CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
mel dan sherly



mel datang ke cafe yang sudah sherly tentukan setelah menyelesaikan seminarnya hari ini. saat mel tiba sherly sudah ada disana.


"hai" ucap mel


"hai, silakan duduk" ucap sherly


"apa yang ingin kau katakan" ucap mel langsung


"kenapa terburu-buru mel" ucap sherly


"aku harus segera pulang karena anakku menungguku" ucap mel


"apa kau masih mencintai abizar" ucap sherly


"apa maksud dari pertanyaanmu itu" ucap mel


"jawab saja" ucap sherly


"aku lebih baik pergi" ucap mel yang sudah berdiri dari duduknya


"abizar masih mencintaimu, karena kau dia terus menolakku" ucap sherly


"aku dan abizar hanya masa lalu antara kau dan dia aku tidak perduli" ucap mel


"kau menyelesaikan masalah kalian, abizar masih mengharapkanmu" ucap sherly


"urus saja masalah percintaan kalian, jangan bawa aku kedalamnya" ucap mel


"kau egois sekali ternyata, kau tau isi kamarnya isinya tentangmu, kau tau abizar akan marah jika ada yang mengusik foto preweding kalian, seserahan yang kau kembalikan juga masih ada dikamarnya semua tentangmu masih tertata rapi disana, tidak ada tempatku disana apalagi hatinya" ucap sherly


"aku mengembalikan semua miliknya yang bukan hak ku lagi apa itu salah?, haruskah aku membuka luka lama itu kepadamu agar kau tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap mel


"aku tidak perlu tahu, tetapi kau harus memberi penjelasan padanya" ucap sherly


"maaf aku tidak mau, dia sudah menjadi bagian dari masa laluku" ucap mel


"kau sudah melukai abizarku selama ini, aku rela mundur jika memang kau yang ia inginkan" ucap sherly


"maaf sherly kalau kau rela berkorban dengan cara seperti ini kau salah, dalam hubungan itu tidak hanya tentang pengorbanan tapi atas dasar saling percaya" ucap mel


"kau tidak percaya cinta abizar" ucap sherly


"dia yang tidak percaya akan cinta kami pada saat itu, jadi aku mohon cukup membahas ini" ucap mel


"apa kau mencintai dokter rendy" ucap sherly


"tentu saja dia adalah suamiku dan tidak mungkin aku meninggalkan dirinya karena permintaan konyolmu itu" ucap mel


"kau tidak sedang berbohong" ucap sherly


"aku lebih baik pulang dari pada membahas masa lalu dan juga keinginan anehmu itu, permisi" ucap mel berlalu.


mel keluar cafe dengan kesal karena pembahasan sherly tadi, disini yang jadi korban dia bukannya abizar. tapi seolah sherly menyalahkan dirinya atas segala yang terjadi. ia pun masuk ke mobil dan segera melaju dengan cepat mobilnya menuju arah pulang.


sesampai dirumah mel disambut oleh stephani.gadis kecil yang sudah menemani hidupnya selama dua tahun belakangan ini. ia meraih tubuh gadis itu lalu mencium pipinya dengan wangi khas powder bayi.


"mommy mandi dulu ya, dimana papi sayang" ucap mel


"bobo" ucap stephani


"main dulu sama nanny ya" ucap mel


gadis itu mengangguk dan mel langsung kekamarnya untuk membersihkan diri.


"aku tidak boleh mengatakan apa yang terjadi hari ini pada Kak rendy" batin mel


setelah selesai mandi ia kembali ketempat dimana gadis kecil itu bermain, tapi mel lupa membeli shock ice cream dan coklat untuk stephani. ia kembali keluar rumah dan memilih berjalan menuju mini market didekat rumahnya tanpa ia sadari tatapan seseorang mengikuti langkahnya. mel pun sampai dimini market dan langsung mengambil coklat dan icecream favorite stephani lalu menuju kasir. seperti kemarin abizar kembali menghalangi jalan mel saat akan keluar dari mini market.


"sorry sir" ucap mel


meminta agar pria yang menghalangi jalannya. abizar memutar tubuhnya


"hai kita bertemu lagi" ucap abizar


"kau?" ucap mel


"kau tinggal disekitar ini rupanya" ucap abizar


"aku hanya ingin berkunjung kerumahmu" ucap mel


"tidak aku ijinkan, minggir putriku menunggu icecreamnya" ucap mel


"hei, kenapa kau buru-buru sayang" ucap abizar mencekal mel yang mau pergi


"jangan menyentuhku" ucap mel


"kau galak sekali sekarang" ucap abizar


mel hanya diam ia mendorong abizar lalu berjalan cepat pulang kerumah hingga kakinya tersandung dan kakinya masuk ke lubang kecil membuat kakinya terkilir.


awww!!


"sakit" keluh mel


"apa kau baik-baik saja" ucap abizar mendekati mel


"pergi kau dari sini kau dan tunanganmu itu menyusahkanku hari ini" ucap mel


"kenapa kau mau bertemu dengannya" ucap abizar mencoba membantu mel tetapi wanita cantik itu menolak.


"agar dia tidak salah paham padaku dan tidak mengganggu hidupku" ucap mel sambil menahan sakit


" aku hanya butuh penjelasan darimu mel, kenapa kau meninggalkanku" ucap abizar


"kenapa kau mempertanyakan yang kau sudah tau jawabannya, dasar egois kau hanya tau menyalahkan orang lain saja" ucap mel mulai berkaca-kaca


"mel kakimu bengkak, aku akan mengantarmu kerumahmu" ucap abizar


"aku hanya mohon jangan ganggu hidupku lagi" ucap mel melipat kedua tangannya kepada abizar


"ada apa denganmu mel" ucap abizar


"itu yang harus aku tanyakan padamu, kau jahat karena kau icecream dan coklat anakku kotor" ucap mel


"aku akan menggantinya, kau tunggu disini" ucap abizar


"tidak perlu, aku hanya butuh kau tidak mengikutiku dan mencampuri kehidupanku lagi" ucap mel berjalan terpincang menuju rumahnya.


"aku tidak bermaksud seperti itu" ucap abizar


"jadi apa? kau selalu menyakitiku tuan abizar mandala lagi dan lagi " ucap mel yang mulai menitikkan air mata


abizar tetap mengikuti mel. membuat wanita itu kesal tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. dia hanya ingin cepat sampai. stephani menunggunya didepan rumah menanti icecream dan coklat yang dijanjikan. tetapi ia melihat mommynya tanpa icecream dan coklat dengan kaki terpincang.


"mommy" ucap gadis itu menangis


"hei, kenapa menangis anak cantik" ucap mel


"itu" ucap stephani menunjuk kaki mel yang bengkak


"hanya luka kecil, maaf icecream dan coklatnya jatuh" ucap mel berjongkok didepan gadis kecil itu.


"papiiii..... papiiiiii!!!! " teriak gadis kecil itu dengan sangat kencang memanggil papinya


"ada apa nak" ucap Rendy dari dalam rumah


"mommy" ucapnya menunjuk kaki mel


"mel kenapa kakimu bengkak begitu" ucap rendy


"aku tadi kemini maret mau membelikan icecream dan coklat untuknya tapi aku tersandung dan icecream dan coklatnya jatuh" ucap mel


"ayo aku bantu kau masuk, aku akan mengobati kakimu" ucap Rendy kemudian merangkul mel


"tidak perlu Kak, sebentar lagi pasti akan sembuh" ucap mel


"tidak, pokoknya hari ini kau tidak boleh turun dari tempat tidur sampai kakimu tidak bengkak lagi atau kau tidak aku izinkan bekerja" ucap rendy


"baiklah pak dokter" ucap mel


mereka semua masuk kedalam rumah, abizar melihat semuanya. melihat kehangatan mereka dan abizar merasa bersalah kepada gadis kecil itu. ia berpikir selain mengkhawatirkan keadaan mel, gadis itu pasti sedih tidak mendapatkan icecream dan coklatnya yang ia inginkan.


"besok aku akan datang Kesini lagi gadis kecil, aku akan mengganti icecream dan coklatmu" batin abizar lalu berlalu dari depan rumah mel dan rendy