CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
sah



hari yang dinanti mel dan abizar kini telah tiba. mel sedang dirias dikamarnya ditemani tari dan sherly. mel sudah berbalut kebaya sederhana namun tampak elegan. ia menggunakan kebaya ibunya yang ia minta pada penjahit di modifikasi ulang. alasan mel memakai kembali kebaya pernikahan ibunya yang masih tersimpan baik itu karena ia ingin merasakan kehadiran ibunya disini. walau penjahit harus merombak beberapa bagian yang sedikit rusak karena lama tersimpan. dan kini impian mel terwujud ia mengenakannya. ia sangat gugup untuk hari ini seperti wanita lain pada umumnya yang akan menikah.


"akhirnya kau menikah juga dengan abimu itu" ucap sherly


"ahh kau ini dulu juga kau mengejarnya kan" ucap tari


"itu kn masa lalu dam sekarang aku kakak iparmu bu dokter" ucap sherly


"pasti akan seru kalau nanti kalau mel honeymoon kita semua ikut" ucap tari


"hei, untuk apa kalian ikut berat diongkos kali" ucap mel


"astaga mel kau pelit sekali, suami itu kaya jadi uang segitu tidak ada apa-apanya" ucap tari


"tidak...tidak... aku tidak pernah mengganggu honeymoon kalian, kenapa sekarang kalian ingin mengganggu" ucap mel kesal


"hei kau mes*m sekali bilang tidak mau diganggu emangnya kalian mau apa honeymoon?" ucap tari


wajah mel bersemu merah mendengar ucapan sahabatnya yang selalu terang-terangan jika berkata.


"sudah-sudah ri, lihat mel jadi malu begitu" ucap sherly


"mel kau tidak pengen resep dariku agar punya banyak anak" ucap tari sambil mengedipkan mata


"kau ini, tidak perlu aku sudah tau" ucap mel


mendengar ucapan mel yang lantang tari dan sherly dan tari tertawa. mereka berdua membantu mel bersiap dan memastikan abizar akan terkagum-kagum melihat mel.


ketukan pintu kamar mel menghentikan tawa ketiga wanita itu. dan itu mengartikan abizat dan keluarganya sudah tiba dan saatnya mel untuk keluar.


tari dan sherly mengapit mel untuk membawa sang calon pengantin wanita untuk keluar. tari bahkan masih sempat membisikkan ucapan nakal pada mel.


"nanti malam abizar akan melah*pmu tanpa sisa" bisik tari


mel hanya menanggapi dengan menatap tari. ia tidak habis pikir sahabatnya masih sempat membisikkan hal aneh seperti itu padanya. mel didudukkan disamping abizar, ia sempat bertatapan dengan abizar saat keluar dari kamar dan melihat abizar teramat tampan dan gagah dengan setelan jas berwarna senada dengan kebaya yang ia kenakan. mereka saling mengagumi begitu juga dengan abizar yang terpukau dengan kecantikan mel sang calon pengantinnya.


"Sah" ucap penghulu


"Sah" ucap para saksi


menandakan abizar dan mel kini telah resmi bersetatus sebagai suami istri. mereka saling memakaikan cincin. mel kemudian mencium tangan suaminya lalu abizar mencium kening mel.


Setelah prosesi akad nikah selesai tari dan sherly menghampiri mel dan abizar dengan pasangan mereka dan anak mereka.


"selamat ya mel" ucap tari memeluk sahabatnya


"terima kasih ri" ucap mel


"ingat pesanku tadi" ucap tari menahan tawa


"kak ar tolong istrimu diamankan" ucap mel mengadu


" sayang jangan menggoda mel" ucap ar


" selamat ya mel, kau pasti bahagia" ucap sherly juga memeluk mel


"terima kasih sher kau dan kak rendy sudah datang jauh-jauh" ucap mel


" demimu apa yang tidak" ucap sherly


begitu juga dengan para suami yang mengucapkan selamat kepada abizar dan mereka berbincang.


hingga hari terus berganti malam. orangvtua abizar, para keluarga, sahabat dan tamu sudah pulang. tinggal mel dan abizar dirumah itu.


" mel sepertinya kita harus membuat kamar mandi dikamar ini" ucap abizar


"ia mas nanti saja" ucap mel yang sedang berusaha melepas sanggul dikepalanya


"ada yang bisa aku bantu" ucap abizar


" tidak, mas abi mandi saja lebih dulu" ucap mel


"mel, kau cantik sekali kalau begini" ucap abizar


"terima kasih Suamiku tapi aku tidak bisa tidur dengan sanggul begini" ucap mel


"hahaha kau ini aku kan sedang memuji istriku bukan memintamu tidur dengan sanggul" ucap abizar


mel yang masih disibukkan dengan sanggulnya didepan meja rias terkejut saat abizar sudah dibelakangnya dan menyentuh kedua pundaknya.


"mas abi mau handuk pastikan" ucap mel gugup


"mel.....bolehkan" ucap abizar


"apa?" ucap mel gugup


"aku mandi dulu, oya tadi tari titip sesuatu padaku dipaperbag yang coklat diatas tempat tidur katanya kado untukmu harus dibuka terlebih dahulu" ucap abizar berlalu


"kado apa, aku jadi penasaran kenapa harus dibuka sekarang" ucap mel sedikit penasaran


mel melanjutkan membuka sanggulnya setelah itu ia akan bergantian mandi dengan abizar.


abizar masuk kekamar lagi setelah selesai mandi dengan hanya melilit handuk dipinggangnya. mel bersiap mandi ia menutup matanya melihat abizar hanya menggunakan handuk.


"mas abi......." teriak mel


"kau kenapa sayang" ucap abizar


"kenapa tidak pakai baju" ucap mel


"bajuku kan disini lagi pula kau kan istriku jadi tidak masalah dan harus terbiasa" ucap abizar santai


"ya sudah aku mau mandi dulu" ucap mel


" kadonya tari sudah dibuka" ucap abizar


" belum" ucap mel santai


"tidak boleh begitu ayo buka aku juga penasaran" ucap abizar


"tapi pakai baju dulu" ucap mel


"nanti setelah buka kado dan kau mandi sayang" ucap abizar


mel pun membuka kado yang ada didalam paperbag tersebut. ada kotak tertutup lalu mel membukanya. mel syok membuka isinya sebuah kain yang sangat tipis set lingery yang diberikan sahabatnya yang abizar juga melihatnya.


" tari memang sudah gila mas" ucap mel nyengir kuda kepada abizar


"sayang setelah mandi pakai ya" ucap abizar


"mas itu hadiah aneh aku malu" mel merengek


" itu hadiah pernikahan terbaik sayang" ucap abizar yang tersenyum penuh kemenangan ia merasa tari kini ada dipihaknya.


"tapi mas" ucap mel


" mel melawan suami itu dosa lho" ucap abizar


" baiklah" ucap mel bangkit menyeret kakinya menuju kamar mandi dan membawa hadiah aneh dari sahabatnya itu.


mel menutup pintu kamar mandi saat ia akan membuka kebayanya ia baru menyadari bahwa kancing kebaya yang ia gunakan berada dibelakang bukan didepan yang artinya ia harus meminta bantuan suaminya abizar untuk membuka kebayanya.


"memalukan sekali, masa aku harus meminta mas abi membuka bajuku dia pasti berpikir aku mes*m" batin mel


mel terus berpikir lama dan belum juga mandi hingga abizar menyusulnya dan mengetuk pintu kamar mandi.


"sayang, kenapa lama sekali?" ucap abizar


" aku belum mandi mas" ucap mel


" kenapa belum mandi ini sudah larut malam" ucap abizar


"aku...." ucap mel


"kenapa?" ucap abizar


mel keluar dari kamar mandi dengan cemberut dan sudah berkeringat didalam kamar mandi.


"aku tidak bisa membuka kebayaku, kancingnya dibelakang semua" ucap mel dengan wajah memerah.


"sayang kenapa tidak meminta bantuanku, aku kan suamimu" ucap abizar


"tapi aku malu" ucap mel merengek


" cepat balik badanmu , kau pasti kegerahan dengan kebaya ini" ucap abizar


 mel akhirnya pasrah abizar membantu membuka seluruh kancing belakang. dan abizar melihat punggung mulus mel yang membuat ia terdiam karena terpukau