CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
panggilan sayang



pagi menyapa mereka yang sedang menikmati liburan diatas kapal pesiar. mel masih dalam buaian mimpi. begitu juga dengan pasangan pengantin baru arnold dan tari mereka meneguk indahnya cinta diselimuti gairah pasangan pengantin baru. arnold dan tari menikmati berc•nta sampai pagi diatas kapal pesiar mewah hadiah dari abizar.


lain dengan abizar dia sudah rapi ia ingin menyusun rencana sarapan romantis dengan kekasihnya yang tak lain adalah mel. ia ingin sarapan dikamar mel. abizar membawa bucket bunga mawar khusus untuk mel. ia keluar kamar dan mengetuk pintu kamar mel yang ada disebelah kamarnya. mel yang masih dalam buaian mimpi sama sekali tidak mendengar ketukan abizar.


"apa dia masih tidur" batin abizar.


abizar menggedor pintu kamar mel dengan sangat keras tetapi tidak ada juga jawaban dari dalam dan tanda-tanda mel akan keluar dari kamarnya. abizar kemudian memasukkan pasword kamar mel yang ia memang sudah ketahui dari awal karena mel tidak juga membuka pintu kamarnya. mel masih tidur nyenyak dikasur saat abizar masuk kekamarnya.



"astaga pantas saja dia tidak menjawabku dari tadi, ia


masih tidur ternyata" batin abizar


abizar mendekati mel yang sedang tidur, ia memperhatikan wajahnya dari samping.


"jorok sekali, bahkan ia tidak mengganti bajunya yang tadi malam ia pakai dan ia tidak membersihkan wajahnya" batin abizar


kemudian abizar mempunyai ide mengambil foto mel melalui camera ponselnya dan tersenyum melihat foto tersebut. lalu ia berusaha membangunkan mel lagi.


"sayang, bangun" ucap abizar


tapi mel menyahut atau tak bergerak dari tidurnya.


"kau mati atau tidur" batin abizar


abizar mengelus pipi mel agar gadis itu terbangun dari tidurnya sambil menyebut nama mel. tetap saja gadis itu tidak merespon ucapan abizar.


mel.... mel... bangun!! ucap abizar sedikit mengeraskan suaranya. mel bukan menjawab gadis itu menangkup bantal dikepalanya untuk menutupi telinga.


" kau benar-benar membuat aku emosi"batin abizar.


abizar memikirkan bagaimana cara membangunkan gadis ini.


"apa aku ci•m saja dia agar ia bangun"


"tapi, nanti dia marah dan menghajarku"


"apa yang harus aku lakukan"


"aku teriak saja kalo tidak bangun juga aku benar-benar akan menci•mnya


batin abizar berkata bertubi-tubi.


abizar pun membuat ancang-ancang untuk meneriaki mel agar gadis itu terbangun.


"tolonggggg!!!!!! kapal ini tenggelam..


.....tolongggg kapal ini tenggelam selamatkan diri kalian. teriak abizar sekuat-kuatnya.


"dimana... dimana.. Kak menoleh ke kanan dan ke kiri" ucap mel langsung duduk dan panik.


"dihatiku" ucap abizar sambil menunjukkan senyum manisnya.


"hei kenapa kau bisa ada dikamarku"ucap mel


"menurutmu apa yang tidak bisa aku lakukan" ucap abizar sombong


"sana keluar aku mau tidur lagi" ucap mel sambil menguap


"kau mengusirku" ucap abizar


"ia karena aku mau tidur lagi" ucap mel


"kau ini sangat tidak sopan ya, aku ini sekarang kekasihmu" ucap abizar.


"jadi kalau kau kekasihku terus aku harus apa" ucap mel


"aku mau kita kencan mulai hari ini sampai seterusnya" ucap abizar


"aku tidak mau aku mau tidur saja" ucap mel


"hei ini sudah jam Berapa? ini sudah jam sembilan pagi.


"arnold dan tari pasti juga belum bangun sama seperti aku" ucap mel


"oh jadi kau ingin seperti mereka" ucap abizar sambil membuka kancing kemejanya


"hei kau mau apa?" ucap mel saat abizar mendudukkan diri dikasurnya


"tadi kau bilang padaku bahwa kau sama seperti arnold dan tari jadi aku akan mewujudkannya dengan senang hati" ucap abizar kemudian tidur dikasur mel.


"dasar mes•m pergi kau dari kamarku" ucap mel.


"hei kau yang bilang sendiri tadi kenapa kau jadi marah" ucap abizar


melihat mel yang merajuk abizar semakin ingin menyerah gadis ini.


"ok aku tunggu kau diluar 10 menit hanya 10 menit jika kau tidak siap juga aku akan menci•mmu dihadapan seluruh penumpang kapal pesiar ini" ucap abizar memperingatkan


"kau suka sekali mengancam" keluh mel


"dan satu lagi pikirkan panggilan sayang untukku"ucap abizar berlalu


"apa??? " ucap mel terkejut


"aku menyesal menerimanya" batin mel


mel pun bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. saat ini melewati kaca.ia melihat ke kaca yang ada dikamar ia terkejut melihat wajahnya dengan make up nya yang berantakan karena ia lupa mencuci wajahnya sebelum tidur.


"astaga malunya aku pasti dia menertawakanku dalam hatinya" batin mel


mel membersihkan sisa make up yang lupa ia bersihkan dan kemudian mel bergegas mandi. setelah selesai mandi dan sedikit berdandan.ia keluar kamar dan benar saja abizar masih menunggunya diluar kamarnya.


"aku sudah selesai" ucap mel


"kau menguji kesabaranku" ucap abizar kesal


"siapa suruh kau mengganggu tidurku" ucap mel cuek


"kau ini sudah salah tapi tidak terima" ucap abizar


"ayo cepat aku sudah lapar, mari kita sarapan" ucap mel


"kau kira ini sudah jam berapa ini, sudah masuk jam makan siang" ucap abizar


"kita rangkap saja makannya kak" ucap mel


"aku bukan kakakmu, cepat panggil aku dengan panggilan sayangmu" ucap abizar


"aku belum menemukannya, lagi pula aku lebih nyaman memanggilmu kakak" ucap mel berkilah


"aku tidak mau, kau harus menentukan sekarang juga atau aku yang memilihkan panggilan sayang untukku" ucap abizar


"tidak-tidak aku tidak mau" ucap mel


"kenapa tidak mau, kau kan kekasihku" ucap abizar


" kau kenapa pemaksa sekali" ucap mel kesal


"cepat katakan apa panggilan sayangmu padaku" ucap abizar.


"bagaimana kalau kakak saja" ucap mel


"tidak mau"ucap abizar


"kalau mas" ucap mel


"tidak mau" ucap abizar


"oh kalau begitu abang saja bagaimana" ucap mel


"kau Kira aku kurir " ucap abizar kesal


"jadi aku harus panggil kau apa" ucap mel


"panggil aku baby" ucap abizar sambil tersenyum


"apa???" ucap mel terkejut


"cepat katakan Baby, aku ingin mendengar kau memanggilku baby" ucap abizar


"aku tidak mau, aku merasa geli harus memanggilmu seperti itu" ucap mel tidak terima


" pokoknya kau harus memanggilku seperti itu mulai hari ini" ucap abizar


" aku juga akan memanggilmu seperti itu juga baby" ucap abizar sambil mengedipkan matanya kepada mel


"aku tidak mau, namaku melati putih bukan baby" ucap mel tidak mau kalah


"pokoknya panggilan sayang kita adalah baby" ucap abizar


"tuan abizar mandala krisna yang terhormat, nama saya melati putih asal kau tau ayahku sudah memotong kambing untuk namaku ini, enak saja kau mengganti seenak jid•tmu nama pemberian orang tuaku. ucap mel kesal.


"maksudku bukan begitu baby" ucap abizar lucu mendengar penjelasan mel ia semakin senang menggoda kekasih polosnya ini


mel menutup kedua telinganya dan berlalu meninggalkan abizar. abizar mengikuti mel dan terus menyebut dan menggoda mel dengan terus menyebut baby kepada diri mel.