CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
Semakin Benci



abizar memilih untuk tinggal dihotel untuk sementara waktu ia masih diselimuti kemarahan dan ia tidak terima dengan kata-kata papanya.ia merasa kedua orang tuanya menyalahkannya dan malah membela gadis itu. apalagi dengan ucapan papanya yang mengucapkan bahwa dirinya adalah seorang pecundang dan itu terus terngiang ditelinganya. ia mulai menuangkan wine kegelasnya dan menghidupkan rokoknya.


Dilain sisi tuan mandala menghubungi melati untuk bertemu dijam makan siang dan memintanya bertemu direstoran yang sudah ia tentukan sebelumnya.


ia melihat istrinya yang masih menangis diatas tempat tidur memikirkan anak lelakinya yang tidak pulang. istrinya membujuk tuan mandala agar luluh dan memaafkan abizar.


"pa, aku mohon padamu suruh abi pulang pa" ucap istrinya.


"Ma, anak kita itu sudah dewasa biarkan dia berpikir dan merenungi apa yang sudah ia perbuat" ucap tuan mandala.


"kasian abi pa" ucap istrinya yang masih menangis


"apa mama tidak kasian dengan gadis itu gara-gara anak kurang ajar itu yang telah mempermalukannya"


lalu lelaki paru baya itu menghubungi arnold


"dimana anak nakal itu arnold" tanya tuan mandala.


"tuan abizar sekarang mengusap dihotel x tuan" ucap arnold


"awasi terus anak nakal itu" ucap tuan mandala


"baik tuan , saya akan lakukan" jawab arnold


tuan mandala beralih lagi kepada istrinya yang terus memohon kepadanya sambil terus menangis.


"abi itu anak kita pa" ucap istrinya


"ia karena dia anak kita papa ingin dia berpikir dengan apa yang sudah ia lakukan. ucap tuan mandala.


"tapi pa... ucap mama dengan sedihnya dan langsung tuan mandala mengatakan siapa gadis yang vital bersama abizar anaknya.


"gadis itu adalah anak hendra sahabat papa dulu yang meninggal karena kecelakaan bersama istrinya, Mama ingat kan sigembul pipi merah jambu" ucap tuan mandala.


"sigembul yang seumuran anak kita katrine dan sering bermain dengan katrine dulu saat dikantor papa"ucap mama tidak percaya


"ia Ma, kemarin papa sebelum pulang kerumah papa pergi kerumah almarhum Hendra dan ingin bertemu dengan anaknya ternyata anaknya adalah gadis itu si gembul kita dulu yang sekarang sudah jadi gadis yang sangat" ucap tuan mandala menjelaskan.


"dari mana papa tau bahwa gadis itu adalah anak hendra"? tanya istrinya.


"kemarin sewaktu kerumah Hendra dan melihat gadis itu arnold juga mengenalnya"ucap tuan mandala


"arnold mengenal gadis itu? " tanya nyonya rossa


"Ya arnold mengenal gadis itu dan tau semua apa yang terjadi antara anak kurang ajar dan gadis itu" ucap tuan mandala.


tuan mandala pun menceritakan semuanya kepada istrinya.


"astaga kasian sekali gadis itu pa, dia pasti hanya hidup sendiri. bawa mama menemuinya pa mama rindu padanya. Mama ingin minta maaf juga atas kelakuan abi" ucap istrinya


"ia nanti saat mama sudah sehat kembali, papa akan bawa dia kerumah kita " ucap tuan mandala.


"kalo dia benar-benar cantik mama akan menjodohkan dia dengan abi" ucap istrinya.


"mama mulai lagi deh,lagi pula mana mau dia dengan anakmu itu ucap tuan mandala


"anak kita ganteng dan seorang CEO wanita mana yang tidak mau dengan abi pa" ucap istrinya


"CEO yang arogan sebentar lagi bangkrut"ucap tuan mandala


"papa, jangan begitu walau bagaimanapun abi tetap anak kita"ucap istrinya.


"pokoknya hari ini mama harus istirahat, agar mama bisa bertemu gadis itu"ucap tuan abizar dan meminta izin pada istrinya untuk menemui mel dan mencium kening istrinya.


tuan mandala mengambil ponselnya dan menghubungi asisten arnold.


"Arnold jemput aku sekarang, aku ingin bertemu melati hari ini"ucap tuan arnold


"baik tuan, saya segera kesana" jawab arnold. ia pun langsung menuju kekediaman tuan mandala dengan mobilnya untuk menjemput tuannya.


kini tuan mandala sudah bersama arnold didalam mobil .menuju sebuah restoran mewah yang dituju. jalanan yang cukup lengah memudahkan arnold melajukan mobilnya dengan cepat. mobil yang membawa tuan mandala sudah tiba didepan restoran. sebelum turun tuan mandala berkata kepada arnold.


"kau temani aku, aku tidak ingin melati canggung denganku" ucap tuan mandala


"baik tuan" ucap arnold lalu ia membuka pintu mobil untuk tuan mandala dan mengikutinya dari belakang.


tuan mandala pun berbincang santai dengan mel sambil makan siang. diiringi Senyum tawa mel menceritakan kehidupannya dan hobi bernyanyinya. tuan mandala kagum dengan melati yang tidak mudah putus asa.


begitu juga arnold yang juga kagum dengan mel yang sama sekali tidak memanfaatkan kebaikan dan fasilitas yang ditawarkan tuan mandala. gadis ini hanya ingin berdiri diatas kakinya.


kemudian tuan arnold mengajak mel kesebuah toko jam.dia ia ingin membelikan hadiah jam tangan untuk wanita-wanita yang ia sayangi untuk istrinya, mel dan katrine. tuan mandala merangkul bahu mel menuju toko tersebut. mereka terlihat seperti ayah dan anak sungguhan. tanpa mereka sadari seorang lelaki menatap mereka dengan amarahnya sambil mengepalkan tangannya melihat gadis itu dirangkul oleh papanya sendiri.


"benar-benar wanita murahan, dia benar-benar pintar memilih mangsanya"batin abizar


abizar mengikuti dan memantau pergerakan mel dan papanya walaupun ia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.abizar menyaksikan papanya memilih bahkan memakaikan jam ketangan mel sambil sesekali abizar melihat ayahnya mengucap kepala gadis itu. abizar merasa papanya telah mengkhianati mamanya. suara dering pendeknya mengalihkan abizar dan ia berlalu karena menerima panggilan tentang masalah kantor.


arnold yang tadinya izin ketoilet kepada tuan mandala dan mel.arnold menyusul tuan mandala dan mel yang sudah selesai.


"nak, bagaimana kalo papa mengantarmu"ucap tuan mandala


"tidak usah pa, mel bisa pulang sendiri dan mel masih ada urusan lagi" tolak mel dengan alasan


"baiklah, hati-hati dijalan ya nak papa pulang dulu" ucap tuan mandala dijawab anggukan oleh mel.


"mel, kakak permisi ya" ucap arnold


"ia kak hati-hati dijalan" ucap mel dan ia melambaikan tangan kearah mobil.


sebenarnya mel tidak akan kemana-kemana. ia sungguh tidak enak hati dengan tuan mandala. dianggap seperti anak sendiri oleh tuan hendra saja ia sudah merasa cukup dan bahagia. tapi untuk menerima apapun dari tuan hendra mel sangat berat. dan jam tangan ini melihat yang melingkar dipergelangan tangannya sebenernya ia tidak enak menerimanya.


mel berjalan ditrotoar jalan sambil menikmati sore.jalanan yang padat karena sudah waktunya jam pulang kantor. setelah puas menikmati hiruk pikuk padatnya ibu kota ia memutuskan pulang ketika di dalam angkot.suara chat yang berkali-kali berbunyi mel pun membuka chatnya ternyata chat dari tari.


✉mel kau dimana


✉ aku punya pekerjaan untukmu


mel hanya membalas dengan emotion


👍 dan ia menuju Cafe tersebut dengan angkot ia naiki yang kebetulan juga melewati jalan menuju Cafe itu.


angkot berhenti tepat didepan cafe itu dan mel turun dan masuk dengan terburu.


"hai tari" sapa mel


"hai mel dimana tunanganku"ucap tari


"Kak arnold maksudmu, tadi kami bertemu dan makan siang bersama dengan tuan mandala" ucap mel


"dasar lelaki itu kenapa dia tidak mengajakku"?ucap tari.


"kau ini posesif sekali ya, btw pekerjaan apa yang ingin kau berikan padaku" ucap mel


"apa kau mau jadi reseller pakaian wanita"?tanya tari.


"aku kurang yakin ri, karena aku tidak paham tentang fashion dan perkembangannya" ucap mel tidak yakin


"kau pasti bisa mel, dimana jiwa reseller sejatimu"ucap tari menantang


"baiklah aku akan coba" ucap mel. saat sedang asik membicarakan stategi apa yang akan ia pakai pada tari.


abizar dan teman-temannya memasuki Cafe itu terlihat Ricky dan felix juga diantara mereka.


mel!! panggil ricky


mel hanya menjawab dengan lambaian tangan dan senyuman dari mel. mel juga menangkap sosok abizar disana. lelaki galak yang paling ia ingin hindari.


"Tar, ayo kita cari tempat lain" ucap mel


"ada apa mel, kita bahkan belum mencoba menu cafe ini" ucap tari


"kalo begitu aku pamit duluan ya" ucap mel lagi dia takut dipermalukan oleh abizar lagi. mel punya firasat buruk terhadap lelaki galak ini.


"hei nona, kenapa kau buru-buru" ucap abizar menghalangi mel yang hendak pergi


"minggir kau , aku mau pulang" ucap mel


"ettsss tunggu dulu santai, lebih baik kau temani dulu aku dan teman-temanku nanti kami akan memberimu banyak uang "ucap abizar merendahkan dengan senyum yang menghina


"aku tidak mau, aku mau pulang cepat minggir dari hadapaku" ucap mel lagi.


"ayo, keluarkan kemampuanmu menggoda lelaki atau kau merasa kami ini kurang kaya" ucap abizar sambil menarik mel ke arah tempat teman-temannya berada.


"jangan sembarangan kalo bicara tuan, lepaskan aku kau salah orang" ucap mel sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman abizar.


"j•••ng tetaplah seorang j•••ng kau jangan sok suci dan pura-pura menjadi gadis yang lugu didepan orang" ucap abizar yang begitu menghina mel


"bi kau sudah keterlaluan"ucap Ricky sedikit marah


"kau tidak usah ikut campur, kau tidak tau apa yang sudah gadis ini lakukan padaku ric" ucap abizar


"bi, dia perempuan jangan ganggu dia, aq mohon lepaskan dia dan biarkan dia pergi" ucap felix


"kau juga mau ikut campur dan membela dia juga, sebenarnya kalian ini temanku atau gadis ini" ucap abizar dengan penuh penekanan.


.


"kau bilang apa aku tadi?" ucap mel mulai mengeluarkan air matanya ia tak terima kali ini.


"ia kau memang gadis seperti itu kan yang menghalalkan segala cara demi uang, kenapa kau tidak terima aku bilang kau begitu " ucap abizar lagi


"kau memang lelaki jahat" ucap mel yang terus menangis


abizar lalu melirik kearah jam tangan mewah yang dipakai mel yang dibeli papanya abizar dan mengangkat tangan gadis itu


"lihat ini hasil dari ia menggoda lelaki, incarannya bos besar" ucap abizar yang terus menghinanya


"maaf tuan yang terhormat, ini jam tangan dari ayahku dan terima kasih atas penghinaanmu kepada diriku "ucap mel ia berlari keluar Cafe sambil terus menangis. abizar sungguh menghina dirinya didepan teman-teman abizar, tari dan pengunjung cafe lainnya.


mel.. mel. tunggu..!! panggil tari sambil berlari mengejar mel.


"tari aku ingin sendiri sekarang aku mohon padamu.


"maaf aku meninggalkanmu, besok aku akan datang sesuai perjanjian kita"


" satu lagi aku mohon jangan katakan apa yang terjadi padaku hari ini kepada kakak Ar" ucap mel memohon


"baiklah mel, aku berjanji tidak akan mengatakan padanya dan..... aku percaya padamu, kau bukan wanita seperti itu"ucap tari sambil menggenggam erat kedua tangan mel. untuk memberikan kekuatan kepada gadis malang itu.


mel pun berlalu dengan taksinya. yang ia inginkan sekarang adalah sampai dirumah dengan cepat lelaki itu mempermalukan ia lagi ditempat umum.


"ya Allah kenapa lelaki itu selalu jahat kepadaku" ucapnya dalam hati dengan air mata yang terus mengalir pertanda hatinya begitu terluka.


setelah mel berlalu tari kembali memasuki Cafe tadi ia berniat menemui lelaki yang telah menghina mel yang tak lain adalah seorang abizar.


"hei kau beraninya mempermalukan sahabatku"


"kau ini laki-laki atau perempuan kenapa mulutmu itu jahat sekali"


"kau sudah 2 kali menghina mel didepan umum"


"kau benar-benar pria jahat"


cecar tari terus menerus kepada abizar dan ia berlalu sambil mengambil tasnya dimeja yang ia duduki bersama mel sebelumnya.