CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
H-1



hari ini mel sedang sibuk memindahkan barang-barang yang ada diruang tamu menuju gudang. mel sengaja meliburkan para karyawan nya agar dapat membantunya berkemas rumah untuk acara resepsi pertunangan dirinya dan abizar. karyawannya sungguh dengan senang hati membantu bos mereka tersebut. setelah membantu mel memindahkan seluruh barang diruang tamu mereka membantu membersihkan seluruh bagian rumah.


kini mel sedang didapur memasak makanan untuk makan siang dan minuman segar untuk para karyawan dan team WO yang akan mendekorasi ruangan tamu sesuai konsep yang sudah disepakati. tak lupa ia juga membuat beberapa camilan. mel masih menyempatkan diri melakukannya. ponselnya berdering tertulis nama abizar disana. kekasihnya mengatakan bahwa team WO Akan datang disore hari dan abizar juga akan datang untuk melihat hasilnya. setelah selesai menerima telepon dari abizar. mata mel menatap figura dirinya dan kedua orang tuanya. hatinya tiba-tiba sedih dan teringat kedua orang tuanya yang harusnya mendampinginya melewati momen hari kebahagiannya dan menerima pinangan dari sang kekasih. tetapi itu tidak bisa terjadi karena kedua orang tuanya sudah tiada. mel mengusap figura tersebut dan meneteskan air matanya.


"ayah dan bunda bahagia juga kan melihat aku berbahagia, abizar mencintaimu dan akan menjaga untuk kalian" gumam mel dalam hatinya sambil menghapus air matanya walau hatinya masih sesak dan senggugukan masih bisa terlihat.


"mel" ucap tari sambil merangkul sahabatnya itu


"kau datang ri, diraba audrey" ucap mel


"dia aku titip sama mama, aku ingin membantu sahabatku menuju hari bahagianya" ucap tari


"kenapa kau tidak membawanya, aku merindukan keponakanku itu" ucap mel


"kalau dia ikut aku tidak bisa membantu kau bersiap" ucap tari


"terima kasih ri" ucap mel sambil memeluk sahabatnya


"kau jangan sedih, papa dan mama sudah menganggapmu seperti anak jadi kau jangan merasa sendiri" ucap tari


"terima kasih ri" ucap mel


"besok mereka akan datang lebih awal untukmu sebagai orang tuamu menerima lamaran abizar pada dirimu jadi kau jangan sedih lagi ya" ucap tari


"tapi kenapa kau ikut menangis" ucap mel


"ini tangis bahagia dariku melihat sahabatku besok akan bertunangan dan akan menikah dengan seorang CEO" ucap tari


"kau memang sahabat terbaikku ri" ucap mel


"kau tau mel, mama sengaja mencari warna pakaian yang senada dengan kebayamu jadi besok kita akan memakai baju dengan warna yang sama seperti seragam keluarga menyambut keluarga abizar" ucap mel


"kalian sungguh baik padaku, aku sungguh beruntung ri" ucap mel


tari pun ikut membantu mel berbenah, kali ini ia hanya dalam seorang diri karena suaminya bekerja dan baby audrey ditutup ke sang eyang. ibu muda satu anak ini sangat memanfaatkan waktu ini untuk membantu sahabatnya. kamar mel juga harus dihias agar terlihat rapi itu saran dari tari. ia merapikan kebaya dan segala perlengkapan mel dihari esok.


"kau sudah siap jadi istri mel" ucap tari


"kalau belum siap tidak mungkin sejauh ini ri" ucap mel


"sebentar lagi kau akan jadi istri seorang CEO ternama dan terkenal, kau tidak boleh melupakannya ya" ucap tari


"melupakan bagaimana" ucap mel


"kau pasti nanti akan menjadi sosialisasi seperti mertuamu dan mamaku" ucap tari


"kau ini aku tetap seperti ini ri tidak akan berubah" ucap mel


"kau nanti akan jadi istri CEO, bergaul dengan kaum kelas atas dan memakai barang branded" ucap tari


" itu kau atau aku" ucap mel


"tentu kalah mel" ucap tari


"sudahlah pembicaraanmu mulai aneh lebih baik kita sekarang makan siang, aku sudah lapar" ucap mel


"kau masak apa tadi" ucap tari


"mmmm rahasia" ucap mel sambil menarik sahabatnya itu.


mel turut mengajak para karyawan yang membantunya untuk makan siang bersama. mel mengambil makanan yang tadi ia masak di dapur dan menata makanan diatas meja.


"ayo semua makan jangan malu-malu" ucap mel


"terima kasih Mbak mel" ucap salah satu karyawannya


"kau masak banyak sekali" ucap tari


"kita kan banyak" ucap mel


"yang sebentar lagi jadi nyonya pasti tidak akan kedapur lagi" ucap tari


"tentu aku kedapur untukmembuat makanan yang diminta suamiku" ucap mel


"yang namanya suami ya mel, mereka hanya butuh yang satu itu mel, apalagi pengantin baru" ucap tari


"butuh apa ri" Ucap mel serius


"ahh, masa mau tidak tau" ucap tari


"tidak" ucap mel


"kau harus memberi servis saat diranjang mel, persiapkan dirimu untuk malam pertama" ucap tari


"kau ini buat malu saja berbicara seperti itu" ucap mel


"hri aku berbicara dengan wanita dewasa yang mau menikah jadi tidak ada yang vulgar disini" ucap tari


"kau tidak ingin berguru dariku"ucap tari


"tidak" ucap mel


"kau sudah beli l•ngeri mel" ucap tari lagi


"apalagi itu" ucap mel


"baju dinas para istri" ucap tari


"baju dinas?? seperti orang kantoran saja pakai baju dinas" ucap mel


"aku akan menghadiahkan ini untukmu, jika kau tidak tau" ucap tari yang membuat mel heran dan bertanya-tanya benda apa yang dimaksud dirinya.


taripun mengeluarkan ponselnya dan membuka salah satu aplikasi belanja Online yang paling terpopuler. dan pencari benda tersebut di beranda pencarian


"kau suka warna apa" ucap tari sambil terus fokus pada marketplace tersebut


"banyak" ucap mel


"size mu apa" ucap tari


"size apa maksudmu" ucap mel heran


taripun menunjukkan apa yang dimaksud dengan l•ngeri yang sedang mereka bicarakan itu. mata mel melotot dan terkejut apa yang mau dihadiahkan temannya itu padanya.


"kau g•la ri, kau memberi itu padaku" ucap mel


"ini adalah seragam dinas para istri sisipan suami" ucap tari


"mas abi pasti akan marah aku memakai itu" ucap mel


"dasar b•deh si abizar itu malah senang sekali kau memakai ini, suamiku saja betah dilamar jika aku memakainya" ucap tari


"tidak, aku tidak mau dihadiahkan benda itu dan tidak mau memakainya" ucap mel malu


abizar datang dan menghampiri kekasihnya tersebut yang sedang makan siang dengan tari. mel dan tari tidak menyadari kedatangan abizar.


"apa yang tidak sayang" ucap abizar menyambung


"mas, kau sudah datang" ucap mel gugup dan malu


"baru saja, iya tadi aku mendengar kau mengatakan tidak, apa yang terjadi" ucap abizar


"oh, tidak ada mas, tari hanya ingin pulang tapi aku melarangnya" ucap mel berbohong sambil menatap tajam tari agar satu ucapan dengannya


"kau berbohong mel" ucap tari


"sayang, kau berbohong" ucap abizar


"dia berbohong bi, dia ingin membeli l•ngeri dan menyuruhnya memesannya" ucap tari


"waww kau serius ingin membeli benda itu sayang, aku senang sekali jika kau mau memakainya" ucap abizar


"kau memfitnahku ri" ucap mel


"lihatlah bi, dia menyuruhnya memilihkan untuknya" ucap tari sambil menunjukkan pendeknya kepada abizar


"jangan dilihat, nanti mas bintitan" ucap mel mengambil ponsel tari


"pesanlah selusin sayang, aku akan membayarnya" ucap abizar


"tidak" ucap mel


"denger mel kalau calon suami ngomong, dosa lho kalau dibantah" ucap tari


"ini gara-gara kau ri" ucap mel kesal


"kenapa aku, aku malah membantumu sahabatku" ucap tari senyum-senyum


" dasar sahabat l•knat" ucap mel


"kau harus berguru dari orang yang sudah berpengalaman" ucap tari


"oya jangan lupa kau ajarkan juga pada mel cara melayani suami dir•njang" ucap abizar


"siap pak bos" ucap tari


"kalian berdua memang satu komplotan" ucap mel kesal.


tari dan abizar tertawa melihat ekspresi kesal mel. gadis itu merasa di zolimi oleh sahabat dan kekasihnya.


"awas kalian berdua aku akan membalasnya, dan kau ibu anak satu tunggu giliranmu" batin mel