
mel sudah sudah hampir 2 minggu dirawat dirumah sakit untuk menjalani pengobatan dan berbagai terapi untuk kesembuhannya. tetapi kali ini ada yang berbeda. ada seorang yang sengaja ia lupakan yaitu abizar dan ada orang baru yang hadir memberikan warna berbeda dihidupnya yaitu Rendy aditya kakak dari sahabatnya tari.pria yang juga berprofesi sebagai seorang dokter tamatan dari luar negeri.
Rendy banyak membantu mel menjalani serangkaian pengobatan dan membantu mel menghilangkan traumanya melupakan luka dan meraih kebahagiannya lagi. mel sudah sangat ingin pulang ia sudah merasa sangat baik dan sehat. ia sangat bersemangat saat Rendy mengajaknya menjadi salah satu relawan untuk anak-anak penderita kanker di rumah sakit yang didirikan oleh keluarga Rendy . pria yang berasal dari keluarga berpendidikan tinggi ayah dan ibunya adalah seorang dokter yang memiliki beberapa rumah sakit dan pendiri yayasan ternama dinegeri ini. kedua orang tua mereka sering memberikan pengobatan gratis kepada kaum yang tidak mampu. begitu juga dengan Rendy yang juga seorang dokter, tari yang sedang mengambil fakultas kedokteran dan anak kedua dari keluarga mereka juga merupakan seorang dokter yang selama ini selalu membantu mel, bahkan tari selalu ada saat mel sedang dalam kesusahan .mereka keluarga yang baik bahkan tari mau menjadi sahabatnya sedari dulu.
Rendy akan masuk keruangan rawat mel, tapi ia menghentikan langkahnya saat melihat abizar dengan seorang pria gondrong yang tidak ia kenali. sedang berbicara sesuatu. ia begitu penasaran mengapa abizar masih selalu duduk menunggu disana walaupun mel seperti melupakannya. Rendy sudah mendengar dari tari tentang abizar dan mel. kali ini ia harus bicara dengan pria itu. lalu mendekati abizar ia ingin berbicara sesuatu padanya.
"maaf mengganggu apakah kita bisa bicara berdua tuan abizar" ucap rendy
"ada apa" ucap abizar ketus
"ada yang harus kita berdua bicarakan tapi bukan disini" ucap rendy
"aku juga ikut karena aku juga sahabat abizar dan mel" sambung ricky
"baiklah, lebih baik kita kekantin" ucap Rendy.
mereka bertiga menuju kekantin. Rendy menawarkan makanan tetapi abizar dan Ricky menolak.
"langsung saja kau ingin bicara apa" ucap abizar
"oh, baiklah aku ingin kau menjauhi mel" ucap rendy
"apa hak mu melarangku" ucap abizar kesal
"aku sudah mendengar siapa kau dari adikku, kau bukan lelaki yang baik untuk mel" ucap Rendy.
"jadi menurutmu kau lelaki yang baik untuknya" ucap abizar menahan emosi
"aku tidak mengatakan itu, tetapi melihat mel begitu menderita karenamu dan ia tidak ingin berhubungan denganmu sama sekali.itu sudah jelas bagiku" ucap Rendy.
"itu bukan urusanmu, jadi jangan suka ikut campur urusan orang lain" ucap abizar
"aku menyukainya jadi itu jadi urusanku" ucap Rendy.
"beraninya kau mengambil kesempatan" ucap abizar
"aku masih sendiri begitu juga dirinya jadi tidak masalah kan " ucap rendy
"mel itu kekasihku dan dia hanya milikku" ucap abizar mulai terpancing emosi.
"kau berlebihan tuan, jika kau kekasihnya semua ini tidak akan terjadi pada mel dan kau tidak akan menyerahkan kekasihmu pada pria lain" ucap Rendy.
"beraninya kau mengguruiku" ucap abizar bangkit dari kursi yang ia duduki ia menarik kerah kemeja Rendy.
"kau emosian ternyata" ucap rendy
"lepas bi, jangan buat keributan disituasi seperti ini, kau akan semakin dibenci oleh mel" ucap Ricky melerai antara abizar dan Rendy.
"tuan Rendy lebih baik anda segera pergi" ucap ricky.
" OK, aku pergi dan ajarkan kepada temanmu ini cara bersikap baik dan memperlakukan orang lain dengan baik terutama wanita, permisi" ucap rendy menunjuk kearah abizar dan kemudian berlalu.
Rendy sebenarnya juga emosi menghadapi abizar.
"dasar lelaki ber•ngsek sudah salah, tidak tau diri" batin Rendy
tadi itu ia coba memberi peringatan kepada abizar agar ia mengerti keadaan kesehatan mel. Rendy melanjutkan langkahnya menuju ruang rawat mel terlihat disana tari dan suaminya sedang bercanda dengan mel.
"dari mana saja sih kak" ucap tari
"aku dari luar biasa" ucap rendy
"kau masih merokok" ucap tari
"tidak" ucap rendy
"kau harus mencontoh suamiku yang tampan ini ia tidak mabuk dan bukan perokok sepertimu" ucap tari
"suamimu yang terbaik" ucap rendy sambil mengacungkan jempol
"tentu saja, mel kalau kau melihat kakakku merokok tendang saja b•kongnya" ucap tari
"kau ini buat malu saja" ucap rendy sambil mencubit lengan adiknya
"aku heran mengapa arnold tahan punya istri cerewet sepertimu" ucap rendy
" dia beruntung mendapatkanku, benarkan sayang" ucap tari
"ia sayang" ucap arnold
"kak Rendy mereka itu satu frekuensi" ucap mel menyambung
"pantas saja" ucap Rendy.
"kami kekantin dulu, kak jangan macam-macam terhadap sahabatku" ucap tari
"tenang saja aku ini lelaki baik-baik" ucap rendy
sedangkan dikantin Ricky mencoba meredam abizar yang masih tersulut emosi karena pria yang tidak ia kenal.
"siapa dia bi" ucap ricky
"dia kakaknya tari" ucap abizar
"tari istrinya asisten arnold" ucap ricky
"ia " ucap abizar singkat
"kenapa dia bisa dekat dengan mel" ucap ricky
" dia seorang dokter baru pulang dari jerman yang kebetulan menjenguk mel" ucap abizar
"sainganmu berat bi riwayatnya bakal tamat dikamus hidup mel" ucap ricky
"apa maksudmu"ucap abizar
"aku lihat dia lelaki yang sangat tenang, dewasa dalam menghadapi masalah, tampan dan dia juga dokter tamatan luar negeri masa depan mel akan sangat cerah dan terjamin jika bersamanya" ucap ricky
"maksudmu apa" ucap abizar kesal
"ya kau benar-benar sudah tamat" ucap ricky
"kau ingin ku hajar" ucap abizar
"aku berkata yang sebenarnya mel menganggapmu seperti tidak ada aku yakin ia pura-pura lupa padamu lalu lama-lama akan melupakanmu" ucap ricky
"kau ini bisa tidak memberi masukan yang benar" ucap abizar
"ini sudah jadi resikomu bi, itu akibat perbuatanmu sendiri jadi menurutku.. "ucap ricky
"apa" ucap abizar
"lepaskan dan lupakan mel" ucap ricky
"tidak akan" ucap abizar
"kalau jodoh tidak akan kemana bi" ucap ricky
"kalau kau terus memaksa mel akan semakin membencimu" ucap ricky
"aku akan memperjuangkan cintaku padanya" ucap abizar.
"kau itu bukan berjuang tapi pemaksaan, sebaiknya kau perbaiki egomu itu agar kau tak menyewa bro" ucap ricky menepuk pundak abizar.
"kau seperti lelaki baik saja" ucap abizar tidak suka
"aku memang baik buktinya mel masih mau berteman dan mengizinkan aku menemuinya walau aku berteman denganmu" ucap Ricky.
"kau bukan membantuku dasar menyebalkan" ucap abizar meninggalkan ricky
"dasar tuan pemarah yang mengenaskan" teriak ricky
sepanjang melewati lorong rumah sakit abizar terus memikirkan kata-kata Ricky ataupun Rendy. ia merasa semua orang tidak mendukungnya untuk berbaikan dengan mel termasuk ricky sahabatnya. ia menyadari tidak ada hak melarang mel dekat dengan siapapun. tetapi apakah ia tidak bisa mendapatkan kesempatan kedua.
"apa aku seburuk itu, apakah memperjuangkan cintaku itu salah" batin abizar