CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
posesif



setelah selesai makan siang abizar mengajak mel untuk berbelanja dibutik yang terdapat dikapal pesiar yang mereka naiki.


" ayo ikut aku berbelanja" ucap abizar


"berbelanja??? dimana??" ucap mel tidak mengerti.


"dilautan, aku akan bilang kepada kapten kapal ini agar kau diturunkan di tengah laut" ucap abizar


"aku tidak mau, aku tidak bisa berenang" ucap mel


"kau ini, masa tidak tau dikapal ini juga ada butik dengan berbagai brand ternama dunia" ucap abizar.


"wah benarkah, kita ajak Kak ar dan tari ya"


ucap mel


"tidak boleh, ini adalah salah satu acara kencan kita" ucap abizar


"kenapa begitu" ucap mel heran


"bukankah wanita paling senang jika kekasihnya mengajak mereka berbelanja apalagi branded" ucap abizar


"aku tidak seperti itu" ucap mel


"ya karena kau tidak pernah pacaran, kau beruntung bisa menjadi kekasihku" ucap abizar membanggakan diri.


"sombong sekali, aku ingin lompat dari kapal ini mendengar kata-katamu itu" ucap mel


"ya sudah lompat sana kalau berani, aku akan menemanimu" ucap abizar


mel hanya komat-kamit sendiri karena begitu kesal dengan abizar.


"kau mengataiku" ucap abizar


"tidak" ucap mel


"kenapa mulutmu begitu" ucap abizar


"terserahku" ucap mel


"kami ini sepasang kekasih atau apa sih, dia hobi sekali membuat aku darah tinggi, mulutnya pedas sekali seperti bubuk cabe level 10" batin mel.


abizar menggandeng tangan mel. ia ingin menegaskan bahwa gadis yang ada disampingnya adalah miliknya. abizar pernah beberapa kali abizar mendapati para penumpang kapal terutama lelaki melirik kearah mel dari itu abizar menggenggam sangat erat tangan mel.


"lelaki ini ingin menggandengku atau mematahkan jari-jari tanganku" batin mel


abizar melirik ekspresi mel yang terlihat kesal


"kau kenapa baby" ucap abizar


"tanganku sakit" ucap mel


"sakit???? " ucap abizar


"kau mau mematahkan tanganku" ucap mel


"mana mungkin aku melakukannya" ucap abizar


"kau lihat ini" ucap mel menunjukkan tangannya yang digenggam abizar sangat kuat sudah memerah.


"maaf... maafkan aku baby aku tidak sengaja" ucap abizar


"sudah lepaskan tanganku, aku akan mengikutiku dari belakang" ucap mel


"tidak baby kau ini kekasihku bukan pelayanku" ucap abizar


"tapi tanganku sakit karenamu lihat jadi merah begini" ucap mel


"maafkan aku baby, aku janji tidak akan melakukannya lagi" ucap abizar


abizar dan mel meneruskan langkah mereka menuju butik .sesampai disana mereka disambut para pegawai toko.


pegawai toko: Welcome to the store.


How can I help you sir?


abizar : I’m looking for a dress.


Preferably a long dress.


pegawai toko : May I know what occassion is it for sir ? 


abizar : It’s for a dating


pegawai toko : Alright. Follow me through here. I think we have just the right dress for you. Here you go.


abizar : This is nice. But do you have it in black? 


pegawai toko : We sure do. Here you go.


abizar : Oh I like this. May I go change into it in the dressing room


mel hanya memperhatikan interaksi antara abizar dan pegawai toko tersebut. ia tidak paham apa yang abizar dan pegawai toko bicarakan.


"kau kenapa diam saja" ucap abizar


"tidak" Ucap mel


"ya sudah coba baju ini, kamar gantinya ada dibelakang" ucap abizar sambil menunjukkan kamar ganti.


"temani aku" ucap mel


"kau ingin aku melihatmu berganti pakaian begitu" ucap abizar


"bukan begitu" ucap mel


"aku akan sangat menerima penawaranmu, ayo kita lakukan" ucap mel


"dasar mes•m, maksudnya aku ingin kau menungguku diluar kamar ganti" ucap mel kesal.


abizar menunggu mel mencoba dress pilihannya cukup lama. sedangkan gadis yang ada dikamar ganti sedang berselfie ria dikamar ganti menggunakan dress pilihan abizar.



abizar mulai kesal menunggu mel didepan kamar ganti.


"hei, kau mencoba baju atau tidur" ucap abizar


"ia sebentar sabar" ucap mel


"aku akan meninggalkanmu disini" ucap abizar kesal


" ia aku keluar" ucap mel


mel membuka kamar ganti dan keluar dengan dress pilihan abizar. abizar yang awalnya kesal terhadapnya menatap mel tanpa berkedip.mel memperlihatkan pakaian yang dipakainya dengan memutar tubuhnya.


"sayang kau cantik sekali, tapi bagaimana jika orang terpesona melihat kecantikanmu, tidak ini tidak boleh terjadi" batin abizar.


mel melambai-lambai tangannya didepan wajah abizar karena sedari tadi lelaki itu seperti melamun sambil menatapnya.


"bagaimana menurutmu" ucap mel


"seksi"ucap abizar


"apa?? "ucap mel


"maksudku kau harus menurunkan berat badanmu agar bagus memakai dress mahal ini" ucap abizar.


"kau mengataiku, kau mau bilang aku gend•t lagi dan aku tidak cocok pakai dress mahal" ucap mel kesal.


"ia" ucap abizar


"aku mau ganti baju, aku tidak mau baju ini kau jahat" ucap mel masuk ke kamar ganti dengan membanting pintu dengan keras.


"enak sekali dia selalu mengatakan aku gend•t, lihat saja aku bisa cari pacar yang lebih tampan dari dirinya" batin mel


mel keluar dari kamar ganti tanpa menghiraukan abizar. ia keluar dari butik dengan kesal menuju kolam renang, ia ingin menyegarkan pikirannya dari kata-kata abizar.


abizar mengikuti mel dari belakang.


baby tunggu!!!! panggil abizar


"jangan ikuti aku, aku membencimu" ucap mel lalu mempercepat langkahnya.


"aku minta maaf aku tidak bermaksud begitu baby" ucap abizar


"aku bilang jangan ikuti aku, jika kau mengikuti aku lagi . aku akan lompat kelaut" ucap mel mengancam.


"jangan begitu mel, aku minta maaf"ucap abizar


"aku tidak mau lagi jadi kekasihmu, kau sangat jahat suka mengataiku" ucap mel sangat marah.


abizar terdiam mendengar kata-kata mel. ia menghentikan langkahnya dan membiarkan mel pergi untuk menenangkan amarahnya kali ini.


ketika menuju kolam renang ia berpapasan dengan arnold dan tari. mel hanya diam sambil menyeka air matanya dan melewati mereka begitu saja.



arnold dapat melihat mel sedang sedih. gadis itu melewati mereka begitu saja tanpa menyapa.


"sayang mel tadi melewati kita, ia terlihat sedang sedih" ucap arnold


"pasti itu ulah bosmu itu" ucap tari


"apa kita ikuti saja mel" ucap arnold


"tidak usah sayang, biarkan ia tenang dulu" ucap tari.


"aku khawatir terhadapnya" ucap arnold


"aku heran sayang, kau bilang bosmu itu tertarik dengan mel tapi kenapa dia suka sekali buat masalah dengan mel" ucap tari.


"ntahlah" ucap arnold


mel kini sampai di renang ia duduk sendiri disapa sambil melihat orang yang sedang menikmati indahnya sore dari atas kapal sambil berenang.


"aku ingin pulang saja rasanya" batin mel


mel menangis sendiri sambil duduk dikursi santai. hingga ada seseorang menghampirinya.


"hei, gadis cantik dilarang menangis pamali" ucap seseorang pria


"hah?? apa??" ucap mel


"kenalankan namaku ardian" ucap pria itu sambil mengulurkan tangan


"namaku melati panggil saja aku mel" ucap mel menyambut uluran tangan Ardian dan mereka berjabat tangan.


"kau dengan siapa disini" ucap ardian


"dengan teman" ucap mel


"dimana" ucap ardian


"mereka sedang beristirahat" ucap mel sambil tersenyum.


"apa kau senang berlayar dengan kapal pesiar" ucap ardian


"ini yang pertama kali untukku, aku sangat senang" ucap mel


mereka pun banyak berbicara dan saling melempar candaan. membuat mereka cepat akrab.


semua itu tidak lepas dari pantauan abizar. lelaki itu mengepal tangannya karena kesal melihat ada yang mendekati mel.


"kau hanya milikku, hanya milikku" batin abizar