
karena ketidak sengajaan stephani akhirnya tantenya dan juga mel mengetahui apa yang terjadi antara sherly dan rendy. tari yang begitu sangat heboh mengetahui kakaknya akan menikah langsung menghubungi mel.
📞mel aku ingin mengatakan sesuatu tentang kak rendy
📞 kak rendy akan menikahi sherly
📞kenapa kau bisa tau
📞aku tadi dikirim video
📞aku juga
📞tapi kakakku tidak suka mempublish tentang kehidupan pribadinya
📞 tidak mungkin mamamu juga kan
📞 apalagi mama mana mungkin
📞pasti ulah stephani
📞aku juga berpikir seperti itu
📞 kak rendy bergerak cepat ya tidak seperti abizarmu itu
📞duda selalu terdepan ri, kak rendy bahagia demi stephani
📞aku melihat sherly baik dan bisa dekat dengan stephani
📞aku juga melihat seperti itu
📞besok aku akan interogasi kakakku kenapa tidak mengajakku
📞kalau itu aku tidak tau
📞ya sudah dulu ya anakku menangis mereka tidak bisa melihat mommynya bergosip sebentar
tari mengakhiri panggilannya pada mel. Ia langsung menghubungi abizar
📞Hallo mas
📞ya sayang ada apa, pasti kangen kan
📞kak rendy mau menikah
📞menikah?
📞ia menikah, ayo tebak dengan siapa?
📞aku tidak peduli asal tidak dengan kau saja
📞aku tidak bercanda mas kak rendy akan menikah dengan sherly
📞aku sudah katakan kan mereka itu ada hubungan kau yang tidak percaya
📞ia juga, tapi kak rendy hebat gerak cepat dan tidak buang-buang waktu
📞Hei kau menyindirku sayang
📞tidak
📞terus tadi itu apa
📞ya sudah aku mau tidur bye....
mel memutuskan panggilan teleponnya kepada abizar.
"hebat sekali dokter itu langsung move on, apa dia tidak ingat memeluk kekasihku sambil menangis" batin abizar.
keesokan harinya pagi-pagi rendy meminta bertemu dengan mel dirumah gadis itu. Ia menceritakan rencana kedepannya bersama sherly dan rencana pernikahan mereka.
"aku turut bahagia mendengarnya kak" ucap mel
"kau juga harus bahagia ya mel, katakan kepada Abimu itu untuk segera menikahimu" ucap rendy
"jadi kapan kak" ucap mel
"akhir bulan ini, setelah menikah secara sederhana sherly akan aku bawa ke jerman" ucap rendy
"aku doakan lancar sampai hari H ya kak, dan bahagia sampe maut memisahkan" ucap mel
"amin terima kasih ya mel" ucap rendy
"aku yakin sherly wanita yang baik dan akan jadi ibu yang baik juga untuk stephani" ucap mel
"aku meyakini itu makanya aku mengajak ia menikah" ucap rendy
"aku senang mendengarnya kak, apa kakak perlu bantuanku" ucap mel
"kalau aku tidak ada persiapan khusus mungkin sherly yang lebih perlu bantuan" ucap rendy
"tetapi aku tidak punya nomor ponselnya" ucap mel
"nanti aku akan kirimkan nomornya kepadamu" ucap rendy
rendypun akhirnya pulang karena tari menghubunginya dan meminta bertemu dengan dirinya.
sedangkan mel setelah mendapatkan nomor sherly langsung mengirim pesan singkat kepada wanita yang sedang berbahagia itu.
✉ selamat ya sherly sebentar lagi kau akan menikah dengan kak rendy, kau tidak perlu sungkan meminta bantuanku ya.
tulis mel
sherly mendengar suara pesan masuk saat ia masih dikamarnya dan membuka pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal
"pesan dari siapa ya" batin sherly.
wanita itu membuka pesan singkatnya dan membaca isinya. lalu ia membuka foto profil sang pengirim pesan dan ia melihat ada foto orang yang ia kenal
sherlypun membalas pesan singkat tersebut setelah sebelumnya ia menambahkan nama mel dikontak ponselnya.
✉ terima kasih ya mel, aku pasti sangat butuh bantuan darimu, sore nanti aku akan kerumahmu
tulis sherly
mel kemudian melanjutkan pekerjaan rumahnya dengan membersihkan seluruh sudut rumahnya yang sempat tertunda. setelahbselesai membersihkan rumah mel langsung masak karena perutnya sudah sangat lapar. Ia hanya memasak mie instant dan telur untuk makan siangnya dan setelah makan ia berencana mandi lalu tidur.
"nikmatnya hari minggu" batin mel
ketika mel akan membaringnya tubuhnya keranjang ketukan pintu membuatnya sangat kesal. dan benar adanya abizar sudah ada didepan pintu rumahnya.
"hoam.. ada apa mas" ucap mel sambil menguap
"kau seperti tidak senang aku datang" ucap abizar
"aku mau tidur" ucap mel
"aku ingin mengajakmu jalan-jalan" ucap abizar
"aku tidak mau aku hanya ingin tidur karena sore sherly akan datang" ucap mel
"untuk apa dia kesini" ucap abizar
"meminta bantuan mengurus pernikahannya dengan kak rendy" ucap mel
"kita kapan? " ucap abizar
"kapan apanya" ucap mel
"menikahnya" ucap abizar
"nanti saja itu dibahas aku ngantuk mas" ucap mel
"kau tega aku menunggu terus" ucap abizar
"aku masih trauma nanti mas dengan mudah meninggalkan aku" ucap mel
"dapat kata-kata dari mana itu sayang" ucap abizar
"bukankah dulu mas sempat tunangan dengan sherly berarti sempat berpaling" ucap mel
"ehh bukan begitu ceritanya" ucap abizar membela diri
"pokoknya aku masih trauma dan aku mau tidur" ucap mel
"astaga wanita yang satu ini untung cinta" ucap abizar
"cinta tapi berpaling" ucap mel
"sayang ceritanya bukan seperti itu aku akan sudah jelaskan kemarin" ucap abizar
"sherly pasti bahagia ya dilamar dan menikah dengan kak rendy, karena kak rendy itu pria baik" ucap mel
"aku juga baik kau saja suka negatif thinking pada kekasihmu yang tampan ini" ucap abizar
"mas abi harus belajar dari kak rendy" ucap mel
"belajar apa aku dan dia beda jurusan" ucap abizar
"maksudnya?? " ucap mel
"aku seorang pemilik perusahaan dan dia seorang dokter" ucap abizar
"ya sudah aku mau tidur mas disini saja tunggu sampai sherly datang ok" ucap mel sambil berlalu kekamarnya.
abizar berusaha menghentikan mel masuk tetapi gadis itu langsung masuk dan mengunci kamarnya.
"aku harus mengunci kamarmu, agar tidur nyenyak dan mas abi tidak bisa macam-macam dan memanfaatkan keadaan" batin mel
akhirnya abizar duduk diruang tamu ia menunggu mel tidur dikamar sambil menunggu sherly datang.
"sabar bi, kekasihmu itu cewek labil" batin abizar sambil menarik nafas
lama kelamaan abizar mengantuk dan tertidur disofa ruang tamu mel hingga suara ketukan pintu mengejutkannya. ia keluar untuk membukakan pintu dan ternyata sherly sudah tiba.
"kau, kenapa kau disini" ucap sherly tidak suka
"ini kan rumah kekasihku" ucap abizar santai
"kalian?? " ucap sherly dengan raut wajah curiga
"singkirkan pikiran kot•rmu itu" ucap abizar
"mencurigakan" ucap sherly
"mel sedang tidur, dan aku disuruh menunggumu" ucap abizar
"benar-benar mencurigakan" ucap sherly
"kau tanya saja pada mel" ucap abizar
mel keluar dari kamar dengan handuk dikepalanya karena ia baru saja mandi setelah bangun tidur.
"hai sher" ucap mel
"hai mel" ucap sherly
"kalian berdua?? ucap sherly sambil menunjuk mel dan abizar secara bergantian
"eh.. aku sudah hilangkan pikiran k•tormu itu" ucap abizar
"sepertinya setelah aku dan kak rendy kalian juga harus disegerakan" ucap sherly