
mel telah tiba ditanah air.gadis itu masih setia menutup matanya ia dibawa dengan ambulance lagi setelah turun dari pesawat menuju rumah sakit.tuan mandala terus mengawal gadis yang dianggapnya seperti anaknya sendiri sama halnya dengan arnold dan tari yang setia mendampingi mel.
sesampai dirumah sakit mel mendapatkan perawatan khusus diruangan ICU karena ia belum juga sadar. tuan mandala menunggu diluar bersama tari dan arnold.
"kalian pulanglah untuk istirahat, biar aku yang menunggunya disini" ucap tuan mandala
"tidak tuan, kami akan disini sampai mel sadar" ucap tari sambil menangis
"arnold jangan biarkan abizar datang kesini" ucap tuan mandala
"baik tuan" ucap arnold
"mel terluka parah karena dia, ini kedua kali ia membuat mel terluka aku tidak terima" ucap tari
"kau tenang saja aku akan memberi pelajaran kepada anak itu" ucap tuan mandala.
hingga dokter keluar dari ruangan ICU tersebut.
"bagaimana keadaan anakku dokter" ucap tuan mandala
"luka dikepalanya cukup serius tuan, akibat trauma yang kemarin belum sepenuhnya pulih" ucap dokter
"jadi apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkannya dokter" ucap tuan mandala
"doa tuan, karena untuk tindakan operasi itu terlalu beresiko tinggi untuk pasien" ucap dokter
"berapa persen kemungkinan ia akan pulih dok" ucap tuan mandala
"hanya 20% tuan, berdoalah semoga ada mukjizat untuk pasien" ucap dokter.
sesaat itu juga abizar sampai juga ditanah air ia menghubungi arnold tapi tidak ada jawaban begitu juga dengan tari yang tidak meresponnya. ia ingin tau di rumah sakit mana mereka membawa mel. abizar memilih pulang kerumah dan melihat barang mel sudah berada diluar.
"kenapa barangnya dikeluarkan bik" ucap abizar
"tuan besar yang menyuruh tuan" ucap bibi.
"kembalikan keasalnya gadis itu akan kembali kesini" ucap abizar
"kau amnesia atau sengaja lupa apa yang telah terjadi" ucap nyonya rossa
"maksud mama apa" ucap abizar
"kenapa kau membiarkan mel kami terluka lagi bi, kalau terjadi sesuatu padanya mama akan membencimu" ucap nyonya rossa.
"Ma, abi minta.. maaf" ucap abizar
"jauhi dia, didekatmu dia selalu terluka karena cinta palsumu itu bi" ucap nyonya rossa terisak
"Ma, abi sungguh mencintainya" ucap abizar
"simpan kata-kata cintamu itu kau hanya bisa melukainya saja" ucap nyonya rossa.
"abi menyesali apa yang terjadi ma" ucap abizar.
"simpan penyesalanmu itu dihadapan papamu aku mau kerumah sakit sekarang" ucap mama rossa
"abi ikut ma"ucap abizar
"papa melarangmu bertemu dengannya" ucap mama
"kenapa ma" ucap abizar.
"tanya pada dirimu" ucap mama rossa dan berlalu.
abizar mencoba mengikuti mamanya
"jika kau mengikuti mama, Mama akan pastikan kami akan membawa mel lebih jauh darimu" ucap nyonya rossa.
"Ma aku mohon" ucap abizar
"kali ini mama tidak akan mau berpihak padamu lagi, kau menyakiti wanita itu artinya kau menyakiti mama" ucap nyonya rossa berlalu meninggalkan abizar.
abizar kini bingung akibat perbuatannya karena orang tuanya melarangnya bertemu mel.
"aku harus melihat keadaannya, aku sudah bersalah padanya" batin abizar.
saat abizar akan keluar rumah ia dicegat oleh beberapa orang bodyguard.
"tuan mau kemana, anda dilarang pergi kemanapun atas perintah tuan besar" ucap salah satu body guard.
"maaf tuan kami tidak akan membiarkan anda kerumah sakit menemui nona mel" ucap salah satu bodi guard
"apa kalian mau bilang ini perintah tuan besar kalian itu" ucap abizar
"ya tuan" jawab bodi guard tadi
abizar begitu frustrasi tidak bisa kemana-mana. ia terus mencoba menghubungi arnold ataupun tari tetapi keduanya tidak merespon panggilannya. ia pun nekat menghubungi papanya untuk mendapatkan informasi keadaan mel. tapi tuan mandala tidak menjawab panggilannya berkali-kali. tetapi kemudian tuan mandala mengirimkan video keadaan mel kepada abizar .kemudian abizar mengirim pesan kepada tuan mandala.
✉pa,izinkan aku bertemu dan melihat keadaannya.(abizar)
✉no (tuan mandala)
tuan mandala hanya membalas pesan anaknya hanya dua huruf. ia akan memberi pelajaran pada abizar. sedangkan tuan mandala memandang kearah kaca ruang ICU dimana mel berada.
"arnold kau urus baj•ngan itu pastikan ia tidak bisa keluar dari penjara dan dihukum seberat-beratnya" ucap tuan mandala
"baik tuan" ucap arnold
"bantu aku menjaga mel, aku ingin pulang sebentar" ucap tuan mandala
"baik tuan" ucap arnold
tuan mandala sempat berpapasan dengan istrinya dilobby rumah sakit. istrinya ingin menunggu mel sadar. tuan mandala menghubungi arnold bahwa istrinya sudah dirumah sakit. lalu arnold menjemput nyonya rossa lalu mengantarnya keruangan dimana mel berada.
tuan mandala tiba dikediamanya dengan sopir dan para body guard yang mengikutinya dari belakang menggunakan mobil lainnya. ia masuk dan langsung kekamar abizar.ia mengetahui abizar sudah pulang dari istrinya.
"wah... wah... besar juga nyalimu kembali kerumah ini" ucap tuan mandala
"pa, abi... " ucap abizar
plakkk!!!
"aku rasanya ingin memb•nuhmu sekarang juga" ucap tuan mandala emosi
"papa boleh men•mpar dan mengh•jar atau memb•nuh abi sepuas papa" ucap abizar
"kau menantangku" ucap tuan mandala
"abi mengaku salah pa, semua yang menimpa mel karena abi" ucap abizar mengakui
"kau terlambat" ucap tuan mandala
"pa, maafkan abi gagal menjaga mel" ucap abizar
"menjaga katamu, kau bahkan menyerahkannya kepada baj•ngan itu bagaimana jika arnold tidak datang tepat waktu" ucap tuan mandala
"maafkan abi pa" ucap abizar kemudian berlutut dihadapkan tuan mandala.
"tidak ada gunanya kau berlutut didepanku, mel hampir kehilangan nyawanya dua kali karenamu dan kemarin kau asik dengan wanita barumu itu saat gadis itu sekarat" ucap tuan mandala.
"dia bukan siapa-siapa abi pa" ucap abizar
"aku tidak peduli kau dengan siapa, mana buktinya kau sangat mencintai mel" ucap tuan mandala.
"abi sungguh mencintainya pa bahkan abi melamar saat di thailand walaupun ia menolaknya" ucap abizar
"karena ia menolakmu, kau membiarkan ia dibawa pria baj•ngan itu begitu maksudmu" ucap tuan mandala.
"bukan begitu pa" ucap abizar
"jadi apa maksudmu tuan abizar yang pecund•ng" ucap tuan mandala
"pa izinkan abi bertemu dengan mel, abi ingin minta maaf padanya" ucap abizar
"tidak akan ku biarkan kau mendekati atau menemuinya" ucap tuan mandala
"pa, abi mohon" ucap abizar
"tidak akan sampai kapanpun" ucap tuan mandala.
"beri abi kesempatan kali ini saja pa" ucap abizar
"tidak ada lagi kesempatan bagimu dan perlu kau ingat jika aku tau kau mencoba menemuinya aku akan membawanya lebih jauh darimu" ucap tuan mandala dan berlalu dari kamar abizar.
abizar sungguh menyesali telah mengacuhkan mel malam itu bahkan menyakiti perasaan mel. abizar merasa paling bodoh sekarang hanya karena mel belum menerima perasaannya ia membiarkan orang yang asing mendekatinya. seharusnya ia menjaga mel, berusaha kembali mendapatkan hati gadis yang ia cintai. tapi abizar malah menyakiti hatinya dan tidak tau mel diperlakukan buruk hingga terluka parah. abizar sungguh menyesalinya.
"bodohnya aku, mel maafkan aku" batin abizar