
sore menjelang mel lebih awal menyudahi pekerjaannya sedari pagi ia tidak tenang dengan sikap abizar terhadapnya dan sampai sekarang abizar tidak membalas pesan atau menghubunginya. mel pun tidak bisa menghubungi abizar.
"semarah itukah mas abi" batin mel sambil menatap pendeknya yang begitu sepi.
ia pun memutuskan berkunjung kerumah abizar, ia ingin bertemu dengan abizar. sesampai disana ia melihat nyonya rossa keluar dari pintu rumah.
"mama" ucap mel
"sayang, kenapa datang tidak mengabari mama dulu sayang" ucap nyonya rossa.
"kejutan Ma, dan ini mel bawa makanan untuk mama dan papa" ucap mel
"ayo kita masuk sayang" ucap nyonya rossa mengajak mel masuk
"rumah sepi sekali ma, papa dimana" ucap mel.
"papa dan abi kan ke Singapura dari kemarin malam, papa mau check up kesehatannya sayang" ucap nyonya rossa
" oh, begitu ma" ucap mel
mel kemudian melamun karena abizar sama sekali tidak memberitahunya soal kepergiannya kesana. mel kemudian memutuskan pamit karena sore telah menjelang.
"Ma, mel pamit ya sudah sore" ucap mel
"kenapa buru-buru nginep aja ya Mama sendiri dirumah katrine pergi kerumah temannya" ucap nyonya rossa
"lain kali ya ma" ucap mel
"mel, kau dan abi baik-baik saja kan kalian tidak bertengkar kan" ucap nyonya rossa
deg. jantung mel berdetak mendapat pertanyaan itu dari mertuanya.
"tidak Ma, kami tidak bertengkar" ucap mel
"ya sudah menginaplah, besok abi dan papa sudah pulang" ucap nyonya rossa mencoba menahan mel
"maaf Ma, lain kali saja mel banyak barang masuk besok" ucap mel menolak
nyonya rossa terlihat kecewa tetapi ia memaklumi keputusan calon menantunya itu. sedangkan mel ia memang tidak ingin menginap dan bertemu abizar dirumah ini, ia tidak mau para orang tua tau masalah mereka dan merasa sedih.ia pun memesan taksi online dan tidak berapa lama menunggu taksinya datang. ia berpamitan kepada nyonya rossa sambil melambaikan tangannya.
"mereka berdua pasti sedang bertengkar" batin nyonya rossa.
mel merasa pusing pada kepalanya memikirkan abizar bahkan ia tidak bisa berkonsentrasi dari kemarin. begitu fatalkah apa yang dia lakukan sehingga pria itu pergi tanpa memberitahukannya. nomor ponselnya juga tidak bisa dihubungi.
"besok aku akan menghubungi mas abi lagi dan menemuinya" batin mel
dalam perjalanannya menuju rumah. tari menghubunginya mengatakan bawa esok adalah hari dimana ia akan diwisuda dan tadi mengajak mel untuk turut hadir diacara wisudanya. senyum mel terbit mendengar kabar dari sahabatnya yang akan sah menjadi sarjana kedokteran. itu artinya ia harus mengundur pertemuannya dengan abizar. demi wisuda sahabatnya.
sesampai dirumah mel membongkar isi lemarinya ia mencari pakaian yang pas ia gunakan diacara wisuda. ini pertama kalinya ia pergi menghadiri wisuda. mel memilih pakaian simple dan sopan. tari mengirimkan chat kepada mel bahwa ia akan menjemput mel pagi karena wisuda dilaksanakan jam 10 pagi dan mereka akan kesalon terlebih dulu sebelum berangkat ke gedung diraba acara wisuda digelar.
"dasar emak-emak rempong" ucap mel sambil membaca char dari tari. setela menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan mel bergegas tidur agar tidak kesiangan. dan tak perlu lama gadis cantik itu pun terlelap.
keesokan paginya setelah selesai mandi dan menyelesaikan sarapannya. mel pun bersiap dan berdandan tipis. mobil tari tiba disaat mel sudah siap. mel langsung menghampiri mobil tari dan mobil mereka langsung melaju ke salon.
"kau tidak mengajak abi" ucap tari
"sibuk" ucap mel sekenanya
"mel, kalian bertengkar" ucap tari
"tidak" ucap mel
"kau terlihat aneh" ucap tari
"biasa aja" ucap mel
tari tidak melanjutkan pertanyaan kepada mel, tetapi ia yakin mel dan abizar pasti sedang tidak baik-baik saja. hingga mereka tiba disalon. tari dirias oleh pemilik salon. sedangkan mel tidak mau saat tari menawarkannya. mel lebih memilih bermain sambil menggendong baby audrey yang begitu mengemaskan dengan bando merah dikepalanya. setelah selesai menyempurnakan penampilan tari mereka menuju gedung wisuda. acara demi acara berlangsung dan tari mendapat predikat mahasiswa terbaik.
✉ datanglah kerumah sekarang, ada hal penting yang perlu kita bicarakan.
tulis abizar.
mel pun berpamitan lebih awal kepada tari dan arnold. ia langsung menuju rumah abizar dengan objek agar lebih cepat sampai. setiba disana ia melihat abizar sedan duduk santai bersama tuan mandala.
"kau sudah datang nak" ucap tuan mandala
"ya pa" ucap mel sambil menghampiri dan mencium punggung tangan tuan mandala
"kata abi ada yang ingin kalian bicarakan kepada mama dan papa" ucap tuan mandala
"hah?? " ucap mel bingung.
mel melirik abizar. ia tidak mengerti maksud abizar yang berbeda dengan pesan yang ia kirimkan tadi padanya. nyonya rossa datang dengan membawa cemilan.
"sayang, kau sudah datang" ucap nyonya rossa meletakkan camilan lalu duduk samping mel.
mel hanya menjawab dengan senyuman.karena ia penasaran dengan apa yang ingin abizar katakan sampai mengumpulkan orangtuanya begini.
"pa, Ma kami memutuskan untuk menunda pernikahan kami sampai kami siap" ucap abizar yang membuat semua orang yang ada disana terkejut termasuk mel.
"apa maksudnya ini bi, semua persiapan sudah hampir 80%" ucap nyonya rossa
mel begitu terkejut dengan ucapan abizar. ia tidak menyangka pria itu mengambil keputusan sepihak tanpa bertanya dulu kepada dirinya.
"mel, ada apa nak apa kalian bertengkar" ucap tuan abraham.
"tidak ada pertengkaran pa, lebih baik ditunda daripada ada penyesalan dikemudian hari" ucap abizar
mel hanya diam gadis itu masih berusaha mencerna maksud dari perkataan abizar. menunda atau sama sekali tidak akan ada pernikahan.
"apa karena masalah kemarin, sampai merombak kepada rencana pernikahan ini" batin mel
mel berusaha menutupi rasa kecewanya dan berusaha terlihat baik-baik saja dihadapan abizar dan kedua orang tuanya.
"bagaimana sayang, apa ini memang keputusan kalian berdua, Mama dan papa hanya bisa memberi saran dan doa pada kalian" ucap nyonya rossa
"jika itu keputusan terbaik menurut mas abi mel menerima ma, mungkin ini yang terbaik" ucap mel
tuan mandala dan nyonya ivanka dapat menangkap sinyal bahwa hubungan mel dan abizar memang sedang tidak baik-baik saja. melihat abizar yang membuang mukanya tidak ingin melihat mel sebaliknya mel yang terus menatap abizar kecewa. mereka lama diam hingga mel memutuskan untuk berpamitan pulang tanpa pembelaan. pupus sudah ia ingin memberi penjelasan pada abizar, ia ingin mengatakan betapa ia merindukan dan sedih saat abizar mengacuhkannya.
"Ma pa, mel pamit dulu ya" ucap mel
"bi antar mel pulang" ucap nyonya rossa tapi abizar tidak bergeming
"mel pulang sendiri saja Ma, nanti naik ojek didepan" ucap mel
"biar diantar supir saja ya nak" ucap tuan mandala
"tidak perlu pa" ucap mel
"ya sudah hati-hati" ucap tuan mandala
" mas aku pergi" ucap mel
abizar tetap tidak bergeming ditempatnya. mel. pun mempercepat langkah kakinya keluar dari rumah abizar. ia tidak mau terlihat menyedihkan. ia sempat berbalik badan
"tidak ada kata menunda kau sudah menghentikan langkah kita, terima kasih" batin mel yang terasa sesak didadanya.
ia naik ojek yang lewat diseberang depan rumah abizar. mel berusaha menahan untuk tidak menangis. hingga akhirnya ia sampai dirumahnya. ia turun dengan terburu dari objek tersebut. bahkan ia hampir jatuh dari ojek. lalu masuk kerumahnya mengunci pintu rapat dan menangisi nasibnya.
jahat!!!!! teriaknya