
pagipun datang keadaan mel jauh lebih baik dan sudah stabil.ia akan dipindahkan ke ruang rawat inap.seluruh keluarga mandala sudah dirumah sakit sejak pagi sekali begitu juga arnold hanya tari yang tidak ada disana karena ia ada kuliah pagi tetapi akan datang setelah mata kuliahnya selesai. mel kluar dari ruang ICU disambut oleh orang-orang yang begitu menyayanginya. bednya didorong oleh para perawat menuju ruang rawatan. sesampai diruang rawat arnold membantu menggendong mel untuk berpindah ke tempat tidur diruang rawat.
akhh!!!! keluh mel
"Dimana yang sakit mel" ucap arnold
"aku sedikit pusing saat mengangkat kepalaku kak" ucap mel
"ya sudah jangan dipaksa dulu" ucap arnold
mel hanya mengangguk tanda mengerti, matanya mengarah kepada tuan mandala, nyonya rossa dan katrine. ia dikejutkan kehadiran abizar yang juga ada. ia segera memalingkan wajahnya.
"sayang mama bersyukur kau sudah sadar, semangat ya sayang" ucap nyonya rossa sambil mengecup kening mel.
"nak, papa senang kau sadar, semoga kau cepat pulih seperti sedia kala" ucap tuan mandala.
"pa, aku bisa minta sesuatu padamu" ucap mel
"apa itu nak" ucap tuan mandala.
"aku tidak ingin lelaki itu ada disini dan ada didekatku, aku mohon" ucap mel
"baiklah nak" ucap tuan mandala
"tetapi sayang abi menyesal dan ingin minta maaf padamu" ucap nyonya rossa mencoba menjelaskan.
"akhh.. kepalaku sakit kak" keluh mel pada arnold.
"baik kami semua akan tunggu diluar agar kau bisa istirahat" ucap arnold
mel hanya menjawab dengan anggukan karena memang benar adanya kepalanya sedang sangat pusing. ia hanya ingin tidur untuk mengurangi sakit di kepalanya tetapi bayangan saat abizar menghinanya bakal memberinya pada lelaki itu membuat pipinya basah kembali oleh air mata.
saat mereka semua keluar termasuk abizar.
"aku tidak akan menyerah mel aku akan menebus segala kesalahanku kepadamu" batin abizar.
sebenarnya abizar ingin berbicara dengan mel, meminta maaf tapi ia takut mel drop kembali karena. jadi ia menunggu waktu yang tepat untuk bertemu mel. sore menjelang tari sudah menyelesaikan mata kuliahnya ia akan kerumah sakit menjenguk mel. saat masuk kedalam mobilnya dan akan memasang seatbelt ponselnya berdering. tertulis nama kak Rendy disana yang tak lain kakak laki-lakinya. tari adalah 3 bersaudara memiliki 2 kakak laki-laki dan tari adalah anak paling kecil. dan tari yang lebih dulu menikah dari kedua kakaknya.
"kak Rendy, tumben dia meneleponku sore begini" batin tari
📞hallo kak .ucap tari
📞halo ri, kau dimana? . ucap rendy
📞aku masih dikampus kak, dan mau kerumah sakit. ucap tari
📞cepat jemput aku sekarang dibandara. ucap rendy
📞kakak sekarang diIndonesia? ucap tari
📞ia cepatlah jemput aku, aku sudah dihina banyak wanita disini. ucap rendy
📞dasar jelangkung,pulang tidak bilang-bilang.ucap tari
📞sudah jangan banyak tanya, cepat jemput aku. ucap rendy
📞baiklah sabar-sabar. ucap tari lalu memutuskan sambungan teleponnya.
tari pun mengirim pesan kepada arnold suaminya bahwa ia akan menjemput kakaknya lalu tari melajukan mobilnya menuju bandara. setelah hampir 1 jam ia sampai dibandara dan mencari kakaknya yang menunggu di coffee shop yang ada dibandara.
"hai kak" ucap tari
"hai adik kecilku yang sudah menikah" ucap rendy
"kenapa tiba-tiba sekali pulangnya" ucap tari
"kau bukannya senang kakakmu pulang" ucap tari.
"bukan begitu pak dokter, tapi tidak kasih kabar mau pulang" ucap tari
"itu namanya surprise, ayo kau mau pesan apa" ucap rendy
"tidak aku mau makan bersama suamiku saja, dia pasti nenungguku" ucap tari
"aku lupa kalau adikku sudah menikah, ya sudah ayo" ucap rendy.
selama didalam mobil, tari nenjelaskan bahwa ia harus kerumah sakit menjenguk sahabatnya dan arnold juga membantu menjaga sahabatnya itu. membuat kakaknya penasaran dengan sosok sahabat adiknya tersebut dan memutuskan ikut menjenguk sahabat adiknya tersebut.
"ri, apakah sahabatmu itu cantik" ucap rensy
"cantik dan baik hanya nasibnya saja tragis" ucap tari
"maksudnya? " ucap rendy
"ceritanya panjang kak, kau kapan menikah kak" ucap tari
"dasar playboy naas, kemana wanita-wanita bulemu itu" ucap tari
"aku sekarang serius ri ingin cari calon kakak ipar untukmu, bantu aku ya atau kenalan aku kepada sahabatmu itu" ucap rendy
"dia tidak suka playboy" ucap tari
"aku sudah insyaf" ucap rendy
tak terasa mereka sudah sampai dirumah sakit dimana mel dirawat.
tari turun dari mobil dengan kakaknya Rendy mereka berjalan beriring menuju kamar mel. sesampai didepan kamar mel semua mata menatap kepada orang yang bersama tari.
"hai sayang" ucap tari sambil mencium pipi suaminya
"hai sayang kenapa lama sekali" ucap arnold
"hallo om dan tante" ucap tari kepada tuan dan nyonya rossa
"hallo tari" ucap tuan mandala
"maaf sayang, perkenalkan ini Kak Rendy kakak ku yang pernah aku ceritakan padamu, dia baru datang dari Jerman hari ini" ucap mel
"hai kak, maaf saya tidak bisa mengenali kakak sebelumnya, karena saya belum pernah bertemu hanya mendengar cerita dari tari" ucap arnold sambil mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan.
"tidak masalah, kau sesuai yang diceritakan tari katanya ia punya suami yang tampan" ucap Rendy menyambut jabatan tangan arnold.
"sayang aku masuk dulu ya lihat mel,ayo kak" ucap tari
"semuanya kami masuk dulu ya" ucap rendy
tari masuk dan melihat sahabatnya sedang melamun.
"awas anak perawan nanti kesambet kalau melamun" ucap tari mengejutkan mel
"ri, kau sudah datang" ucap mel sambil tersenyum.
"bagaimana keadaanmu sekarang" ucap tari
"jauh lebih baik, hanya kepalaku masih sering sakit" ucap mel.
"nanti saat dokter visite kau katakan saja apa yang kau rasakan" ucap tari
"baiklah" ucap mel
"kau menangis lagi lihat matamu sembab sekali" ucap tari memperhatikan wajah sahabatnya yang basah dan mata yang sembab"
"tidak, mungkin karena aku terlalu banyak tidur jadi begini" ucap mel berkilah
"apa kau menangisi baj•ngan itu lagi atau baj•ngan itu membuat kau menangis lagi" ucap tari emosi
"tidak ri" ucap mel
"aku melihat dia diluar dasar lelaki tidak tau diri" ucap tari.
"ri" ucap mel
"kau tidak boleh menangis karenanya lagi mel, kau harus bahagia" ucap tari sambil memeluk mel.
ehemmm!! rendy berdehem
"oh maaf, mel kenalkan ini kakakku Rendy kakak tertuaku dan ia sudah tua tapi sudah insyaf"ucap tari
"Rendy kakak tari yang cerewet yang masih masih kecil tetapi sudah menikah" ucap rendy
"aku mel kak" ucap mel tersenyum.
"mel kakakku ini playboy jadi kau harus hati-hati" ucap tari
"kau ini jahat sekali jadi adik" ucap rendy
"dia seorang dokter di Jerman dy baru datang dan mau cari jodoh" ucap tari
"mel, apa kau tidak curiga bagaimana arnold mau menikah dengan wanita cerewet seperti dia" ucap rendy
"sebenarnya aku curiga dari awal dia pakai pelet kak" ucap mel
"dasar sahabat l•knat kalian memang cocok sama-sama jomblo dan iri padaku" ucap tari pura-pura marah.
"aku senang melihat tawari ini mel, semoga memang benar jika kau cocok dengan kak rendy" batin tari.
merekapun tertawa dengan kekonyolan mereka masing-masing. tawa mereka terdengar sampai keluar ruangan mel.
"kau begitu membenciku, tetapi kau bisa tertawa lepas dengan orang yang baru kau kenal mel" batin abizar