CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
perjalanan bisnis



abizar menepati janjinya untuk datang kerumah mel malam ini.rencananya ia akan mengatakan tentang keberangkatannya kebelanda seperti yang pernah ia katakan pada mel. kepergiannya kebelanda dipercepat. abizar akan berangkat bersama arnold juga. abizar sampai dirumah mel pukul sembilan saat gadis yang ia cintai sedang menonton tv sambil makan mie goreng buatannya sendiri. ketukan pintu membuyarkan konsentrasi mel yang sedang menonton serialnya.


"siapa sih ganggu aja, padahal sudah malam begini" batinnya


mel lupa perkataan abizar yang mengatakan ia akan keruma mel sepulang dari kantor.


"mas, ngapain? "ucap mel


"ngapain? apakah aku tidak boleh berkunjung keruma calon istriku lagi" ucap abizar


"bukan begitu mas" ucap mel tidak enak hati


"terus?,bukannya tadi ditelepon aku mengatakan akan datang sesuai sepulang dari kantor" ucap abizar


"oh, ia aku sampai lupa" ucap mel


"makanya jangan sering naik ojek jadi kau jadi melupakanku sayang" ucap abizar


"apa hubungannya" ucap mel


"ada" ucap abizar


"ayo masuk mas kita ngobrol didalam, dimuat banyak nyamuk" ucap mel dan menggandeng tangan abizar dan membawa pria yang sangat ia cintai ini untuk masuk kedalam rumah.


mel membawa abizar duduk diruang tv sedangkan mel membuatkan abizar minuman favoritenya yaitu kopi hitam. abizar melihat diatas mereka berserakan aneka camilan dan juga sedikit sisa mie goreng instant dipiring.


"dasar gadis micin, setelah menikah kau tidak boleh makan-makanan ini lagi" batin abizar.


mel datang dengan nampan dengan kopi ditangan.


"kopinya mas, silahkan" ucap mel


"sayang aku ingin bicara sesuatu yang penting denganmu" ucap abizar.


"apa itu mas sepertinya serius" ucap mel tersenyum


"lusa aku akan berangkat kebelanda" ucap abizar


"mas akan meninggalkanku" ucap mel mulai posesif


"tidak sayang hanya dua minggu paling lama, aku tidak sendiri tetapi bersama arnold" ucap abizar


"awas saja kalau kalian berdua berani macam-macam denganku dan tari" ucap mel


"sayang ini perjalanan bisnis kenapa harus khawatir" ucap abizar yang sebenarnya senang dengan mel yang menghawatirkannya.


"kau tau mas, menculik suami orang lebih mengerikan daripada penculik anak" ucap mel


"kau cemburu sayang, tenang saja aku itu tipe setia" ucap abizar membanggakan diri.


"semua lelaki itu sama tidak bisa diberi kesempatan" ucap mel


"aku akan rajin menelepon dan video call" ucap abizar


"baiklah hanya dua minggu" ucap mel


"kau ini sudah seperti istri yang cemburu" ucap abizar


"aku bukan cemburu tetapi jaga-jaga" ucap mel


"tetapi aku senang kau cemburu begitu, itu artinya kau takut kehilangan pria setampan aku dan aku memakluminya"ucap abizar sambil mengkerlingkan matanya.


mel mencubit pinggang abizar karena kesal dan harus menahan rindu dua minggu, walaupun mereka tidak selalu intens bertemu.


"aku pasti merindukanmu mas" ucap mel sambil begelayut dilengan abizar


"begitu juga denganku sayang" ucap abizar mencium puncak kepala gadis itu.


"janji ya selalu memberi kabar" ucap mel


"janji, oya besok bantu aku packing ya" ucap


abizar sebenarnya tidak rela dan tidak bisa jauh dari gadisnya, tetapi karena keadaan kesehatan padanya kurang baik ia harus menggantikan posisi padanya sementara. sebagai anak lelaki dan tertua sudah kewajibannya menjalankan dan menanggung jawabkan pekerjaan papa. dan kini ia ingin menjalani mel


"sayang, apa kau mau tinggal bersamaku dibelanda" ucap abizar


"apa? tinggal disana rasanya tidak Mungkin mas" ucap mel


"kenapa sayang?" ucap abizar


"karena aku harus menjaga rumah peninggalan kedua orang tuaku dan aku ingin terus jadi reseller bisa mempunyai penghasilan sendiri mas" ucap mel


"tetapi sayang seorang wanita yang sudah menikah itu wajib mengikuti suaminya" ucap abizar


"please mas, sudah ya aku tidak ingin bertengkar karena kita membahas hal ini" ucap mel.


"jadi bagaimana kau mau ikut denganku kebelanda selama dua minggu" ucap abizar


"tidak aku disini saja mas, aku akan setia menunggumu" ucap mel


"kau itu tidak setia sayang, kau selalu pergi berboncengan dengan tukang ojek" ucap abizar


"astaga mas, kau cemburu dengan tukang ojek" ucap mel


"aku sudah berulang kali melarangmu naik itu" ucap abizar


"mas, kalau aku naik ojek bisa ngalip dikemacetan, lebih cepat sampai dan juga hemat" ucap mel


"kau ini hemat atau pelit" ucap abizar


"tergantung keadaan mas" ucap mel


"kau ini" ucap abizar


"aku pasti merindukanmu mas" ucap mel


"aku juga begitu sayang" ucap abizar memeluk mel.


abizar yang selalu kalah debat dengan mel. tetapi kali ini dia sedikit ada rasa senang karena mel mulai sedikit positif dan ada rasa cemburu terhadap dirinya yang akan pergi ke belanda. pasti abizar akan sangat merindukan kekasih hatinya ini.mel bagai recharge daya baginya banyak yang berubah dalam hidupnya karena kehadiran gadis cantik ini. mel tipe kekasih yang tidak banyak tuntutan abizar lebih sering memberikannya kejutan atau berinisoatif sendiri saat ingin membelikan mel sesuatu. kekasihnya ini kekasih yang sederhana. mungkin jika gadis lain diajak pergi bersama keluar negeri dalam perjalanannya kali ini pasti tidak akan menolak. mel itu gadis yang berbeda walau usia mereka terpaut sepuluh tahun tetapi mel cukup dewasa dalam cara berpikir ataupun bertindak. rasanya abizar tidak rela jauh dari mel untuk waktu yang lama.


begitu juga yang dilakukan arnold ia juga mengatakan pada tari akan kepergiaannya mendampingi abizar ke belanda sehabis mereka berdua sedang proses membuat adiknya audrey.


"mami ga mau kalau papi pergi lama-lama apalagi sejauh itu bagaimana aku dan audrey" ucap tari merajuk


"mi, hanya dua minggu dan itu juga perjalanan bisnis" ucap arnold membujuk


"awas ya kalau papa macam-macam lirik-lirik cewek-cewek bule" ucap tari mulai posesif


"astaga mi, papi itu kerja bukan liburan sayang" ucap arnold


"awas saja kalau berani pagi dan abizar membohongi Mami dan mel" ucap tari


"ia mami sayang papi janji, mami mau dibawa oleh-oleh apa dari sana" ucap arnold


"asal jangan gantungan kunci" ucap tari


"ia sayang, pagi pasti rindu sm mami dan audrey" ucap arnold


"audrey pasti rewel jauh dari papi" ucap tari


"audrey itu anak kita yang pintar dia pasti mengerti papinya bekerja" ucap arnold


"bulan depan mami wisuda, akhirnya pi" ucap tari


"Alhamdulillah, semoga adik audrey cepat jadi ya mi" ucap arnold sambil mengkerlingkan sebelah matanya.


"ahh, papi mami jadi malu" ucap tari memeluk erat dan bermanja kembali pada suaminya diatas tempat tidur mereka.


kemudian arnold dan tari melanjutkan ronde m•lam p•nas mereka selagi putri tercinta mereka masih tertidur pulas diboxnya.