
hari ini seharusnya hari yang ditunggu stephani karena sabtu adalah waktu dimana mel libur dari rutinitas pekerjaannya dan akan membawanya pergi bermain ditaman. tapi kali ini ia tidak bisa bermain ditaman karena wanita cantik yang dianggapnya sebagai mommynya itu belum bisa berjalan jauh karena kakinya masih bengkak.
"mommy ayo kita ketaman untuk bermain" ucap stephani
"maafkan mommy sayang kaki mommy masih sakit belum bisa bermain ditaman denganmu, bagaimana kalau hari ini perginya dengan nanny dulu?" ucap mel memberi pengertian
"ok mommy" ucap stephani
"minggu depan mommy akan menemanimu dan lalu akan mengajak kau pergi berenang" ucap mel
"ok mommy" ucap stephani lagi
akhirnya gadis kecil itu pergi dengan pengasuhnya yang ia panggil nanny, mereka berjalan kaki karena tamannya tidak terlalu jauh masih disekitar tempat mereka tinggal. tidak lupa sang nanny membelikan cemilan kesukaan gadis kecil berusia dua tahun itu setelah itu mereka melanjutkan berjalan menuju taman. disaat yang sama abizar kembali ingin kembali kerumah mel untuk mengganti icecream yang tidak sengaja mel jatuhkan karena menghindari dirinya.
"apa kaki mel sudah baik-baik saja, kemarin kakinya bengkak" batin abizar
abizar membeli beberapa varian rasa icecream dan juga coklat. saat mobil melaju kearah ia kediaman mel ia melihat stephani berjalan dengan seorang baby sisternya yang kemarin bermain didepan rumah mereka.
"bukankah itu stephani dan pengasuhnya mau kemana mereka berjalan kaki" batin abizar.
abizar pun mengikuti mereka sampai ketaman, ia turun dari mobil sambil membawa icecream dan coklat yang akan ia berikan kepada stephani. gadis itu bermain kesana kemari berlari ditanam bermain itu dengan anak-anak lain dengan pengawasan sang nanny. saat bermain ia melihat abizar berjalan ke arahnya dan memanggil abizar.
uncle!!! teriak gadis kecil itu berlari kearah abizar
"hai Anak cantik" ucap abizar meraih tubuh kecil itu lalu menggendongnya
"hai uncle" ucap stephani
abizar memberikan bungkusan yang ia bawa pada stephani lalu ia membuka icecream rasa strawberry untuk gadis itu. gadis itu makan icecreamnya sambil duduk dibangun abizar. sambil berceloteh menceritakan nama- nama boneka-bonekanya pada abizar. mereka begitu akrab sambil makan icecream bersama.
pengasuh yang heran melihat stephani mendekat, berbicara dengan orang asing bahkan duduk dipangkuannya.
"excuse me, who Are you? " ucap sang nanny
"saya orang indonesia juga buk" ucap abizar
" mommy friend" ucap stephani dengan senyumnya
"oh, saya pengasuh stephani panggil saja nanny" ucap nanny memperkenalkan diri
"saya abizar teman mel dan rendy" ucap abizar
"ia tuan, pantas stephani mengenali anda dan langsung akrab" ucap nanny
stephani kembali bermain dengan anak-anak yang juga bermain disana. sedangkan abizar duduk dibangku taman dengan nanny
"nanny sudah lama bekerja dengan keluarga mel" ucap abizar
"sudah lima tahun lebih, dulu saya dibawa dari Indonesia untuk mengasuh baby nyonya tari" ucap nanny
"maksudnya audrey" ucap abizar
"ia tuan, tuan mengenal mereka juga" ucap nanny
"mereka temanku juga, dan arnold dulu bekerja denganku" ucap abizar
"saat nyonya tari akan kembali ke Indonesia, non mel memilih tetap tinggal disini dan meminta saya kembali menemaninya disini" ucap nanny
"kenapa mel ingin tetap disini" ucap abizar
"karena stephani, kasian gadis itu ibunya meninggal saat ia dilahirkan" ucap nanny
"stephani anak dari tuan Rendy dan istrinya yang sudah meninggal, non mel bukan ibunya" ucap nanny
"maksudnya bagaimana? mereka tidak menikah"ucap abizar makin penasaran
"bukan tuan, non mel dan tuan Rendy itu bukan suami istri tapi memang sekilas seperti itu kalau orang melihatnya" ucap nanny
"jadi mereka tidak menikah" ucap abizar
"tuan Rendy sepertinya menyukai non mel, dan pernah melamarnya tetapi non mel tidak mau sepertinya non mel punya trauma pada sebuah hubungan" ucap nanny
"nanny apa aku boleh jujur padamu?" ucap abizar
"ya tuan" ucap nanny
"aku adalah pria yang membuat luka didalam hati mel dan aku datang untuk minta maaf padanya dan membawanya pulang" ucap abizar
"stephani pasti akan sangat sedih jika mel pergi, mereka itu tidak terpisahkan" ucap nanny
"apa sedalam itu" ucap abizar
"ya tuan tugas saya, hanya mengawasi stephani selebihnya memandikan, memakaikan baju, menyuapinya, menidurkan dan juga bermain non mel yang melakukan sejak stephani lahir. hanya hari ini saja stephani bermain ketaman dengan saya karena non mel sedang sakit" ucap nanny
"apakah aku bisa minta tolong kepadamu nanny" ucap abizar
"sebisanya saya" ucap nanny
"jangan katakan kau bertemu denganku dan aku sudah tau segalanya tentang dia dan rendy" ucap abizar
"baik tuan saya akan merahasiakannya tapi tidak dengan stephani pasti dia akan menceritakan semuanya kepada mommynya setiba dirumah" ucap nanny
abizar tertawa mendengar itu, gadis kecil itu pasti tidak bisa berbohong kepada mel yang ia anggap ibunya.
"aku akan memberikan padamu piala Oscar, atas aktingmu" batin abizar
abizarpun mengantar nanny dan stephani pulang dengan mobilnya walau jarak taman kerumah tidak terlalu jauh. nanny dan stephani turun gadis itu mengucapkan terima kasih kepada abizar dan telah memberi ia icecream, coklat dan juga mengantarnya pulang. mereka turun dari mobil abizar lalu gadis kecil itu melambaikan tangannya pada abizar.
stephani dan nanny masuk kerumah, suasana sangat sepi, mereka kelakar mel ternyata mel sedang tidur. nanny memberi pengertian pada stephani agar tidak mengganggu mommy nya dan mengajak gadis itu untuk mengganti baju, makan siang lalu tidur. stephani mengangguk tanda setuju.
mel terbangun dan melihat jam lalu bangkit dan jalan sedikit pincang. ia melihat nanny keluar dari kamar stephani.
"dimana stephani nanny" ucap mel
"baru saja tidur non setelah selesai makan" ucap nanny
"apa dia senang tadi?" ucap mel
"ia non, tadi taman sangat ramai anak-anak jadi stephani sangat senang" ucap nanny
"ya sudah nanny istirahat juga ya, saya mau kekamar lagi" ucap mel
sedangkan abizar setelah mengetahui kebenaran tentang kehidupan mel, ada perasaan bersalah didalam hatinya. pikirannya seakan flashback apa yang terjadi pada dirinya dan mel lima tahun lalu dan dia menemukan jawabannya sendiri.
"aku yang meminta hubungan kami break dan mel merasa sedih mendengar keputusanku tanpa bertanya pendapatnya, aku mengacuhkannya karena rasa cemburu yang berlebihan itu, mel benar aku selalu menyakitinya dengan rasa cemburu dan keegoisanku" batin abizar
abizar merasakan sesak didadanya, mel lari sejauh ini karena dia dan ia baru menyadari kenyataannya sekarang. mel bahkan tidak memiliki hubungan dengan rendy walau sebenarnya ia bisa. kata-kata nanny tadi yang mengatakan mel trauma pada sebuah hubungan dan abizarlah penyebabnya.
"aku yang bersalah" batin abizar