
arnold sudah tiba diapartemen tuan mandala pagi sekali. dan kini ia berada dihadapan tuan mandala.
"selamat pagi tuan" ucapnya sambil membungkuk memberi hormat.
"arnold jelaskan kepadaku sekarang jangan ada yang coba kau tutupi apapun dariku, kau taukan aku tidak suka dengan pembohong" ucap tuan mandala mengintimidasi arnold
arnold pun menjelaskan permasalahan abizar dengan gadis itu sesuai dengan yang ia tau. dan tuan mandala tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan arnold. bagaimana anaknya ditabrak sepeda dengan gadis itu karena menduga abizar ingin bunuh diri dan tuan mandala menganggap anaknya itu sangat bodoh .ia merasa semua yang terjadi hanya kesalahpaham.
"siapa nama gadis itu"? tanya tuan mandala
"nama gadis itu melati putih tuan dia salah satu reseller produk tuan abizar" ucap arnold
mendengar nama itu tuan mandala berpikir seperti pernah mendengar dan tak asing dengan nama itu.
"antarkan aku kerumah almarhum sahabatku aku ingin bertemu anak perempuannya"ucap tuan mandala sambil beranjak dari duduknya
"silahkan tuan" ucap arnold sambil mengikuti langkah tuan mandala dari belakang bersama asisten pribadi tuan mandala.
"kita ke jalan cendrawasih no 18"
"baik tuan" ucap arnold
mobil berhenti tepat dijalan cendrawasi no 18.
"kita sudah sampai tuan rumahnya terlihat sepi tuan" ucap arnold
"biar aku yang turun kau tunggu dimobil saja" ucap tuan mandala.
ketika arnold akan membukakan pintu mobil untuk tuan mandala yang turun dari mobil tampak seorang gadis keluar dari dalam rumah sambil mendorong sepedanya keluar.
"Mel" ucap arnold pelan
"kau kenal gadis itu"? ucap tuan mandala
"dia teman tunangan saya dan gadis itu yang
viral bersama tuan abizar tuan nona melati putih" ucap arnold
"hahaha dunia ini sangat sempit ternyata gadis yang kucari adalah musuh anakku sendiri" ucap tuan mandala
mel memperhatikan, dua lelaki yang sedang berdiri didepan pagar rumahnya. dan mel mendekat kerah kedua lelaki itu.
"kak arnold ada apa kesini"selidiknya mel. dia tau bahwa arnold adalah asisten pribadi abizar.
"hai mel aku sedang menemani tuan mandala untuk bertemu denganmu" ucap arnold
"bertemu denganku"ucap mel heran
"perkenalkan nak, namaku mandala krisna Aku adalah teman almarhum ayahmu aku ingin bicara denganmu" ucap tuan mandala.
"berbicara denganku"?ucap mel heran
tuan mandala hanya mengangguk.dan mel pun mempersilahkan tuan mandala dan arnold masuk kerumahnya. arnold dan tuan mandala dipersilahkan duduk diruang tamu sedangkan mel menyiapkan teh untuk arnold dan tuan. mandala.
"silahkan tuan dan Kak arnold cuma seadanya"ucap mel sambil menghidangkan secangkir teh untuk mereka.
"terima kasih nak" ucap tuan mandala dan ia mengeluarkan sebuah foto dari saku jasnya yang menampakkan kebersamaanya dengan hendra dan abizar putranya.
"ini foto lamaku bersama ayahmu" ucapnya sambil memberikan foto itu pada mel.
mel mengambil dan menatap foto itu.matanya berkaca-kaca dan mulai meneteskan air matanya. ia teringat dengan almarhum ayahnya.
"nak aku ingin kau tinggal bersamaku dan keluargaku agar aku bisa membantu kehidupanmu" ucap tuan mandala
"maksudnya apa tuan?,saya tidak mungkin bisa meninggal rumah peninggalan kedua orang tua saya dan saya tidak butuh bantuan anda" ucap mel sambil menitikkan air mata.
"kau jangan salah paham akan maksudku, aku hanya ingin menjagamu sebagai anakku dan anggap aku sebagai orang tuamu".ucap tua mandala memohon.
"terima kasih atas perhatian anda tuan, saya sangat menghargai niat anda tapi maaf saya tidak bisa".
"saya bisa hidup dengan usaha dan berdiri diatas kaki saya sendiri tuan. maafkan saya" ucap mel masih tetap menangis
tiba-tiba tuan mandala turun dari duduknya.kedua lutut kakinya mencium lantai. lelaki paruh baya berlutut didepan kaki mel.mel dan arnold sangat terkejut dengan apa yang dilakukan tuan mandala.
"tuan" ucap arnold dan mel bersamaan
"saya mohon izinkan saya memohon maaf kepadamu seharusnya aku datang saat kau kehilangan kedua orang tuamu"
"maafkan aku membiarkanmu melewati semuanya sendiri"ucap tuan mandala sambil menangis.
mel tidak sanggup melihatnya lelaki paruh baya yang berlutut didepannya apalagi sahabat ayahnya.
"jangan lakukan itu tuan, saya memaafkan anda dan menghargai niat baik anda tapi maaf saya lebih suka berdiri diatas kaki saya"
"hanya satu yang saya minta pada anda tuan"ucap mel sambil membantu tuan mandala berdiri
"apa itu nak"? tanya tuan mandala
"aku hanya butuh doa anda saja, doakan saya sukses tuan. ucap mel tersenyum sambil mengusap air matanya
"baik nak, aku pasti akan selalu mendoakanmu dan mulai sekarang panggil aku papa karena kau sekarang anakku" ucap tuan mandala sambil memeluk mel.
"baik pa" ucap mel.
tuan mandala tidak menyangka seorang melati putih anak dari sahabatnya itu tumbuh menjadi seorang dengan pemikiran sedewasa ini.
"dan ada satu hal yang ingin aku sampaikan juga kepadamu nak"ucap tuan mandala
semua itu tak luput dari perhatian arnold tapi arnold tidak berani ikut campur dengan pembicaraan antara mel dan tuan mandala.
"apa itu pa"? ucap mel
"aku adalah ayah dari abizar pemilik perusahaan dimana kau sebagai resselernya apakah kau akan marah juga padaku"ucap tuan mandala. yang sukses melunturkan senyum mel.
"tidak pa, walaupun kau adalah ayah dari lelaki jahat itu aku akan tetap menghormatimu pa"
"biarkan masalah kami adalah urusan kami pa, aku tidak akan melibatkan orang-orang lain ataupun keluarga kedalam masalah kami".Ucap mel meyakinkan tuan mandala.
"kau sungguh dewasa nak, jadi kau bekerja dimana"? ucap tuan mandala
"aku akan tetap menjadi reseller dengan produk berbeda pa".ucap mel.
"tenang saja aku akan menghajar abizar dan memukul kepalanya dengan tongkat baseball biar dia berpikir sebelum bertindak" ucap tuan mandala.
" pa, aku mohon jangan katakan pada tuan galak itu bahwa, papa mengenalku".ucap mel
"baik nak, aku akan melakukannya " ucap tuan
mandala.
"arnold kau dengar itu kau juga harus tutup mulut" ucap tuan mandala
"baik tuan"ucap arnold
"kalo begitu kami permisi dulu nak" ucap tuan mandala. dan kemudian mel mendekat dan meraih tangan tuan mandala dan mencium punggung tangannya.
"hati-hati pa"ucap mel sambil ikut mengantar tuan mandala dan arnold ke mobil mereka.
mel berpikir ayah anak sungguh berbeda. tuan mandala yang baik dan tegas sedangkan tuan galak itu sangat kekanakan.
mobil melaju mengarah kekediaman tuan mandala. setibanya di rumah tuan mandala turun mobilnya dan mengatakan pada arnold untuk kembali kekantor.
Papa pulang!!! ucap istrinya yang kaget
suaminya sudah sampai dirumah.
"mama tidak senang papa pulang" ucap tuan mandala
"senang dong pa, Mama rindu sama papa" ucap istrinya sambil memeluk suaminya
"dimana anak nakal itu, dia sekarang terkenal ya dengan sikap arogannya" ucap papa abizar.
"abi dikantor pa" ucap istrinya
"cepat hubungi dan suruh dia pulang sekarang juga, aku ingin menghajarnya"ucap tuan mandala.
"papa yang sabar dong ngadepin abi, dia masih muda masih labil" ucap istrinya
"pokoknya suruh dia pulang sekarang juga" ucap tuan mandala.
nyonya Rossapun menghubungi anaknya abi kn menyuruhnya pulang dan mengatakan bahwa ayahnya ingin bicara padanya.
abizarpun langsung pulang setelah menerima telpon dari mamanya. ketika ia tiba dirumah ia melihat apanya diruang tamu.
"ternyata kau sekarang terkenal ya bi" ucap papa abizar menyambut kedatangan anaknya dengan sindiran.