
keesokan harinya mel sudah bersiap untuk pergi terapy kerumah sakit diantar dan ditemani oleh abizar.
"mel kau sudah siap" ucap katrine
" susah kat" ucap mel sambil tersenyun
"bagaimana kau bisa berpindah dari tempat tidur ke kursi rodamu" ucap katrine heran
"aku tadi mencobanya kat, ternyata bisa.aku tidak mungkin menyusahkan kalian semua terus-terusankan"ucap mel
"ahh, kau ini bicara apa sih, siapa juga yang disusahkan,kami semua menyanyangimu mel" ucap katrine
"aku ingin pulang kerumah kedua orang tuaku" ucap mel
" mel, apakah kau sama sekali tidak mengingat kakakmu abi "ucap katrine dengan hati-hati.
"maksudnya apa kat?.aku kan baru kenal kak abi di rumah sakit. Klo masa kecil kita sorry aku lupa ,maaf ya" ucap mel
"ya sudah kalo begitu, yuk aku antar kau kedepan." ucap katrine sambil mendorong kursi roda mel.
Abizar masih terlihat sibuk diruang tengah sambil berbicara dengan ponsel tentang masalah pekerjaan bahkan sesekali marah kepada lawan bicaranya diitelpon . pria itu terlihat sangat sibuk.
"Kak abi mel sudah siap" ucap katrine
abizar hanya mengisyaratkan dengan tangannya mengartikan kami harus menunggunya. katrine dan mel pun sarapan terlebih dahulu sambil menunggu abizar menyelesaikan tugasnya.
"Kak abi sepertinya sangat sibuk kak, aku jadi tidak enak hati menyuruhnya mengantarkan untuk tetap keruma sakit" ucap mel
"ahh itu biasa mel, Kak abi emg garang Kalau masalah pekerjaan, tukang marah-marah" ucap katrine.
"awww sakit" ucap mel.
tiba-tiba kepala mel sakit dan muncul bayangan seorang pria yang sedang marah-marah dan seperti selalu menghinanya. mel sa mel terus memegang kepalanya.
"kau kenapa mel" ucap katrine khawatir
"tidak apa-apa hanya kepalaku sedikit sakit" ucap mel.
mel mengambil ponsel ditasnya dan menghubungi tari dan mengatakan akan ke rumah sakit untuk terapy dan berjanji untuk bertemu disana. mel berniat bertanya sesuatu padanya.
"halo ri, aku hari ini terapi untuk berjalan, dapatkan setelah selesai terapi kita bertemu" ucap mel
"ok mel aku tunggu nanti hubungi aku setelah sampai" ucap tari.
mel dan katrine bergegas untuk sarapan sambil menunggu abizar.mereka terlihat sangat akrab. katrine gadis yang baik dan tidak sombong bahkan katrine langsung akrab dengannya. gadis cantik berkulit putih bernama adalah Katrine mandala krisna adalah anak kedua tuan mandala krisna.
"ayo kita berangkat sekarang" ucap abizar kepada katrine adiknya dan mel.
"kak abi sudah sarapan"ajak kepada abizar.
"aku sedang tidak berselara" ucap abizar
"tidak baik kak tidak sarapan, nanti kakak sakit lho" ucap mel.
"cie... cie.. kau perhatian sekali mel pada kakakku" ucap katrine membuat mel malu begitu juga.
""jangan asal bicara kat"ucap abizar sambil menarik kursi untuk makan.
"kau ikut kami juga kat"ucap abizar sambil mengusap selai kerotinya.
"tidak Kak aku hanya numpang sampai kampus, aku ada kuliah pagi soalnya. aku juga tidak mau mengganggu kalian"ucap katrine menggoda mel dan abizar.
mel dan abizar langsung menatap kearab katrine.
"dasar katrine, ngomong suka sembarangan aku jadi tidak enak dengan mel jadinya" batin abizar.
setelah menyelesaikan sarapan. menuju mobil. ketika abizar akan membantu mel dengan memggendongnya . gadis itu menolak karena merasa dirinya bisa berpindah dari kursi roda ke mobil. dan mel bisa melakukannya. mobil melaju dan mereka terlebih dulu mengantar katrine kekampus.
setelah mengantar katrine kekampus mobil abizar menuju rumah sakit dimana mel akan diterapy.selama perjalanan hanya ada kebisuan diantara mel dan abizar. semua terasa begitu canggung semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"kenapa dia diam saja ya. apa dia marah padaku kan kejadian kemarin, bisa-bisanya aku hampir menc•••mnya dikamar mandi" batin abizar.
" apa karena omongan katrine kak abi jadi diam saja"batin mel
hingga mereka tiba dirumah dan setelah sebelumnya menemui dokter sebelumnya.lalu mereka menuju ruang terapy dan mel dibantu para perawat untuk terapy ternyata tari sudah ada disana.
"mel!!!"ucap tari
"aku juga merindukanmu, bagaimana keadaanmu sekarang" ucap tari
"aku sudah ba menggerakkan kakiku, hari ini aku sudah berpindah dari tempat tidur ke kursi roda tadi juga aku juga bisa berpindah dari kursi roda ke mobil"ucap mel
"perkembangannya sangat cepat mel, aku yakin setelah terapi beberapa kali kau pasti bisa berjalan kembali"ucap tari
""Amin, ayo kita mulai sekarang kau harus lihat aku bisa melakukannya"ucap mel.
"hati-hati kau tidak usah terlalu memaksa dirimu" ucap abizar
"tidak Kak, aku pasti bisa coba kakak pegang kedua tanganku" ucap mel
"baiklah tapi jika kau kesakitan dan tidak sanggup berhentilah" ucap abizar.
semua itu tak luput dari perhatian tari yang ada didekati mereka. adegan dimana abizar menggenggam kuat tangan mel yang mencoba berdiri dan benar mel bisa berdiri dengan susah payahnya. dan hampir jatuh kembali tetapi dengan sigap abizar memeluk pinggang gadis itu dan mel melingkarkan kedua tangannya dileher abizar. tatapan mereka terkunci dan debaran itu hadir kepada abizar.
"hei adegan apa ini, kenapa kalian seperti sepasang kekasih peluk-p••••an segala , ingat ini rumah sakit bukan lantai dansa. " ucap tari kesal melihat mel dan abizar.
"mel tadi hampir jatuh karena berusaha berdiri aku hanya membantu, jadi jangan berpikir aneh-aneh" ucap abizar ketus pada tari
"baiklah tuan abizar yang terhormat silakan duduk disana, biarkan kami melaksanakan tugas kami"ucap tari sambil menunjuk arah kursi
"Kak abi lebih baik pulang, nanti biar tari yang mengantarku" ucap mel
"kau mengusirmu mel, aku kan sudah bilang akan menemaninya setiap terapi" ucap abizar
" ya sudah kalau begitu Kak abi duduk disana" tunjuk mel ke tempat yang sebelumnya dikatakan tari kepada abizar
"baiklah kalau begitu"ucap abizar sambil menuju kursi yang ditunjuk tari dan mel tadi.
pria tampan itu memperhatikan mel yang sedang melakukan terapi berjalan dibantu para perawat dan tari sahabat mel.
"ternyata dia cantik juga ya" batin abizar
mel telah selesai menjalani terapynya hari ini. tari mengatakan jika sering berlatih mel pasti akan cepat berjalan. mereka lepas kangen ditempat mel terapy.
"mel, lihat suamimu itu dia memperhatikan kita terus" ucap tari berbisik ketelinga mel.
"sembarangan kau bilang Kak abi suamiku" ucap mel sambil menjitak kepala tari
"tadi peluk-pelukan,ditemani terapy sekarang malah ditungguin jadi apa itu namanya kalau bukan suami"ucap tari.
"kau memang minta dihajar ya" ucap mel
"apa kau tidak mengingat abizar sedikitpun dimasak lalumu"ucap tari
mel hanya memberikan gelengkan kepala
"emang Kak abi siapa Dimas laluku" ucap mel
"cie..bahkan panggilanmu begitu mesra pada abizae" ucap tari
"aku lebih baik pulang, kau makin aneh" ucap mel.
abizar mendatangi dua sahabat tersebut
"ayo kita pulang, aku harus kekantor lagi"ucap abizar beralasan karena ia takut tari sahabat mel mengungkapkan siapa dirinya di masa lalu mel.
"baik kak" ucap mel
mereka pulang setelah berpamitan pada tari. saat mobil melaju abizar memecah suasana canggung antara mereka.
"apa kau ingin minum biar aku belikan" ucap abizar.
"tidak Kak" ucap mel
tiba-tiba mel menyandarkan kepalanya kepundak abizar. dan memeluk sebelah lengan lelaki tersebut dan berucap.
"terima kasih atas kebaikan kakak selama ini" ucap mel.
"ya mel, kan aku sudah janji akan menemanimu" ucap abizar sambil menyingkirkan beberapa helai rambut dari wajah mel.
"debaran itu datang lagi, apa aku sakit jantung. besok setelah mengantar mel terapi aku harus kedokteran sepertinya"batin abizar.