CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
pedas tapi manis



setelah kencan mereka kemarin mel dan abizar semakin dekat. mel juga menunjukkan perasaannya pada abizar ia sering mengirim chat untuk mengingatkan abizar makan atau sekedar bertanya abizar sedang apa. hubungan mereka berjalan dengan baik dan apa adanya. abizae juga tidak pernah membahas atau memaksa mel dengan membicarakan ke arah pernikahan.


seperti siang ini mel akan mengantar makan siang untuk abizar kekantornya. mereka yang sama-sama sibuk selalu menyempatkan waktu untuk makan siang bersama. hari ini mel membuatkan abizar sushi karena kekasihnya itu pecinta makanan jepang.



walau mereka memiliki selera berbeda abizar tidak suka makanan pedas sedang mel sangat menyukai pedas dengan berbagai level. seperti kali ini ia membeli pentol level dan risebowl cumi pedas untuk makan siangnya.




air liur mel akan langsung menetes jika melihat makanan pedas yang menggugah seleranya. bahkan abizar sempat merasa seram melihat pacarnya saat makanan pedas. mel tidak akan mau diganggu saat ia makan camilan perasnya atau saat makan besar.


bekal makanan siang sudah selesai dan sudah dicetak dikoyak bekal. kini mel bersiap menuju kantor abizar dengan menggunakan ojek Online. setelah dia puluh menit mel sampai didepan kantor abizar.ia langsung masuk ke gedung itu dan menuju ruangan abizar menggunakan lift yang tersedia menuju lantai 13 dimana kantor abizar berada. sesampai dilantai 13 mel menuju ruangan abizar. sekretaris abizar yang bernama reni sudah paham dan mengenal mel. ia mempersilahkan mel langsung masuk.


abizar masih sibuk memeriksa berkas hingga ia tidak menyadari kehadiran mel.


"ren, tolong pesankan aku makanan" ucap abizar yang menyangka itu adalah sekretarisnya.


"ini pak, saya bawakan makan siang buat bapak" ucap mel berpura-pura sebagai sekretarisnya


"ya sudah letakkan saja dimeja nanti aku akan memakannya" ucap abizar yang masih belum menyadari itu adalah mel.


"ya sudah saya permisi dulu ya mas" ucap mel menahan tawanya melihat kekasihnya yang masih fokus pada berkas ditangannya.


abizar baru menyadari jika yang masuk keuangannya adalah kekasihnya saat menyebut kata mas, panggilan yang ia inginkan dari mel.


"sayang, kenapa kau pura-pura menjadi sekretarisku" ucap abizar


"mas, apa aku mengganggumu kau terlihat sangat sibuk" ucap mel


"tidak sayang, untukmu aku pasti punya banyak waktu dan apa yang kau bawa itu" ucap abizar


"makan siang kita" ucap mel


"ya sudah ayo kita makan sekarang, aku sudah sangat lapar" ucap abizar bangkit dari kursi kebesarannya dan menghampiri mel yang masih didepan pintu ruangannya.


abizar meraih tangan mel dan mendudukkan gadis itu sofa yang terdapat diruangannya. mel membukabdan menyerahkan bekal yang khusus ia masak untuk abizar.


"wah, ini pasti enak sayang dari wanginya aku sudah tau" ucap abizar sambil menghirup aroma makanan buatan mel


"mas, terlalu memujiku" ucap mel


"mana makananmu sayang" ucap abizar


"ini" ucap mel sambil menunjukkan 2 makanan pedas miliknya sambil tersenyum


"sayang, jangan sering-sering makan pedas nanti kau sakit perut" ucap abizar


"mas, aku itu tidak berselera jika makananku tidak pedas" ucap mel sambil membuka cup makanan pedasnya.


"pokoknya aku mempringatkanmu sayang, aku saja takut melihat merahnya sambal dimakananmu" ucap abizar


"mas harus mencoba ini sangat enak" ucap mel sambil mau menyendokkan pentol miliknya kemulut abizar.


"tidak.. tidak.. nanti aku bisa sakit perut dan sebentar lagi aku ada meeting" ucap abizar mengelak.


mereka pun makan dengan canda dan tawa. dengan selera mereka masing-masing. mulut mel sudah kepedasan karena dua makanan pedas miliknya. untung saja ruangan abizar memiliki pendingin ruangan jadi keringatnya tidak keluar tapi bibirnya sudah merah menahan pedas. bahkan ia sudah bolak balik mengambil minum.


"mas, pedas banget" ucap mel sambil mengipasi mulutnya


"tadi kan aku sudah memperingatkanmu sayang" ucap abizar


abizar masih menikmati bekal makan siangnya sambil memandangi wajah mel yang kepedasan ia begitu melihat wajah kekasihnya yang sudah memerah menahan pedas. pandangan abizar jatuh pada bibir yang sangat merah karena rasa pedas dari makanan yang mel makan. dan matanya juga tertuju pada leher jenjang kekasihnya yang putih saat mel mengikat tinggi rambutnya agar rasa panasnya hilang. hingga pandangan itu makin turun ke d•d• milik kekasihnya itu.


abizar dengan susah payah menelan salivanya dengan godaan dihadapannya. ia berusaha tetap rela dan membuang pikiran kotornya itu. ia akan kekamar mandi diruangannya untuk cuci muka dan mencuci otaknya.


"mas mau kemana" ucap mel yang masih kepedasan


"toilet" ucap abizar yang hampir masuk kedalaman toilet


"aku ikut" ucap mel langsung bangkit


"hah serius, bersama denganku" ucap abizar


"ia mas, aku sudah tidak tahan lagi" ucap mel


abizar terkejut dengan perkataan kekasihnya itu.


"apa dia menginginkan hal yang sama seperti diriku" batin abizar


"ada toilet diruangan ini, kenapa tidak bilang dari tadi ucap mel.


"apa" ucap abizar


"aku mau ketoilet mau menggosok bibirku dengan air agar rasa panas dan pedasnya hilang mas" ucap mel


" oh begitu, ya sudah kau saja duluan" ucap abizar


"sayang aku mohon segeralah pulang atau aku akan melakukannya lagi mungkin lebih parah" batin abizar.


abizar masih berusaha menahan gejolak dan pikiran kotornya. saat mel keluar keadaan bukan semakin membaik bibir itu semakin merah karena menggosok dengan tangannya dan baju mel juga sudah basah dibagian d•danya.


"sayang bibirmu kenapa jadi merah begitu" ucap abizar


"aku tadi menggosoknya dengan jariku dan sudah berkumur tapi rasa pedas dan panasnya juga belum hilang mas.


"sudah jangan lakukan lagi, aku akan mengobatinya" ucap abizar


"obat? aku ini kepedasan bukan Sariawan mas" ucap mel


"kau mau aku obat tidak? " ucap abizar


"awas jika mas mengerjaiku" ucap mel


"mana aku berani sayang" ucap abizar


"mana obatnya biar aku pakai sendiri" ucap mel


"biar aku saja, sekarang pejamkan matamu" ucap abizar yang sudah kacau isi pikirannya


"kenapa harus pejamkan mata" ucap mel


"aku mau memberimu penawar pedas" ucap abizar


"sudah jangan banyak komentar sekarang pejamkan matamu" ucap abizar


mel pun memejamkan matanya, abizar berpura-pura mengambil obat penawar padahal sebenarnya ia akan mengunci pintu tangannya. setelah mengunci pintu dengan aman dan benar abizar mendekati mel.


"kau membuatku gila" batin abizar


ia memanfaatkan mel yang sedang memejamkan matanya sedari tadi ia lalu mendekatkan b•birnya kebib•r mel. bibir mereka menempel dengan sempurna. abizar menyusuri bib•r kekasihnya itu. mel hanya terdiam ia sempat membuka matanya tapi ia menutupnya kembali seolah memberikan izin pada abizar. abizar yang begitu senang mendapat persetujuan mel merengkuh mel kepelukannya dengan mereka masih berc•uman. kali ini mel membuka m•liatnya dan membalas perlakuan abizar padanya. hingga c.•uman itu berakhir dengan nafas mereka yang terengah-tengah karena kehabisan nafas.


"rasa b•birmu pedas tapi manis sayang" ucap abizar berbisik ditelinga mel.


mel sangat malu dengan ucapan abizar tapi ia merasa sudah tidak merasakan pedas lagi. abizar memberikannya penawar yang sangat tidak ia duga sama sekali dalam pikirannya.