
dering ponsel membangunkan mel yang masih asik didalam mimpinya. ia menguap sambil meraih ponselnya yang ia letakkan diatas nakas dengan malas tanpa melihat siapa yang menghubunginya terlebih dahulu.
"hallo, ini siapa" ucap mel
"apa??? " ucap abizar
"ini siapa??" ucap mel
"sayang, ini aku" ucap abizar
"hoammm" ucap mel
"hei, kau masih tidur sayang" ucap abizar
"emmm" jawab mel
"astaga ini sudah jam berapa, ayo cepat bangun nanti rezekimu dipatok ayam" ucap abizar
"aku masih ngantuk" ucap mel
"ayo bangun, nanti siang aku akan kesana untuk makan siang masak yang enak ya" ucap abizar
"ia" ucap mel sambil menguap lagi
"sayang, kau mendengarkanku kan aku" ucap abizar
"ia" ucap mel
"ia apa" ucap abizar
"ia aku bangun" ucap mel
"bangun dan lalu mandi sayang" ucap abizar
"ia" ucap mel singkat
"i Love you" ucap abizar
"mmm" ucap mel
"sayang aku akan menghukumnya nanti siang" ucap abizar lalu menutup panggilan telponnya
setelah menelepon mel, abizar melanjutkan pekerjaannya kembali dan kembali menatap layar laptopnya dan juga fokus pada berkas tangan. abizar mendapatkan proyek besar kali ini. dan nanti siang ia akan mengatakan kepada mel. bahwa ia akan keluar negeri untuk beberapa minggu untuk mengerjakan proyek barunya. ia tidak bisa membayangkan reaksi mel saat tau ia akan keluar negeri.
abizar pun menghubungi arnold dan ini bertemu dengannya hari ini. abizar ingin meminta arnold bergabung kembali diperusahaannya. abizar cukup kewalahan dengan pekerjaannya dan ia membutuhkan sosok asisten seperti arnold disampingnya. ia akan meminta bantuan mel untuk membujuk arnold kembali keperusahaannya. abizar terus memikirkan cara arnold mau kembali menjadi asistennya.
"halo selamat siang tuan" ucap arnold
"bisa kita bertemu sekarang"ucap abizar
" bisa tuan" ucap arnold
"aku tunggu di dilan Cafe satu jam lagi" ucap abizar
"baik tuan, saya akan datang" ucap arnold
abizar pun menutup panggilan teleponnya dan bangkit dari kursi kebesarannya menuju keluar ruangan.
"Reni, saya ada urusan dimuat kosongkan agenda saya tiga jam kedepan" ucap abizar
"baik pak" ucap Erni sang sekretaris
abizar pun berjalan dan masuk kedalam lift saat pintu lift terbuka. ia akan segera menuju kafe yang ia janjikan kepada arnold.
sesampai dilobby kantor mobil sudah siap sang sopir memberi kunci mobil kepada abizar. lalu abizar masuk mobil lalu melaju dengan cepat. jalan begitu ramai pagi ini, tapi untungnya abizar tidak terjebak macet. ia pun sampai dikafe tersebut dan masuk.
"selamat datang tuan, mau pesan apa" ucap pelayan cafe
"kopi americanonya satu" ucap abizar
"ada yang lain tuan" ucap pelayan tersebut
"tidak itu saja" ucap abizar
tak berapa lama kopi yang diminta abizar datang bersamaan dengan kehadiran arnold.
"selamat pagi tuan" ucap arnold
"pagi, duduklah" ucap abizar
"apa yang ingin tuan bicarakan dengan saya" ucap arnold
"santailah sedikit, masih espereso" ucap abizar sambil tersenyum
"tuan masih ingat kopi saya" ucap arnold senang.
abizar memanggil pelayan dan memesan kopi favorit arnold.
"kembalilah" ucap abizar
"maksudnya tuan" ucap arnold
"kembalilah bekerja sebagai asistenku" ucap abizar
"ini permohonan atau pemaksaan tuan" ucap arnold
"tentu saja permohonan, aku membutuhkan orang sepertimu untuk mendampingiku" ucap abizar
"tapi tuan" ucap arnold
"apa kau masih sakit hati dengan perkataan dan sikap mamaku" ucap abizar
"bukan begitu tuan, saya sudah melupakan dan memaafkan masalah itu" ucap arnold
"jadi apalagi yang kau pikirkan" ucap abizar
"saya harus tanya istri saya dulu" ucap arnold
"hei, kau ternyata suami takut istri" ucap abizar
"bukan begitu tuan, tetapi doa dan dukungan istri pelancar rezeki" ucap arnold
"sama seperti tuan kan" ucap arnold
"kenapa jadi aku" ucap abizar
"apa tuan berani dengan mel" ucap arnold
"kenapa harus tidak berani aku ini calon kepala keluarga jadi aku pemimpinya" ucap abizar
"kita lihat saja nanti tuan" ucap arnold
"apa kabar audrey aku merindukan anakmu itu" ucap abizar
"dia baik dan semakin pintar" ucap arnold
"apa dia sudah bisa membuat kopi" ucap abizar
"dia masih bayi tuan" ucap arnold
"kau bilang dia semakin pintar aku kira dia sudah bisa membuat kopi untuk ayahnya" ucap abizar.
arnold hanya menanggapi dengan tawa dan gelengkan kepala ucapan mantan bosnya tersebut.
"aku tunggu jawabanmu arnold" ucap abizar
"ia tuan" ucap arnold
terdengar suara chat masuk di ponsel arnold. ia begitu fokus membaca chat tersebut uangnya lain chat dari sang istri.
✉ pi, nanti pulang sekalian belikan pampers audrey ya, habis niee. jangan lama.
Itulah pesan dari tari pada suaminya. abizar penasaran dengan isi chat arnold
"suapa" ucap abizar
"tari tuan" ucap arnold
"ada apa" ucap abizar
"titip pampers anakku habis" ucap arnold
"hahahaha hanya pampers kau begitu serius membacanya, kau takut sekali dengan istrimu itu" ucap abizar
"nanti tuan juga akan merasakan jadi aku" ucap arnold
"tidak akan" ucap abizar
" tari dan mel itu 11:12" ucap arnold
"mel ku berbeda" ucap abizar
"bagaimana kalau besok kita double date" ucap arnold menantang
"aku ingin melihat anda dijajah oleh mel" ucap arnold
" siapa takut" ucap abizar tidak mau kalah
"selamat jadi gabungan suami takut istri" ucap arnold
"tidak akan pernah, sana pergi kau jangan lupa pesanan istrimu itu" ucap abizar
arnold pun pergi meninggalkan abizar. begitu juga dengan abizar setelah sebelumnya membayar bill dan menghubungi mel. ia akan mengabari mel bahwa ia akan kesana untuk makan siang bersama mel. ia mengemudikan mobilnya menuju rumah mel sambik bersenandung mengikuti lagu yang ada di playlist mobilnya. dan tidak lupa singgah dipinggir jalan membeli pentol pedas favorite langganan gadisnya.
sang CEO kini sudah sampai dirumah mel sambil menenteng pentol ditangannya. terlihat disana dina sedang memberikan barang pada kurir.
"siang tuan" ucap dina
"siang, dimana mel" ucap abizar
"seperti baru siap masak tuan" ucap dina
" baiklah, aku masuk dulu" ucap abizar
"CEO hobinya bawa pentol pedas, kalau aku jadi Mbak mel aku minta yang mahal tapi mimpi" batin dina sambil meletakkan tangan dikepalanya karena terlalu berkhayal tinggi.
"mas sudah datang, mmmm bawa pentol" ucap mel dengan senang
"demimu sayang aku jadi gaul sama tukang pentol" ucap abizar
"bagi-bagi rezeki mas" ucap mel
"baiklah sayang" ucap abizar
"ayo mas duduk, kan kita mau makan siang, tadi pagi mas memintaku memasak" ucap mel
mel mengambilkan nasi dan lauk sesuai keinginan abizar. pria tampan itu sangat senang saat dilayani mel seperti ini. setelah itu abizar menyantap makan siang buatan calon istrinya itu. sedangkan mel dengan semangat menyantap pentol pedas yang dibawa abizar. setelah merasa kenyang dan minum abizar memulai berbicara serius pada mel.
"sayang, aku ingin mengatakan sesuatu, tapi jangan marah ya" ucap abizar
"mau bilang apa mas" ucap mel sambil meragukan piring bekas abizar
"aku akan keluar negeri untuk beberapa minggu" ucap abizar
"ada urusan apa mas" ucap mel
"ada proyek baru yang sangat besar yang sedang perusahaanku kerjakan" ucap abizar
"ya sudah tidak masalah" ucap mel
"kau tidak marah ataupun sedih berjauhan denganku" ucap abizar yang berpikir mel akan sedih
"buat apa marah ini adalah tanggung jawab dalam pekerjaan mas, dan buat apa sedih telekomunikasi sekarang sudah canggih" ucap mel.
"benar juga ya" ucap abizar
"tapi awas saja jika kau berani hadirkan pelakor diantara kita saat disana aku akan menc•ncangmu mas" ucap mel
"kau seram dan sadis sekali sayang" ucap abizar
"pelakor lebih sadis mas" ucap mel menatap abizar dengan tajam.