CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
berhak bahagia



setelah mendapat kabar bahwa abizar akan membawa kedua orang tuanya kerumah mel nanti malam gadis itu pun bersiap. ia akan memasak makan malam mereka. mel membersihkan dan merapikan rumahnya. ia berkutat sendiri dengan semangat membersihkan rumah dan memasak sendiri. untuk penampilannya ia memilih tampil seadanya dan berhias sendiri saja. ia tidak mengundang siapapun karena ia memang ingin merahasiakannya dulu.


mel sudah selesai membersihkan seluruh sudut rumahnya dan merapikan semuanya. sekarang ia akan kedapur untuk memasak makanan untuk makan malam. tanpa terasa waktu berputar dengan sangat cepat dan jam sudah menunjukkan pukul lima sore. hidangan juga sudah siap hanya tinggal menghidangkannya saja. ia mengambil piring dan gelas yang ada dibuffet lemari yang jarang dipakai. ia mengeluarkannya dan mencucinya kembali karena kotor oleh debu.


ada suara deru mobil mengusik mel ternyata abizar yang datang. mel keluar menyambut abizar.


"sore sayang ada yang bisa aku bantu" ucap abizar


"tidak mas, semua sudah selesai" ucap mel dengan wajah yang terlihat lelah


"kau pasti kerja keras sendiri hari ini untuk mengambil hati calon mertua" ucap abizar


"tidak juga, aku sudah mengambil hati putra mereka jadi tidak terlalu sulit mengambil hati para orang tua" ucap mel


"kau memang terbaik sayang" ucap abizar


"ya sudah sana pulang, aku mau beres-beres lagi terus mandi" ucap mel


"kau mengusirku sayang" ucap abizar


"kalau mas tidak pulang gimana mama dan papa mau datang" ucap mel


"mereka kan sudah tau kesini, aku tunggu disini saja" ucap abizar


"boleh saja sih, tapi takutnya papa dan mama membawa calon yang lain untukku" ucap mel


"astaga mana mungkin seperti itu" ucap abizar


"makanya pulang, mandi bersiap yang ganteng baru kesini lagi sama mama dan papa" ucap mel


"baiklah sayang kali ini aku tidak marah kau usir" ucap abizar


pria tampan itu kemudian masuk kembali kemobilnya dan pergi meninggalkan rumah mel.


"aku mana bisa bersiap jika ada mas abi" batin mel


mel masuk kembali kerumahnya ia mengeringkan piring yang tadi ia cuci. menutup semua jendela rumah karena hari mulai gelap. ia menata hidangan yang tadi ia masak diatas meja. kemudian ia pergi mandi dan akan bersiap-siap.


jam sudah menunjukkan pukul 19:30 sebentar lagi abizar dan kedua orangtuanya akan tiba. abizar mengabari mel melalui pesan singkat bahwa abizar akan segera berangkat menuju rumah mel.


mel sudah selesai berdandan untuk malam ini. ia tinggal menunggu kedatangan abizar. walau ia sudah pernah dipinang oleh abizar lima tahun yang lalu tetapi kegugupan masih menghampiri jiwanya.


"ya Allah ringankanlah dan lancarkanlah segalanya, amin" doa mel dalam hati.


ada deru mobil didepn rumah mel dan sudah pagar mel yang sedang dibuka. mel mengintip dari jendela memang benar adanya abizar telah sampai bersama kedua oeang tuanya. mel segera keluar rumahnya dan menyambut abizar dan kedua orang tuanya.


" assalamualaikum, anak mama yang cantik" ucap nyonya rossa saat turun dari mobil


" walaikumsalam ma" jawab mel tersenyum


nyonya rossa langsung memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri mel.


" mama rindu sekali denganmu nak" ucap nyonya rossa


"mel juga ma, maaf ya mel jarang kerumah" ucap mel


"sebentar lagi setiap hari kerumah mama" ucap nyonya rossa


tuan mandala keluar dari mobil dan melihat istrinya dan mel yang saling menyayangi


"mama kalau ketemu mel terus deh papa dilupain" ucap tuan mandala


"papa cemburu banget tidak tau kalau wanita sudah ketemu" ucap nyonya rossa


mel menghampiri tuan mandala dan mencium tangannya bentuk hormatnya.


"apa kabar pa" ucap mel


"papa sehat nak" ucap tuan mandala sambil mengusap kepada mel


"ayo pah kita masuk" ucap mel


"sayang kau melupakanku" ucap abizar menyambung


"sedikit" ucap mel


mereka pun tertawa mendengar ucapan mel. akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah mel dan duduk diruang tamu rumah itu.


"sebentar mel ambilkan minum dulu untuk mama dan papa" ucap mel


"aku juga mau sayang" ucap abizar


" baiklah" ucap mel


"sayang kau taukan nak maksud kedatangan papa dan mama kesini" ucap tuan mandala


"ia pa" ucap mel


"abizar bilang kepada kami bahwa kau sudah siap untuk menikah dengannya, apakah itu benar nak" ucap tuan mandala


"ia pa" ucap mel


"nak, kau tidak terpaksa mau menikah dengan abizar kan" ucap tuan mandala


"papa bicara apa?, aku tidak pernah memaksanya" ucap abizar melakukan pembelaan


"kau diam dulu papa kan bertanya pada mel" ucap tuan mandala


"ia pa mel sudah bersedia menikah dengN mas abi dan bukan karena terpaksa" ucap mel


"papa dan mama akan selalu mendukung pilihan kalian. semoga kalian bahagia dan saling melengkapi" ucap tuan mandala


"terima kasih pa" ucap mel


nyonya rossa mengeluarkan kotak perhiasan dari tasnya.


"nak, kau pasti sudah tau kotak ini karena sebelumnya mama pernah memberikannya padamu dulu. mama harap kau benar-benar jadi menantu mama" ucap nyonya rossa sambil membuka kotak perhiasannya dari mertuanya dulu dan memakaikannya kepada mel sebagai perhiasan turun temurun.


"terima kasih ma" ucap mel terisak


"jangan menangis sayang kau berhak bahagia nak jika bahagiamu memang abizar kami doakan kalian akan menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah warohmah" ucap nyonya rossa


"amin terima kasih ma" ucap mel


" ini cincin yang baru nak, mama ga mau pakai cincin kalian yang dulu mama cuma mau anak-anak mama bahagia" ucap nyonya rossa


"terima kasih ma" ucap mel


"abi sekarang pakaikan cincinnya pada mel lalu sebaliknya" ucap nyonya rossa


abizar dan mel berdiri dan saling memakaikan cincin. mel masih tetap terharu walau abizar pernah melakukan ini lima tahun yang lalu


"mel, aku akan berjanji akan menyanyangimu dan menjagamu" ucap abizar


"aku juga berjanji akan menemanimu dalam keadaan apapun mas" ucap mel


mereka kembali duduk setelah cincin masing-masing sudah terpasang.


"jadi kapan rencana kalian menikah jangan lama-lama lagi" ucap tuan mandala


"bulan depan, bagaimana sayang" ucap abizar


"terserah mas abi saja" ucap mel


" itu terserah kalian kalau butuh bantuan katakan pada papa" ucap tuan mandala


"mel kata abi kamu tidak mau pesta pernikahan" ucap nyonya rossa


"maaf ya ma mel memang ingin yang sederhana saja" ucap mel


"saran mama kita buat pesta sedehana saja untuk mengumpulkan para keluarga" ucap nyonya rossa


"itu boleh juga ma" ucap abizar


"garden party juga simple kan" ucap nyonya rossa


"ia papa rasa juga begitu, gimana nak apa kau setuju" ucap tuan mandala


"ia pa mel ikut saja bagaimana baiknya" ucap mel


"baiklah kalau begitu mari kita makan, papa sudah rindu sekali masakan mel" ucap tuan mandala


"mama juga" ucap nyonya rossa


"ayo ma pa " ucap mel


"aku tidak diajak" ucap abizar pura-pura merajuk


"mas abi juga" ucap mel


"terima kasih sayang" ucap abizar


dan mereka pun menuju meja makan dan menikmati makan malam diselingi canda dan tawa.