
Abizar menelan saliva dengan susahnya. akan jadi masalah besar kalau ia tidak bisa berdamai dengan papanya.
"apa kau sudah merasa paling hebat dengan perbuatanmu yang viral itu, melawan wanita? memalukan". intimidasi tuan mandala.
"papa harus dengar penjelasan abi dulu donk" ucap abizar.
"penjelasan yang mana maksudmu, penjelasan bahwa cintamu yang bertepuk sebelah tangan itu atau niatmu bunuh diri dipantai, yang mana yang mau kau jelaskan. cecar papanya
"apa!! abi kamu mau bunuh diri gara-gara tasya" ucap mamanya merasa terkejut tidak menyangka anaknya berniat melakukan hal tersebut.
"ya, karena patah hati anakmu menggunakan cara paling kampungan dalam menyelesaikan masalahnya"ucap tuan mandala kepada istrinya
"bukan begitu Ma ini semua salah paham, abi sama sekali tidak melakukan itu" ucap abizar kepada mamanya.
abizar yang tidak terima disudutkan memberi pembelaan pada dirinya dan menjelaskan segalanya yang terjadi pada dirinya kepada kedua orang tuanya. walau kejadian malam pertemuannya dengan gadis aneh itu sangat memalukan tapi ia harus menjelaskan semuanya. hubungan abizar dengan papanya sering bersitegang dalam pemikiran ataupun masalah bisnis. ayah dan anak ini selalu berlawanan dan tidak pernah sepaham. tuan mandala menganggap abizar yang tidak pernah bisa berpikir dewasa sedangkan abizar menganggap papanya selalu mengatur dan mengawasinya.
abizar menjelaskan rekaman video dirinya yang sedang viral saat car free day. ia tetap berpendirian bahwa ia tidak salah dan sudah melakukan hal benar untuk menjaga nama baik produk dan perusahaannya.
"abi... abi.. kau ini kapan dewasanya kau tidak bisa membedakan yang mana yang pantas, mana yang bukan "ucap papanya.
"gadis itu yang salah, kenapa papa terus membelanya bukan membela abi anak papa sendiri" ucap abizar.
nyonya rossa mencoba menengahi dan meredam emosi suaminya.
"pa, papa harus menolong abi anak kita, nasib perusahaan anak kita jadi taruhannya mama mohon " ucap nyonya rossa
"hanya ada satu cara menyelamatkan perusahaan abi" ucap tuan mandala
"apa pa? katakan mama yakin pasti abi akan melakukannya" ucap nyonya rossa yakin
"minta maaf kepada gadis itu secara terbuka" ucap tuan mandala.
"abi tidak akan melakukannya sampai kapanpun, itu sama saja menjatuhkan harga diri abi pa" ucap abizar kesal
"kau ini sudah salah tidak mau mengakui kesalahanmu turunkan egomu itu"ucap tuan mandala
"pokoknya abi tidak mau"ucap abizar
"ingat bi, sebagai lelaki dewasa kau harus berani mengakui kesalahanmu, mana ada wanita yang mau dengan lelaki sepertimu jika sikapmu seperti ini ucap tuan mandala.
"bi, anak mama ayolah nak minta maaf pada gadis itu demi mama, agar masalahnya cepat selesai kau memang bersalah dalam hal ini sayang" bujuk mamanya.
"kau ini sudah tua bukan anak-anak lagi kenapa begitu susah sekali kau untuk diatur bikin malu saja" ucap tuan mandala yang sudah berdiri dari duduknya.
"ayolah bi, papamu benar kau harus minta maaf pada gadis itu apa susahnya" ucap mamanya
"tidak, pokoknya abi tidak mau gadis itu memang pantas diperlakukan seperti itu" ucap abizar.
"papa!!!!"ucap nyonya rossa terkejut dengan tindakan suaminya
"anak kurang ajar, sudah salah tidak mau mengaku, aku sungguh malu punya anak sepertimu.
"aku memang salah mendidikmu, kau tidak tau caranya berjuang hidup dari sejak awal"
"kau terlalu manja sebagai lelaki menikmati harta orang tua dan bisnismu itu hasil campur tangan dan dana dariku. mempertahankannya satu perusahaan saja kau tidak bisa"
"teruslah hidup dengan egomu yang tinggi itu dan jadi pengecut Selamanya abizar mandala krisna"
"aku akan terus menjadi bayang-bayang dihidupmu, karena kau tidak bisa berdiri diatas kakimu sendiri"
"teruslah jadi lelaki pecundang sekali pecundang tetap pecundang" cecar tuan mandala bertubi-tubi.
"papa jangan begitu pa, please abi anak kita pa" mohon istrinya sambil menangis.
abizar langsung pergi setelah dicegat habis-habisan oleh papanya. abizar sangat kecewa dan terluka dengan kata-kata papanya mengatakan ia pecundang kemudian dia mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumah.
"abi.. bi jangan pergi papamu hanya menasihatinya ia tidak benar-benar marah padamu sayang" ucap mamanya yang mau mencegah anaknya pergi, tapi abizar tetap pergi melajukan mobilnya tanpa memperdulilan kata-kata dari mamanya.
Abiiiiiii!!!! teriak mamanya sambil terus menangis dan seketika itu mamanya hilang kesadaran.
"tuan besar nyonya jatuh pingsan!!!" teriak salah satu pelayan.
tuan mandala menggendong istrinya dan membawa kekamar mereka dan langsung menelepon dokter pribadi mereka. setelah itu ia menelepon arnold.
"arnold cari abizar dan ikuti kemanapun dia pergi, aku takut anak nakal itu nekat "ucap tuan mandala
"baik tuan" ucap arnold.
abizar melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan emosinya.
"sial...sial... !!" ucapnya sambil memukul-mukul stir kemudi mobilnya.
"sampai kapanpun aku tidak akan minta maaf pada gadis murahan itu, dasar gadis pembawa sial"
"semua ini gara-gara gadis sial itu, aku pasti akan membalasnya dengan keji"
"apa hebatnya gadis murahan itu semua orang membelanya aku tidak akan mengampunimu"
gerutu abizar dalam hati terus-menerus.
abi terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membelah jalanan tanpa arah tujuan dengan rasa kesal dihatinya