
mel sekarang sedang bersiap keluar dari rumah sakit karena sebelumnya ia dirawat disalah satu rumah sakit di china. ia dibawa kerumah sakit oleh sahabatnya tari yang kebetulan akan ada seminar dinegara ini. dan melihat mel pingsan dibandara saat baru saja tiba di China
"ri, aku mau pulang" ucap mel
"kenapa kau nekat kesini sendiri" ucap tari
" aku hanya ingin menyusul dan minta maaf padanya" ucap mel
" mel kau sedang sakit, bagaimana jika waktu itu kau pingsan dan tidak ada yang mengenalmu disini" ucap tari
"maaf" ucap mel
" aku belum mengabari apapun ke indonesia, besok kita pulang karena pekerjaanku disini sudah selesai" ucap tari
" aku ikut dan rahasiakan ini semua dari mereka ya ri katakan saja kita liburan" ucap mel
"mana bisa begitu mel" ucap tari
" aku mohon" ucap mel
" mel ada masalah dengan tulang punggungmu itu karena cedera yang pernah kau alami dan kau perlu obat agar cepat sembuh dan tidak merasa sakit lagi" ucap tari
" aku janji akan berobat diIndonesia" ucap mel
" kalau kau merasiakannya dari mana kau dapat uang" ucap tari
" tentu saja dengan bekerja" ucap mel
" mel, kau sudah menikah ada seseorang yang bertanggung jawab denganmu dalam suka dan duka tidak dengan cara kau menanggung sendiri" ucap tari sedih
"kali ini saja, aku pasti sembuh ri" ucap mel
" mel semua orang mencarimu, aku dapat kabar abizar berbohong padamu kalau ia ada perjalanan bisnis kesini dia masih di indonesia" ucap tari
deg
deg
mel menangis apa abizar begitu kecewa padanya hingga menjauh darinya padahal ia begitu semangat menyusl abizar hingga menghabiskan isi tabungannya.
"kalian ada masalah apa mel, kalian itu pengantin baru katakan padaku semuanya atau aku menghajar suamimu itu" ucap tari
mel akhirnya menceritakan semuanya kepada sahabatnya tari, dan itu membuat tari tercengang karena ini masalah sepele yang tidak perlu dibesar-besarkan.
"suamimu itu egois kau tidak salah pertama karena m*nstruasi kedua karena kedatangan orang tuanya kenapa dia marah padamu" ucap tari
" mungkin memang aku yang salah ri" ucap mel
"terus bagaimana kalau dia tau kau sedang sakit begini" ucap tari
"dia tidak perlu tahu" ucap mel
" tidak bisa begitu mel, kalian itu suami istri yang harus saling menjaga dan jujur agar tidak timbul masalah" ucap tari
" aku tau jadi aku mohon padamu" ucap mel
"mel, aku tau kau terbiasa mandiri dan menghadapi kerasnya hidup sendiri tapi sekarang banyak orang yang sayang padamu" ucap tari
" kau sayang padaku kan maka jaga rahasia ini dan bantu aku sembuh" ucap mel
" baiklah, apa kau pernah merasakan sakit sebelum pingsan kemarin" ucap tari
" ia aku merasakan sakit sedikit, tapi aku kira hanya kecapean biasa " ucap mel
" aku akan selalu disampingmu mel jangam sedih sendiri ya cerita sama aku " ucap tari menangis sambil memeluk mel
" aku ingin segera pulang, kasian mama dan papa pasti khawatir" ucap mel
" kau selalu mengkhawatirkan orang lain" ucap tari sambil mengusap air matanya.
" aku ingin membelikan sesuatu untuk papa dan mama" ucap mel
" karena aku baik, cantik dan kaya raya aku akan mentraktirmu oleh-oleh" ucap tari
" sombong" ucap mel sambil manyun
"cie... yang masih per*wan padahal punya suami" ucap tari
"kau ini" ucap mel senyum kecut
" besok kita naik pesawat pribadi keluargaku ya biar hemat" ucap tari
"tadi katanya orang kaya" ucap mel
mel hanya tersenyum geli mendengar ucapan sahabatnya itu. ia sangat menyadari tari selalu ada saat ia ada masalah.
keluar dari rumah sakit mel dan tari terlebih dahulu kembali kehotel dimana tari menginap lalu setelahnya mereka pergi berjalan-jalan.
kini kedua wanita itu berjalan menyusuri jajanan dan menikmatinya.
" kita udah kayak ABG ya pergi berduan seperti ini" ucap tari
"ia ri" ucap mel
"bahagia terus ya mel hari ini dan sampai kapanpun" ucap tari
"kau juga" ucap mel
"kapan-kapan ajak kami liburan keluar negeri ya suamimu kan kaya" ucap tari
"sifat melunjakmu kumat lagi" ucap mel
" sekali-sekali mel" ucap tari
" nanti aku pikirkan" ucap mel
mereka melanjutkan perjalanan menyusuri jalan dengan berjalan kaki kepasar tradisional yang menjual sovenir khas negara ini.
hingga malam tiba tangan sudah penuh dengan belanjaan mereka duduk disebuah kedai kecil untuk membeli minum.
"terima kasih ya ri, kau mau jadi sahabatku" ucap mel
" kau bicara apa?, aku sangat sayang padamu mel kau saja yang tidak mau jadi kakak iparku" ucap tari
" itu namanya aku tidak berjodoh dengan kak rendy" ucap mel
" hehehe, ia ya" ucap tari sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" bagaimana rasanya jadi seorang ibu ri" ucap mel
"nano-nano mel tapi aku bahagia tuhan memberikanku anak-anak yang mengerti ibunya harus nguli" ucap tari
" aku juga ingin sepertimu punya anak" ucap mel
" tentu saja mel, semua akan indah pada waktunya, apa rencanamu sampai diindonesia saat bertemu abimu itu" ucap tari
" kita lihat saja nanti ri, aku malas berdebat aku ingin tenang" ucap mel
" ayolah semangat, ini bukan mel yang aku kenal" ucap tari
"ia...ia aku semangat" ucap mel
" aku sering meninggalkan arnold dengan anak-anak mel" ucap tari tiba-tiba
" kau meninggalkan mereka karena karirmu dan kau beruntung memiliki kak ar yang always suport dirimu" ucap mel
" ia mel" ucap tari
" kenapa sekarang kau yang melow" ucap mel
" aku tidak mungkin bilang sama suamiku ataupun orang tuaku kan, aku lebih lega cerita denganmu" ucap tari
" semangat ibu anak 5" ucap mel
" aku hebatkan mel anakku hampir setengah lusin" ucap tari
" sahabatku itu memang hebat selain kaya, cantik, pinter juga punya anak banyak" ucap mel
mereka tertawa hingga sampai dihotel lelah mereka bukan digunakan untuk istirahat melainkan saling menceritakan isi hati tentang kehidupan yang sedang dijalani. sambil packing dan menyusun barang bawaan mereka yang akan dibawa pulang ke indonesia hingga tengah malam kedua sahabat itu saling bercerita. ini tidak akan terulang lagi keduanya sudah menikah dan sibuk mengurus keluarga masing-masing.
pagi telah datang, kedua sahabat itu sudah didalam pesawat pribadi milik keluarga tari.
" kau siapa mel" ucap tari sambil memegang tangan mel
" aku siap, ingat janjimu ri" ucap mel
" tergantung sogokanmu" ucap tari menggoda mel
"please ri" ucap mel
"ia...ia kau tenang saja rahasiamu aman denganmu" ucap tari
" terima kasih sahabatku yang cantik, baik, kaya dan juga banyak anak" ucap mel
" iye, sudah istirahatlah perjalanan kita masih panjang" ucap tari