CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
rasa itu



abizar terkejut dengan tepukan dibahunya dan sangat kesal setelah mengetahui itu adalah ricky.


"hei aku tanya kalian sedang apa" ucap ricky


"tentu saja berdansa" ucap abizar berkilah


"mana ada gerakan dansa begitu" ucap ricky


"ada, kau saja yang tidak tau" ucap abizar


"tadi itu berpel•kan namanya bukan dansa" ucap ricky


"oh, kau membohongiku dan ambil kesempatan menyentuhku dasar mes•m" ucap mel meninggalkan abizar dan ricky


"semua ini gara-gara kau gondrong" ucap abizar


"kau ini mau melangkahi sesi ci•manku dengan bella tidak bisa bro" ucap ricky


"kau ini, menyebalkan sekali mengganggu kami saja" ucap abizar


"kami?? bukannya kau yang ingin memperdaya gadis polos itu" ucap Ricky


"kau lihatkan dia jadi marah padaku" ucap abizar


"bi, aku sahabatmu jika kau ingin mem•luknya atau menc•umnya kau harus ijin dulu pada mel itu baru lelaki sejati, bukan mencuri"ucap ricky


"mencuri??? " ucap abizar


"ya mencuri, kau ambil kesempatan dalam kesempitan dengan berdansa suasana redup lampu yang mendukung, sana kejar dia dan minta maaf.sebentar lagi sesi lempar bunga aku berharap kau dan mel yang menangkapnya" " ucap ricky sambil main mata kemudian kembali kearah pelaminan.


"kemarin papa yang bilang aku maling saat aku hampir menc•um mel, sekarang sigondrong itu juga bilang begitu padahal tadi hampir saja aku berhasil menc•um mel"batin abizar yang kesal


abizar pun mencari mel kemana-mana akhirnya ia melihat mel keluar dari toilet wanita.


"kau marah padaku" ucap abizar


"ia" ucap abizar


"aku mohon maafkan aku mel" ucap abizar


"kau ambil kesempatan lagi padaku jahat sekali, kau pasti berpikir aku perempuan gamp•ngan kan" ucap mel dengan raut wajah sedih dan memukul-mukul dada abizar.


"sttt siapa yang berkata seperti itu, aku mencintaimu dengan sangat tulus, dan tadi itu aku hanya terbawa suasana saja mel" ucap abizar


"kau jahat" Ucap mel


"apa tadi kau tidak merasakan detak jantungku, apa kau tidak merasakan sesuatu saat tadi berdekatan denganku" ucap abizar


deg.. jantung mel berdetak mendapat pertanyaan itu dari abizar.


"kenapa kau diam, kau merasakannya kan mel" ucap abizar lagi


"tidak, aku tidak merasakan apapun" ucap mel


"kau pasti bohong, tadi kau pasti terpesona padaku"ucap abizar bangga


"dasar sok ganteng" ucap mel


"aku memang ganteng" ucap abizar


"astaga dosaku semakin bertambah kalau berbicara denganmu" ucap mel ia kemudian menuju ballroom kembali.


"aku tau mel kau punya rasa yang sama denganku" batin abizar


abizar mengejar mel dan mendekati gadis itu lagi. mel memasang wajah cemberutnya pada abizar. kini para single baik lelaki dan perempuan berkumpul ditengah. kini saatnya sesi lempar bucket bunga pengantin. ricky dan bella akan melempar bucket bunga secara bersama dengan membelakangi para tamu dan melemparnya secara bersamaan dan akan ditangkap oleh para single.abizar dan mel Juga turut serta atas permintaan ricky. kini mc memberi aba-aba kepada ricky dan bella dan para single bersiap menangkapnya.


1


2


3


Ricky dan bella melempar bucket bunga pengantin dan langsung ditangkap abizar dan mel secara bersamaan. Ricky dan bella tersenyum puas melihat siapa yang berhasil menangkap bucket mereka.


"selamat Bro selamat mel, semoga kalian segera menyusul"ucap Ricky dengan menggunakan microphone


abizar dan mel langsung tersadar saat tubuh mel dengan posisi hampir jatuh di tubuh abizar yang menahan tubuh mel dengan tangan mereka sama-sama memegang buket tersebut.


"maaf" ucap mel lalu mencoba berdiri tegak kembali


"tidak masalah, ini untukmu" ucap abizar sambil menyerahkan bucket bunga pengantin untuk mel.


"terima kasih sudah menangkapku"ucap mel


"kita menangkap bunga mel" ucap abizar tersenyum puas


"kalau kau tidak menangkapku, aku pasti jatuh" ucap mel merasa bersalah


"yang penting kita berhasil mendapatkannya, ini jadi tanda mel" ucap abizar


"tanda apa" ucap mel


"kau mulai lagi" ucap mel


"aku tidak mengarang cerita itu mitos yang dipercaya, jika siapa saja yang berhasil menangkap bucket pengantin akan segera menyusul kepelaminan " ucap abizar


"ia.. ia aku percaya kau yang terbaik" ucap mel bohong


"ia kau mau menikah denganku" ucap abizar


"ia aku percaya mitos tadi tuan"ucap mel tersenyum pura-pura.


"kau jangan senyum begitu nanti aku bisa khilaf lagi" ucap abizar.


merekapun akhirnya berdamai kemudian naik kelas pelaminan untuk mengucap selamat kepada Ricky dan bella.


"selamat ya kak ric dan bella" ucap mel


"selamat juga untuk kalian, aku yakin kalian pasti berjodoh dan segera menyusul kami" ucap ricky


"amin" ucap abizar menyambung dari belakang mel


"kau pulang dengan siapa mel" ucap Ricky walaupun ia tau jawabannya


"aku pulang dengan mas abi" ucap mel


"mas, waw hubungan kalian sudah sejauh itu rupanya, aku sepertinya ketinggalan banyak tentang kalian" ucap ricky


"hehehe ia kan sudah tua kak jadi wajar aku memanggilnya mas" ucap mel berkilah


"hahaha ia juga ya mel, sudah tua dan tidak laku-laku kasian sekali" ucap ricky


"hei gondrong kau senang sekali menghinaku ya" ucap abizar.


"tentu saja" ucap ricky tersenyum licik


"ya sudah Kak kami pamit dulu ya" ucap mel


"hati-hati, aku tunggu kabar bahagia dari kalian" ucap ricky


"tunggu saja" ucap abizar memainkan mata pada Ricky.


abizar dan mel jalan beriringan keluar ballroom menuju lift. dan saat sampai dilobby ternyata sedang hujan dan mobil abizar diparkir diluar karena tadi parkir penuh. ia membuka jasnya dan memberi kepada mel karena udara yang semakin dingin karena sudah malam didukung oleh hujan.


"kau disini dulu ya aku mau ambil mobil" ucap abizar


"tidak aku ikut kau saja biar cepat mas" ucap mel


"nanti kau basah dan terjatuh dengan hells setinggi itu jalan basah pasti licin" ucap abizar


"tapi kau tidak akan meninggalkanku kan" ucap mel khawatir


"mana mungkin mel, aku hanya ambil mobil sebentar" ucap abizar


mel hanya mengangguk. abizar pun berlari menerjang hujan yang sangat deras menuju mobilnya.seluruh pakaiannya seketika basah. ia langsung masuk mobil dan berbelok menuju lobby dimana mel berada. mel masuk kedalam mobil dan melihat abizar sudah basah kuyup karena menerjang hujan tadi.


"pakaianmu basah mas, kau nanti bisa sakit" ucap mel khawatir tanpa sadar memegang pipi abizar yang basah.


"aku tidak akan sakit kan ada kau disampingku" ucap abizar yang begitu senang mel mengkwatirkan dirinya sambil melajukan mobilnya.


"gombal" ucap mel


"kau mengkhawatirkanku mel" ucap abizar


"bagaimana aku tidak khawatir kau basah seperti ini mas" ucap mel melihat abizar yang mulai kedinginan dan terlihat tubuhnya menahan dingin


"kau mau membantuku agar tidak kedinginan" ucap abizar bergetar.


"ia tentu saja" ucap mel


"berjanjikan kau tidak akan marah jika aku melakukannya" ucap abizar sedikit khawatir


"aku berjanji" ucap mel tersenyum penuh tanya.


abizar memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. nafasnya sudah kacau seperti isi kepala dan irama jantungnya. rasa dingin beradu dengan rasa yang ingin ia sampaikan kepada mel dan ia butuh penuntasan segera dengan gejolak yang selama ini ada didalam hatinya. ia menatap mata mel lama dan menggenggam tangan gadis itu seolah meminta ijin padanya. ia mendekatkan wajahnya pada mel dan menangkup kepala gadis itu dengan kedua tangannya dan langsung menempelkan b•birnya pada mel dan menc•um bibir gadis perlahan dan begitu lembut. mata mel terbelalak ia mencoba melepas ci•man dari abizar dengan mendorong dada pria itu. tapi tidak berhasil entah mengapa ada rasa yang ia rasakan yang tidak ia pahami.


mel malah menutup matanya, membiarkan abizar. gadis itu menerima ci•man dari abizar walau tanpa membalasnya tapi sesaat kemudian air mata mengalir begitu saja dari pelupuk matanya yang menghentikan abizar saat itu juga.


abizar melepas ci•manya ia menggenggam dan mencium kedua tangan mel. dengan suara bergetar menahan rasa dingin bercampur kegugupannya.


"Mel, i love you so much jadilah kekasihku, istriku dan jadilah ibu dari anak-anakku" ucap abizar.


mel hanya menangis menanggapi apa yang abizar katakan.


"kau marah padaku mel, jika kau tidak mau aku tidak apa dan akan terus menunggumu" ucap abizar lagi.


"aku mau mas, kali ini aku percaya padamu, aku merasakan rasa itu mas sama seperti yang kau rasakan padaku" ucap mel


"terima kasih sayang aku berjanji akan membuatmu bahagia " ucap abizar sambil meraih tubuh mel dan lalu memeluk erat tubuh mel.