CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
marah



malam minggu pun tiba seperti pasangan lain mel dan abizar juga akan menikmati malam minggu yang indah ini karena langit begitu cerah malam ini. mel telah bersiap sedari abizar mengabarinya akan menjemput dirinya. walau sebenarnya malam ini mel ingin sekali segera tidur karena hari ini begitu melelakan karena stock barang datang dan juga banyak orderan barang dari para pelanggan setianya.


"aku ingin tidur, tapi menolak ajakan mas abi sama saja mengajaknya berperang" batin mel sambil sesekali menguap.


ia duduk diteras rumahnya sambil menunggu abizar dan melihat pantulan wajahnya dari ponselnya.


"sepertinya aku tambah g•ndut" batin mel


hingga sebuah panggilan dari tanpa nama dan dari nomor yang tidak ia kenali masuk


"siapa ini, apa pelangganku malam-malam begini" batin mel


📞halo


📞halo dengan mba melati ya?


📞ia saya sendiri, ini siapa ya?


📞 saja radit Mba, CEO Perusahaan kalika cause


📞oh, ia ada apa ya pak


📞maaf ya malam-malam mengganggu, besok malam kami ada launching produk baru, Mba melati bisa hadir?.


📞tidak mengapa pak. tapi saya belum menerima undangannya


📞nanti saya kirim melalui email


📞besok saya akan hadir bersama teman saya pak


📞terima kasih mba


📞kembali


mel tidak menyadari abizar yang telah tiba, dan abizar juga mendengar pembicaraan mel ditelepon.


"mas sudah sampai" ucap mel


"sudah, siapa tadi yang menelpon" ucap abizar posesif


"itu dari CEO produk yang aku jual mas" ucap mel


"kurang kerjakan sekali dia menghubungi langsung, malam-malam lagi" ucap abizar tidak suka


"mungkin baru sempat sekarang mas, aku penasaran dengan pak radit itu?" ucap mel


"kenapa kau penasaran?" ucap abizar kesal


"aku dengar dia itu masih muda, yatim piatu sepertiku dan dia karir merintis dari nol awalnya jadi reseller hingga punya perusahaan" ucap mel


"kau menyukainya" ucap abizar makin kesal


"mas, jangan cemburu aku hanya kagum dan termotivasi jadi besok aku akan menghadiri undangannya" ucap mel


"tidak boleh" ucap abizar


"aku tidak mengajak mas tapi tari karena ini kan produk khusus wanita" ucap mel


"kau harus izin dulu denganku sebagai calon suamimu dan jawabanku tidak" ucap abizar


"aku mau kesana mas aku ingin bertemu pak radit katanya dia juga tampan mas" ucap mel


"sayang, sekali tidak boleh ya tidak boleh" ucap abizar


"aku tidak mungkin tidak datang saat sang pemilik perusahaan mengundangku langsung itu namanya tidak sopan mas" ucap mel


"terserahmu saja, aku pulang saja kalau kau tetap ingin pergi kesana besok " ucap abizar marah.


abizar sepertinya benar-benar marah ia langsung pulang dan meninggalkan mel. mereka tidak jadi pergi kencan karena mel lebih memilih pergi besok. mel sempat mengejar tunangannya itu sampai ke mobilnya tetapi abizar tidak memperdulikannya sama sekali.


"dia lebih memilih lelaki itu daripada aku, ok fine" batin abizar.


mel cukup kecewa dengan tindakan abizar. mel berpikir apa salahnya ia pergi atas undangan sang pemilik perusahaan. mel juga tidak pergi sendiri tetapi bersama sahabatnya tari. diundang langsung oleh pemilik perusahaan yang dimana ia sebagai resellernya merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap pelaku usaha termasuk mel. mel pun masuk kembali kerumahnya dan mengganti pakaiannya lalu memilih untuk tidur.


"aku hanya memenuhi undangan tidak lebih" batin mel.


akhirnya mel mengirim chat pada tari untuk menemaninya pergi mencari tersebut. tetapi tari tidak bisa karena ia sedang persiapan menuju wisudanya.


"mengajak mas abi?, pasti dia semakin marah padaku" batin mel


mel pun memutuskan besok akan pergi sendiri kesana. keesokan hari ponselnya begitu sunyi tidak ada pesan chat dari abizar ataupun panggilan selamat pagi dari dirinya. ia mencoba menghubungi abizar kali ini ponselnya tidak aktif.


"fix, dia marah padaku" batin mel


ia mencoba mengirim pesan pada abizar mengajak dan memintanya menemani mel keacara tersebut. tetapi tidak ada balasan apapun dari abizar hingga sore menjelang. mel pun memutuskan pergi sendiri dengan menggunakan taksi Online. acara diadakan disebuah cafe dengan suasana santai dengan tema black is sexy dengan dresscode berwarna hitam. mel terlihat santai dengan outfitnya.



" ya sudah kalau tidak mau menemani aku juga bisa pergi sendiri" batin mel melihat abizar tetap tidak membalas pesannya.


ia sudah sampai dicafe tersebut lebih awal, sudah ada beberapa orang yang hadir disana. setelah menunjukkan undangannya, mengisi buku tamu dan mendapatkan souvenir.ia masuk kedalam. ia duduk sendiri disana sambil terus memandangi benda pipih ditangannya yang tidak ada balasan apapun dari abizar sejak tadi.


perhatiannya teralihkan saat ada seseorang yang menegurnya.


"hai, selamat malam kamu mbak melati" ucap radit


"hai, ia pak" ucap mel


"aku tidak setua itu santai saja, saya radit" ucap radit


"maaf mas, senang bisa bertemu dengan anda" ucap mel


"terima kasi begitu juga saya, apa kau benar-benar tidak mengenaliku mel" ucap radit


"maaf mas maksudnya apa? " ucap mel heran


"Raditya khariswa Siswa SMAN 1" ucap radit


"Kak Radit yang..... " ucap mel


"ia siculun berkacamata itu" ucap radit


"aku bukan mau bilang itu kak, tapi kau terkenal karena sangat pintar" ucap mel


"kau ini, oya kau salah satu reseller levelnya paling tinggi karena penjualanmu sangat fantastik, apa strategi mu mel" ucap radit


"rahasia" ucap mel


"ok, iya aku kedepan dulu ya acara sebentar lagi dimulai, semoga kau menikmati acara ini" ucap radit


"baik kak" ucap mel


pria itu meninggalkan mel untuk memulai acara. mel kurang menikmati acara tersebut tanpa kabar apapun dari abizar. pria itu tetap tidak membalas pesannya. mel memilih pulang lebih awal dengan alasan kurang enak badan pada radit.


radio sempat menawarkan diri mengantar dirinya tetapi mel menolaknya dan memilih untuk pulang sendiri dengan taksi Online yang sudah ia pesan. sepanjang perjalanan ia terus memikirkan abizar dan ia kembali menghubungi tunangannya tetapi ponselnya tidak aktif.


"kenapa dia semarah itu padaku, sampai tidak ada kabar seharian ini, besok aku akan kekantornya" batin mel


taksi pun tiba dirumahnya, mel turun dengan perasaan gundah karena abizar tidak memberi kabar apapun padanya.


keesokan paginya mel bersiap menuju kantor abizar. sesampai disana dia langsung naik lift menuju ruangan abizar. sesampai dilantai dimana ruangan abizar berada ia melihat sekretaris abizar bernama reni disana.


"mas abi ada mba" ucap mel


"ada mba, tetapi tidak bisa diganggu sedang ada tamu" ucap reni


"baiklah aku tunggu disini" ucap mel


mel akhirnya menunggu didepan ruangan abizar. hampir 6 jam mel menunggu abizar tetapi tamu abizar tidak juga keluar dari ruangan abizar. mel pun mengatakan pada reni ia akan ke toilet sebentar dan akan segera kembali dan ia meminta reni mengatakan pada abizar ia datang. reni hanya menganggukkan kepalanya.


mel ketoilet untuk mencuci mukanya agar lebih segar dan merapikan polesan wajahnya. saat ia keluar kamar mandi ia melihat abizar keluar dari ruangannya dengan seorang wanita menggandeng tunangannya. dan mereka tertawa bersama memasuki lift dan mel melihat dengan jelas.


"mas abi dengan siapa?, tamu mengapa seperti itu" batin mel