnya.abizar berpikir mel sudah kembali kekamarnya apalagi ini hampir pagi. abizar langsung masuk kamar untuk tidur.
sedangkan arnold dan tari menunggu mel diruangan medis. arnold merencanakan pulang ke Indonesia lebih cepat dari jadwal mereka dan tidak melanjutkan pelayarannya lagi. ia mengkonfirmasi dengan captain kapal dan pihak berwenang dikapal pesiar tersebut mengingat keadaan mel saat ini.
"sayang, mel" ucap tari sambil menangis
"tenanglah sayang, aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu kepada mel" ucap arnold sambil memeluk tari istrinya
" tuan abizar kali ini kau sudah sangat keterlaluan" batin arnold
ia kemudian menghubungi tuan mandala menggunakan sambungan Wi-Fi dikawal tersebut. dan menceritakan apa yang terjadi kepada mel. dan besok siang mereka akan dijemput tuan mandala menggunakan pesawat pribadi. dan besok tuan mandala akan menyewa pesawat lain juga untuk membawa bajing•an bersama pihak berwajib Indonesia dan para pengacaranya yang berani melukai mel. untuk abizar tuan mandala memilih tidak perduli.
siang menjelang saatnya kapal bersandar di Malaysia selama dua hari. abizar sudah bersiap ia mengetuk pintu kamar mel tapi tidak ada sahutan dari dalam. ia membuka kamar dengan pasword yang sudah ia ketahui. kamar itu kosong. ia kemudian kekamar arnold dan tari tidak ada jawaban juga. abizar berpikir mereka sedang berada direstoran. tetapi tidak menemukan mereka. saat sedang mencari mereka ia mendengar orang berbisik tentang kejadian perkelahian di luar kas•no tadi malam.
"kasihan gadis itu terluka parah" ucap seorang wanita kepada temannya
"ia lelaki itu sudah diamankan dan akan dibawa keIndonesia untuk mempertanggungjawabkan jawabkan perbuatannya didepan hukum" ucap wanita lain.
"kau dimana mel, aku menghawatirkanmu" batin abizar
kapalpun bersandar di Malaysia. arnold dan tari turun lebih awal turun membawa mel yang masih kritis yang dibawa tenaga medis.tuan mandala sudah ada dipelabuhan dengan ambulance, para body guardnya, pihak berwajib dan para pengacara.
setelah turun dari kapal mel langsung dimasukkan ke mobil ambulance ditemani arnold dan tari juga.
"kalian urus baj•ngan itu" ucap tuan mandala kepada para bodyguardnya.
"baik tuan" ucap para body guard
tuan mandala masuk ke mobil dan berlalu menuju bandara mengikuti mobil ambulance yang membawa mel.
" kali ini papa sangat kecewa padamu bi" batin tuan mandala
sesampai dibandara mereka membawa mel langsung masuk pesawat pribadi, tuan mandala yang melihat keadaan mel menitikkan air matanya
"putriku kau pasti akan sehat kembali" ucap tuan abizar mengucap kepala mel lembut dan mencium kening gadis itu.
sedangkan abizar terkejut saat berpapasan dengan aliando yang dikawal ketat pihak keamanan kapal dan tangannya diborgol. ia langsung teringat pada mel kemarin mel sempat bersama oleh aliando.
"dimana mel" ucap abizar
"gadis itu sudah aku habisi" ucap aliando
deg... jantung abizar berdetak mendengar perkataan aliando tentang mel
" apa maksudmu" ucap abizar mencengkram kerah kemeja aliando
"dia yang membuatku jadi begini" ucap aliando sambil menunjukkan borgol ditangannya
"maaf tuan kami harus membawa tersangka turun dari kapal sekarang juga karena polisi sudah menunggunya dibawah" ucap petugas keamanan.
"dimana gadis yang dia maksud" ucap abizar
"sudah turun dari kapal dan gadis itu sudah dijemput keluarganya menuju Indonesia untuk mendapatkan perawatan karena ia kritis" ucap salah satu petugas
"apa??? siapa yang membawanya" ucap abizar terkejut
"tuan arnold dan istrinya" ucap salah satu petugas
petugas pun menjelaskan apa yang terjadi kepada abizar dan memperlihatkan cctv kejadian tadi malam. abizar begitu terkejut dan menyesal dengan apa yang menimpa mel itu karena dirinya. ia membiarkan mel dibawa aliando.ia mengacuhkan mel dan tidak melindungi gadis yang ia cintai hanya karena penolakan mel. abizar tidak menyangka aliando memperlakukan mel begitu keji. ia bergegas kembali kekamarnya mengambil barang dan kopernya dan kemudian turun dan akan langsung menuju bandara menyusul mel.