CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
apa yang harus aku lakukan



mel tiba dirumah dengan perasaan yang gundah dan melamun didepan meja riasnya. ia bahkan tidak mendengar panggilan abizar diponselnya. dilain sisi abizar pun gusar dan tidak tenang karena mel tak kunjung menjawab panggilannya.


"aku harus kerumahnya, aku takut terjadi sesuatu padanya" batin abizar


abizar pun meraih kunci mobilnya dan keluar rumah. Ia sempat berpapasan dengan ibunya saat akan pergi.


"mau kemana bi, ini sudah larut malam" ucap nyonya ivanka


"mau kerumah mel ma" ucap abizar


"apa terjadi sesuatu pada mel" ucap nyonya ivanka


"tidak ma, hanya saja ia tidak menjawab ponselnya dari tadi" ucap abizar


"mungkin dia sudah tidur sayang" ucap nyonya ivanka


"aku harus memastikannya sendiri ma" ucap abizar


" ya sudah hati-hati ya sayang" ucap nyonya ivanka


" ya ma" ucap abizar kemudian berlalu dari ibunya.


"aku melihat wajah abizar begitu mengkhawatir mel, semoga semua baik-baik saja" batin nyonya ivanka.


abizar mengemudi dengan tidak tenang dan terus berusaha menghubungi mel.


"sayang kau kenapa, apa kau terpengaruh dengan ucapan si rendy itu" batin abizar


abizar pun tiba didepan rumah mel, Ia keluar rumah dan melihat pagar rumah belum dikunci dan lampu rumah masih menyala. yang artinya mel belum tidur. abizar bergegas masuk kedalaman rumah. suasana rumah sepi, abizar lalu pergi kekamar mel dan ia melihat mel melamun didepan meja riasnya.


"mel" panggil abizar


"mas abi" jawab mel terkejut


"kau kenapa?" ucap abizar khawatir dan mendekat kearah mel


"aku? aku tidak apa-apa mas" ucap mel


"kenapa kau tidak menjawab ponselmu" ucap abizar


"ponsel? ponselku dinas Mas, maaf" ucap mel


"mel, katakan apa yang terjadi padamu" ucap abizar


"tidak ada mas, aku hanya lelah" ucap mel berusaha menutupi


"mel, apa kau tidak ingin menceritakan sesuatu padaku" ucap abizar


"tidak ada mas" ucap mel


"Ayoklah sayang, berbagilah denganku aku berjanji tidak akan marah" ucap abizar


mel akhirnya menangis dan menceritakan apa yang terjadi tadi siang di cafe tempat ia bertemu dengan rendy. mel merasa bersalah pada mereka terutama kepada stephani. abizar bisa menangkap bahwa rendy dan tari memaksa mel dengan menggunakan stephani.


"mel, apa kau masih mencintaiku" ucap abizar


"aku sangat mencintaimu mas" ucap mel


"kau lebih mencintai siapa diantara aku atau stephani" ucap abizar


"aku tidak bisa memilih mas" ucap mel


"mel, dengarkan aku kau tidak bersalah sayang kau berhak bahagia aku tidak akan memaksamu untuk menjauhi keluarga rendy tapi kali ini ikuti kata hatimu" ucap abizar


"apa yang harus aku lakukan mas" ucap mel


"aku tidak akan memintamu memilih antara cinta kita atau stephani, ikuti kata hatimu jika kau memilih kembali bersama mereka aku tidak akan mencegahmu" ucap abizar


"masss...." ucap mel


"kali ini aku hanya ingin kau bahagia atas keinginanmu dan kemauanmu" ucap abizar


"aku berharap kau memilihku tetapi aku tidak mau egois dan membuatmu merasa bersalah seumur hidupmu" ucap abizar


"mana bisa aku memilih mas" ucap mel


"kau pasti bisa dan aku akan terima apapun itu" ucap abizar


"kau menyerah lagi mas" ucap abizar


"aku bukan menyerah sayang, aku hanya ingin kau memilih berdasarkan isi hatimu tanpa ada penyesalan" ucap abizar


"bantu aku mas" ucap mel


"aku akan membantu sebisaku" ucap abizar


"bantu aku melewati semua ini" ucap mel


mel berdiri dari duduknya dan memeluk erat abizar.


"mel, aku tidak akan melepasmu lagi aku tidak akan biarkan rendy dan keluarganya memaksaku dengan memanfaatkan anaknya" batin abizar


mel masih memeluk abizar dengan terisak, wanita itu tertekan dengan keadaan ini. abizar mencoba menenangkan mel. dengan mengelus kepala mel.


"sudah jangan menangis lagi, kita hadapi semua bersama" ucap abizar


"terima kasih mas" ucap mel


"tidurlah aku akan menjagamu" ucap abizar


"tapi mas" ucap mel


"aku tidak akan macam-macam dalam keadaan seperti ini tapi lain waktu aku tidak bisa jamin" ucap abizar


"dasar" ucap mel


mel pun tertidur dengan penjagaan abizar. sedangkan abizar sedang merencanakan sesuatu cara untuk menghentikan rendy dengan cara baik-baik.


"apa aku harus bicara dengan dokter itu, tapi aku takut emosi dan menghajarnya mel pasti akan marah" batin abizar


abizarpun tertidur dengan posisi duduk hingga pagi menjelang. mel terbangun lebih dahulu dan melihat posisi abizar tidur.


"kasian mas abi, dia begitu mengkhawatirkanku" batin mel sambil menatap pria tampan yang tidur dengan posisi duduk tersebut.


mel dengan perlahan turun dari tempat tidur, Ia memilih mencuci muka didapur saja agar tidak menggangu tidur abizar. mel pun memasak sarapan untuk mereka berdua. harum masakan mel membangunkan abizar dari tidurnya. Ia menggerakkan tubuhnya yang terasa begitu sakit kekanan dan kekiri. ia keluar kamar mencari mel.


"sudah bangun mas" ucap mel


"sudah sayang" ucap abizar


"ayo kita sarapan dulu" ucap mel


"bagaimana perasaanmu sekarang apakah sudah jauh lebih baik" ucap abizar


"sudah mas terima kasih" ucap mel


"syukurlah, jika kau mau bertemu dengan siapapun katakan padaku jangan sedih sendiri " ucap abizar


"baik mas" ucap mel


"jadi apa rencanamu sekarang" ucap abizar


"aku mau jadi reseller lagi" ucap mel


"jadi resseler perusahaanku saja" ucap abizar


"apa masih boleh" ucap mel


"tentu saja sayang" ucap abizar


"jadi kau CEOnya aku jadi resselernya ya mas" ucap mel


" bagaimana? " ucap abizar


"baiklah aku mau" ucap mel


"setelah sarapan kita kekantorku" ucap abizar


"Mas tidak mandi dulu" ucap mel


"nanti dikantor saja" ucap abizar


mereka pun menikmati sarapan setelah selesai sarapan mel bersiap-siap dan berangkat bersama kekantor abizar. wajah kekhawatiran mel sedikit memudar. ia begitu bersemangat untuk bisa bekerja kembali. ia bolak balik bertanya apakah penampilannya sudah sesuai pada abizar.


"semangat sayang" ucap abizar


"terima kasih mas" ucap mel


sesampai dikantor mel dibantu sekretaris abizar untuk kembali lagi menjadi resseler sedangkan abizar ia akan mandi dan bersiap diruangannya.


"dengan mel bekerja dibawah naunganku, aku bisa mengontrolnya agar tidak mendapat gangguan dari sidokter itu, aku benar-benar ingin menghajarnya karena membuat wanita sampai sedih seperti tadi malam" batin abizar didepan kaca kamar mandi sambil mengepal kedua tangannya


mel telah melengkapi segala persyaratan dan kembali keruangan abizar. Ia terpukau melihat abizar yang belum memasang kancing kerjanya dengan sempurna.


"sayang, tutup mulut nanti masuk lalat aku tau aku begitu tampan" ucap abizar


"mengerikan sekali percaya diri mas" ucap mel kesal karena ketauan ia terpesona dengan abizar


"jujur saja calon suamimu ini memang tampan kan kau akan rugi banyak jika kehilanganku " ucap abizar


" ya mas kau paling tampan didunia ini" ucap mel dengan senyum nyengir kuda.