CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
masa lalu



hari ini acara baby shower ricky akan dilakukan. mel dan stephani sedan bersiap. mel mendadani gadis kecil itu dan mereka menggunakan pakaian model dan warna yang sama. gadis kecil itu sangat senang saat couple dengan mel, ia juga meminta memakai lipstik seperti yang mel pakai, walau mel tidak melakukannya. hanya berpura-pura mengolesnya dibibir kecilnya stephani akan tersenyum riang.ponsel mel berdering saat ia menyisir rambut sthephani. ternyata itu adalah rendy


"ya kak" ucap mel


"mel, maafkan aku ya karena hari ini aku tidak bisa menemanimu ada keadaan emergency aku tidak bisa meninggalkan rumah sakit" ucap rendy


"oh.. ya sudah tidak apa kak, aku bisa pergi bersama stephani" ucap mel


"apa kau yakin akan pergi kesan tanpa aku" ucap rendy


"aku tidak enak hati jika sudah diundang tidak datang kak" ucap mel


"bagaimana jika dia ada disana" ucap rendy


"kami hanya dua orang asing kak, kak Ricky aku yakin juga sudah mengatakan statusku sekarang" ucap mel


"baiklah hati-hati jika aku dapat menyelesaikan pekerjaanku aku akan menyusul kalian" ucap rendy


"baik kak" ucap mel


mel pun menutup panggilan teleponnya ia juga tampak ragu pergi tanpa rendy, tetapi ia juga merasa tidak enak hati pada ricky. mel pun akan mengendarai mobil sendiri tanpa supir. kini ia sudah bisa mengendarai mobil sejak tinggal dijerman. ia pun mempersiapkan keperluan stephani, gadis kecil ini sangat penurut kepada mel dan akan mengikuti semua perkataan mel yang ia anggap adalah ibunya.


"sayang, hari ini kita pergi berdua saja ya, pagi banyak pasien" ucap mel


"ok mommy" ucap stephani


mereka pun menuju alamat Ricky kirimkan kepada mel sebelumnya. gadis kecil itu sangat senang saat diajak keluar rumah. dan ia akan bernyanyi lagu favoritenya twinkle-twinkle saat mel memutar musik didalam mobil sambil bertepuk tangan dan itu begitu menggemaskan. hingga perjalanan yang lumayan memakan waktu itu tidak mereka rasakan.


sedangkan abizar sudah tiba dan kini ia sudah didalam kamar hotel, ia masih belum menyadari diikuti oleh sherly. ia menghubungi ricky bahwa ia sudah sampai dihotel dan meminta alamat rumahnya dan langsung melaju kealamat tersebut dengan mobil yang sengaja ia sewa.


hingga mobilnya tiba bersamaan dengan mobil yang mel kendarai dan mobil mereka parkir bersebelahan. ketika akan turun ia melihat sosok wanita seperti mel turun dari sebuah mobil.


"apa itu dia" batin abizar yang hanya melihat wanita itu dari belakang


mel pun membuka pintu untuk stephani karena gadis itu tertidur di car seatnya. mel hanya tersenyum melihat stephani tidur.


"dia pasti kelelahan" batin mel lalu meraih tubuh stephani untuk ia gendong. saat akan menggendong gadis kecil dari mobil mel hampir terhuyung kebelakang karena heels yang ia pakai. untung seseorang menahan tubuhnya.


"terima kasih tuan" ucap mel kemudian memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang telah membantunya.


deg....


jantungnya berdetak


ia terkejut melihat sosok yang membantunya adalah abizar.


"maaf tuan" ucap mel bagai orang asing


mel segera menjauh dan masuk keacara ricky sambil menggendong stephani.


saat abizar akan mengejar mel muncul sosok yang ia tidak sangka ada dihuni tepat dibelakangnya.


"honey.... !!!" teriak sherly


abizar terkejut dengan kehadiran sherly disini bagaimana gadis ini bisa ada disini.


"kenapa wanita aneh ini bisa sampai Kesini" batin abizar


"kau, kenapa kau disini, kau mengikutiku??" ucap abizar


"tentu saja, aku kan tidak bisa jauh darimu honey" ucap sherly


"pergi sana, jangan ikuti aku" ucap abizar


"tidak, aku akan menemanimu" ucap sherry kali menggandeng abizar


"singkirkan tanganmu itu" ucap abizar berusaha melepas gandengan sherly


"honey, tidak akan pergi kesenian acara tanpa pasangan" ucap sherly


abizar tidak peduli, ia melepas tangan sherly lalu meninggalkan wanita itu. ia masuk kedalam rumah ricky. ia melihat mel sedang berkumpul dan berbincang dengan Ricky dan istrinya.


"hei, Bro Knp kau baru datang" ucap Ricky yang melihat kehadiran abizar


"selamat ya" ucap abizar


"kau kesini dengan siapa?" ucap ricky


"dengan aku" ucap sherly dari belakang abizar


"siapa dia bro" ucap ricky


"perkenalkan aku sherly calon tunangan abizar mandala" ucapnya tegas dan langsung menggandeng abizar.


ricky terkejut dengan wanita yang tidak ia kenal itu, begitu juga dengan mel tetapi ia berusaha menutupi rasa keterkejutannya.


"hai, kau" ucap sherly menunjuk ke arah mel


"ia, kau mantan abizar kan kau wanita yang meninggalkan kekasihku kan" ucap sherly menunjuk mel


"itu hanya masa lalu, aku sekarang sudah menikah dan memiliki seorang putri" ucap mel


"hentikan, omong kosong ini" ucap abizar


"ok-ok lebih baik kita santai dan nikmati acaranya" ucap Ricky melihat percakapan ini


"mel ayo kita duduk disana, aku ingin bertanya padamu soal kehamilan dan persalinan" ucap bella yang tidak lain istri ricky.


"apa? baiklah" ucap mel bingung


"bagaimana ini, apa yang harus ku jawab pada bela aku saja belum pernah hamil dan melahirkan" batin mel


"berapa usia stephani sekarang mel" ucap bella


"dua tahun" ucap mel


"apa kau memberinya asi eksklusif" ucap bella


"tentu saja, sampai dua tahun" ucap mel


"wah, kau hebat mel apakah tidak sakit mel" ucap bella


"naluri ibu pasti menantumu bel" ucap mel


"kau benar, oya kemarin kau melahirkan normal atau operasi" ucap bella lagi


"normal" ucap mel


"sakit tidak" ucap bella


"kau harus ditemani Kak Ricky agar tidak sakit dan takut" ucap mel


"kau benar juga" ucap bella


mel akhirnya bisa menjawab selamanya berdasarkan pengalaman tari. tari dulu selalu bercerita bagaimana mengurus audrey.


Ricky, sherly dan abizar bergabung dengan mereka. abizar terus menatap wanita yang telah melarikan diri darinya selama lima tahun.


"mommy uncle" ucap stephani menunjuk ke abizar


"hai gadis kecil" ucap abizar santai


"kau mengenalnya gadis kecil" ucap ricky


stephani mengangguk dan ia turun dari pangkuan mel dan berjalan kearah abizar duduk.


"hi, uncle my name ia stephani putri" ucap stephani


"hi sweety" ucap abizar


gadis itu tersenyum pada abizar kemudian kembali kepangkuan mel.


"mommy papi" ucap stephani


"papi sedang bekerja sayang" ucap mel


"pagi mommy" ucap stephani lagi menunjuk kearah jendela


dan benar adanya Rendy datang, dan langsung memeluk dari belakang mel yang sedang duduk lalu mencium pipi mel.


"maaf sayang aku terlambat" ucap rendy


"papi" ucap stephani sambil minta digendong


"kau sangat cantik sama seperti mommymu, maaf semuanya aku terlambat" ucap rendy


"tidak apa, acaranya belum dimulai" ucap bella


"selamat ya, semoga lancar sampai melahirkan" ucap rendy


"amin, Kak dimana kemarin mel melahirkan" ucap bella


"dipraktekku, aku membantu persalinan istriku sendiri" ucap rendy


"wah, kau beruntung sekali mel" ucap bella


"doakan kami semoga stephani cepat punya adik" ucap Rendy sambil ia menatap kearah abizar yang curi pandang kepada mel.


"rasakan kau" batin rendy


sedangkan abizar sangat kesal dengan berbincangan ini.