CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
gagal maning



8hari sudah berlalu dan 8 hari juga mel sudah menjadi istri seorang abizar. seperti istri pada umumnya melayani dan menyiapkan semua kebutuhan abizar. pria itu tidak banyak menuntut dan bukan tipe suami yang cerewet.


pagi ini mel membuat nasi goreng kesukaan abizar.


"pagi sayang" ucap abizar menyapa mel sambil mencium pipi istrinya itu


"semangat sekali mas" ucap mel


"harus dong, cari nafkah untuk istri harus semangat apalagi dibuatin sarapan dan bekal makin tambah semangat dong" ucap abizar


" wah senangnya istri kalau suami semangat begini" ucap mel


" oh ia ini hari ke delapan kan sayang" ucap abizar sambil mengedipkan matanya


"ihh genit" ucap mel dengan wajah memerah


"aku sudah bersabar jadi sudah bisa kan sayang aku tidak akan memaksa tetapi aku mengingatkan hakku dan kewajibanmu" ucap abizar


"ia....ia....." ucap mel memajukan bibirnya


"kenapa bibirnya begitu ingin menggodaku


ya" ucap abizar menggoda mel


"ihh siapa juga begitu" ucap mel tidak terima dengan wajah memerah


mereka pun sarapan dengan diam hanya terdengar suara piring yang beradu. setekah selesai abizar berpamitan dengan istrinya. mel mengantar abizar kedepan lalu menyalami abizar. suaminya lalu mencium kening mel lalu membisikkan kata-kata yang sukses membuat pipi mel bersemu bak tomat.


"hadiah dari sahabatmu jangan lupa dipakai sayang" ucap abizar


mel hanya menjawab dengan anggukan karena malu. setelah abizar berangkat mel membereskan rumah dan piring sisa mereka sarapan. rencananya hari ia tidak akan mencuci pakaian.


sebelum membereskan rumah mel memesan bahan makanan yang akan ia masak untuk makan malam.


"aku harus membuat mas abi senang" batin mel


mel bingung harus bertanya dengan siapa.kalau ia bertanya kepada tari. ibu anak 4 itu pasti memberikan ide yang aneh kepada dirinya.


akhirnya ia mencari informasi dari internet cara membuat suami senang.


semua artikel berbau er*tis seperti kemarin seperti yang sempat ia baca saat ingin merayu abizar agar tidak marah padanya.


"kenapa yang berhubungan tentang keharmonisan suami istri selalu berbau hal erotis" batin mel sambil menggelengkan kepalanya.


di artikel tersebut tertulis salah satunya sama seperti permintaan abizar mel memakai kado dari sahabatnya tari baju tipis itu.


"baiklah akan aku lakukan, aku tidak mau disebut istri yang durhaka oleh suamiku" batin mel lagi


ia mandi kemudian bergegas pergi kesalon kecantikan demi untuk nanti malam yang sudah ditunggu-tunggu suaminya abizar sejak tujuh hari yang lalu.sebelum pergi ia menghubungi abizar terlebih dahulu


πŸ“ž"hallo mas" ucap mel


πŸ“ž"hallo sayang" jawab abizar


πŸ“ž"mas hari ini aku ingin izin kesalon hari ini" ucap mel


πŸ“ž apakah kau sangat ingin menyenangkanku malam ini sayang?" ucap abizar begitu senang


πŸ“ž"tidak aku hanya ingin potong rambut" bohong mel karena ketauan niatnya


πŸ“žpergilah kesalon langganan mama minta perawatan yang terbaik. aku akan beri alamatnya" ucap abizar


πŸ“ž"tapi mas aku hanya..." ucap mel belum selesai


πŸ“ž"pergilah nanti aku yang bayar ingat dilarang membantah suami hukumnya dosa" ucap abizar


πŸ“ž"baiklah mas" ucap mel pasrah


πŸ“ž"selamat bersenang-senang sayang" ucap abizar dengan rasa kemenangan


abizar langsung menghubungi salon yang ia maksud lalu lalu ia membuat janji atas nama mel disalon tersebut dan memilihkan paket treatment yang akan mel jalani.


"mel sedang perawatan dan malam ini pasti jadi malam yang paling indah" batin abizar membayangkan malam pertamanya dengan mel yang sempat tertunda karena tamu bulanan mel.


abizar tetap menyelesaikan pekerjaannya dikantor dan memimpin beberapa rapat hari. walau ia ingin sekali cepat pulang dan menemui mel.


jam menunjukkan jam lima sore mel hampir seharian berada disalon dan ini sangat membosankan baginya karena ia bukan tipe wanita yang suka berlama-lama disalon. tapi kali ini ia menuruti apa yang diminta suaminya agar tidak disebut istri durhaka. ponsel mel berbunyi dan panggilan itu dari abizar suaminya. pria itu mengatakan akan menjemputnya.


abizar tiba saat mel sudah selesai. abizar memberikan black cardnya untuk menyelesaikan pembayaran lalu menggandeng tangan mel keluar dari salon.


"kita makan diluar saja ya sayang" ucap abizar


"baiklah mas" ucap mel


"aku suka dan merasa lebih segar" ucap mel


"bagus lakukan itu seminggu sekali ya sayang" ucap abizar


" tapi aku bosan mas aku lebih suka luluran dirumah saja" ucap mel


"tidak boleh kau harus menaati perintah suami" ucap abizar


" ok...ok.." ucap mel


" kita makan dimana?" tanya abizar


"terserah" jawab mel dengan malas


mereka akhirnya menuju restoran yang tidak jauh dari salon. Sebuah restoran yang menyajikan berbagai jenis seefood.Abizar ingin menikmati seefood makanan kesukaannya disore yang mendung begini.


mereka kini telah diresto dan menunggu pesanan mereka datang.


"kenapa pesannya banyak sekali mas" ucap mel


"tadi aku tidak sempat makan siang karena rapat dan sepertinya makan bersama istri membuat nafsu makanku meningkat" ucap abizar sambil tersenyum


"tapi kita belum pernah ke resto ini dan mencicipi hidangannya" ucap mel


"aku sering kesini sayang, ini resto favorite mama" ucap abizar


"salon dan resto semua mereka suka, apa yang orang kaya tidak suka pesan makanan bahwan tidak lihat harganya dulu" batin mel sambil melamun


mel melamun menatap lurus ke abizar. suaminya sampai melambaikan tangannya untuk menyadarkan mel dari lamunannya.


"sayang...hei....sayang" ucap abizar sambil melambaikan tangan didepan wajah mel


"eh ia ada apa mas" sadar mel dari lamunnya


"kau kenapa melamun, apa membayangkan nanti malam" ucap abizar dengan senyum penasaran


"tidak" jawab mel singkat


"terus kenapa melamun" ucap abizar


"aku ngantuk" ucap mel


"maaf sayang malam ini kau dan aku akan begadang sampai pagi" ucap abizar


"itu makanannya datang, aku sudah lapar" mengalihkan pembicaraannya dengan abizar saat pelayan datang.


mereka menikmati hidangan seefood yang tadi dipesan. mel dapat melihat abizar begitu lahap makan dan bahkan suaminya menambahkan pesanan mereka.


"mas kenapa pesan lagi, ini kan masih banyak" ucap mel


"itu untukmu sayang, aku pesan lagi untukku " ucap abizar


"ini terlalu banyak untukku" ucap mel


"sayang seefood itu sangat bagus apalagi untuk stamina pria persiapan untuk nanti malam" ucap abizar


"mass kecilkan suaranya malu didengar orang" ucap mel sambil melihat kekanan dan kekiri takut didengar tamu lain yang makan diresto itu


" untuk apa malu sayang kita kan suami istri" ucap abizar santai


"astaga kenapa mas abi barbar begini" batin mel


mereka pun akhirnya pulang saat hati mulai gelap dengan abizar yang sudah kekenyangan. sepanjang perjalanan omongan abizar menjurus ke arah er*tis dan m*sum. ingin rasanya mel loncat dari mobil abizar. walau abizar adalah suaminya apakah tidak bisa dibahas dirumah itu pikir mel.


mereka telah sampai dirumah tetapi pintu pagar mel terbuka. abizar dan mel saling tatap siapa yang datang berkunjung kerumah mereka. abizar turun mebuka pintu pagar depan dan memasukkan mobilnya. mobil masuk kehalaman dan mereka turun tetapi tidak melihat siapapun.


"apa ada maling masuk mas" ucap mel


"aku rasa tidak sayang" ucap abizar


tiba-tiba dari belakang mereka dikejutkan suara.


"surprise" ucap tuan mandala dan nyonya rosa secara bersamaan


"mama papa sedang apa disini" ucap abizar terkejut tiba-tiba orang tuanya datang tanpa memberitahukannya


"kami akan menginap disini malam ini" ucap nyonya rossa dengan semangat


"apa???" jawab abizar terkejut


sedangkan mel hanya tersenyum dan nyaris tertawa