CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
abizar VS rendy



"apa maumu" ucap abizar


"apa maksudmu" ucap rendy


"kau tau kan dinda itu sudah kembali kepadaku, jangan kau kira aku bodoh" ucap abizar


"langsung saja jangan bertele-tele" ucap rendy


"aku tidak suka kau memanfaatkan rasa sayang mel kepada anakmu" ucap abizar


"Hei tuan, jangan bawa anak kecil" ucap rendy


"aku yang seharusnya yang berkata seperti itu" ucap abizar


"mel dan stephani itu tidak terpisahkan" ucap rendy


"kau jangan egois kau ingin mengikat mel dengan membawa anakmu, ingat cinta tidak bisa dipaksakan" ucap abizar


"jadi kau pikir kau pria baik, sudah berapa kali kau menyakiti mel" ucap rendy


" aku akui aku bukan pria baik, tapi mel masih mencintaiku begitu juga dengan aku" ucap abizar


"omong kosong yang namanya cinta" ucap rendy


"jika kau terus mendesak mel dengan membawa nama anakmu, aku tidak akan tinggal diam" ucap abizar.


mel keluar rumah dan mendapati abizar dan rendy saling bersitegang. abizar yang melihat mel langsung menghampiri wanitanya.


"sudah selesai sayang" ucap abizar didepan rendy.


"sudah mas, kak rendy aku pulang dulu " ucap mel menatap abizar dan rendy secara bergantian


" ia mel, terima kasih" ucap rendy


mel dan abizar masuk kedalaman mobil. dan mobil melaju keluar pekarangan rumah keluarga rendy. mel penasaran dengan apa yang abizar dan rendy bicarakan.


"tadi Mas dan kak rendy bicara apa?" ucap mel menyelidiki


"jangan sok jadi detektif" ucap abizar


"aku kan cuma tanya" ucap mel sambil memajukan bibirnya.


"ini pembicaraan dua lelaki dewasa" ucap abizar.


"pembicaraan seperti apa itu" ucap mel


"kau tidak perlu tau" ucap abizar


"apa kalian bertengkar" ucap mel


"apa kau melihat kami seperti itu tadi" ucap abizar


"tidak" ucap mel


"ya sudah" ucap abizar


"menyebalkan sekali" ucap mel


"lalu bagaimana keadaan gadis kecil itu" ucap abizar


"namanya stephani mas" ucap mel.


" ia...ia bagaimana dia" ucap abizar.


"dia demam tinggi mas" ucap mel melemah terlihat raut wajah merasa bersalah.


"kau tidak perlu merasa bersalah sayang" ucap abizar


"tapi aku tidak tega melihat dia seperti itu, besok aku akan membuatkannya sup kentang kesukaannya" ucap mel


"ya sudah lakukan yang kau rasa benar untuk anak itu" ucap abizar


"mas tidak marah" ucap dinda


"aku memang tidak suka dengan bapaknya tetapi aku tidak akan menghubungkannya pada gadis kecil itu" ucap abizar.


"terima kasih mas" ucap mel


setelah mengantar mel abizar langsung pulang ia juga ingin merehatkan diri. didalam kamar abizar memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan rendy.


"dokter itu harus dihentikan, dan aku pulangkan kejerman" batin abizar kesal


keesokan paginya abizar berangkat kekantor bersama mel. walau mel sempat menolak karena ia tidak ingin karyawan yang lain berpikir yang tidak baik tentang dirinya. mel dan abizar bersama dengan lancar. abizar yang mulai bersabar menghadapi mel, begitu juga mel yang berusaha menjaga agar mereka tidak bertengkar karena masalah kecil. setelah jam makan siang mel dan abizar menuju stand dibalai kota. mereka membawa stock produk lebih banyak. kali ini ceo vs reseller saling bahu membahu mempromosikan produk yang mereka jual agar laris manis. benar adanya stand mereka ramai dan banyak konsumen yang datang membeli produk mereka. mel dan abizar bekerja sama. abizar melihat mel begitu gigih dalam promosi dan memperkenalkan produk perusahaan abizar.


"maaf mel, aku benar-benar terlalu banyak menyakitimu tapi kali ini dan seterusnya aku berjanji akan selalu menjagamu" ucap abizar dalam hatinya.


ponsel abizar berbunyi tanda ada pesan singkat masuk disana. sebuah nomor yang tidak ia kenal mengirim pesan singkat padanya.


✉ aku ingin bertemu, aku ada dicari didepan balai kota


abizar memikirkan siapa yang mengirimnya pesan singkat tersebut. ia lalu berpamitan sebentar pada mel. dan mel memaklumi. abizar berjalan menuju cafe didepan balai kota. dan saat ia masuk ia melihat rendy disana sedang menikmati kopinya.


"kau, rupanya apalagi?" ucap abizar sambil berdiri didepan rendy


"duduklah dulu tuan, santai" ucap rendy


"dari mana kau tau aku dan mel sedang dibalai kota" ucap abizar


"tidak penting aku tau dari siapa?" ucap rendy


"jauhi mel dia telah kembali padaku dan dia tidak ada perasaan padamu" ucap abizar


"mel saja tidak keberatan" ucap rendy


"karena dia merasa berhutang budi banyak pada kau dan keluargamu" ucap abizar


"kami tidak pernah meminta balasan apapun darinya" ucap rendy


"tapi kau meminta dan memaksanya membalas perasaanmu" ucap abizar


"aku ingin bicara baik-baik disini" ucap rendy


"aku juga bicara baik-baik padamu selaku calon suami mel, aku tidak suka milikku diganggu" ucap abizar


"calon suami" ucap rendy


"apa kau akan mundur jika aku menikahi mel" ucap abizar


"kau tidak bisa membahagiakan mel" ucap rendy


"jadi maksudmu kau yang bisa membahagiakan dia" ucap abizar


"selama dijerman dia bahagia bersamaku dan anakku" ucap rendy


"kebahagiaan semu itu" ucap abizar


"apa maksudmu" ucap rendy


" ingat dia berusaha bahagia untuk anakmu, kau taukan mel selalu berusaha membuat bahagia orang sekitarnya" ucap abizar


" dia menyayangi anakku" ucap rendy


"ia aku tau dan kau benar untuk itu, dan ia begitu sedih saat mendengar apapun tentang anakmu" ucap abizar


"mereka tidak akan bisa dipisahkan sekalipun olehmu" ucap rendy


"susah sekali bicara denganmu padahal kau orang pintar dan tamatan luar negeri" ucap abizar


"aku mau kau mundur baik-baik" ucap rendy


"dengar ya, jika memang mel memilihmu karena dia mencintaimu aku rela mundur" ucap abizar.


"kami bertiga bahagia sebelum kau masuk lagi kekehidupan mel" ucap rendy


"kau sudah tau kan itu artinya apa? " ucap abizar menantang rendy


"kau terlalu percaya diri" ucap rendy


"turunkan rasa egoismu, aku tidak akan memaksa mel melupakan anakmu atau memutuskan hubungan antara mel dan anakmu stephani" ucap abizar


"kau memang tidak bisa melakukannya" ucap rendy


"aku hanya menjaga perasaan wanita yang aku cintai dengan gadis kecil yang mencintainya, aku bisa saja melakukannya tapi aku tidak mau melukai mel ataupun stephani jadi pikirkan kata-kataku"ucap abizar kemudian berlalu.


"dokter itu hampir membuat aku em*si dan ingin sekali menghajarnya susah sekali berbicara dengannya" ucap abizar dalam hati sambil berjalan kembali kebalai kota.


mel duduk sambil memijat betisnya karena lelah dan abizar melihat itu semua saat tiba distand milik mereka.


"maaf aku terlalu lama" ucap mel


"tidak apa-apa mas, tadi mas pergi kemana" ucap mel


"bertemu temanku" ucap abizar berbohong.